Dukungan para Relawan Turki dan Gaza untuk RSI

Gaza, Palestina – Peran berbagai pihak di Gaza sendiri tidak kalah pentingnya terhadap program pembangunan RS Indonesia (RSI). Di tengah wilayah Gaza yang sempit dan lahan yang terbatas, Pemerintah Gaza menyambut baik rencana program pembangunan RS di wilayah mereka dengan mewakafkan lahan seluas 16.000 m2 kepada MER-C Indonesia untuk pembangunan RSI. Selain itu, temen-teman seperjuangan dari negeri Khalifah Utsmaniyah Turki, juga memberikan dukungannya. Salah satunya Muhammad Kaya, Ketua IHH Turki Cabang Gaza. Ia memberikan dukungan penuh dari awal hingga akhir demi terlaksananya pembangunan RSI ini. Bahkan tatkala terjadi perbedaan pendapat antara Tim MER-C Gaza dan Pihak Kementrian Kesehatan Gaza, Muhammad Kaya tampil terdepan membela kami. Kemudian beliau juga merekomendasikan insinyur lokal Jomah Al-Najjar untuk menjadi sharing partner kami dalam proses pembangunan RSI ini. Beliau membantu kami siang dan malam dalam membantu berdirinya RSI ini. Tak jarang pula Muhammad Kaya memberikan nasihat-nasihat berharga kepada kami selama di Gaza. Salah satu nasehat yang masih kami ingat selalu adalah ketika beliau mengatakan bahwa, dalam menjalankan amanah orang turki memiliki prinsip, Pantang kembali atau mundur kebelakang jika amanah yang diemban belum selesai dilaksanakan. Karena ketika berangkat menunaikan amanah, kapal yang akan membawa kami kembali sudah kami bakar, tidak ada kata lain selain maju terus meraih kemuliaan disisi ALLAH Subhanahu wa Taala. Prinsip ini lah yang selalu beliau pegang teguh dan sampaikan kepada setiap relawan. Apa yang disampaikannya senantiasa menjadi semangat dan motivasi buat kami para relawan Indonesia di Gaza. Tiada kata yang pantas selain doa kami semua, semoga kebaikan mereka mendapat balasan berkali lipat. Kami para relawan di Gaza pun tidak pernah menyangka pembangunan RSI ini akan terlaksana. Kami hanya manusia dhoif yang tidak lebih baik dari yang lain, yang hanya menjalankan amanah yang begitu besar di pundak kami. Berangkat dengan hanya bermodalkan ketaatan semata, tanpa ilmu dan pengetahuan yang memadai. Bekal minimum, seperti penguasaan bahasa asing yang harus ada pada setiap relawan pun tidak kami kuasai. Dalam satu tim relawan Indonesia ini, kami saling melengkapi, ada relawan insinyur, ada relawan yang mempunyai kemampuan bahasa dan lainnya. Teringat nasihat seorang Ustadz yang senantiasa memberikan semangat kepada kami ketika akan berangkat menunaikan amanah di Gaza dengan mengatakan, Berangkat saja dahulu, nanti diperjalanan ALLAH yang akan memberikan ilmu. Subhanallah benar saja, pertolongan ALLAH memang sangat dekat, pada awalnya kami tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Arab sama sekali. Ketika awal datang, seseorang menanyakan Kayfa Haluka? kami hanya terbengong karena tidak mengerti apa yang ditanyakan. Namun saat ini, kami semua relawan Indonesia di Gaza sudah bisa dengan fasih berbahasa Arab harian karena setiap hari kami kontak dengan masyarakat dan para pekerja bangunan lokal di proyek RSI. Ini salah satu contoh nikmat yang berikan-NYA dan masih banyak nikmat-nikmat lainnya yang begitu besar yang diberikan kepada kami. Sungguh kesempatan dan pengalaman menunaikan amanah tugas di Gaza mengawal pembangunan RSI adalah hal yang luar biasa yang tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata. Ir. Nur Ikhwan Abadi Salah satu relawan MER-C Indonesia di Gaza
Pembangunan Tahap 2 RSI Gaza Segera Dimulai

Gaza, Palestina – Dengan selesainya pembangunan tahap pertama untuk struktur RS Indonesia (RSI), bukan berarti pekerjaan selesai sampai disini. Pembangunan tahap kedua untuk pekerjaan Arsitektur dan ME (Mekanikal Elektrikal) sudah menanti diepan mata dan memiliki tantangan yang tak kalah besarnya dari tahap pertama. Jika tahap pertama pembangunan RSI ini material yang dibutuhkan hanya berupa beton dan besi, maka di tahap kedua proses akan lebih rumit dan memerlukan konsenterasi dan tenaga yang lebih besar. Pembangunan tahap kedua untuk Arsitektur dan ME akan memerlukan banyak material yang di-supply dari luar Gaza. Terlebih lagi material-material tersebut hampir semua diimpor melalui terowongan Gaza. Namun demikian kami sangat yakin akan pertolongan ALLAH. Dulu RSI ini awalnya adalah sebuah khayalan, namun dengan pertolongan ALLAH khayalan itu kini sudah berbentuk nyata dan berdiri tegak di Gaza. Demikian juga dengan semua relawan MER-C yang mengawasi pembangunan RSI Gaza, insha ALLAH senantiasa berkomitment akan mengerahkan segenap kemampuan dan tenaga yang dimiliki untuk menyelesaikan pembangunan RSI Gaza ini. Kurangnya dana menjadi salah satu kendala Direncanakan pembangunan tahap II RSI Gaza akan dimulai pada bulan Juni 2012. Sementara itu kendala pendanaan juga menjadi salah satu faktor penghambat dilanjutkanya tahap kedua. Sejatinya, setelah selesai tahap pertama RSI ini dilanjutkan langsung dengan pembangunan Tahap kedua, namun karena dana yang dibutuhkan belum memadai, maka pembanguanan tahap kedua menjadi molor. Dari total dana yang dibutuhkan sekitar 30 milyar rupiah, dana yang sudah terkumpul sumbangan dari rakyat Indonesia sekitar 21 milyar rupiah, masih diperlukan 9 milyar rupiah lagi untuk selesainya pembangunan tahap kedua ini. RSI Gaza sangat berperan mengangkat nama baik Indonesia di dunia international, terlebih lagi sudah banyak rekan-rekan dari luar negeri seperti Turki dan Malaysia yang pernah mengunjungi dan melihat langsung proses pembangunan RSI di Gaza. Mereka mengatakan kekagumannya terhadap perjuangan rakyat Indonesia dalam memberikan bantuan kepada rakyat Gaza. Mohon doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia. Ir. Nur Ikhwan Abadi Salah satu relawan MER-C Indonesia di Gaza