Sarana Pendukung RS Indonesia di Gaza Terus Dilengkapi

Gaza, Palestina – Jum’at (19/4) atau bertepatan dengan 8 Jumadil Akhir 1434 H MER-C sebagai organisasi yang memikul amanah dari rakyat Indonesia kembali menapakkan penambahan sebuah bangunan di bumi para nabi Palestina Gaza. Bangunan tersebut adalah Mortuary and Technical Room atau Bangunan Kamar Mayat dan Teknis dengan luas bangunan 356 m2 sebagai sarana pelengkap RS Indonesia (RSI) di Gaza. Bangunan yang terletak di sebelah Barat RSI tersebut juga dilengkapi dengan berbagai ruangan yang akan menjadi satu kesatuan fungsi yang terdiri dari beberapa ruang, yaitu gas, pumpa, R.O (Reverse Osmosis), workshop, 4 ruang toilet, 2 ruang kantor, kantor utama, penyimpanan mayat, washing gowning dan administrasi. Ruang pumpa adalah untuk menghisap air dari ground tank kemudian dialirkan menuju tangki-tangki penampung air rumah sakit yang diletakkan pada lantai atap. Kamar Mayat dipersiapkan untuk tempat menyimpan atau meletakkan sementara jenazah sebelum diambil oleh keluarganya.
Progres Pembangunan Deep Well RS Indonesia Di Gaza Dimulai

Gaza, Palestina – Salah satu agenda pelaksanaan pembangunan RS Indonesia di Gaza adalah tahapan pembangunan pekerjaan Deep Well. Tahapan ini merupakan rangkaian Pekerjaan Mekanikal. Deep Well adalah sumur bor yang mengambil sumber air tertekan dari lapisan Aquifer atau Zona Jenuh di bawah tanah. Kedalaman pengeboran di Gaza umumnya berkisar antara 60 s.d 200 meter atau tergantung dari kondisi hidrogeologi. Keuntungan menggunakan Deep Well adalah ketersediaan airnya yang lebih banyak dari sumur pantek atau sumur dangkal. Selain itu, lapisan akifer yang mengandung air asin maupun payau dapat dihindari. Keberadaan jalur air yang disalurkan oleh pemerintahan Gaza melalui pipa-pipa kecil ke lokasi pembangunan RS Indonesia tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan air di lokasi proyek. Selain keperluan air untuk pembangunan, air juga untuk memenuhi keperluan air sehari-hari 30 relawan RS Indonesia di Gaza Palestina. Pelaksanaan pekerjaan Deep Well RS Indonesia di Gaza dimulai pada hari Rabu/17 April 2013 yang sampai dengan hari Jum’at 19 April 2013 pengeboran sudah mencapai 47 meter dari 80 meter yang direncanakan. Casing steel deep well RS Indonesia di Gaza menggunakan pipa steel berdiameter 8 inch direncanakan mencapai kedalaman 70 meter kemudian dianjutkan dengan Pipa Nurustho berdiameter 8 inch sedalam 10 meter. Pada bagian pipa Nurustho dilengkapi dengan pengisian hasma sebanyak tiga ton sebagai filter. Pompa yang digunakan adalah jenis Pompa Submersible yang ditempatkan pada kedalaman 70 meter. Sedangkan pipa air dari pompa ke Groundtank melalui manhole menggunakan pipa Galvanis dua inch. Seiring perkembangan progress Pembangunan RS Indonesia, kebutuhan air bersih kian meningkat. Musim panas di Gaza pernah mencapai suhu antara 38 sampai dengan 43 derajat celcius membuat jalur-jalur air dari pemerintahan Gaza biasanya akan terhenti atau dipadamkan secara bergilir setiap tiga hari. Kesulitan warga Gaza tidak hanya listrik yang hanya menyala 8 jam/harinya, ketersediaan gas dan termasuk juga untuk mendapatkan air bersih disebabkan oleh aksi Israel yang menempatkan mesin-mesin penyedot air tanah di sekitar perbatasannya dengan Jalur Gaza.