Ulama Palestina Kunjungi Keluarga Relawan rumah Sakit Indonesia Di Gaza

Wonogiri, Jawa Tengah, 28 Sya’ban 1434/7 Juli 2013 (MINA) – Ketua Rabithah Ulama Palestina, Syeikh Prof. Dr. Muhammad Mahmud Shiyam kunjungi keluarga relawan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Darah yang mengalir dan nafas yang dihembuskan suami dan anak-anak mereka di Gaza akan mengalir pula pahala yang sama kepada mereka di kampung halaman bila mereka ikhlas dan bershabar merelakan mereka berjihad,” kata Syeikh Shiyam dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Ustadz Yakhsyallah Mansur, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah, rabu, (3/7). “Saya kagum kepada mereka, meskipun di daerah, tetapi semangat membebaskan Masjid Al-Aqsha tetap tinggi.” Ujarnya. Imam dan Khatib Masjid Al Aqsha periode 1984-1988 itu berkunjung ke Indonesia dan Malaysia dalam rangka safari dakwah dan mensosialisasikan perjuangan pembebasan Al-Aqsha dan Palestina pada khususnya serta perjuangan dunia Islam umumnya. Beberapa kota yang dijadwalkan untuk dikunjungi dalam safarinya selama Ramadhan, antara lain; Jakarta, Bogor, Bandar Lampung, Balikpapan, Kupang, Batam, dan Kuala Lumpur. Rumah Sakit Indonesia di Gaza Rumah Sakit Indonesia di Gazamenjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina dimana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Dalam pembangunan RSI ini, MER-C bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia yang telah mengirim 33 relawan ke Gaza. Pembangunan sekarang memasuki tahap kedua, berupa pekerjaan arsitektur dan mechanical electrical (ME). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh relawan Indonesia yang seluruhnya sukarelawan yang tidak dibayar (unpaid volunteers). Pembangunan RSI dijadwalkan selesai akhir tahun 2013. (L/P06/P015/R2). Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/6558-ulama-palestina-kunjungi-keluarga-relawan-rumah-sakit-indonesia-di-gaza.html
MER-C Turunkan Tim Medis dari Medan dan Jakarta untuk Bantu Korban Gempa Aceh

NAD – Menyusul gempa bumi yang beberapa kali mengguncang Nanggroe Aceh Darussalam, MER-C menurunkan Tim Medisnya dari Cabang Medan dan Pusat Jakarta untuk memberikan bantuan pengobatan bagi para korban. MER-C Cabang Medan, sebagai cabang yang terdekat dengan lokasi gempa, memberangkatkan Tim Medisnya yang terdiri dari 3 perawat dan 1 psikolog ke Aceh pada hari Kamis (4/7). Pada esok lusanya, Sabtu (6/7), MER-C Pusat Jakarta memberangkatkan 5 relawannya ke Aceh yang terdiri dari 3 dokter, 1 perawat bedah dan 1 logistik untuk memperkuat Tim yang sudah berada di lokasi bencana. Perjalanan dari Medan ke Aceh ditempuh dengan jalur darat menggunakan armada ambulans milik MER-C Cabang Medan. Kondisi jalan yang rusak dan longsor di beberapa titik membuat perjalanan membutuhkan waktu belasan jam bagi Tim MER-C Medan untuk bisa mencapai lokasi bencana. Hal yang sama juga dialami oleh Tim Medis dari Jakarta yang menempuh jalur darat dari Banda Aceh ke lokasi gempa. Meskipun demikian, kedua Tim MER-C khususnya dari Jakarta Minggu siang ini (7/7) dikabarkan sudah tiba di lokasi gempa dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Tim MER-C saat ini berfokus memberikan bantuan medis bagi di Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini dikarenakan Kabupaten ini mengalami dampak yang luas akibat gempa. Berdasarkan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Tengah, gempa melanda 12 kecamatan dari 14 kecamatan di wilayah ini atau sekitar 85,71 %. Jumlah kampung yang mengalami dampak kerusakan akibat gempa mencapai 232 kampung dari 352 kampung yang ada atau sekitar 65,50 %. Jumlah warga yang mengungsi diperkirakan 5.000 jiwa, belum termasuk warga yang mengungsi di depan atau halaman rumah mereka dengan membuat tenda sederhana. Tim MER-C Medan sudah mulai membuka posko sejak hari Sabtu (6/7) tepatnya di Kampung Ratawali, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Tim dibagi menjadi dua. Tim Pertama memberikan bantuan pengobatan di posko. Tim kedua melakukan mobile clinic dengan menggunakan ambulans untuk mencari wilayah yang belum terjangkau bantuan medis. Tim MER-C Jakarta yang baru tiba Minggu siang ini (7/7), langsung diarahkan dan dipandu oleh Satkorlak setempat untuk menuju lokasi yang masih terisolir, yaitu di Kampung Jaluk, Kecamatan Ketol. Di kecamatan ini tercatat, sebanyak 31 kampung terkena dampak gempa. Selain memberikan bantuan pengobatan, Tim MER-C juga akan melakukan pendataan korban gempa yang memerlukan penanganan lebih lanjut, yaitu operasi bedah tulang. Apabila dibutuhkan, MER-C akan mengirimkan Tim lanjutan berupa Tim Bedah.