MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Tetapkan 5 Presidium Baru Periode 2013 – 2018

Foto (ki – ka): Ir. Faried Thalib, dr. Henry Hidayatullah, dr. Arief Rachman, dr. Sarbini Abdul Murad, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT. Jakarta – Sabtu (7/9) MER-C menggelar acara Musyawarah Besar Organisasi ke-4 yang dihadiri oleh pengurus, relawan aktif dan perwakilan cabang-cabang MER-C di Indonesia dan Gaza Palestina. Musyawarah Besar yang bertempat di Cisarua Bogor menghasilkan susunan Presidium MER-C yang baru untuk periode 2013-2018. Jumlah presidium yang sebelumnya hanya tiga orang, berdasarkan hasil Musyawarah Besar disepakati untuk ditambah menjadi 5 orang. Penambahan jumlah presidium ini selain untuk lebih meringankan amanah-amanah program yang ada dan dalam rangka kaderisasi MER-C. Inilah susunan presidium MER-C yang baru periode 2013 – 2018: 1.       Dr. Henry Hidayatullah (Ketua Presidium) 2.       Dr. Sarbini Abdul Murad 3.       Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT 4.       Ir. Faried Thalib 5.       Dr. Arief Rachman    dr. Henry Hidayatullah yang dipercaya sebagai Ketua Presidium MER-C periode 2013 – 2018 adalah salah satu pendiri MER-C dan anggota Presidium pada periode sebelumnya.  Dr. Sarbini dan dr. Joserizal kembali dipercayai untuk tetap berada di jajaran Presidium MER-C guna ikut memimpin gerak serta langkah organisasi MER-C ke depan yang tidak terasa sudah menginjak usia 14 tahun. Untuk pertama kalinya dalam sejarah MER-C, relawan berlatar belakang non medis berada di jajaran Presidium. Meskipun bukan dokter, namun kiprah Ir. Faried Thalib sebagai relawan sudah cukup besar. Bencana tsunami Aceh adalah awal keterlibatannya di MER-C. Sejak saat itu, insinyur bidang sipil ini selalu siap hadir di berbagai wilayah perang, konflik dan bencana baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan kini Ir. Faried Thalib tengah mengomandoi program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dan pembangunan Rumah Sakit MER-C di Galela, Maluku Utara. Anggota Presidium MER-C yang termuda adalah dr. Arief Rachman. Meskipun masih muda, namun dr. Arief sudah memiliki pengalaman dan memimpin misi kemanusiaan MER-C di luar negeri, seperti Ketua Tim 2 MER-C untuk Gaza Palestina dan mengikuti misi “Mavi Marmara”. Bahkan dokter yang sedang mengambil program pendidikan spesialis radiologi di FKUI ini sempat menetap di Gaza selama lebih dari 3 bulan untuk menindaklajunti penandatanganan MOU Pembangunan RS Indonesia. Selama tiga bulan, dr. Arief dan Tim MER-C melakukan survey lahan yang akan menjadi lokasi RS Indonesia dan berkoordinasi dengan Pemerintah setempat. “Semoga MER-C bisa memberikan manfaat lebih bagi ummat sesuai dengan prinsip rahmatan lil’alamin. Dan semoga MER-C menjadi tempat bagi orang-orang baik para professional medis maupun non medis untuk menjadi relawan yang sesungguhnya,” harap Ketua Presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah.

MER-C Medan Terus Pantau dan Siagakan Tim Medis untuk Bencana Sinabung

Medan – Minggu (15/9) sekitar pukul 02.00 dini hari gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo provinsi Sumatera Utara meletus. Menyusul kejadian tersebut, MER-C cabang Medan segera menyiapkan Tim Advance tanggap bencana untuk melakukan assesment dan pertolongan medis darurat kepada para korban. Pada Minggu sore, Tim yang terdiri dari 3 dokter, 3 perawat dan 1 tenaga kesehatan masyarakat berangkat ke lokasi bencana dengan menggunakan ambulans operasional MER-C Cabang Medan.  Tim pimpinan dr. Rinaldi Sani Nst tiba di wilayah Kabanjahe yang berada sekitar 5 km dari gunung Sinabung pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Tim langsung mengunjungi Masjid Raya Kabanjahe yang merupakan salah satu lokasi pengungsian. Sekitar 60-an warga mengungsi di masjid ini dan jumlahnya terus bertambah. Terdapat 5 titik pengungsian lagi di Jambur. Jumlah pengungsi di Kabanjahe dan Berastagi diperkirakan sebanyak 2.500 orang. Malam itu juga, Tim langsung melakukan kegiatan pelayanan kesehatan di Masjid Raya Kabanjahe.  Keesokan harinya, Senin (16/9) tim mulai bergerak ke arah gunung Sinabung untuk melihat langsung kondisi bencana dan warga di sana, tepatnya di kecamatan Nemanteran. “Sebagian warga sudah mengungsi ke kota Kabanjahe, sebagian lainnya masih ada yang menetap,” ujar dr. Rinaldi, Ketua Tim Advance Bencana Sinabung.   Lebih lanjut dr. Rinaldi, yang juga Ketua Divisi Yankes MER-C Cabang Medan memaparkan bahwa dari pantauan tim, warga cukup mendapatkan pengobatan dan makanan dari pemerintah setempat. Untuk mengecek kesehatan warga, Tim MER-C melakukan pelayanan medis dengan mobile clinic (pelayanan medis keliling). “Alhamdulillah, kondisi warga yang kami jumpai sehat-sehat saja,” tambah dr. Rinaldi. “Berdasarkan hasil evaluasi Tim Advance MER-C, maka untuk saat ini kami belum membuka posko. Namun kami tetap memantau dan siap turun ke lokasi apabila gunung Sinabung mulai aktif kembali,” ujar Ketua MER-C Cabang Medan, dr. Ahmad Handayani.  “Bantuan pakaian, logistik serta dana kita tutup sementara karena penyalurannya belum bisa dipastikan, melihat situasi Sinabung,” tambahnya.   MER-C Cabang Medan: Hp : 087768591522 BB : 28c45767 Rek. Donasi : BSM, 7019895167 an. MER-C Cabang Medan

Silahkan bertanya?