MER-C Siaga Erupsi Semburan Gunung Merapi

Solo – Untuk kesekian kalinya Gunung Merapi meletus lagi. Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik setinggi sekitar 2.000 meter, Senin (18/11/2013) sekitar pukul 04.50 WIB. Hal ini menyebabkan hujan pasir dan abu yang cukup tebal di Boyolali, hingga Kartosuro, dan wilayah barat Kota Solo. Meski situasi saat ini menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, masih dalam status normal (ANTARA, 18/11/2011). Letusan hari ini lebih besar daripada 22 Juli, namun saat ini status masih normal aktif (level I),” tegas Sutopo. Dihubungi pagi tadi, relawan MER – C cabang Solo dr.Ambar Waluyo mengatakan bahwa belum Ada kondisi emergency, dan MER-C Solo menunggu perkembangan situasi. Tetapi belajar dari kejadian sebelumnya, dimana keadaan bisa meningkat menjadi darurat, MER-C telah menyiapkan tim medis yang terdiri dari dokter dan tim non medis yang setiap saat siap diturunkan jika keadaan berubah menjadi darurat.
Berita Duka Untuk Relawan RSI Gaza

Berita duka datang untuk salah satu relawan Mer-C yang sedang berada di jalur Gaza Palestina, Karidi. Karidi adalah relawan MER-C yang sedang menjalankan amanah membangun RS Indonesia di jalur Gaza, Palestina. Ayahanda Karidi berpulang ke Rahmatullah pada Minggu 10/11/13 di Wonogiri Jawa Timur. Pada usia 70 tahun, Marino, Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Wonogiri Jawa Timur, dengan diagnosa dokter pembengkakan pada jantung. Karidi sudah satu tahun lebih menjadi relawan di Gaza, Palestina sejak 21/10/12 hingga saat ini, Karidi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, putra dari Sisum dan Almarhum Marino. Karidi yang sedang di jalur Gaza, Palestina di beritakan oleh sang istri yang juga merupakan sekertaris Mer-c, Tina Leonard dan kakak ipar Mba Yani. Karidi sendiri tidak mempunyai firasat apapun atas kepergian ayahanda tercinta, dan baru berhubungan via telepon dengan ayah tercinta satu minggu sebelum wafat. Ayahnya memang sudah beberapa waktu terakhir sakit di sebabkan usia lanjut dan keadaannya kemudian menjadi kritis 2 minggu terakhir ini. Keadaan Karidi saat ini Alhamdulillah sehat dan terus menjalankan tugas sebagai ketua mechanical electrical pembangunan Rs Indonesia di Gaza, Palestina. Almarhum Marino meninggalkan sang istri Sisum, tiga orang anak dan tiga cucu.