MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Sinabung Awas, MER-C Medan Turunkan Tim Medis

Medan, Sumatera Utara – “… Saat ini status Sinabung adalah AWAS yang merupakan status tertinggi dari gunung api. MERC Medan pada subuh ini (26 November 2013) memberangkatkan tim medis terdiri dari 2 dokter dan 2 perawat untuk melakukan bantuan medis dan sekaligus penyaluran bantuan sembako, selimut dan masker. Mohon doa dan dukungan kita semua untuk misi kemanusiaan ini…bantuan yang saat ini dibutuhkan antara lain: obat-obatan, makanan siap konsumsi dan air bersih… Bantuan dalam bentuk uang dapat dikirimkan via transfer ke Bank Mandiri, Rek 1060010570243, A.n. Rinaldi Sani Nst dan konfirmasi ke CP kami. Terima kasih…CP: RINALDI 085275025138,” demikian penggalan isi pesan singkat dari relawan MER-C Cabang Medan, dr. Rinaldi Sani Nasution. Saat ini Tim MER-C Medan mengabarkan bahwa mereka sudah tiba di kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. “Di sini suasana kondusif, dan hari ini tidak ada abu vulkanik,” ujar Ketua Tim medis MER-C Medan dr. Rahmad Gunawan. Lebih lanjut ia melaporkan bahwa kegiatan tim hari ini adalah melakukan assessment lapangan. “Saat ini ada 31 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi 17 ribu. Tapi pengungsi ini kalau pagi beraktivitas biasa, sore malam mereka ke pengungsian,” tambahnya. Hari ini Tim MER-C akan melakukan rapat koordinasi dengan posko bencana BNPB, karena saat ini BPBD daerah Karo belum dibentuk. Dari hasil koordinasi dan pengamatan sementara Tim MER-C di lapangan, ada 3 titik di luar kota Kabanjahe yang perlu jadi perhatian, karena jauh dari akses Puskesmas atau RS, yakni di wilayah Payung, Tiga Binanga, dan Berastagi.

Tim MER-C Lakukan Tindakan Operasi dan Pengobatan bagi Korban Topan Haiyan

Cebu, Filipina – Tim Bedah MER-C yang dipimpin oleh Dr. Abdul Mughni SpB KBD yang bertolak ke Cebu Filipina pada Jum’at malam (22/11), telah tiba dengan selamat di Bandara Mactan Cebu pada esok tanggal harinya Sabtu (23/11) pukul 11.30 waktu setempat. Setiba di Cebu, Tim langsung berkoordinasi dengan Health Management Center guna mengurus perizinan dan pemetaan lokasi-lokasi bencana yang dianggap penting. Usai mendapatkan informasi, tim langsung meluncur ke arah utara Cebu, tepatnya Municipality of Medellin yang turut dilanda bencana dahsyat topan Haiyan pada 8-9 November 2013 lalu. Di sini tim mengunjungi Bogo-Medellin Medical Center, sebuah rumah sakit umum daerah setempat yang juga tampak mengalami kerusakan pada beberapa bagian ruangan akibat topan. Setelah berkoordinasi dengan Kepala dan staf RS serta mengevaluasi kebutuhan medis, maka Tim MER-C memutuskan untuk memberikan bantuan terlebih dahulu di wilayah ini. Malam itu, tim pun beristirahat di ruangan laboratorium yang sudah disiapkan oleh pihak RS, untuk melepas lelah setelah sehari semalam melakukan perjalanan. Esok harinya, Minggu (24/11), untuk mengefektifkan waktu dan pekerjaan, dr. Abdul Mughni selaku Ketua membagi timnya yang terdiri dari 9 relawan menjadi 2, yaitu Tim Bedah dan Tim Mobile Clinic. Tim Bedah berfokus membantu penanganan pasien-pasien trauma di RS sementara Tim Mobile Clinic bertugas menyisiri wilayah-wilayah utara Cebu yang menjadi sasaran topan Haiyan. Dr. Abdul Mughni, SpB KBD, dr. Dany Kurniadi, SpBS, dr. Nurul Qomaruzzaman, SpOT dan Ita Muswita (perawat bedah) sejak Minggu pagi langsung membantu menangani pasien yang dirawat maupun yang datang ke IGD RS. Hari itu juga dilakukan tindakan operasi dengan kasus fraktur pergelangan tangan kiri (Radius Ulna). Walaupun dengan peralatan operasi yang seadanya, yaitu ketiadaan alat electric cauter, namun operasi berhasil diselesaikan dalam waktu kira-kira satu setengah jam.  Seperti padatnya kegiatan Tim Bedah di RS, Tim yang memberikan pelayanan medis mobile clinic juga demikian halnya. Tim disambut antusias oleh warga masyarakat korban topan, tepatnya warga di Barangay of Kawit. Di wilayah ini kerusakan akibat topan terlihat di sana-sini. Meskipun rumah dan bangunan tempat tinggal mereka terkena sapuan topan, tapi warga tidak mengungsi. Mereka membuat tenda di samping reruntuhan dan sisa rumah. Bertempat di Kawit Barangay Hall yang berjarak sekitar satu jam dari Bogo Medelin Medical Center, Tim Mobile yang terdiri dari 2 dokter umum, 1 perawat dan 2 non medis melayani satu-persatu warga yang datang. Obat-obatan yang diberikan tim adalah obat-obatan yang dibawa dari Indonesia, sumbangan para donatur. Meskipun ramai warga yang berkumpul, namun mereka terlihat dengan sabar dan tertib mengantri untuk mendapatkan pengobatan. Tercatat warga yang berobat pada hari itu mencapai 216 orang. Tim dijadwalkan masih akan menginap di Bogo-Medellin Medical Center satu hari lagi sebelum bergerak ke wilayah bencana topan lainnya. Hal ini dikarenakan masih ada warga korban topan Haiyan yang memerlukan bantuan penanganan operasi, seperti fraktur pergelangan tangan bawah dan necrotic wound debridemant.

MER-C Conduct Surgery and Medical Treatment for Haiyan Typhoon Victims

Cebu, Philippines – MER-C surgical team, led by Dr. Abdul Mughni SpB KBD, which was departed to Cebu, Philippines on Friday night (22/11), has arrived safely at Mactan Cebu airport on the following day, Saturday (23/11), 11.30 am local time. At Cebu, the team has been directly coordinated with local Health Management Center in order to manage some clearance and to map out disaster locations that were considered urgent. After receiving information, all team members drove to North Cebu, on the Municipality of Medellin that has been hit by Haiyan typhoon on November 8-9, 2013. The team also visited Bogo-Medellin Medical Center, a local regional hospital that is appeared to experience damage in some parts due to the typhoon disaster. After coordinating to the Chief and Staffs of local hospital as well as evaluating medical needs, MER-C team decided to provide first aid in the region. The team stayed one night on that day in one laboratory that has been prepared by the hospital staffs, to unwind after day and night travel to the location. The following day, Sunday (24/11), to streamline time and work, dr Abdul Mughni as the Chief, divided his 9 team members into 2, they are Surgical team and Mobile Clinic Team. The surgical team would focus on traumatic patients at the hospital, meanwhile Mobile Clinic team would in charge on taking a look alongside North Cebu region that has been hit by Haiyan typhoon.   Since Sunday morning, Dr. Abdul Mughni, SpB KBD, dr. Dany Kurniadi, SpBS, dr. Nurul Qomaruzzaman, SpOT and Ita Muswita (surgery nurse) have directly treated both hospitalized patients and outpatients at Emergency room of the hospital. On that day, a surgery has also been conducted to one patient who suffered from left wrist fracture case (Radius Ulna). Despite lack of medical equipment, -without any cauterized electric appliance-, the surgery was successfully completed during one and half hour of time. The mobile clinic team was also quite hectic in providing medical treatment to the victims, as well as surgical team in the hospital. The team was greeted with great enthusiasm by victims of typhoon, mainly local people in Barangay Kawit. The damage caused by the typhoon were appeared alongside the region. Despite their houses and residential buildings have been swept away by the typhoon, they did not intend to evacuate themselves. They built tents next to the houses’ ruins and remains instead. Located in Kawit Barangay Hall about an hour Bogo Medellin Medical Center, the Mobile team consisting of 2 general practitioners, 1 nurse and 2 non-medical staffs had treated one by one local people that came for help. Medicine that has been given by the team was those which had been brought from Indonesia, from the donations of its people. Despite the crowds, local people seemed to be quite patient and make a queue in order to get medical treatment. The team is scheduled to stay one more day at Bogo-Medellin Medical Center before moving to other disaster regions. This is due to more victims that still need surgical treatment, as they are suffering from low-wrist fractures and necrotic wound debridemant.

Silahkan bertanya?