Keluarga Relawan RSI Mengaku Senang Dan Bangga

Jakarta, 17 Rabi’ul Akhir 1435/17 Februari 2014 (MINA) – Keluarga terdekat para relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza mengaku sedih ditinggalkan, tetapi mereka senang dan bangga karena orang-orang yang dicintai itu berangkat untuk membantu saudaranya di Palestina. Ungkapan perasaan itu dikatakan oleh anggota keluarga relawan yang Senin pagi (17/2) turut melepas keberangkatan lima relawan ke Gaza dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. “Alhamdulillah senang dan bangga, karena Bapak bisa membantu saudara-saudara kita yang di sana (Gaza). Kami mendukung sejak awal, sebab itu perjalanan ibadah yang bagus,” kata Wahyuni, isteri pemimpin rombongan relawan, Ir. Faried Thalib. Wahyuni mengaku ingin kembali mendampingi suaminya ke Jalur Gaza, sebagaimana dua dari tiga keberangkatan sebelumnya, namun ia terlambat mengurus beberapa persiapan. Faried yang juga pemilik Radio Silaturahim dan Anggota Presidium MER-C adalah Ketua Tim Pembangunan Konstruksi RSI di Gaza Palestina. Seiring itu, anak kedua Faried yang ikut mengantar ayahnya ke bandara juga merasa bersyukur dan bangga. “Alhamdulillah, selalu yakin kepada Allah, karena misi ke Gaza adalah untuk umat. Secara pribadi pasti akan ada rasa rindu, tapi saya lebih merasa bersyukur dan bangga, punya sosok orang tua atau ayah yang mementingkan kepentingan umum,” kata Farida Thalib kepada wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA). Di tempat yang sama, Siti Muthmainnah – isteri relawan RSI Nur Ikhwan Abadi – mengatakan dirinya sangat mendukung dengan langkah yang tempuh oleh suaminya. “Saya sangat mendukung, karena ini misi kemanusiaan yang baik, jihad yang tujuannya akhirat,” kata Siti yang untuk ketiga kalinya ikhlas melepas keberangkatan sang suami, relawan yang sudah pernah berhadapan langsung dengan tentara penjajah Israel dalam rombongan kemanusiaan Kapal Mavi Marmara. Maryati, ibu Nur Ikhwan meski mengaku sedih, namun tetap merasa bangga dengan jalan yang dipilih oleh puteranya. “Ada kesenangan dan kebanggaan meskipun sedih itu pasti ada,” kata Maryati yang sempat menitikkan air mata. Sembari menggendong cucunya, Maryati berpesan untuk ibu-ibu para relawan yang ia sebut “mujahid“ agar selalu merasa bangga jika seandainya anak mereka pergi berjihad. “Dalam setiap shalat, saya selalu berdoa, semoga apa yang dikerjakan Nur Ikhwan selama ini tulus ikhlas dan apa yang dikerjakan di sana berjalan lancar,” katanya. Kelima relawan itu terdiri dari tiga tim RSI dan dua wartawan dari media nasional. Mereka akan melanjutkan tugas pembangunan RSI di Gaza, di mana menurut rencana ke 25 relawan RSI sebelumnya akan kembali ke Indonesia. Secara fisik, pembangunan RSI Gaza sudah selesai dan kini memasuki tahap pengadaan alat-alat kesehatan sehingga bisa masuk ke tahap operasional. Pembangunan RSI di Gaza selama ini murni didanai oleh rakyat Indonesia sebagai bentuk cinta dan kepedulian kepada rakyat Palestina. MER-C selaku pihak yang melaksanakan pembangunan, tidak pernah menerima dana dari pihak luar Indonesia. (L/P09/P07/R2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia-mb/15208-keluarga-relawan-rsi-mengaku-senang-dan-bangga.html
MER-C Berangkatkan Lima Relawan Ke Gaza

Jakarta, 17 Rabi’ul Akhir 1435/17 Februari 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberangkatkan lima relawannya ke Palestina untuk menuntaskan operasionalisasi Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Senin (17/2). Ketua Tim Konstruksi pembangunan RSI Gaza Ir. Faried Thalib mengatakan kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta, Senin, keberangkatan relawan kali ini untuk menyempurnakan kelengkapan RSI terutama perlengkapan medis sebelum diserahkan ke pemerintah setempat. “Keberangkatan kami ke Gaza untuk menyelesaikan pengadaan dan pemasangan kelengkapan RSI Gaza terutama alat-alat kesehatan,” katanya saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sebelum keberangkatan. Menurutnya, sesampai di Gaza tim akan mengiventarisir kebutuhan alat-alat kesehatan dan selanjutkan mengupayakan pengadaannya. Pengadaan peralatan kesehatan bagi RSI di Gaza tersebut didanai oleh rakyat Indonesia. “Biaya pengadaan peralatan kesehatan seluruhnya berasal dari sumbangan rakyat Indonesia,” kata Faried. Dikatakan, pengadaan peralatan diharapkan tidak menemui kendala meski Gaza sampai saat ini masih diblokade oleh pasukan Zionis Israel. “Akan kami upayakan semaksimal mungkin untuk mengadakan peralatan medis yang utama bagi RSI,” kata Faried. Sementara itu, Ir Ahyahudin Sodri MSc salah satu anggota Tim Relawan yang diberangkatkan mengatakan, tim akan melakukan supervisi bangunan untuk menentukan kesiapannya dan segera memenuhi peralatan utama yang dibutuhkan RSI Gaza, diantaranya untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), perlatan Poliklinik, ruang perawatan, kamar bedah dan juga ICU serta lainnya. Pengadaan peralatan kesehatan kemungkinan besar didatangkan dari Mesir sebagai pilihan utama. “Peralatan-peralatan medis harus sudah terpasang agar RSI dapat segera beroperasi,” kata dosen Pasca Sarjana Teknologi Biomedis, Universitas Indonesia (UI) tersebut. Kelima relawan yang berangkat menuju Gaza tersebut adalah Faried Thalib (Ketua Tim), Ir Ahyahudin Sodri MSc, Nur Ikhwan Abadi dan dua wartawan dari media cetak nasional dan media televisi, Yoebal Ganesha Rasyid dan Subhan Hariadi Putra. Pembangunan fisik RS Indonesia mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RSI Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium MER-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari 2009. Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahuidi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa hambatan. RSI di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina dimana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. (L/P07/P09/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia-mb/15206-lima-relawan-berangkat-untuk-selesaikan-pembangunan-rsi-gaza.html
MER-C’s Equipment Assessment at Gaza, Palestina

Jakarta – MER-C departed a team to Gaza stripe, Palestina on February 17, 2014. The team consists of MER-C’s Presidium Ir. Faried Thalib, Site Manager of Indonesia Hospital in Gaza (RSI) Ir. Nur Ikhwan Abadi, Medical Technologist Ahyahudin Sodri, accompanied by Yoebal Ganesha Rasyid from Republika journal and Subhan Hariadi Putra from TVOne, a national TV station. They took off at 07.45 AM to Cairo, Egypt, by Emirates Airlines, before continuing their journey to Gaza stripe, Palestina. According to MER-C’s Presidium, dr. Joserizal Jurnalis SpOT, the team brought mission to conduct medical equipment assessment for Indonesia Hospital in Gaza, expecting it will be completed around two weeks of time. Joserizal added that although Indonesia Hospital building has been finished, but still MER C will conduct fundraising that of 65 Billion Rupiahs for the hospital’s medical equipment. Meanwhile, the hospital is in need for a fresh fund of 13 Billion Rupiahs for immediate operation.