Tim Peninjau Rumah Sakit Indonesia Masuki Gaza

Jakarta, 24 Rabi’ul Akhir 1435/24 Februari 2014 (MINA) – Tiga dari tim peninjau Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan dua orang wartawan Indonesia, akhirnya berhasil masuk ke Jalur Gaza, Ahad (23/2). Anggota Presidium Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C), Dr. Joserizal Jurnalis yang selalu memantau perjalanan tim RSI dari Jakarta, Ahad dini hari menulis dalam akun facebooknya perkembangan mereka. “Alhamdulillah, akhirnya tim konstruksi MER-C bisa masuk Gaza, setelah beberapa hari tertahan di El Arish karena ada kontak senjata di sekitar Rafah,” tulis Joserizal. Tim akan melakukan peninjauan dan pengaksesan pengadaan alat-alat kesehatan, di mana pembangunan fisik bangunan rumah sakit sudah selesai dan memasuki tahap pengadaan alat kesehatan. Pihak berwenang Mesir telah setuju membuka perbatasan Rafah (perbatasan Mesir – Gaza Palestina) selama dua hari ke depan sejak Ahad untuk mengizinkankan para musafir yang terlantar di Mesir. Perlintasan Rafah, merupakan satu-satunya penghubung menuju dunia luar bagi sekitar 1,5 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza. Gerbang ini biasanya dibuka oleh pemerintah Mesir untuk memberikan kesempatan bagi warga Palestina yang terjebak di wilayah Mesir untuk kembali ke rumah mereka. Terakhir kali penyeberangan dibuka dua pekan lalu untuk jangka waktu tiga hari, sehingga memungkinkan 1.922 orang meninggalkan Jalur Gaza. Sebelumnya, Helikopter Apache Mesir militer melancarkan beberapa serangan udara pada Kamis di desa-desa Badui, utara Semenanjung Sinai di dekat Jalur Gaza. Serangan menargetkan desa Al-Mahdiya, Rafi’a, Al-Midfana, Al-Muqata’a dan Al-Hilwa yang terletak di sebelah timur dan selatan kota Rafah dan Shiekh Zowayid. Aktivis Mesir yang berbasis di Sinai, Ihab Salim, mengatakan helikopter apache meluncurkan setidaknya sepuluh roket ke sasaran tak dikenal di Rafah dan Sheikh Zowayid. Serangan menyebabkan warga sipil ketakutan. Saksi di perbatasan Rafah bagian Palestina melaporkan bahwa mereka mendengar suara tembakan dan ledakan. Mereka mengatakan militer Mesir menembakkan AK-47 di sepanjang perbatasan antara Sinai dan Jalur Gaza. (L/P09/R2). /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Sumber : http://mirajnews.com/palestina-mb/15438-tim-peninjau-rumah-sakit-indonesia-masuki-gaza.html
SLANK Ajak Jutaan Slankers Bantu Pembangunan RSI Gaza

Jakarta, 23 Rabi’ul Akhir 1435/23 Februari 2014 (MINA) – Grup musik terkenal, Slank, menyatakan mendukung pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina, dengan mengajak jutaan fansnya atau yang lazim disebut Slankers untuk menyumbang dana melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). “Kami sangat mendukung penggalangan dana MER-C ini dengan mengumpulkan sumbangan Rp. 50 ribu per orang, untuk pembangunan RSI di Gaza yang saat ini memasuki tahap akhir yakni pengadaan alat kesehatan,” kata Bimbim, salah satu personil Slank kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Hotel Sulthan, Jakarta, Ahad (23/2). Menurutnya, Slank sangat mendukung pembangunan RSI di Gaza sebagai bentuk silaturahim, dukungan dan bantuan rakyat Indonesia pada rakyat Palestina. Pembangunan RSI di Gaza kini memasuki tahap pengadaan alat kesehatan membutuhkan biaya dua kali lipat dari pembangunan fisik yang menghabiskan biaya Rp 30 milyar lebih. “Kami mengajak para penggeramar Slank atau Slankers untuk ikut berpartisipasi menyumbang dana Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan tersebut,” kata Bimbim sang drumer Slank ini. Grup band Slank yang memiliki lima personil, yakni: Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar) dan Abde (gitar), mendukung MER-C dan bersedia menjadi bintang dalam pembuatan video kampanye untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pembelian Alat Kesehatan RSI Gaza. Kerja sama antara MER-C dan Slank juga telah lama terjalin, sebelumnya Slank juga pernah menyalurkan sumbangan sosialnya lewat MER-C. “Dari tahun 2000 kita sudah kenal dengan MER-C dan kita dukung untuk terus membantu. Program MER-C juga jelas dan profesional, ada bukti kerjanya tidak hanya bicara,” kata Bimbim. Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa, mengatakan, pengadaan alat kesehatan untuk RSI Gaza membutuhkan anggaran Rp 60 milyar lebih atau dua kali lipat dari biaya pembangunan gedungnya. Untuk mendapatkan anggaran sebesar itu pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk grup band Slank untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang. “Untuk suksesnya program Gerakan Rp 50 ribu per orang ini untuk pengadaan alat kesehatan RSI Gaza dan kami kerjasama dengan Slank dan juga lainnya,” katanya. Pembangunan fisik RSI Gaza mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RSI Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium MER-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari 2009. Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahudi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa gangguan dan hambatan. RSI di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. (L/P07/IR ) Sumber : http://mirajnews.com/indonesia-mb/15416-slank-ajak-slankers-bantu-bangun-rsi-gaza.html