Naif Band Peduli Derita Palestina

Jakarta, 15 Jumadil Awwal 1435/16 Maret 2014 (MINA) – Grup musik pop Indonesia, Naif Band, menunjukkan jiwa sosialnya dengan turut serta dalam kampanye peduli untuk warga Palestina melalui program “Gerakan Rp 50 Ribu/Orang”. Di sela-sela acara panggungnya di ARTE Indonesia Art Festival 2014, Jakarta, Sabtu malam (15/3), Naif menyempatkan diri dalam pengambilan video kampanye penggalangan dana untuk pengadaan alat-alat kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang bertujuan membantu dan meringankan penderitaan warga Gaza yang selalu menjadi sasaran tembak militer Israel. Band yang terbentuk pada 22 Oktober 1995 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu terdiri dari David (vokal), Emil (bass), Jarwo/Mr. J (gitar), dan Pepeng (drum). Bagi David, vokalis Naif, memberi adalah suatu kenikmatan yang lebih dari pada menerima. “Karena ada yang berkurang di sana (Palestina). Memang tujuan hidup kita memenuhi yang kurang di tempat yang lain,” katanya. “Ketika terjadi perang Gaza, saya merasa bahwa ini akan terjadi terus,” tambah David. Senada dengan rekannya, Emil mengatakan bahwa tidak ada alasan menolak untuk ikut terlibat dalam kampanye bantuan untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Apa lagi untuk rumah sakit, tentunya karena alasan kemanusiaan. Apa lagi di negeri yang dijajah oleh ‘tamu’ (Israel), karena menyelamatkan satu manusia sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia,” katanya dengan mengutip sebuah ayat Al-Quran. Menurut putera (alm.) KH. Hussein Umar, mantan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) itu, peran serta Naif dalam membantu rakyat Palestina dinilai masih sangat kecil. “Saya pribadi, ini hanya secuil yang bisa kita lakukan untuk Palestina dan kemanusiaan,” tambah Emil kepada MINA. Naif sendiri adalah band yang sudah sering terlibat dalam kegiatan sosial untuk korban bencana alam dan pelestarian lingkungan. Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun oleh para relawan Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C) dengan dana murni dari rakyat Indonesia sebagai bentuk peduli dan bantuan bagi rakyat Gaza. Bangunan Rumah Sakit Indonesia sudah selesai dibangun dan memasuki tahap pengadaan alat-alat kesehatan agar bisa segera dioperasikan. (L/P09O2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/nasional/16244-naif-band-peduli-derita-palestina.html
Jihan Fahira : Bantu Rakyat Palestina Ibadah

Jakarta, 15 Jumadil Awwal 1435/16 Maret 2014 (MINA) – Menganggap membantu rakyat Gaza adalah ibadah, aktris dan model Jihan Fahira, turut berpartisipasi dalam kampanye “Gerakan Rp 50 Ribu/Orang” untuk pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza. “Terlibat dalam kampanye kemanusiaan ini, bagi saya adalah ibadah kepada Allah, apa lagi ini tidak sulit,” kata Jihan saat ditemui Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di kediamannya, Jakarta, Sabtu (15/3). Menurut pesinetron di salah satu stasiun televisi swasta itu, dengan mengeluarkan Rp 50 ribu per-orang untuk membantu pembelian alat-alat kesehatan RS Indonesia, tidaklah begitu sulit. Ia juga menyimpulkan bahwa solidaritas rakyat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza ada kemajuan, namun belum maksimal dan signifikan. “Saya berharap, dengan adanya kampanye seperti ini, hati kami semua lebih tergugah untuk membantu para umat yang terzalimi di sana,” kata isteri aktor Primus Yustisio itu. Dalam kampanye pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza itu, Jihan menghimbau rakyat Indonesia agar bukan hanya umat Islam yang perduli terhadap penderitaan warga Gaza, tapi juga umat agama yang lainnya. Organisasi kemanusiaan di bidang medis, Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C), telah membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza menunaikan amanat rakyat Indonesia untuk membantu meringankan penderitaan rakyat Gaza yang selalu terancam oleh serangan militer Israel sewaktu-waktu. Anggota Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib mengatakan ketika kepulangannya dari Gaza tiba di Bandara Internasional Soekano-Hatta, semua dana pembangunan RS Indonesia murni berasal dari rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, terutama golongan menengah ke bawah. Rumah sakit yang terletak sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel itu, secara fisik pembangunannya sudah selesai. Agar rumah sakit tersebut bisa beroperasi, maka dibutuhkan alat-alat kesehatan dengan perkiraan dana sekitar 65 milyar, dua kali lipat dari biaya pembangunan fisiknya yang sudah selesai, Karena itulah, MER-C melibatkan banyak figur publik untuk menggalang dana agar pengadaan alat kesehatan dapat cepat tercapai. (L/P09/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/nasional/16239-jihan-fahira-membantu-rakyat-gaza-adalah-ibadah.html