MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Israel Kembali Bombardir Jalur Gaza

Gaza – Israel kembali lancarkan serangan ke jalur Gaza selasa (24/6) menjelang tengah malam. Menargetkan beberapa lokasi di jalur Gaza. Di Utara Gaza, Bayt Lahiya, 1,5 km dr RS Indonesia Israel targetkan lokasi latihan milik Brigade Al Quds, sayap militer Jihad Islami. Di Nushairat Gaza tengah juga di Selatan Jalur Gaza. Sejauh ini dilaporkan Tidak ada korban Jiwa. Pantauan Tim MER-C setidaknya terdengar 5 ledakan keras dekat RS Indonesia dalam waktu kurang dari satu jam. Para relawan yang sedang bertugas dalam pembangunan RS Indonesia dalam keadaan baik, Alhamdulillah. Laporan terbaru dari jubir kementrian kesehatan Ashraf Al qadrah, 2 orang polisi laut terluka  akibat serangan Israel.

Kami Percaya Rakyat Indonesia

Berikut petikan wawancara dengan Dr. Mufeed Al Mukhallalati (Alm) yang dimuat di Harian Republika edisi Jumat 28 Maret 2014,hal 27, “Kami Percaya Rakyat Indonesia”   Wawancara dengan Menteri Kesehatan Pemerintah Otoritas Palestina di Jalur Gaza, Mofeed M Mokhallalati. Bagaimana pendapat Anda tentang pembangunan rumah sakit ini? Saya senang sekali bisa bertemu dengan Anda sebagai audara dan keluarga kami, rakyat Indonesia yang bercermin dari usaha MER-C. Saya berbicara dari Gaza, Palestina dari tempat yang menjadi bagian dari Maitulmaqdis supaya rakyat Indonesia tahu bahwa kami sekarang tinggal di Gaza dalam keadaan yang sulit sekali karena blockade atas negeri kami oleh Israel. Dan karena itulah, kami di Kementrian Kesehatan pemerintahan di Gaza memandang positif pembangunan Rumah Sakit Indonesia di daerah Utara Gaza. Kami menilai seperti itu karena Indonesia dating dengan bantuan untuk rakyat Palestina di Gaza dengan berbagai tantangan. Rumah sakit ini sangat penting karena berada di daerah utara Gaza yang menjadi daerah perbatasan yang terus-menerus mendapatkan serangan dari zionis Israel. Kami sangat berterima kasih. Apalagi saya tahu bahwa rumah sakit itu juga sekaligus menjadi rumah sakit bedah. Setelah rampung, rumah sakit ini akan mampu memberikan layanan kepada rakyat Gaza di daerah yang rawan dari serangan Israel ini, terutama terkait tindakan bedah. Untuk pengelolaan oleh Palestina, apa persiapannya? Kami dari  Kemenkes Palestina menunggu dengan penuh kesabaran rampungnya rumah sakit ini sampai nanti kami bisa mengelola dan mengoperasikannya. Salah satu poin kesepakatan dengan MER-C adalah bahwa MER-C melakukan pengumpulan sumbangan dari rakyat Indonesia dan membangun gedung rumah sakit ini. Kini gedungnya hampir selesai dan sekarang sudah pada tahap penyempurnaan akhir. Kesepakatan lainnya, yakni rumah sakit nantinya akan dilengkapi dengan bebagai macam alat dan perlengkapan, lalu akan diserahterimakan kepada rakyat Palestina, kepada kementrian Kesehatan , untuk dioperasikan. Kami di sini menunggu serah terimanya dengan sabar, sampai nanti kami bisa melakukan kegiatan medis, perawatan, pengobatan, dan administrasi langsung setelah diserahkan. Pesan dari kami jelas buat rakyat Indonesia yang telah menyumbang dan juga buat penggagas rumah sakit, yaitu MER-C Indonesia. Bahwa, rumah sakit yang yang megah ini akan dikelola dengan baik dan harta yang di sumbangkan tak akan sia-sia. Saya yakinkan dengan penuh tanggung jawab bahwa kemenkes Palestina sudah dalam kesiapan penuh untuk langsung menjalankan kegiatan rumah sakit, seperti medis, perawatan, administrasi, dan berbagai kegiatan lainnya setelah seluruh proses penyempurnaan dan pengadaan alat-alat yang diperlukan selesai. Apa pesan Anda untuk rakyat Indonesia? Pesan untuk saudara kami di Indonesia adalah pesan cinta. Terima kasih dan penghargaan dari rakyat Palestina di Gaza atas usaha yang besar dan sumbangan yang berharga yang mana tanpa usaha dan sumbangan tersebut rumah sakitnya niscaya jauh dari selesai. Saya katakan  apa yang telah disumbangkan tidak akan sia-sia. Yang kalian sumbangkan wahai saudaraku akan menjadi rumah sakit yang mencatat nama kalian. Proyek seperti ini merupakan sedekah jariyah karena akan berguna terus-menerus bagi banyak orang. Nanti para pasien bisa berobat, akan banyak nyawa yang bisa diselamatkan. Rumah sakit ini juga merupakan dukungan nyata rakyat Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina karena kami meyakini dan bahwa Anda sekalian rakyat Indonesia mencintai palestina dari hati yang paling dalam. Terima kasih atas semua yang sudah Anda sumbangkan untuk rakyat Palestina, Al Aqsa, dan Yerusalem, termasuk juga untuk Gaza. Gaza adalah bagian dari Palestina dan berada di seberang Baitul Maqdis. Maka, kami ucapkan selamat bagi semua yang menyumbang untuk proyek medis yang besar ini, yang pasti yang memainkan peran penting bagi perjuangan rakyat palestina yang kalian cintai. Apa harapan Anda ke depan? Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Saya yakin realisasi proyek ini merupakan permulaan bagi adanya dukungan dari pemerintah, rakyat dan organisasi-organisasi di Indonesia bagi perjuangan penduduk Palestina dan Gaza khususnya. Saya yakin rakyat dan organisasi-organisasi di Indonesia tidak akan ragu untuk meneruskan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina yang membutuhkan dukungan dari Indonesia dan dunia islam semuanya. Tanpa dukungan dari Anda sekalian niscaya Al Aqsa dan Palestina selalu dalam keadaan bahaya. Kami juga berharap seluruh kaum muslimin dan bangsa-bangsa yang merdeka supaya terus mengalirkan dukungan bagi perjuanganrakyat Palestina dan melakukan intervensi-intervensi hingga rakyat ini bisa mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan menjadi negara Palestina yang beribu kota di Yerusalem dengan seizing Allah. Yoebal Rasyid (wawancara dilakukan dengan wartawan TV One dengan bantuan relawan MER-C Muhammad Husein) Sumber : Republika, Jumat 28 Maret 2014, hal 27              

Selamat Jalan Sahabat Kami, dr. Mufeed Mukhallalati

Gaza – Dr. Mufeed Al Mukhallalati, mantan Menkes Palestina di Jalur Gaza tutup usia akibat serangan jantung, Senin (23/6) subuh. Mendengar berita duka tersebut, empat relawan MER-C yang sedang bertugas di Jalur Gaza langsung melakukan takziyah dan menyolatkan almarhum hingga mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir bersama tokoh dan warga Gaza. “Jenazah disholatkan di Masjid Palestin, kota Gaza, diimami oleh Ismail Haniya dan dimakamkan di pemakaman umum syuhada di Shaikh Ridwan,” ujar Ir. Nur Ikhwan, salah satu relawan MER-C di Gaza. Segenap Keluarga Besar MER-C mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepergian Dr. Mufeed Al Mukhallalati. Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di surga-Nya. Dr. Mufeed Al Mukhallalati diangkat menjadi Menkes Palestina di Gaza pada tahun 2012, menggantikan dr. Baseem Naim. Pada bulan Oktober 2012, Tim MER-C dari Jakarta berkesempatan bersilaturahmi dengan pria yang sangat santun dan baik ini. Terucap harapannya saat itu adalah semoga Rumah Sakit Indonesia cepat selesai dan diserahkan kepada rakyat Palestina di Gaza.                

Silahkan bertanya?