MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Bahas Bantuan Medis, MER-C Audiensi dengan Dubes Myanmar di Jakarta

Kamis/23 November 2017, Tim MER-C yang diwakili oleh dr. Yogi Prabowo, SpOT, dr. Hadiki Habib, SpPD dan Rima Manzanaris bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Mrs. Ei Ei Khin Aye. Pada pertemuan ini Tim MER-C menyampaikan mengenai sejarah dan progress pembangunan RS Indonesia di Muaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar yang sudah memasuki tahap pembangunan bangunan utama rumah sakit. MER-C juga saat ini menugaskan dua insinyur untuk mengawasi seluruh proses pembangunan rumah sakit hingga rumah sakit ini selesai.  Selain bantuan jangka panjang dalam bentuk pembangunan sarana kesehatan, dr. Yogi Prabowo, SpOT selaku Pendiri dan Relawan Medis MER-C juga menyampaikan rencana pengiriman tim medis MER-C ke Rakhine State, Myanmar.   Dubes Myanmar untuk Indonesia memberikan apresiasi dan tanggapan postif atas pembangunan rumah sakit bantuan dari rakyat Indonesia. Seiring perjanjian repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh, Dubes Ei Ei Khin Aye berpandangan bantuan pelayanan medis yang MER-C tawarkan juga akan sangat dibutuhkan dalam proses ini nantinya. Dubes menyatakan akan mengkoordinasikan hal ini dengan pihak-pihak terkait di Myanmar.  Menanggapi hal ini, dr. Yogi Prabowo, SpOT menyatakan bahwa MER-C siap mendamping proses repatriasi. “Kami telah mempersiapkan lima relawan medis, termasuk saya sendiri dan dr. Hadiki Habib, SpPD. Sisanya adalah relawan dokter umum dan perawat. Tim ini adalah tim pertama dan kami akan siapkan tim selanjutnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan nanti.”

MER-C Akan Kirim Tim Advance ke Yaman

Jakarta, MINA – Di tengah situasi kesehatan yang memburuk akibat perang di Yaman, Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) merencanakan akan mengirim tim advance ke Yaman.   Rencana tersebut, follow up dari pertemuan khusus tim MER-C dengan mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yaman Saad Ad-Deen bin Talib pada Rabu (22/11), di Jakarta.   “Perang yang terjadi selama tiga tahun menyebabkan banyak kerusakan bangunan seperti instansi pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan,” kata Saad.   Anggota Presidium Medical Emergency Rescue – Committe (MER-C) Dr. Sarbini Abdul Murad yang mengatakan akan mengirimkan tim advance ke Yaman.   “Kita akan kirim tim advance dalam waktu dekat untuk memantau apa kebutuhan yang mendesak yang diperlukan dan apa yang bisa kita lakukan di sana,” kata dr. Ben, panggilan akrabnya.   Dalam pertemuan terbatas tesebut, Saad menggambarkan kondisi terkini Yaman yang saat ini tengah dikuasai oleh beberapa kelompok-kelompok tertentu yang mengakibatkan sulitnya mencapai akses penyaluran bantuan.   Meski demikian, tim MER-C menegaskan akan tetap mengirim tim advance untuk ke depannya menyalurkan bantuan yang dibutuhkan oleh warga Yaman.   “Tahap pertama kita kirim tim advance, setelah itu kita akan mengetahui kebutuhan mendesak mereka, kemudian kita susun rencana yang matang untuk membantu meringakan beban saudara kita,” kata Ben.   Yaman bersama Suriah, Sudan Selatan, Nigeria, dan Irak dinyatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu kedaruratan kemanusiaan terburuk di dunia.   Link : http://www.mirajnews.com/2017/11/mer-c-akan-kirim-tim-advance-ke-yaman.html

Silahkan bertanya?