MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Kementrian Kesehatan Gaza Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan MER-C untuk Klinik Lapangan di Gaza Selatan

Kementrian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza (MoH) menyampaikan terima kasih kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan masyarakat Indonesia atas bantuan serta dukungan untuk Klinik Lapangan Al Aqsa B Medical Center di Gaza Selatan. “Terima kasih untuk masyarakat Indonesia dan MER-C Indonesia serta semua timnya, untuk upaya ini. Saya harap kita juga dapat membuat rencana proyek lain, proyek untuk mendukung masyarakat Palestina di Gaza Utara dan area lain, karena mereka sangat membutuhkan dukungan selama genosida ini, di mana pasukan Israel menghancurkan semua fasilitas kesehatan dan pusat perawatan kesehatan primer di Gaza. Sekali lagi terima kasih banyak,” ujar dr. Ahmed Shatat, Direktur Unit Kerja Sama dan Perencanaan Internasional MoH. MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Gaza pada 26 Oktober 2024 lalu menandatangani MoU untuk memberikan dukungan biaya operasional berupa insentif bagi seluruh staf klinik, yang rencananya akan diberikan selama enam bulan ke depan, terhitung sejak 1 Desember 2024 hingga 31 Mei 2025 mendatang.  Dengan bantuan ini, diharapkan Al Aqsa B Medical Center bisa beroperasi kembali untuk memberikan layanan Kesehatan pengungsi yang berada di sekitar Klinik, di tengah lumpuhnya sistem kesehatan akibat serangan penjajah ke fasilitas Kesehatan di sepanjang Jalur Gaza. Dr. Shatat juga mengatakan bantuan ini sangat penting dilakukan, untuk dapat menyediakan obat-obatan pada sistem layanan kesehatan dan memberkan layanan spesialis bagi masyarakat Gaza, yang sebagian besar dari para korban mengungsi dari Gaza Utara dan tempat lain di Al-Mawasi, yang hidup dalam kondisi sangat buruk.  Al Aqsa B adalah klinik spesialis lapangan di bawah Kementerian Kesehatan Palestina yang terletak di wilayah padat pengungsian, di Al Mawasi, Khan Younis. Al Aqsa B melayani setidaknya 600,000 warga pengungsi di Jalur Gaza, dengan pasien harian sekitar 500-800 orang.  Al Aqsa B memiliki sekitar 36 staf yang terdiri dari Direktur dan Wakil Direktur, Sektretaris, 11 dokter spesialis, 3 dokter umum, 3 farmasi, 6 perawat, 2 petugas kebersihan, 1 ahli gizi, 5 security, 2 admin/pendaftaran, dengan pelayanan untuk penyakit dalam, Cardiovascular, Nephrology, Surgery, Orthopedic, Dental, Ophthalmology, ENT, Radiology, Psychiatry, General Medicine and Obgyn.

Bertemu Menteri Hukum, MER-C Mengajukan Kolaborasi Kerja Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Senin (30/12) bertemu dengan Menteri Hukum Republik Indonesia Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H di Gedung Kementerian Hukum (Kemenkum).  Tim MER-C yang hadir sebanyak lima orang yaitu Presidium dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T, SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em., dan dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S., Project Manager MER-C for Rohingya Ira Hadiati, SH., Ketua Divisi Humas Diana Caroline serta Manajer Operasional Rima Manzanaris.  Dalam kesempatan itu, dr. Yogi Prabowo mngajukan kolaborasi ke Kementrian Hukum RI terkait kegiatan kemanusiaan MER-C baik di dalam dan luar negeri.  dr. Yogi secara khusus menyampaikan permasalahan pengungsi Rohingya di Aceh, terkait status pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan HAM pengungsi.  Ia juga meminta adanya perlindungan hukum internasional bagi RS Indonesia Gaza dan RS Indonesia Rakhine, Myanmar, karena adanya permasalahan pelanggaran HAM dan Hukum International di Gaza dan Rakhine terkait akses bantuan kemanusiaan.  Untuk penanganan pengungsi Rohingya, MER-C lebih lanjut meminta penanganan yang mengedepankan HAM, dan pemerintah untuk memberikan akses sekolah, kebebasan bergerak, peluang berkontribusi terhadap lingkungan seperti warga domisili sementara sambil mereka menunggu proses selanjutnya, serta tempat penampungan yang layak atau akses ketempat-tempat tinggal mandiri seperti pengungsi-pengungsi yang tinggal mandiri di kota-kota lain.  Dalam kesempatan itu, Menteri Hukum Supratman menyampaikan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C dan menyatakan siap untuk memberikan dukungan serta bantuan yang diperlukan dalam melakukan kerja kemanusiaan ini.  “Saya sangat senang berinteraksi dan menerima kunjungan teman-teman MER-C. Pertama-tama saya memberi apresiasi atas seluruh kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C, itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak semua orang bisa lakukan, terutama kepada teman-teman pengungsi di Rohingya di Indonesia, maupun di Rohingya sendiri,” ujar Supratman.  “Keterlibatan MER-C dalam kerja kemanusiaan patut kita apresiasi dan untuk itu pemerintah akan memberikan dukungan maksimal, termasuk dalam hal perubahan regulasi yang dibutuhkan oleh MER-C maupun lembaga-lembaga internasional yang melakukan kerja-kerja kemanusiaan terutama di bidang pengungsi,” tambahnya.  Selain itu, Supratman juga memberikan apresiasi atas langkah MER-C di Gaza, yang memberikan layanan walaupun dalam kondisi perang. Menurutnya, pengelolaan RS Indonesia oleh MER-C menjadi sesuatu yang sangat membanggakan dan sekali lagi pemerintah memberikan apresiasi yang sangat tinggi.  “Bekerja terus untuk nilai-nilai kemanusiaan, memperjuangkan kemanusian adalah tugas mulia. Saya berharap MER-C terus berdiri di garis terdepan untuk memberikan pelayanan, terutama di daerah-daerah konflik maupun bencana alam,” tuturnya.   

Silahkan bertanya?