MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Rekonstruksi RS Indonesia di Gaza Terus Berlanjut

Sempat berhenti beroperasi karena rusak parah akibat serangan serta pengepungan yang berkali-kali dilakukan oleh penjajah Israel, kini layanan kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara sudah perlahan kembali.  Meski di tengah situasi keamanan yang masih tidak menentu terlebih dengan berakhirnya gencatan senjata sejak 18 Maret 2025, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tetap berkomitmen untuk terus melakukan rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia.  Hingga saat ini, rekonstruksi masih terus berlanjut di bawah pengawasan langsung relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C di Jalur Gaza.   —————————————————————————— Reconstruction of Indonesia Hospital in Gaza Continues After being forced to cease operations due to severe damage from repeated attacks and sieges by Israeli forces, the Indonesia Hospital in North Gaza is slowly returning to providing healthcare services.    Despite the uncertain security situation, especially since the ceasefire ended on March 18, 2025, the Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) remains committed to reconstructing the hospital.  To date, reconstruction efforts are ongoing under the direct supervision of MER-C’s Emergency Medical Team (EMT) volunteers in the Gaza Strip.  

MER-C Berpartisipasi dalam Aksi “Lindungi Tenaga Medis Gaza” di Jakarta

Jakarta — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) turut ambil bagian dalam aksi damai bertajuk “Lindungi Tenaga Medis Gaza” yang digelar di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (7/4).  Aksi ini merupakan inisiatif gabungan dari berbagai lembaga kesehatan dan dikoordinasi langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebanyak 10 relawan dari MER-C dikerahkan untuk mengikuti aksi solidaritas ini, yang merupakan bagian dari gerakan global untuk mengecam pembunuhan terhadap tenaga kesehatan yang sedang bertugas di Gaza, Palestina. Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em menyampaikan pernyataan sikap di hadapan peserta aksi, menegaskan bahwa Israel telah berulang kali melakukan kejahatan kemanusiaan dengan membunuh tenaga medis Gaza yang sedang aktif melakukan pelayanan kesehatan.  “Keadaan ini harus terus disuarakan, karena diam adalah bentuk pembiaran,” tegasnya dalam orasi. Selain itu, relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C yang pernah bertugas di Gaza juga turut menyampaikan orasi yaitu dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD., drg. Elisabeth L. Sarri  serta Presidium MER-C dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S., Ketiganya menekankan pentingnya kesadaran global atas situasi genting yang dialami tenaga medis di Gaza, Palestina.  

Silahkan bertanya?