Tim EMT MER-C ke-8 Akhiri Tugas dengan Kunjungan ke Klinik Al Aqsa B di Gaza Selatan

Gaza — Empat relawan Emergency Medical Team (EMT) ke-8 yang masih bertugas di Gaza melakukan kunjungan ke Klinik Al Aqsa B di Al Mawasi, Khan Younis, pada Senin (21/4). Kunjungan ini menutup masa tugas mereka di Jalur Gaza setelah dua bulan menjalankan misi kemanusiaan. Ketua EMT MER-C ke-8 dr. Tonggo Meaty Fransisca mengatakan, kunjungan ini juga untuk meninjau langsung kegiatan pelayanan medis yang berlangsung di Klinik, serta melihat situasi sekitar yang masih dipenuhi oleh para pengungsi. Ia mengatakan banyak pihak yang belum mengetahui bahwa Klinik Al Aqsa B merupakan klinik spesialis di Gaza selatan yang didukung penuh oleh MER-C Indonesia sejak Desember 2024. Selain itu, kebutuhan obat-obatan di Klinik ini juga disuplai oleh Kementerian Kesehatan Gaza. Saat ini, Klinik Al Aqsa B memiliki 37 tenaga medis, terdiri dari 11 dokter spesialis, tiga dokter umum, tiga tenaga farmasi, dan satu ahli gizi. Ahli gizi tersebut secara rutin memberikan edukasi kepada para pengungsi sebanyak tiga kali sepekan, khususnya terkait asupan makanan selama tinggal di kamp pengungsian. Dengan rata-rata jumlah pasien harian lebih dari 1.000 orang serta layanan vaksinasi untuk lebih dari 100 anak per hari, Klinik ini menjadi tulang punggung layanan kesehatan di tengah kondisi darurat. Klinik Al Aqsa B memegang peran vital bagi sekitar 400 ribu pengungsi yang saat ini bermukim di Khan Younis, menjadikannya sebagai satu-satunya fasilitas medis spesialis di wilayah tersebut.
Terima Kunjungan MER-C, Dubes Palestina Tegaskan Pentingnya Dukungan Langsung di Tanah Palestina

Jakarta – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Zuhair Al Shun, menegaskan pentingnya bantuan langsung ke Palestina di tengah situasi yang semakin kompleks di wilayah tersebut. “Kami sangat membutuhkan dokter-dokter kalian, LSM, dan lembaga kemanusiaan untuk hadir langsung membantu rakyat Palestina di tanah mereka sendiri, bukan memindahkan mereka ke tempat lain,” ujar Dubes Zuhair. Hal ini ia sampaikan saat menerima kunjungan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), yang diwakili oleh Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, Sp.OT., di Kedutaan Besar Palestina, Jakarta, Senin (21/4). Menurutnya, upaya Israel untuk mengevakuasi paksa warga Palestina adalah bentuk kolonialisasi modern yang harus dilawan dengan tetap memperkuat kehadiran dan kapasitas di wilayah Palestina. “Kita harus memahami bahwa mendukung bukan berarti memindahkan semua orang ke sini. Apakah mereka dijamin bisa kembali ke tanah mereka? Saya rasa tidak,” tambahnya.Dalam pertemuan tersebut, Dubes Zuhair juga menyampaikan bahwa sejak lama, Indonesia selalu berada di sisi Palestina, baik melalui dukungan dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat luas. Dubes Zuhair berharap agar tidak ada kesepakatan atau kebijakan yang justru melemahkan hubungan bersejarah antara Palestina dan Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menjaga kemurnian dukungan dan menghindari keterlibatan pihak ketiga yang berpotensi memperkeruh situasi. Ia menyebutkan, berbagai bentuk bantuan dari komunitas internasional, termasuk kontribusi MER-C, telah menunjukkan solidaritas yang nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia pun mengapresiasi keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza serta upaya serupa di Kairo, Mesir. Menurutnya, Indonesia dapat terus memainkan peran penting melalui dukungan nyata di lapangan. “Sekali lagi, kami sangat berharap komunitas dan LSM seperti MER-C dapat terus memperkuat dukungan langsung di tanah Palestina,” pungkasnya.