
Rumah Sakit Indonesia adalah sebuah Karya Anak Bangsa. Selain dana pembangunan yang murni berasal dari rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang sebagian besar adalah kalangan menengah ke bawah, Rumah Sakit ini juga dirancang, didisain, diawasi dan dikerjakan pembangunannya oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka, para relawan (unpaid volunteers), rela meninggalkan keluarga tercinta, pekerjaan di tanah air, mendedikasikan waktu dan keahlian dalam rangka melakukan Jihad Profesional menunaikan amanah rakyat Indonesia dalam program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.

Dimulai pada 14 Mei 2011, pembangunan fisik Rumah Sakit Indonesia saat ini telah selesai dan proses pengadaan Alat Kesehatan untuk seluruh ruangan di rumah sakit ini sebagai Rumah Sakit Traumatologi dan Rehabilitasi juga telah mencapai tahap akhir.

Kamis/25 Juni 2015, pukul 14.40 sebanyak 14 orang relawan yang telah bertugas selama minimal 1 (satu) tahun di Gaza, Palestina, mendarat di Bandara Soekarno Hatta setelah menempuh belasan jam penerbangan dengan menggunakan maskapai Etihad Airways. Beberapa hari sebelumnya, pada hari Kamis/18 Juni 2015, satu relawan bersama istri tercinta seorang gadis asal Gaza telah tiba lebih dulu di Jakarta, sehingga total relawan RS Indonesia yang telah kembali ke tanah air sampai saat ini berjumlah 15 orang relawan.
Sebanyak 4 (empat) orang relawan masih diberikan amanah untuk melanjutkan tugas di Jalur Gaza, Palestina guna mempersiapkan segala sesuatunya untuk “Grand Opening RS Indonesia” dan menunggu relawan pengganti dari Indonesia yang akan datang untuk bertugas selanjutnya di Jalur Gaza, Palestina.

Kelima belas relawan yang telah kembali ke tanah air adalah sbb :
|
No |
Nama |
Masa Tugas |
Asal |
|
1 |
Abdul Aziz Hisyam |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Jambi |
|
2 |
Abdul Hadi Bujang |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Kalimantan Barat |
|
3 |
Moqorrobin Alfikri |
15 Februari 2013 – 25 Juni 2015 |
Cileungsi, Jawa Barat |
|
4 |
Hidayatullah Hissam Damiri |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Jambi |
|
5 |
Luthfi Paimin Mualim |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Kalimantan Barat |
|
6 |
Nasrullah Saukani Johdi |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Kalimantan Barat |
|
7 |
Ngatiyat Wiryadiharjo Wongso |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Jogjakarta |
|
8 |
Ir. Nur Ikhwan Abadi |
17 Februari 2014 – 25 Juni 2015 |
Lampung |
|
9 |
Osamah Dakam Mansur |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Kalimantan Barat |
|
10 |
Muhamad Gulam Romdony |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Tj Priok, Jakarta |
|
11 |
Suryadi Sarto Soirejo |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Wonogiri, Jawa Tengah |
|
12 |
Tata Lukita Sudrajat |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Bandung, Jawa Barat |
|
13 |
Teguh Bin Samino Rejo |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Wonogiri, Jawa Tengah |
|
14 |
Najmudin Kubro Maschun |
28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 |
Cilacap, Jawa Tengah |
|
15 |
Muhammad Husein |
2 Desember 2010 – 18 Juni 2015 |
Cileungsi, Jawa Barat |

Empat relawan yang masih bertugas di Jalur Gaza, Palestina adalah sbb :
|
No |
Nama |
Masa Tugas |
Asal |
|
1 |
Ir. Edy Wahyudi |
15 Februari 2013 – sekarang |
Cileungsi, Jawa Barat |
|
2 |
Karidi bin Martono Parjo |
28 Juni 2014 – sekarang |
Wonogiri, Jawa Tengah |
|
3 |
Miyanto Modo Sodimejo |
28 Juni 2014 – sekarang |
Wonogiri, Jawa Tengah |
|
4 |
Reza Aldilla Kurniawan |
15 Februari 2013 – sekarang |
Kalimantan Barat |
Para relawan dimungkinkan keluar dari Gaza setelah adanya perpanjangan pembukaan Perbatasan Rafah pada hari Selasa, Rabu, Kamis (23 – 25 Juni 2015) ini. Padahal selama satu tahun belakangan, ini blockade adalah yang paling sulit karena Perbatasan Rafah hanya dibuka 3 – 4 kali.

Kesempatan pembukaan Perbatasan Rafah pada Minggu ini segera dimanfaatkan relawan untuk mencoba keluar dari Gaza setelah mendapat persetujuan dari MER-C Pusat Jakarta dan tugas-tugas yang diamanahkan juga telah rampung, yaitu selesainya pembangunan Wisma Rakyat Indonesia (Indonesia Guest House), selesainya perbaikan masjid yang berada di Kompleks RSI dan hampir selesainya proses pengadaan Alat Kesehatan RSI.
Setelah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Palestina dan Kedutaan Besar RI di Kairo, Selasa/23 Juni 2015, 14 relawan menuju Perbatasan Rafah Gaza untuk mencoba keluar dari Gaza. Pagi itu, para relawan bersiap-siap dan berpamitan kepada relawan Indonesia yang masih harus menetap di Gaza, relawan lokal dan rakyat Gaza yang tinggal di sekitar RSI. Suasana haru meliputi pagi hari itu.

Menunggu proses di Imigrasi Rafah Gaza dan Imigrasi Rafah Mesir selama beberapa jam, akhirnya sekitar pukul 2 siang waktu Gaza, 14 relawan berhasil keluar dari Gaza untuk pulang ke tanah air bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.
Jakarta, 25 Juni 2015
Medical Emergency Rescue Committee











