
Gaza Utara – Setelah perjanjian gencatan senjata disepakati pada 19 Januari 2025, warga Gaza Utara yang telah lebih dari satu tahun mengungsi ke wilayah selatan akhirnya dapat kembali ke rumah mereka.

Hingga kini, jalan dari Gaza Selatan menuju utara masih dipadati kendaraan warga yang membawa barang-barang mereka. Antrean panjang terjadi hingga berjam-jam, mencerminkan kerinduan mendalam warga untuk pulang ke rumah yang telah lama ditinggalkan.
Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-7 yang akan kembali ke utara usai pertemuan dengan WHO, sekaligus meninjau pelayanan hemodialisis di sejumlah rumah sakit di Gaza Selatan, juga turut merasakan kemacetan serta sukacita warga.

Salah satu relawan EMT MER-C dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD mengatakan, mereka terjebak kemacetan hingga tiga jam saat melewati pos pemeriksaan Netzarim.
“Kita lihat di sini penduduk sangat semangat dan excited untuk pulang ke Gaza Utara, ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.
Sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023, banyak warga Gaza yang terpaksa mengungsi akibat serangan dan perintah evakuasi dari militer Israel.










