
Gaza – Seorang tahanan asal Palestina yang ditahan oleh Israel selama lebih dari satu tahun telah kembali ke rumahnya. Namun, keluarganya mengungkapkan bahwa kondisi fisik dan mentalnya sangat memprihatinkan.
Hal itu diungkap saat Marissa Noriti, Liaison officer (LO) EMT MER-C di Gaza, Palestina, berkesempatan bersilaturahim langsung ke keluarga tahanan yang baru dibebaskan tersebut, di salah satu lokasi pengungsian UNRWA, di Beyt Hanoun, Minggu (9/2).

Menurut keluarganya, ia telah ditahan Israel sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023. Selama penahanan, dia mengalami penyiksaan fisik dan mental yang sangat parah.
“Kondisinya tidak baik-baik saja, sering sedih,” kata seorang anggota keluarga. “Terdapat tanda-tanda penyiksaan di seluruh tubuhnya.”
Keluarga tersebut mengharapkan perhatian dari masyarakat dan pemerintah untuk membantu tahanan tersebut dalam proses pemulihan.
“Kami berharap dia dapat sembuh dan kembali normal seperti sebelumnya,” ujar mereka menutup perbincangan.









