MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Warga Beit Hanoun: Tetap Tegar di Tengah Kehancuran dan Kehilangan

Di tengah kehancuran, kehilangan dan kesulitan hidup akibat perang yang melanda Gaza, warga Beit Hanoun tetap menunjukkan keteguhan dan semangat yang luar biasa.

Kota yang berbatasan langsung dengan Israel ini kini hancur, dengan banyak rumah rusak, serta fasilitas dasar seperti air, listrik, dan layanan kesehatan yang hampir tidak ada. Namun, meski hidup dalam kondisi sangat sulit, penduduk Beit Hanoun tetap bertahan dengan penuh harapan.

Salah satu warga setempat, dr. Basil Al-Basouni, yang merupakan dokter ortopedi di Rumah Sakit Indonesia, mengungkapkan kepada relawan MER-C betapa besar perubahan yang dialami Beit Hanoun.

Ia mengatakan bahwa sebelum perang, kota ini stabil, dengan kehidupan yang berjalan normal. Warga dapat bekerja, memiliki akses ke air bersih, dan listrik. Kondisinya berubah drastis setelah perang datang dan menghancurkan segalanya.

“Alhamdulillah, perang dahsyat ini datang dan menghancurkan segalanya, rumah, manusia, bahkan batu dan pohon,” ujar dr. Basil dengan penuh keteguhan.

Seperti warga Gaza lainnya, dr. Basil juga telah kehilangan rumah, sementara keluarganya terluka akibat serangan penjajah Israel.

“Saya dan keluarga mengungsi ke Gaza City, dan kami dikejutkan dengan pemboman rumah di sebelah kami menggunakan F-16. Istri saya dan dua anak saya terluka. Istri saya mengalami patah tulang tengkorak, anak saya patah tulang paha, dan satu lagi patah tulang rahang. Alhamdulillah, mereka kini dalam perawatan dan sudah menjalani operasi serta implant platinum, dan sekarang semua sudah baik-baik saja,” katanya.

Meski begitu, dr. Basil tetap bersyukur atas apa yang masih dimiliki, termasuk keselamatan keluarganya yang sempat terluka akibat pengeboman.

“Kondisi kami lebih baik dibandingkan dengan banyak orang di sini yang kehilangan keluarga dan rumah mereka. Semua orang kehilangan di sini, tapi kami tetap bersyukur dan memuji Tuhan atas segalanya,” ujarnya.

Kini, dr. Basil berharap agar tempat tinggal mereka yang hancur dapat digantikan dengan tenda untuk melindungi keluarganya, sementara mereka menunggu pemulihan situasi. Meski masa depan penuh ketidakpastian, warga Beit Hanoun tetap menunjukkan keteguhan hati dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

“Kita tidak tahu bagaimana kehidupan akan membawa kita, segalanya ambigu. Tapi kami akan berusaha beradaptasi dan menjalaninya,” tambahnya.

Bagikan:

Silahkan bertanya?