
Di tengah sistem kesehatan yang nyaris lumpuh akibat agresi dan blokade penjajah Israel, Rumah Sakit Indonesia terus berjuang menangani para korban, baik yang terluka maupun yang syahid.

Terbaru, sebanyak 50 jenazah syuhada dari serangan brutal di Kamp Jabalia pada Rabu (13/5) dievakuasi ke RS Indonesia. Dengan segala keterbatasan, tim pengurus jenazah berusaha agar mereka dimakamkan secara layak.
Abu Utsman, salah satu tim pemulasaran jenazah RS Indonesia, menyampaikan terima kasih kepada MER-C dan masyarakat Indonesia atas perhatian dan bantuan yang diberikan, terutama bantuan ruang penyimpanan dan pemulasaran jenazah.

Selain itu, MER-C juga baru saja mengirimkan 710 lembar kain kafan yang sangat dibutuhkan di tengah kelangkaan dan harga yang tinggi.
Selengkapnya :









