
Gaza – Di tengah rencana pendudukan Gaza yang telah disetujui Kabinet Keamanan Israel pekan lalu, relawan medis MER-C yang bertugas di RS As Shifa, Gaza City, dr. Eka Budhi Satyawardhana, mengatakan hingga Senin (11/8) belum ada perintah evakuasi bagi warga Gaza City ke wilayah selatan.
“Sampai detik ini rencana evakuasi warga Gaza City ke selatan belum ada. Kami juga sudah konfirmasi ke staf lokal dan beberapa penduduk Gaza. Sampai hari ini belum ada instruksi apa pun dari penjajah Israel untuk penduduk Gaza City,” kata dr. Eka, dokter spesialis bedah saraf, yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9.
Terkait blokade dan kelangkaan bahan pangan di Jalur Gaza, dr. Eka mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan, air, dan listrik masih sangat minim. Meski perbatasan sempat dibuka untuk masuknya truk bantuan dan logistik pedagang besar, serta harga-harga mulai turun, warga kurang mampu tetap mengandalkan bantuan organisasi kemanusiaan.
“Menu yang diberikan kepada warga pun sangat sederhana. Cuma nasi dengan bumbu khas Timur Tengah tanpa protein. Paling ditambahkan kacang, terong, atau kentang. Secara umum proteinnya kurang, hanya karbohidrat dan protein nabati,” jelasnya.
Menurut dr. Eka, situasi saat ini di Jalur Gaza masih jauh dari ideal, khususnya di sektor layanan medis.
Ia mengatakan, kondisi di rumah sakit juga memprihatinkan. Air cuci tangan yang digunakan berasal langsung dari ledeng dan bukan air steril. Ini tentu meningkatkan risiko infeksi. Di bidang bedah saraf, keterbatasan peralatan membuat operasi kepala harus dilakukan secara manual menggunakan kawat karena alatnya rusak.
Kendala lain adalah ketiadaan alat medis habis pakai seperti pen untuk operasi tulang belakang.
“Kalaupun harus dilakukan, pasien terpaksa dirujuk. Benang operasi juga terbatas, ukuran yang tersedia sering tidak sesuai. Bahkan kasa steril ukuran kecil sudah habis, sehingga terpaksa memakai yang besar untuk operasi kecil,” papar dr. Eka.
Meski dengan segala keterbatasan, tim medis terus berimprovisasi agar pelayanan tetap berjalan.
“Banyak improvisasi dilakukan. Misalnya, teman-teman bedah toraks memanfaatkan apa yang ada sehingga operasi tetap bisa dilakukan,” tambahnya.
EMT MER-C ke-9 tiba di Gaza City pada 5 Agustus dan langsung bergabung untuk memperkuat layanan medis di RS As Shifa, pusat layanan kesehatan terbesar di wilayah utara Gaza.
Selengkapnya di link ini
———————————————
Donation Account:
Bank Central Asia (BCA), 686.0153678
Bank Mandiri, 124.000.8111.925
Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061
Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400
Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720
Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308
Account Name : Medical Emergency Rescue Committee
#mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina









