MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C dan Bukalapak Tandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan PT. Bukalapak.com menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama Program Kemanusiaan. Bertempat di Kantor Pusat MER-C Indonesia di bilangan Senen, Jakarta Pusat, nota kesepahaman ditandatangani oleh dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium MER-C dan Fajrin Rasyid selaku Direktur PT Bukalapak.com, Jumat/8 Maret 2019. Dr. Sarbini mewakili keluarga besar MER-C mengungkapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bukalapak sebagai salah satu online marketplace terkemuka di Indonesia yang telah mendukung dan menyambut kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini penting karena MER-C tengah melakukan program besar, yaitu pembangunan tahap dua RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. “Kita sedang membangun kembali Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang membutuhkan dana yang cukup besar, yang perlu melibatkan banyak jaringan, banyak pihak. Kami harapkan dengan adanya kerjasama ini, masyarakat yang lebih luas bisa tahu mengenai program MER-C. Kita juga berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi sehingga RS Indonesia di Gaza bisa cepat terwujud menjadi kebanggaan rakyat dan bangsa Indonesia.” Sementara Direktur Bukalapak, Fajrin Rasyid mendoakan supaya apa yang dicita-citakan oleh MER-C bisa semakin dekat dengan kenyataan dan Bukalapak siap mendukung dan membantu. “Kami akan membantu dalam dua hal. Pertama melalui pintu donasi, yaitu masyarakat atau user bukalapak bisa berdonasi untuk kemudian kami salurkan kepada MER-C. Kedua, MER-C bisa menjual merchandise melalui Bukalapak dan keuntungan dari penjualan bisa untuk mensupport visi misi MER-C,” ungkap Fajrin. Terkait jangka waktu, Fajrin berharap kerjasama ini bisa berkesinambungan. “Untuk awal jangka waktu kerjasama adalah 3 tahun. Namun kami sangat-sangat terbuka untuk dikemudian hari diperpanjang berdasarkan feedback dari semua pihak. Tentu kita juga akan memonitor secara berkala untuk kita evaluasi, kita perbaiki. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa terus berlangsung dan akan kami pantau terus,” tambahnya. Prosesi penandatangan nota kesepahaman ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak.   Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia

Tim 4 Construction Management MER-C Kembali ke Jakarta

Tim 4 Construction Management MER-C yang terdiri dari dua Presidium MER-C dan dua Tim Construction RS Indonesia (RSI) kembali ke Jakarta, Senin (4/3) setelah sukses melakukan survai lokasi RSI dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Gaza Palestina (MOH). “Sesuai dengan jadwal mereka akan tiba di Jakarta Selasa (5/3). Perjalanan dimulai dari Wisma Indonesia di Gaza, Senin (4/3) jam 7 pagi dan tiba di Kairo sekitar jam 22.30 malam waktu Kairo. Dari Bait Lahiya lokasi RSI menuju perbatasan Rafah Gaza Tim diantar oleh kendaraan minibus milik MOH. Tim 4 Construction Management berada di Jalur Gaza Palestina selama lima hari tempat beradanya RS Indonesia di Bait Lahiya, Jalur Gaza. Jalur Gaza adalah sebuah kawasan yang terletak di pantai timur Laut Tengah, bagian dari wilayah Negara Palestina, berbatasan dengan Mesir di sebelah barat daya (11 km), Israel di sebelah timur dan utara (51 km (32 mil). Jalur Gaza memiliki panjang sekitar 41 kilometer (25 mil) dan lebar antara 6 hingga 12 kilometer (3,7 hingga 7,5 mil), dengan luas total 365 kilometer persegi. RS Indonesia (RSI) yang dibangun MER-C di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Palestina, dimaksudkan untuk menampung korban perang. RS ini dibangun MER-C berdasarkan pengalaman saat terjadi perang dengan Israel tahun 2009 lalu. Sementara itu, saat ini sebanyak 29 relawan Indonesia masih berada di Jalur Gaza untuk melakukan pengembangan RS Indonesia berupa pembangunan dua lantai tambahan untuk menambah kapasitas rawat inap serta membuka departemen-departemen baru berikut alat kesehatannya. GAZA, Kami Kembali… Salam Jum’at Barokah… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia

Gubernur DKI Jakarta Lepas 32 Relawan RS Indonesia ke Gaza

Jum’at/22 Februari 2019, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, melepas 32 relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang akan berangkat ke Jalur Gaza, Palestina untuk melakukan pembangunan tahap dua RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Dihadapan para relawan, Anies menyampaikan bahwa keberangkatan ke Gaza adalah perjalanan menuju sebuah tempat yang punya resiko cukup besar. Gaza adalah sebuah medan perjuangan yang tidak ringan karena di tempat ini masih sering terjadi peperangan, bukan sekedar kekerasan. Gaza, Palestina juga merupakan satu dari sedikit tempat dimana bangsa ini belum mendapat kemerdekaannya. Menurutnya sikap politik Indonesia tentang Palestina tidak pernah berubah. Anies bahkan mengutip kata-kata Bung Karno yang pernah disampaikan pada tahun 1962 bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada bangsa Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan ini bukanlah perjuangan yang singkat, namun sebuah perjuangan yang panjang. Keberangkatan relawan saat ini ke Gaza merupakan bagian dari perjuangan ini semua. Oleh karenanya, Anies menyampaikan rasa penghargaan dan penghormatan yang sebesar-besarnya kepada 32 relawan yang memilih untuk bertugas ke Gaza. Menurutnya para relawan yang berangkat ke Jalur Gaza mewakili 263 juta penduduk Republik Indonesia, berada di garis depan mewakili dan membawa nama bangsa Indonesia untuk menjalankan misi membangun fasilitas rumah sakit sebagai bagian dari ikhtiar mendorong kemerdekaan bagi bangsa Palestina. Keberangkatan ini adalah contoh dan bukti bahwa Indonesia terus melahirkan pemberani-pemberani. Indonesia terus melahirkan pejuang yang tak pernah gentar mendatangi tempat-tempat penuh resiko seperti apapun. Indonesia hadir di Gaza (Palestina) untuk menyelesaikan salah satu masalah yang paling mendasar yang belum bisa diselesaikan oleh masyatakat dunia. Dalam sambutannya, Anies juga mengatakan bahwa di masa perjuangan seperti ini kehadiran Indonesia menjadi amat penting bagi bangsa Palestina karena kalau dihitung jaraknya Indonesia salah satu bangsa yang hitungan kilometernya paling jauh dari Gaza, namun justru Indonesia yang memprakarsai kehadiran rumah sakit di wilayah Gaza. Di akhir sambutannya, Anies mengucapkan selamat berjuang dan bekerja kepada para relawan serta mendoakan agar semua relawan senantiasa terjaga keikhlasannya. Anies juga menitipkan nama baik bangsa Indonesia dan umat Islam Indonesia kepada para relawan yang akan berangkat ke Jalur Gaza.

MER-C Lanjutkan Misi Kemanusiaan untuk Palu

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Diawal tahun 2019, MER-C kembali mengirimkan enam relawannya ke Palu, Sulawesi Tengah, wilayah pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Kali ini fokus kegiatan adalah capacity building dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan mengenai kebencanaan. Dr. Hadiki Habib, SpPD selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah lanjutan misi kemanusiaan MER-C dalam bentuk capacity building terhadap mitra lokal MER-C di Palu, yaitu RS Sis Aljufrie dan Yayasan Al Khairaat. Capacity building dilakukan dalam bentuk dua kegiatan, yaitu seminar dan pelatihan yang berlangsung selama dua hari, pada Sabtu – Minggu/5-6 Januari 2019. “Volunteer on Disaster” menjadi tema seminar yang dipilih oleh MER-C. Bertempat di Aula Ibnu Sina FK Al Khairaat Palu, seminar diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari mahasiswa, staf Fakultas Kedokteran dan staf RS Sis Aljufrie Palu. Selain Presidium MER-C, dr. Arief Rachman, SpRad, yang memberikan pemaparan mengenai “Jihad Profesi dan Initial Assessment of Disaster”, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Reni Lamdjido, SpPK, juga turut hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi  “Peran Klaster Kesehatan dalam Mengelola Relawan Bencana”. Narasumber lainnya adalah Drg. Lutfiah Sahabuddin, MKM, Pembantu Dekan 3 FK Al Khairaat yang memaparkan mengenai “Peran Mahasiswa sebagai Relawan Bencana Palu”. Kegiatan capacity building dilanjutkan esok harinya, Minggu/6 Januari 2019 dengan pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) dan AED (Automatic External Defibrilator) di RS Sis Al Jufrie. Peserta terdiri dari dokter, perawat dan staf non medis rumah sakit dengan total 60 orang. Harapannya ke depan akan dilaksanakan lagi kegiatan “Community Based Disaster Awareness” di Palu yang melibatkan peserta yang lebih luas. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C Indonesia |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|  

Misi Kemanusiaan bagi Korban Tsunami Banten

Jumat/28 Des 2018 sekitar pkl 11 tadi malam, Tim ke-2 MER-C berangkat menuju kec. Sumur, Pandeglang untuk melanjutkan misi kemanusian bagi korban tsunami di Banten. Tim tediri dari 13 relawan dengan berbagai keahlian, yaitu dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, perawat, logistik dan dokumentasi. Tim berangkat dengan menggunakan 3 unit mobil double cabin dan 1 unit Isuzu Panther, disamping itu disiapkan juga 1 unit motor trail untuk menambah daya jelajah menembus daerah bencana yang masih terisolir dan terpencil. Dalam misi ke-2 ini, tim akan mengantisipasi turunnya korban-korban yang mengungsi ke perbukitan di belakang pantai sepanjang Sumur – Tamanjaya, juga mengunjungi titik di Desa Paniis, Desa Dungus dan Desa Gunung Priuk yang dalam kunjungan sebelumnya diketahui menjadi kantong pengungsian. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan logistic, jilbab, sarung serta masker bantuan dari para donatur yang akan disalurkan langsung kepada para korban. Masa tugas tim ke-2 direncanakan selama 6 hari ke depan hingga hari Kamis/3 Januari 2018. Sementara itu, saat ini MER-C masih mendalami informasi kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak di wilayah Lampung Selatan dan sekitarnya untuk rencana penyaluran bantuan ke wilayah ini.   Info :Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesia Rekening Donasi Misi Kemanusiaan untuk Korban Tsunami Banten – Lampung : BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658.899 BNI Syariah, 303.2000.922 Semua Rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|

MER-C Update : Misi Palu – Donggala – Sigi

Hingga hari ke-32 pasca bencana yang mengguncang Sulawesi Tengah, Tim MER-C terus menjalankan misi kemanusiaan di wilayah ini. Selasa (30/10), dari posko utama di RS Sis Al Jufri di kota Palu, Tim MER-C menuju Desa Apemaliko, kec. Sindue, kab. Donggala, salah satu wilayah yang terkena bencana.   Tim MER-C memberi bantuan pengobatan kepada warga korban bencana dengan jumlah pasien 40 orang. Selain pengobatan, Tim juga memberikan bantuan logistik berupa sleeping bag 150 pcs, selimut 200 pcs, pampers anak 1 dus, pembalut dan pampers dewasa 1 dus serta tenda 12 unit. Sementara, di wilayah terdampak bencana lainnya di Sulawesi tengah, tepatnya di wilayah pengungsian desa Sibalaya Utara, kec. Tanambulava, kab. Sigi, program rekonstruksi terus berlangsung. Sebanyak 12 relawan dari Divisi Konstruksi tengah melakukan pembangunan 30 MCK yang dibagi menjadi 3 titik dan instalasi air bersih. Pembangunan MCK diutamakan karena hanya terdapat 1 MCK untuk melayani sekitar +300 KK yang saat ini menempati wilayah pengungsian Sibalaya Utara. “Kondisi memprihatinkan ini menjadi perhatian Tim MER-C. Jangan sampai kondisi ini berlanjut dan menyebabkan bencana kesehatan berikutnya,” ujar dr. Arief Rachman, SpRad, Presidium MER-C. “Wilayah pengungsian di desa Sibalaya Utara inj juga akan menjadi wilayah binaan MER-C ke depan,” tambahnya. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu – Donggala – Sigi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Webiste : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggalasigi

MER-C Mulai Program Rekonstruksi di Palu

Selain berfokus memberi bantuan pengobatan bagi korban bencana di Palu, hal lainnya terkait kesehatan juga turut menjadi perhatian Tim MER-C. Salah satunya masalah sanitasi di wilayah pengungsian atau terdampak bencana karena sanitasi yang buruk dapat mengakibatkan bencana kesehatan lainnya.  Setelah menyusuri berbagai wilayah terdampak bencana khususnya di kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, MER-C menemukan wilayah pengungsian yang masih sangat membutuhkan perhatian karena fasilitas umum dan sanitasi lingkungan yang memprihatinkan. Adalah desa Sibalaya, yang terletak di kecamatan Tanambulava, kabupaten Sigi, wilayah yang terkena bencana pergerakan tanah yang membuat banyak rumah warganya bergeser dan hancur.  Terdapat sekitar 100 KK atau sekitar + 500 jiwa yang menempati wilayah pengungsian ini yang berasal dari Sibalaya Utara dan Sibalaya Selatan. Dengan jumlah warga sebanyak itu, wilayah pengungsian di Sibalaya Utara hanya memiliki satu MCK dan air bersih pun sulit. Kondisi yang memprihatinkan ini, mendorong MER-C menurunkan Tim Konstruksi ke Sigi pada Senin/22 Oktober 2018. Tim langsung melakukan peninjauan ke lapangan dan memutuskan bahwa MER-C akan membangun MCK di wilayah pengungsian Sibalaya Utara sebanyak 3 titik. Hal ini disampaikan oleh Ir. Faried Thalib, Ketua Tim Konstruksi MER-C untuk Palu. “Kami sudah ke Sibalaya Utara untuk meninjau langsung kondisi pengungsian di sana. Sesuai assessment awal, keberadaan MCK memang sangat dibutuhkan. Melihat luasnya wilayah dan jumlah pengungsi yang ada, kami memutuskan untuk membangun MCK di satu titik. Dua titik terdiri dari masing-masing 6 WC dan 6 kamar mandi bagi pria dan wanita, sementara satu titik lagi terdiri dari 3 WC dan 3 kamar mandi bagi wanita dan pria,” jelas relawan yang merupakan Meskipun di wilayah pengungsian, menurutnya MCK yang dibangun adalah MCK permanen, yaitu dengan konstruksi batu kali, kolom baja, dan diplester. “Kami ingin MCK yang dibangun manusiawi bagi para korban. Untuk itu kami membuat MCK permanen karena bencana besar ini pastinya akan membutuhkan waktu cukup lama untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” tambahnya. Bantuan MCK akan dibangun oleh relawan dari Divisi Konstruksi MER-C dengan jumlah relawan 12 orang sudah berada di lokasi. Lama pengerjaan diperkirakan selama satu hingga 2 minggu ke depan. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu – Donggala – Sigi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658.899 BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggalasigi

Akses Jalan Tertutup Longsor, Tim MER-C Tertahan di Kulawi

MER-C UPDATE Tim relawan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tertahan di kecamatan Kulawi, salah satu wilayah di kabupaten Sigi yang terkena bencana gempa bumi. Sedianya pasca melakukan pengobatan, hari ini, Ahad/21 Oktober 2018, tim dijadwalkan kembali ke posko di RS Sis Al Jufri di Kota Palu. Namun hujan deras yang mengguyur Kulawi mengakibatkan longsor kembali melanda sejumlah titik dan memutus akses jalan dari dan menuju Kulawi. Koordinator Lapangan MER-C di Palu, Khoirul Mustafa membenarkan bahwa Tim MER-C saat ini tertahan di Kulawi. Ada 12 relawan yang sedang bertugas di sana, terdiri dari 2 dokter, 1 bidan, 3 perawat, 2 supir dan 4 logistik. Tim berangkat dari posko di RS Sis Al Jufri kota Palu sejak Sabtu pagi/20 Oktober 2018. Kecamatan Kulawi dipilih sebagai wilayah sasaran mobile clinic Tim MER-C karena akses masuk ke lokasi yang sulit dan warga korban gempa yang belum tersentuh pengobatan. “Kulawi kami pilih karena berdasarkan informasi wilayah ini belum tersentuh bantuan pengobatan. Banyak pasien-pasien korban gempa yang mengalami patah tulang harus dirujuk ke RS. Karena akses yang sulit, harus melewati longsoran-longsoran, akhirnya pasien-pasien dibawa dengan helikopter,” ujar Mustofa. Menurut Mustofa, sehari sebelumnya, MER-C menurunkan tim assessment untuk mengecek akses ke Kulawi dan menilai kebutuhan warga korban gempa. “Kami melakukan assessment terlebih dahulu ke Kulawi untuk memastikan akses yang akan dilalui tim medis nanti. Alhamdulillah jalan yang terkena longsor saat itu sudah dibersihkan dan sudah bisa dilalui mobil,” tambah Mustofa, relawan yang sudah bertugas ke berbagai wilayah bencana di Indonesia. Sebanyak 12 relawan akhirnya menuju Kulawi pada Sabtu pagi/20 Oktober 2018 dengan menggunakan 3 armada. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan tenda dome 25 unit, pampers, pakaian dan perlengkapan bayi, sarung serta mukena. Setibanya di Kulawi tim langsung melakukan pelayanan pengobatan bagi warga desa Matauwe dan pada hari ini tim melanjutkan kegiatan pengobatan di desa Boladongko. Hingga saat ini semua relawan MER-C dalam kondisi aman dan menginap di masjid setempat. Tim masih menunggu informasi akses jalan dapat dilewati untuk dapat kembali posko di kota Palu. Sambil menunggu, tim akan memaksimalkan waktu dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sementara itu, MER-C Indonesia akan terus menurunkan tim relawannya ke wilayah bencana di Palu hingga beberapa waktu ke depan. Pada hari Senin besok/22 Oktober 2018, Tim dari Divisi Konstruksi MER-C akan bertolak ke Palu untuk menilai program rekonstruksi yang dapat dilakukan. Menyusul pada hari Selasa/23 Oktober 2018, akan dikirimkan tiga relawan dokter yang akan bertugas selanjutnya ke Palu. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu – Donggala – Sigi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Webiste : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176IG : @mercindonesia   #mercpedulipaludonggalasigi

Tim Mobile Clinic MER-C Rujuk Korban Patah Tulang

#Update Misi Kemanusiaan MER-C untuk Palu – Donggala# Jum’at/5 Oktober 2018, Tim MER-C memulai program mobile clinic dan case finding menyusuri wilayah-wilayah terdampak gempa di Palu yang belum terjangkau bantuan. Tim yang terdiri dari Dr Lia Rahmarini, Dr. Ahmad Azam Hisabullah, Islamiyah Samaun, Rita Tambunan, Shaleh Obew dan Mochamad Gurhana menuju wilayah tujuan _mobile clinic_ yaitu desa Sidera, kecamatan Sigi Sidomaru, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan makanan dan minuman. Desa Sidera berada sekitar 30 km dari kota Palu. Perjalanan ke desa ini ditempuh sekitar 1 jam dari posko MER-C di RSU Sis Aljufri. Tim melakukan pengobatan di tiga dusun, yaitu dusun Satu, dusun Dua dan dusun Tiga di desa Sidera. Jumlah pasien di desa ini mencapai 50 orang. Selain memberikan bantuan pengobatan, Tim juga menemukan warga korban gempa yang mengalami patah tulang. Terdapat tiga pasien kasus patah tulang yang kemudian dirujuk ke RSU Sis Aljufri. Desa Sidera bersebelahan dengan desa Petobo, Jonooge dan Kabobona yang hancur 100 persen akibat likuifaksi. Kepala desa Sidera, Al-Maswir mengatakan korban yang meninggal di desanya berjumlah 6 orang. Sementara ratusan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Disela-sela kegiatan pengobatan, salah satu warga, bernama Ibu Dewi, sempat menuturkan kisah dukanya kehilangan suami tercinta saat gempa menerjang desanya Jum’at pekan lalu. Kisah selengkapnya :https://minanews.net/selamatkan-istri-dan-anaknya-dari-gempa-zaenal-abidin-rela-syahid/ Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan tsunami di Palu – Donggala dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Webiste : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggala#rssisaljufricrisiscenter

Tangani Gempa dan Tsunami Palu, MER-C Koordinir RS SIS Aljufri Crisis Center

Gempa 7,7 SR yang terjadi di Palu pada tanggal 28/9/2018, membuat MER-C segera mengirimkan Tim Initial Assessment of Disaster untuk menembus Palu dan melakukan penilaian awal bencana. Tim yang ditugaskan sebanyak empat relawan dengan pimpinan dr. Andi Fajar Wela. Menempuh jalur darat, Tim melalui rute Mangkutana – Poso – Napu – Palu. Minggu/30 September 2018, sekitar pukul 05.00 pagi berhasil mencapai Palu dan segera melaporkan diri ke BNPB dan Dinas Kesehatan setempat. Usai berkorodinasi, Tim segera bergerak melakukan penilaian ke wilayah dan fasilitas terdampak gempa. Dr. Andi Fajar Wela, Ketua Tim Advance MER-C melaporkan hasil temuan tim di lapangan, yaitu koordinasi yang ada masih sangat kurang, listrik mati, sulitnya bahan bakar sulit dan air bersih serta rumah sakit yang ada juga rusak berat. “Koordinasi penanganan gempa masih sangat kurang, listrik mati, bahan bakar sulit, air bersih sulit. Rumah sakit di Palu juga rusak berat yang mengakibatkan pelayanan medis lumpuh,” ungkapnya. “Rusaknya fasilitas dan banyaknya sumber daya kesehatan yang turut menjadi korban menyebabkan korban dilayani apa adanya,” tambahnya. Selain itu, menurutnya banyak korban akibat gempa, tsunami, dan likuifaksi tidak dapat ditangani di Rumah Sakit. Berdasarkan temuan tersebut, MER-C menetapkan prioritas kegiatan di tahap awal pasca bencana, yaitu mencari rumah sakit yang masih layak dan memfungsionalkannya untuk dapat memberikan pelayanan bagi para korban. Prioritas lainnya adalah pengadaan air minum dan bahan bakar untuk listrik rumah sakit serta mobilisasi tim. Survai ke beberapa rumah sakit yang ada di Palu pun dilakukan bekerjasama dengan Tim Disaster RSCM, seperti RS Undata, RS Anutapura, RS Budi Agung dan RS Sis Aljufri. Mempertimbangkan kondisi rumah sakit yang ada, tim memutuskan bahwa RS Sis Aljufri adalah rumah sakit yang kondisinya paling baik dan memungkinkan untuk dijadikan rumah sakit rujukan trauma. Bangunan RS pacsa gempa dahsyat masih kokoh dan hanya hanya sekitar 10% bangunan yang mengalami kerusakan dengan kondisi kamar operasi serta peralatan medis yang mencukupi. RS ini akan menjadi RS rujukan pasien-pasien kasus orthopaedi (bedah tulang) dan trauma. Pemilik dan pengelola RS SIS ALJUFRI, yaitu Yayasan Al Khaerat, menyambut baik rencana ini dan menyerahkan sepenuhnya RS SIS ALJUFRI untuk dikelola dalam situasi darurat oleh Tim MER-C. Menindaklanjuti rencana ini, MER-C segera menggelar rapat bersama antara Tim MER-C, Tim Disaster RSCM, dan SDM RS Sis Aljufri yang tersisa. Rapat dipimpin oleh Ketua Tim Advance MER-C, dr. Andi Fajar Wela yang kemudian ditunjuk menjadi Kordinator Umum RS Sis Aljufri. Hasil rapat bersama memutuskan bahwa nama operasi tim bersama ini adalah RS SIS ALJUFRI CRISIS CENTER dimana tim yang tergabung didalamnya adalah TIM MER-C, TIM RSCM, dan Relawan RS Sis Aljufri yang siap membantu. Target tim adalah sesegera mungkin RS dapat melayani dan menjadi rujukan trauma, mengadakan dapur umum untuk kebutuhan relawan dan pasien rumah sakit, melakukan evakuasi dan case finding melalui program mobile clinic ke wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau bantuan. Semoga ikhtiar ini dapat turut membantu mempercepat pemulihan dampak gempa dan tsunami Palu – Donggala. ———– Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan tsunami di Palu – Donggala dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658.899 BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggala

Silahkan bertanya?