MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Kesaksian Relawan MER-C saat Pengeboman yang Merenggut Nyawa Jurnalis Anas Al-Sharif

Gaza – Kabar serangan udara penjajah Israel pada Ahad (10/8) yang menargetkan tenda kru jurnalis Al Jazeera, dan mengakibatkan syahidnya jurnalis muda Anas Al-Sharif bersama empat rekannya masih menyisakan duka bagi warga Gaza dan dunia.

Dr. Eka Budhi Satyawardhana, dokter spesialis bedah saraf yang merupakan anggota Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, menyaksikan langsung peristiwa pengeboman tersebut karena tenda yang menjadi sasaran serangan berada dekat pintu masuk RS Shifa di Gaza City, tempat ia bertugas sejak 5 Agustus.

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.20 waktu Gaza,” ujar Dr. Eka pada Senin (11/8). Saat itu, ia dan tim medis lainya sedang beristirahat di mess yang berjarak berjarak sekitar 300 meter dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS As Shifa.

“Kami semua terbangun karena mendengar suara ledakan yang sangat keras. Dugaan awal kami, bom itu jatuh di area depan IGD,” tuturnya. Ledakan tersebut diikuti oleh kepanikan petugas malam yang tengah berjaga. Mereka kemudian segera bergegas keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Tidak lama kemudian, dr. Eka mendapat kabar pengeboman dilakukan menggunakan drone quadcopter yang dilengkapi sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi target.

“Biasanya mereka mengintai, lalu jika wajah target sesuai data, bom langsung dilepaskan,” ujarnya.

Tenda Jurnalis Menjadi Sasaran

Menurut pengamatan Dr. Eka, ada dua hingga tiga tenda yang berdiri dekat RS As Shifa. Area tersebut kerap ramai, karena di sana terdapat warung makan sederhana yang menjadi tempat berkumpul para jurnalis dan warga.

“Ketika jurnalis Anas terdeteksi, bom dilepaskan. Ledakannya cukup besar, menyebabkan korban collateral damage,” jelasnya.

Salah satu rekan Dr. Eka dari organisasi kemanusiaan lain langsung dipanggil untuk melakukan operasi darurat thoracotomy. Namun, pasien yang ditangani bukan Anas, melainkan warga sipil yang ikut menjadi korban. 

“Pasien itu tidak tertolong karena pendarahan organ dalam yang masif,” ungkapnya.

Gelombang Solidaritas

Pagi harinya, RS As Shifa dipenuhi ratusan jurnalis yang menggelar aksi solidaritas di parkiran rumah sakit. Mereka menyuarakan duka dan kemarahan atas syahidnya Anas Al-Sharif, rekan seperjuangan yang selama ini merekam realitas pahit di Gaza.

“Situasi IGD juga masih agak sibuk jam 8 hingga 9 pagi untuk menangani korban-korban korban ledakan,” ujar dr. Eka. 

Anak-anak turut menjadi korban

Korban lain yang menjadi perhatian dr. Eka adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Ia mengalami blast injury yang sangat parah. Organ dalam di perutnya keluar akibat ledakan. Operasi berlangsung hingga pukul 13.30 waktu Gaza, sebelum pasien dipindahkan ke ICU.

Selain itu, banyak korban dengan luka bakar, patah tulang terbuka, dan cedera kepala. “Rata-rata mengalami luka ringan hingga sedang. Ada tiga atau empat pasien yang masih menunggu operasi setelah tindakan sebelumnya,” kata dr. Eka.

Pembunuhan Anas bersama empat rekanya menambah panjang daftar kejahatan Israel terhadap jurnalis. Al Jazeera melaporkan,  hampir 270 jurnalis dan pekerja media terbunuh oleh serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023, atau sekitar 13 jurnalis setiap bulannya.

———————————————

Donation Account:

Bank Central Asia (BCA), 686.0153678
Bank Mandiri, 124.000.8111.925
Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061
Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400
Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720
Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308

Account Name : Medical Emergency Rescue Committee

#mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Bagikan:

Silahkan bertanya?