MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

RSI Gaza Dibangun Bermodalkan Ketulusan Hati

Jakarta, 28 Rabi’ul Awwal 1435/30 Januari 2014 (MINA)-Rampungnya pelaksanaan konstuksi fisik Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza yang dibangun di lokasi sulit, dinilai oleh Ketua Tim Konstruksi Pembanguan, Ir. Faried Thalib sebagai pertolongan Allah melalui hati-hati dan tangan-tangan yang tulus.   “Kita tidak pungkiri,ini pertolongan Allah melalui hati-hati yang ikhlas dan tangan-tangan yang tulus dari rakyat Indonesia,” kata Faried saat di temui oleh Mi’raj Islamic News Agenc,y (MINA) di Jakarta, Rabu malam (29/1). Menurut insinyur yang mengomandani pembangunan RSI di Gaza itu, dana pembangunan murni berasal dari rakyat Indonesia yang membantu dengan menyisihkan sebagian rezekinya dan donatur lebih banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah. Faried yang juga menukangi pembangunan Rumah Sakit Galela di Maluku, mengaku sangat bersyukur kepada Allah yang memberikan kesempatan kepadanya untuk ikut ambil bagian dalam tim pembangunan RSI di Gaza. “Rumah sakit Indonesia di Gaza, Palestina, tidak berdiri sendiri atau karena saya, tapi ini kerja tim semuanya, MER-C, Ponpes Al-Fatah, dan banyak pihak, terutama rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” ujar Faried yang sedang menunggu ijin keberangkatannya ke Gaza bersama tim RSI selanjutnya. Menurut salah satu Anggota Presidium MER-C ini, RSI di Gaza adalah bukti tanda mata kasih dan cinta dari rakyat Indonesia kepada Palestina. “Inilah suatu ungkapan, bukan sekedar sebuah rumah sakit, tapi lebih dari itu. Indonesia akan memberikan yang terbaik untuk Palestina, in syaallah.”   Lebih murah dibandingkan di Indonesia “Di akhir pembangunan ini, saya coba menghitung  biaya pembangunan permeternya. Subhanallah. Jika saya bangun di Indonesia, jauh lebih mahal. Itu relatif murah dengan kualitas bangunan yang lebih baik,” kata Faried. Untuk daerah konflik, harga tanah relatif normal dan harga material murah, dapat dikategorikan sama dengan di Indonesia. “Perbandingannya, di Gaza pembangunannya permeter bisa tiga atau empat jutaan Rupiah, tapi di Indonesia, tidak mungkin di bawa lima juta.” /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Karena di sana daerah konflik, ada tingkat-tingkat kesulitan yang dialami di awal-awal pembangunan. Namun setelah tim dari Indoensia lebih mengetahui medan di lapangan, tidak terlalu sulit mendapatkan barang-barang tersebut. Walaupun daerah konflik, ternyata suplai material tidak terlalu sulit. Bahan-bahan dibeli di Gaza, suplierrnya dari Mesir dan Israel. Memang saat terjadi ketegangan usai pemboman, baik di Israel maupun di Gaza, barang-barang agak sulit diperoleh untuk beberapa waktu. Namun, dua atau tiga minggu kemudian, kembali normal lagi. Pasca kudeta Mesir, suplai material terkendala sejak tertutupnya jalur-jalur tidak resmi dari Mesir,tidak seperti pada era pemerintahan Muhammad Mursi memerintah, sehingga suplai hanya tinggal dari satu pihak, yaitu Israel. Keunikan Israel, meski pun militernya berperang dengan Gaza, perdagangan barang ke wilayah yang dikuasai Hamas tetap berjalan. Rumah sakit yang membidangi bidang traumatologi tersebut bangunannya berbentuk segi delapan yang seluruh bagian luarnya ditutup dengan marmer.  Marmer yang tebalnya lima centimeter, akan menjadi pelapis untuk menangkal cuaca ekstrim. Ketika musim panas, bahan marmer mampu meredam suhu menjadi dingin dan ketika musim dingin, suhu tetap hangat. Tebal tembok bangunan sekitar 27 centimeter. Tahapan pembangunan fisik RSI sudah selesai dan memasuki tahap pengadaan peralatan kesehatan. Menurut Faried, anggaran yang diperlukan sekitar Rp60 – 75 milyar, atau meningkat dua kali lipat dari jumlah yang semula dianggarkan. (L/P09/E02/Mi’raj News). Sumber : http://mirajnews.com/palestina/14554-rsi-di-gaza-dibangun-oleh-tangan-tangan-yang-tulus.html                

MER-C Beri Bantuan Medis Ke Warga Apartemen Yang Diputus Aliran Air dan Listrik-nya

Jakarta, 27 Rabiul Awwal 1435/29 Januari 2014 (MINA) – Tim kesehatan Medical Emergency Rescue- Committee (MER-C) memberikan bantuan medis kepada warga apartemen Graha Cempaka Mas, Jakarta yang saat ini bersengketa dengan pihak pengembang Duta Pertiwi (grup Sinar Mas). Aliran listrik dan air pada mereka diputus, sehingga banyak di antara mereka mengalami masalah kesehatan beberapa diantaranya mengalami masalah kesehatan yang serius. Ada pula warga yang jadi korban penganiayaan.   Presidium MER-C, Jose Rizal Jurnalis mengatakan pihaknnya memberikan layanan  bantuan kemanusiaan kepada siapa saja yang membutuhkan.”Kami akan selalu konsisten memberi bantuan kemanusiaan kepada siapapun, tapi sama sekali tidak masuk ke dalam ranah konflik yang terjadi,” katanya saat meninjau lokasi, Rabu malam. “Saat ini warga apartemen ini (Graha Cempaka Mas) tidak memiliki akses listrik dan air untuk kebutuhan hidupnya selama beberapa hari ini. Akibatnya mereka kini membutuhkan bantuan medis karena banyaknya warga yang menderita akibat minimnya pasokan kedua unsur kebutuhan primer itu. “Ada di antara mereka yang mengalami trauma karena kekerasan fisik, ada anak-anak yang lumpuh dan tidak bisa meninggalkan tempat tinggalnya. Ada juga orang tua yang stroke dan mereka butuh bantuan segera,”papar Jose. Irawati (72) warga Graha Cempaka Mas yang menderita stroke berharap agar masalah warga dengan pihak pengembang segera selesai agar tidak ada warga yang dirugikan atas beberapa insiden yang terjadi beberapa hari terakhir.” Kasihan kami para orang tua, juga anak anak, mereka harus jadi korban tanpa bisa berbuat banyak,” katanya. Sementara itu, Veri, warga apartemen yang menjadi korban penganiayaan mengatakan, pihak pengembang harus memberikan hak-hak warga apartemen, seperti listrik, air dan fasilitas lan yang akhir- akhir ini ditahan pengembang.“Air dan listrik adalah hak warga. Itu semua sangat diperlukan untuk kehidupan kami,” katanya. Warga lainnya, Agnes menyatakan telah melaporkan hal ini kepada Wakil Gubernur, Basuki Cahaya Purnama (Ahok). Namun belum ada tanggapan dari dia maupun pemerintah terkait. “ Saya sudah kirim laporan pengaduan ke pak wakil gubernur, tapi belum ada respon,” ungkapnya. Mulai Rabu Malam, tim Mer-C menyediakan ambulan dan beberapa tenaga medisnya di lokasi. “Kita akan terus stand by sampai kondisi benar-benar kondusif,”kata Jose Rizal kepada wartawan Mi’raj News Agency (MINA). “Kita bertugas adalah murni misi kemanusiaan. Kita tidak masuk ke ranah konfliknya. Namun, siapapun yang membutuhkan pertolongan medis, akan berusaha kita bantu, baik dari pihak warga maupun pihak lainnya,”tambahnya. Apartemen Graha Cempaka Mas terdiri atas  188 unit apartemen dan 161 rukan (rumah kantor). Mereka bersengketa dengan pihak Duta Pertiwi selaku pengembang sejak enam bulan lalu. Puncaknya, pihak pengembang memutus aliran listrik dan air para penghuninya beberapa hari terakhir ini. Warga juga merasakan teror dan ancaman keamanan dari pihak pengembang.(L/P04/IR) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/14536-mer-c-beri-bantuan-medis-ke-warga-graha-cempaka-mas.html                

Silahkan bertanya?