Apa yang dilakukan peserta selama mengikuti EMT Induction Training & Simulation Exercise?

Jakarta, Setelah dua hari mendapatkan sejumlah materi, diskusi, dan praktik keterampilan dasar Emergency Medical Team, hari ketiga menjadi fase penerapan melalui skenario Gempa Palu. Peserta menyusun struktur tim, menentukan team leader, membagi peran medis, logistik, WASH, liaison officer, dan security, serta merancang strategi agar tim siap diterjunkan ke lokasi terdampak. Dalam simulasi, peserta secara tim berkoordinasi untuk mengatur kebutuhan logistik, merancang alur rumah sakit lapangan, melakukan triase, dan menangani korban yang datang silih berganti. Proses ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat diserap dan diterapkan melalui koordinasi, komunikasi, serta kerja sama tim yang semakin terbentuk. Pelatihan ini menjadi ruang penting untuk mengubah knowledge menjadi skill—dari pemahaman di kelas menjadi kesiapan bertindak di lapangan. Mari terus membangun kesiapsiagaan dan kolaborasi, karena tim yang terlatih hari ini dapat menjadi harapan dalam situasi darurat esok hari. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaVPzlKPOau/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #togetherwelearnsomethinguseful #relawanmerc #tim_emt_merc
Operasional Klinik dan Pembangunan Rumah Sakit di Halmahera Utara Segera Berjalan, MER-C Temui Dinkes

Halmahera Utara – MER-C Perwakilan Maluku Utara pada Selasa (30/6) bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara, Selpianus H. Kaya, S.Kep., didampingi staf Dinas Kesehatan, Muh. Abdi Samaun, S.Kep., Ns., selaku Penelaah Teknis Kebijakan. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara di Tobelo ini membahas rencana operasional klinik MER-C serta pembangunan tahap II rumah sakit di Desa Towara, Kecamatan Galela, KabupatenHalmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, termasuk proses pengurusan perizinan klinik dan rumah sakit. Saat ini pembangunan Rumah Sakit Galela telah mencapai sekitar 30 persen pada bagian depan bangunan dan akan dilanjutkan ke tahap II. Sambil menunggu proses pembangunan selesai, MER-C akan memfungsikan bangunan yang telah ada sebagai klinik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Galela yang saat ini masih mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Operasional klinik direncanakan mulai berjalan pada Agustus mendatang, sementara pembangunan rumah sakit tahap II diperkirakan selesai akhir tahun ini. Setelah pembangunan selesai awal tahun depan, status klinik akan ditingkatkan menjadi rumah sakit. Terkait rencana tersebut, MER-C meminta dukungan serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam pembangunan rumah sakit tahap II ini dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang. Sambil menunggu proses pembangunan yang direncanakan mulai berjalan pada Agustus mendatang, MER-C memfungsikan klinik kepada masyarakat Galela yang terbatas pada akses layanan kesehatan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DaU26Y8E61O/?igsh=ejVlN2RmNmZobDNl https://www.facebook.com/share/p/1bCXjV1UGd/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSCXSC2ge ——————————————— Donation Account: Bank Negara Indonesia (BNI), 014.0600983Bank Syariah Indonesia (BSI), 888.7775583Bank Mandiri, 124.000.8111.990 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #RSGalela #maluku_utara #berbagikebaikan #tim_medis_merc
Klinik MER-C Siap Layani Pengungsi Rohingya di Shelter Baru Lhokseumawe

Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe telah merelokasi 28 pengungsi Rohingya dari penampungan lama di bekas Kantor Imigrasi Punteuet menuju shelter baru di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/6/2026). Shelter baru yang dibangun melalui kerja sama sejumlah lembaga kemanusiaan ini telah dilengkapi fasilitas kesehatan Klinik MER-C Indonesia untuk memberikan pelayanan kepada para pengungsi pasca relokasi. Project Manager MER-C untuk Pengungsi Rohingya, Ira Hadiati, mengatakan Klinik MER-C telah siap beroperasi memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi. “Saat ini untuk tenaga kesehatan untuk pelayanan di Klinik, MER-C bekerja sama dengan Puskesmas Punteuet,” ujarnya. Kehadiran Klinik MER-C menjadi salah satu fasilitas penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup para pengungsi, terutama dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar. Sebanyak 28 pengungsi yang direlokasi terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan. Pemindahan dilakukan sebagai langkah Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk meningkatkan kualitas hunian sementara bagi para pengungsi yang sebelumnya tinggal di gedung bekas Kantor Imigrasi Punteuet dengan keterbatasan fasilitas. Selain fasilitas kesehatan melalui Klinik MER-C, shelter baru tersebut juga dilengkapi sarana hunian 15 unit bangunan semi permanen. Fasilitas pendukung lainnya meliputi MCK, akses air bersih, tempat ibadah, serta berbagai program pendukung lainnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaDbuQLTqtO/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees
FIRST ANNOUNCEMENT

EMT Induction Training & Simulation Exercise A collaborative training between MER-C Indonesia, Universitas Indonesia Emergency Medicine Specialist Programme, and MER-C Training Center. This program is designed to strengthen the readiness, leadership, teamwork, and emergency response capacity of Emergency Medical Team (EMT) personnel through intensive training and field simulation exercises. Participants of this program consist of MER-C Indonesia volunteers and Emergency Medicine Resident from Faculty of Medicine Universitas Indonesia. 📍 Buperta Cibubur 📅 June 19–21, 2026 Together, We Learn Something Useful. #EMT #SimulationExercise #EmergencyMedicalTeam #DisasterManagement
MER-C Siagakan Tim Medis dalam Aksi Mahasiswa di Jakarta

Jakarta – MER-C Indonesia menerjunkan tim medis untuk bersiaga dalam aksi demonstrasi aliansi mahasiswa dari sejumlah kampus di Jakarta pada 12 Juni 2026. Tim MER-C mulai bersiaga sejak pukul 16.00 WIB hingga massa aksi membubarkan diri sekitar pukul 21.30 WIB. Tim yang diturunkan terdiri dari tiga dokter, dua perawat, lima mahasiswa kedokteran, dan empat personel logistik. Tim medis MER-C bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban apabila terjadi kericuhan selama aksi berlangsung, serta memberikan bantuan medis kepada masyarakat dan siapa pun yang membutuhkan pertolongan. Dalam aksi kali ini, tim MER-C tidak menemukan atau menangani korban akibat kericuhan. Namun, terdapat dua peserta aksi yang mengalami keluhan GERD dan mendapatkan penanganan dari tim medis. Selain bersiaga di titik utama aksi, tim MER-C juga melakukan penyisiran di sejumlah area demonstrasi yang ramai dengan membawa peralatan medis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertolongan medis dapat diberikan secara cepat apabila diperlukan peserta aksi maupun masyarakat di sekitar lokasi. Selengkapnya di link ini
MER-C Siap Lanjutkan Pembangunan dan Operasional Rumah Sakit Galela di Halmahera Utara

Halmahera Utara – Upaya menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat Galela, Halmahera Utara, terus berlanjut. MER-C Indonesia telah melakukan kunjungan supervisi ke bangunan rumah sakit untuk meninjau kondisi terkini serta membahas langkah-langkah percepatan pengoperasiannya. Kunjungan dilakukan langsung oleh Presidium MER-C, Dr. Ahyudin Sodri, S.T., M.Sc. dan dr. Yogi Prabowo, Sp.OT(K) Onk. Kunjungan ini sekaligus menindaklanjuti rencana kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya IDI Maluku Utara, Muhammadiyah, serta sejumlah universitas di Ternate. Dari hasil kunjungan dan pertemuan yang dilakukan, disepakati untuk melanjutkan pembangunan serta pengoperasian Rumah Sakit MER-C Indonesia di Galela. Rumah sakit yang sebelumnya telah dibangun ini diharapkan dapat segera berfungsi secara optimal dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Hingga saat ini, warga Galela masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan karena belum tersedianya fasilitas rumah sakit yang memadai. Masyarakat yang membutuhkan penanganan medis harus menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan berbagai kendala transportasi yang tidak mudah. Selengkapnya di link ini: ________________________________________ Mari bersama MER-C mewujudkan layanan kesehatan yang lebih layak bagi masyarakat Galela. Dukung operasional Rumah Sakit Galela melalui rekening donasi: BNI: 014.0600983 BSI: 888.7775583 Mandiri: 124.0008111990 Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Hadiri Workshop terkait Revisi Perpres Penanganan Pengungsi di Indonesia

Banda Aceh – MER-C Indonesia menghadiri Workshop “Menuju Revisi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016: Optimalisasi Peran Daerah dalam Penanganan dan Perlindungan Pengungsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia, pada 2–3 Juni 2026 di Banda Aceh. MER-C diwakili oleh Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati. Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian advokasi berbasis bukti yang melibatkan unsur pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga internasional dalam upaya mendorong revisi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Pada kesempatan tersebut, Ira Hadiati menyampaikan sejumlah masukan terkait pentingnya peningkatan koordinasi antarlembaga untuk mendorong percepatan revisi Perpres Nomor 125 Tahun 2016. Indonesia telah memiliki kerangka hukum nasional dalam penanganan pengungsi melalui Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016. Namun, dinamika global dan nasional menunjukkan pendekatan yang ada masih didominasi perspektif kedaruratan dan belum sepenuhnya menjawab kompleksitas situasi pengungsi. Workshop ini digelar sebagai ruang konsolidasi multipihak untuk mendiseminasikan temuan-temuan kunci terkait penanganan pengungsi, menguji relevansinya di tingkat daerah, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang akan menjadi masukan dalam proses revisi Perpres Nomor 125 Tahun 2016. Selengkapnya di link ini #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees
MER-C Terjunkan Tim Medis ke Lokasi Kebakaran Kemayoran

Jakarta – MER-C Indonesia pada Selasa (2/6/2026) menerjunkan sejumlah relawan medis ke lokasi kebakaran di Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Tim yang diturunkan terdiri dari satu dokter spesialis, dua perawat, dua mahasiswa kedokteran, satu petugas logistik, satu relawan dokumentasi, serta satu unit ambulans. Setibanya di lokasi, tim medis MER-C langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melalui tim Puskesmas Kemayoran yang bertugas di lapangan. Selanjutnya, tim melakukan penyisiran ke area terdampak serta memberikan pelayanan kesehatan di tenda pengungsian. Tim medis MER-C memberikan pelayanan kesehatan kepada 12 warga terdampak, yang terdiri dari pasien dewasa maupun anak-anak. Berdasarkan informasi BPBD DKI Jakarta, kebakaran yang terjadi pada Senin (1/6/2026) ini mengakibatkan 679 jiwa dari dua RW terdampak, dengan total 304 rumah mengalami kerusakan. Selengkapnya di link ini
MER-C Koordinasi dengan Kemlu RI Terkait Rencana Pengiriman Relawan ke Lebanon

Jakarta – MER-C melakukan audiensi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu (20/5) untuk berkoordinasi terkait rencana pengiriman relawan kemanusiaan ke Lebanon. Kedatangan MER-C yang diwakili oleh Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca dan Manajer Operasional Rima Manzanaris diterima oleh Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ahrul Tsani Fathurrahman. Ahrul Tsani menyambut baik rencana MER-C untuk mengirimkan relawan ke Lebanon. Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Lebanon. “Alhamdulillah hari ini saya bisa bertemu teman-teman MER-C yang menyampaikan rencana keberangkatan ke Lebanon untuk memberikan bantuan kemanusiaan melalui pengiriman relawan. Tentunya kami menyambut baik dan memang ini bagian dari upaya kita memperkuat kerja sama dengan Lebanon,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah Lebanon telah meminta bantuan kepada Indonesia di tengah krisis kemanusiaan akibat perang yang masih berlangsung. Ahrul Tsani menegaskan Kementerian Luar Negeri siap memfasilitasi keberangkatan relawan MER-C, termasuk membantu komunikasi dengan pihak dan otoritas di Lebanon. “Mudah-mudahan nanti rencana perjalanannya lancar. Kemudian KBRI Beirut juga akan membantu. Mudah-mudahan masyarakat Indonesia yang peduli dengan Lebanon bisa menyalurkan bantuannya melalui MER-C. Selain itu juga tidak lupa dengan Gaza dan Palestina,” pungkasnya. Rencana misi kemanusiaan MER-C ke Lebanon dilakukan menyusul konflik berkepanjangan di wilayah tersebut yang telah memasuki fase krisis kemanusiaan yang semakin mengkhawatirkan. Pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi juga memperburuk kondisi warga sipil yang membutuhkan perlindungan serta bantuan kemanusiaan mendesak. Selengkapnya di link ini
EMT MER-C dan FKUI akan Gelar EMT Induction Training & Simulation Exercise

🚨 FIRST ANNOUNCEMENT 🚨 EMT Induction Training & Simulation Exercise A collaborative training between MER-C Indonesia, Universitas Indonesia Emergency Medicine Specialist Programme, and MER-C Training Center. This program is designed to strengthen the readiness, leadership, teamwork, and emergency response capacity of Emergency Medical Team (EMT) personnel through intensive training and field simulation exercises. Participants of this program consist of MER-C Indonesia volunteers and Emergency Medicine Resident from Faculty of Medicine Universitas Indonesia. 📍 Buperta Cibubur 📅 June 19–21, 2026 Together, We Learn Something Useful. #EMT #SimulationExercise #EmergencyMedicalTeam #DisasterManagement ____________________________________________________ EMT MER-C dan FKUI akan Gelar EMT Induction Training & Simulation Exercise Jakarta – Emergency Medical Team MER-C Indonesia berkolaborasi dengan Program Studi Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) serta MER-C Training Center, akan menggelar kegiatan EMT Induction Training & Simulation Exercise pada 19–21 Juni 2026 di Buperta Cibubur. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan, kepemimpinan, serta kemampuan kerja tim para relawan MER-C dan dokter residen Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi FKUI dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan dan bencana. Program pelatihan EMT ini akan menghadirkan berbagai materi, mulai dari kreativitas pembangunan tim EMT, siklus penugasan dan mekanisme aktivasi EMT, hingga pengenalan peralatan dan perlengkapan penugasan lapangan. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan fisik dan manajemen stres, strategi negosiasi tata letak pusat EMT, standar kesehatan, serta Bantuan Hidup Dasar (BLS/RJP). Materi lainnya mencakup pemasangan bidai dan perban, transportasi dan evakuasi korban, triase korban bencana dan manajemen korban massal, termasuk penilaian kesehatan cepat (Rapid Health Assessment/RHA), triase bencana, dan identifikasi korban bencana (Disaster Victim Identification/DVI). Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik penyelamatan air, prinsip dan etika kemanusiaan, serta prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mendukung kesiapan peserta dalam penugasan medis emergensi di lapangan. Bagi Anda yang ingin mengikuti pelatihan ini dapat melakukan pendaftaran melalui kontak 0812 8444 7594 atau melalui Instagram @merctrainingcenter. Selengkapnya di link ini