MER-C Silaturahim ke Ngruki, Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Istri Ustaz Abu Bakar Ba_asyir

Solo – MER-C pada Selasa (5/5/2026) mengunjungi kediaman Ustaz Abu Bakar Ba’asyir di Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo, untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sang istri, Umi Aisyah Abdurrahman Baraja. Selain menyampaikan duka cita, kunjungan ini juga untuk mempererat silaturahim antara MER-C dan keluarga Ustaz Abu Bakar Ba’asyir yang telah terjalin sejak masa pendiri MER-C almarhum dr. Joserizal Jurnalis. Kunjungan dilakukan oleh Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.EM., serta dihadiri Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, relawan MER-C dr. Erico Rizqi Yakson, dan staf humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra. Dalam kesempatan ini, dr. Mea juga melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir pada Rabu (6/5/2026). Selengkapnya di link ini
MER-C Jalin Silaturahmi dengan MTA, Bahas Rencana Pembangunan Indonesia Medical Center di Gaza Selatan

Solo – MER-C pada Selasa (5/5/2026) silaturahmi ke Kantor Pusat Majlis Tafsir Al-Qura’n (MTA) dan bertemu dengan sejumlah pengurus. Dalam kesempatan tersebut, MER-C menyampaikan sejumlah program kemanusiaan yang sedang berjalan di Jalur Gaza, di antaranya rencana pembangunan Indonesia Medical Center di Gaza Selatan serta perkembangan terbaru kondisi RS Indonesia di Gaza Utara. MTA sendiri merupakan salah satu lembaga yang aktif mendukung berbagai program kemanusiaan MER-C, khususnya di Jalur Gaza. Dalam kunjungan tersebut, tim MER-C dipimpin oleh Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.EM., dan turut dihadiri Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Choga Ilham Arlando, staf humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra, serta dr. Erico Rizqi Yakson Kehadiran MER-C diterima langsung oleh Pembina MTA Ust. Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum., Ketua Umum MTA Prof. Drs. Mugijatna, M.Si., Ph.D., Ketua Bidang Pendidikan Drs. Heru Siswanto, Sekretaris Umum Sunarno, S.Sos., M.Hum., serta Ketua Bidang Kominfo Sutikno, ST. Melalui silaturahim ini, diharapkan kolaborasi kemanusiaan antara MER-C dan MTA dapat semakin kuat sehingga setiap program maupun misi yang dijalankan memberikan dampak lebih luas. Selengkapnya di link ini
MER-C jalin silaturahmi dengan pendiri PT Tiga Serangkai, Hj. Siti Aminah Abdullah.

Solo – MER-C pada Rabu (6/5) melakukan kunjungan silaturahmi dengan Pendiri PT Tiga Serangkai Hj. Siti Aminah Abdullah, sosok yang telah banyak mendukung misi kemanusiaan MER-C. Kunjungan diwakili oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, staf Humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra, serta relawan dr. Erico Rizqi Yakson. Dalam pertemuan ini, MER-C membahas berbagai misi kemanusiaan yang telah dilakukan di sejumlah negara, termasuk Palestina. MER-C menjelaskan kepada Hj. Aminah bahwa pelaporan kegiatan kemanusiaan kepada publik merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. MER-C juga menegaskan komitmen untuk menjalankan seluruh kegiatan secara transparan. Hj. Aminah konsisten mendukung berbagai program kemanusiaan MER-C. Ia mengaku terinspirasi dari pendiri MER-C, almarhum dr. Joserizal Jurnalis, yang menurutnya merupakan figur yang gigih dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan. Selengkapnya di link ini
Pengungsi Rohingya di Aceh akan Direlokasi ke Shelter Baru, MER-C Hadiri Rapat Persiapan

Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, pada Senin (13/4) menghadiri rapat terkait kebijakan relokasi penampungan pengungsi Rohingya yang digelar oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan. Rapat ini membahas rencana relokasi pengungsi etnis Rohingya yang saat ini menempati bekas kantor Imigrasi. Para pengungsi direncanakan akan dipindahkan ke shelter baru pada pertengahan Mei 2026. Shelter baru yang berlokasi di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, kini telah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Salah satunya adalah klinik kesehatan MER-C. Ira mengatakan, Klinik MER-C telah selesai dibangun dan saat ini sedang dalam proses pengadaan peralatan kesehatan standar klinik pratama. Klinik tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Selain klinik, shelter yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare ini juga dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DXIramJk6rE/?igsh=MW5seWI1N3hvMXpicQ== https://www.facebook.com/share/v/1AwG98JiBZ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHGB31k7 ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.130.6833Bank Central Asia (BCA), 686.028.0009Bank Mandiri, 124.000.8111.982 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees
MER-C Salurkan Sembako untuk Penyintas Bencana dan Alkes bagi Bidan di Aceh

Bantuan sembako diberikan kepada 100 kepala keluarga (KK) penyintas bencana, yang terdiri dari 50 KK di Aceh Tamiang dan 50 KK di Aceh Utara. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap oleh relawan MER-C. Tahap pertama dilaksanakan pada 7 Maret dengan penyaluran bantuan di Aceh Utara, meliputi Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Langkahan, dan Sampoiniet. Selanjutnya 12–13 Maret, bantuan disalurkan di Aceh Tamiang. Pada 12 Maret di Desa Jalan Alur Manis, Kecamatan Rantau, serta 13 Maret di Desa Durian, Kecamatan Rantau. Selain bantuan sembako, MER-C juga menyalurkan 25 paket alat kesehatan untuk para bidan di Aceh Utara. Setiap paket berisi stetoskop, tensi digital, oksimeter, partus set, penlight, gel, termometer digital, nierbeken, doppler, serta tas ransel. Nilai setiap paket alat kesehatan mencapai Rp2 juta dengan total bantuan sebesar Rp50 juta. Proses penyaluran saat ini masih terus berlangsung. Bantuan ini diberikan MER-C di tengah masa transisi pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Semoga dengan peralatan yang baru, para bidan di Aceh dapat memberikan pelayanan lebih optimal. Adapun program bantuan sembako merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan MER-C. Sebelumnya, MER-C telah membagikan paket iftar untuk pengungsi Rohingya di Aceh yang disalurkan kepada 15 keluarga serta 20 paket untuk individu yang belum berkeluarga. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra
MER-C Hadiri Workshop PRP BRIN Bahas Tata Kelola Pengungsi Luar Negeri di Indonesia

Dalam kegiatan tersebut, MER-C diwakili oleh Project Manager MER-C for Rohingya, Ira Hadiati. Workshop yang digelar pada Selasa (24/2/2026) di Jakarta ini merupakan seri terakhir dari rangkaian workshop bertema “Tata Kelola Pengungsi Luar Negeri di Indonesia”, yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun dan merumuskan masukan kebijakan. Pada seri terakhir, BRIN memaparkan hasil kajian dengan topik: “Rancangan Naskah Akademik Penguatan Penanganan dan Pelindungan Pengungsi Luar Negeri Berbasis Kemanusiaan di Indonesia: Menuju Revisi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016.” Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait, perwakilan diplomatik Indonesia, serta organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia nasional dan internasional. Selengkapnya di link ini
Tim MER-C Bantu Layanan Medis di RSUD dr. Muchtar Hasbi Aceh Utara

Selama bertugas, tim MER-C membantu memperkuat pelayanan medis di beberapa poli rawat jalan rumah sakit tersebut. Adapun penyakit terbanyak yang ditemukan pada pasien secara umum antara lain hipertensi, penyakit jantung hipertensi atau penyakit jantung koroner (HHD/CAD), osteoartritis, diabetes melitus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma bronkial, serta karies gigi. Sementara itu, pada pasien anak, kasus yang paling banyak ditangani adalah demam tifoid dan dehidrasi. Sedangkan pada pasien Poli Penyakit Dalam, penyakit yang dominan meliputi demam tifoid, vertigo perifer, dispepsia serta kehamilan dengan ISPA. Kehadiran tim MER-C di RSUD dr. Muchtar Hasbi diharapkan dapat membantu meringankan beban layanan kesehatan pascabencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Aceh Utara. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra
Sekda Aceh Apresiasi Kontribusi MER-C dalam Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor

Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi nyata MER-C Indonesia dalam upaya tanggap darurat serta pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor. Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan MER-C di Kantor Gubernur Aceh, Jumat (16/1), untuk membahas penguatan kolaborasi penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Aceh. Dalam pertemuan itu, Presidium MER-C, Dr. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc, menegaskan bahwa kehadiran MER-C adalah untuk melengkapi upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan kesehatan. “Di Aceh Tamiang, Pustu sudah berjalan dan kami mengaktifkan layanan kesehatan untuk membantu petugas lokal. Selama fase tanggap darurat kami tetap berada di sana,” ujar Ahyahudin. Ia menambahkan, fokus utama penanganan saat ini adalah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kolera, serta persoalan keterbatasan sumber air bersih yang masih menjadi masalah serius bagi para pengungsi. Sebagai wujud komitmen dukungan MER-C untuk masyarakat Aceh yang tengah berupaya pulih pascabencana banjir dan tanah longsor, hingga saat ini, relawan MER-C masih terus bergerak di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxkgYTmZpSl9_5Rhg5JvJwJZ10Ln3OO-2F?si=PH_diGf0cOpAGQDg #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra
Tim MER-C Lakukan Pemeriksaan Kesehatan di Dua Desa Terdampak Banjir di Aceh Utara

Aceh – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bersama Puskesmas Banda Sakti pada Ahad (10/01/2026) melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di dua desa yang terdampak banjir di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Tim pertama bergerak ke Desa Meudang Ara dan melayani sekitar 60 warga. Selanjutnya, tim melanjutkan kegiatan ke Desa Bujok dengan jumlah penerima layanan sekitar 115 warga. Pemeriksaan kesehatan difokuskan pada skrining kesehatan dan pengobatan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia. Selain pelayanan medis, tim juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak sebagai upaya pemulihan psikologis, menghadirkan keceriaan di tengah kondisi sulit pascabanjir. Melalui kegiatan ini, MER-C berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak serta mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat Aceh Utara. Selengkapnya di link ini #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra
Bertemu Menteri Hukum, MER-C Mengajukan Kolaborasi Kerja Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Senin (30/12) bertemu dengan Menteri Hukum Republik Indonesia Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H di Gedung Kementerian Hukum (Kemenkum). Tim MER-C yang hadir sebanyak lima orang yaitu Presidium dr. Yogi Prabowo, Sp.O.T, SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em., dan dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.O.T., SubSp.C.O.(K)., M.A.R.S., Project Manager MER-C for Rohingya Ira Hadiati, SH., Ketua Divisi Humas Diana Caroline serta Manajer Operasional Rima Manzanaris. Dalam kesempatan itu, dr. Yogi Prabowo mngajukan kolaborasi ke Kementrian Hukum RI terkait kegiatan kemanusiaan MER-C baik di dalam dan luar negeri. dr. Yogi secara khusus menyampaikan permasalahan pengungsi Rohingya di Aceh, terkait status pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan HAM pengungsi. Ia juga meminta adanya perlindungan hukum internasional bagi RS Indonesia Gaza dan RS Indonesia Rakhine, Myanmar, karena adanya permasalahan pelanggaran HAM dan Hukum International di Gaza dan Rakhine terkait akses bantuan kemanusiaan. Untuk penanganan pengungsi Rohingya, MER-C lebih lanjut meminta penanganan yang mengedepankan HAM, dan pemerintah untuk memberikan akses sekolah, kebebasan bergerak, peluang berkontribusi terhadap lingkungan seperti warga domisili sementara sambil mereka menunggu proses selanjutnya, serta tempat penampungan yang layak atau akses ketempat-tempat tinggal mandiri seperti pengungsi-pengungsi yang tinggal mandiri di kota-kota lain. Dalam kesempatan itu, Menteri Hukum Supratman menyampaikan apresiasi atas kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C dan menyatakan siap untuk memberikan dukungan serta bantuan yang diperlukan dalam melakukan kerja kemanusiaan ini. “Saya sangat senang berinteraksi dan menerima kunjungan teman-teman MER-C. Pertama-tama saya memberi apresiasi atas seluruh kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C, itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak semua orang bisa lakukan, terutama kepada teman-teman pengungsi di Rohingya di Indonesia, maupun di Rohingya sendiri,” ujar Supratman. “Keterlibatan MER-C dalam kerja kemanusiaan patut kita apresiasi dan untuk itu pemerintah akan memberikan dukungan maksimal, termasuk dalam hal perubahan regulasi yang dibutuhkan oleh MER-C maupun lembaga-lembaga internasional yang melakukan kerja-kerja kemanusiaan terutama di bidang pengungsi,” tambahnya. Selain itu, Supratman juga memberikan apresiasi atas langkah MER-C di Gaza, yang memberikan layanan walaupun dalam kondisi perang. Menurutnya, pengelolaan RS Indonesia oleh MER-C menjadi sesuatu yang sangat membanggakan dan sekali lagi pemerintah memberikan apresiasi yang sangat tinggi. “Bekerja terus untuk nilai-nilai kemanusiaan, memperjuangkan kemanusian adalah tugas mulia. Saya berharap MER-C terus berdiri di garis terdepan untuk memberikan pelayanan, terutama di daerah-daerah konflik maupun bencana alam,” tuturnya.