MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim MER-C Tiba di Lokasi Gempa Malampah, Pasaman

Jum’at malam/25 Februari 2022, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, Tim advance MER-C yang bergerak dari Batipuh Sumbar pasca bencana gempa bumi 6,2 SR mengguncang Pasaman dan sekitarnya pada Jum’at pagi, akhirnya tiba di lokasi bencana, tepatnya di Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman Timur. “Saat kami tiba tadi malam, belum ada bantuan yang masuk ke daerah Malampah. Nakes juga belum ada,” ungkap Wirsal, relawan perawat MER-C yang melakukan assessment awal. “Belum ada posko Induk dan media center, infonya baru hari ini katanya akan dibuat, namun belum ada gambaran di daerah mana akan dibangun. Warga membangun tenda-tenda di depan rumah mereka,” ujarnya. Akibat gempa, di daerah Malampah tepatnya di desa Guguang dilaporkan sebanyak enam warga belum ditemukan. Di desa Melayu sebanyak lima warga meninggal dunia. Empat orang diantaranya sudah dimakamkan, sementara satu orang lagi masih dalam pencarian karena tertimbun reruntuhan bangunan. Gempa susulan berskala lebih kecil masih terus terjadi. Untuk korban luka-luka ditangani di RS sekitar seperti RSUD Jambak Pasbar dan RS Yarsi. Korban yang tidak dapat ditangani dirujuk ke RS yang lebih besar seperti RS M. Djamil di Padang. Diperkirakan masih ada korban-korban di lapangan yang belum mau dan belum bisa dibawa ke RS, namun jumlahnya belum bisa dipastikan. Tim melaporkan sempat terjebak di desa terdampak karena akses menuju lokasi pada Jum’at malam sempat terputus akibat air meluap sampai ke jalan. Namun sekitar Sabtu/26 Februari 2022, pukul 4 pagi dengan bantuan alat berat akhirnya jalan dapat diakses kembali dan Tim MER-C bisa melanjutkan assessment ke desa-desa terdampak lainnya. “Di sini listrik dan jaringan internet padam total, namun untuk jaringan telepon masih ada di titik titik tertentu. Untuk masuk ke desa-desa terdampak selain jalan yang sempit aksesnya juga mendaki,” tambahnya. Sementara, lima relawan tambahan yang berangkat dari Medan masih dalam perjalanan menuju lokasi bencana. Jika diperlukan, selain tim medis umum, MER-C akan menurunkan Tim Bedah untuk membantu penanganan operasi para korban gempa. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut :Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia

Gempa 6,1 SR Guncang Sumbar, MER-C Kirim Tim Medis

Gempa bumi berkekuatan 6,1 SR mengguncang wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat/25 Februari 2022. Gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 8.35 waktu setempat, berdasarkan data sementara telah menyebabkan 7 warga meninggal dunia, puluhan warga luka-luka dan sebanyak 5.000 warga terpaksa mengungsi yang tersebar di 35 titik pengungsian. Gempa susulan dikabarkan telah terjadi sebanyak 40 kali. Pada hari kejadian bencana terjadi, MER-C Indonesia segera menurunkan tim relawan medisnya. Tim advance yang terdiri dari satu perawat dan satu supir yang berada di Batipuh, Sumatera Barat, pada pukul 2 siang langsung bergerak ke lokasi bencana. Jarak tempuh via darat diperkirakan akan memakan waktu sekitar 5 jam. Sementara itu, pada Jum’at malamnya/25 Februari 2022, Tim lanjutan yang terdiri dari dua dokter umum, satu perawat dan dua mahasiswa kedokteran juga berangkat dari Medan, Sumatera Utara menuju ke lokasi bencana di Pasaman. Tim advanve akan bertugas hingga satu minggu ke depan untuk melakukan assessment awal dan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut :Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia

Kasus Omicron Meningkat, MER-C Aktifkan Lagi Program Isomantau

Kasus varian baru Covid-19, yaitu Omicron terus meningkat. Meski tidak seganas Delta (varian sebelumnya), namun Covid-19 varian Omicron disebutkan lebih cepat penyebarannya. Mengantisipasi hal ini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia telah mengaktifkan kembali program Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau, yaitu program yang memberikan bimbingan dan pemantauan terhadap pasien-pasien terkonfirmasi Covid-19 bergejala ringan dan/atau tanpa gejala selama mereka menjalani isolasi mandiri di rumah. Program ini gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk peran serta MER-C dalam membantu penanganan Covid-19 di tanah air. Ketua Tim Isomantau MER-C dr. Tasykuru Rizqa, SpPD mengatakan bahwa MER-C sudah mengaktifkan kembali program Isomantau sejak Januari 2022. “Sebenarnya program Isomantau tidak pernah kami tutup, namun seiring kasus Covid menurun, jumlah pasien yang mendaftar pun menurun. Kini ketika kasus Covid varian Omicron meningkat, mulai banyak lagi masyarakat yang menghubungi call center Isomantau MER-C untuk mendaftar dan mengikuti program ini,” ujarnya. Merespon pemberitaan tentang meningkatnya kasus Covid-19, MER-C menghimbau agar masyarakat tetap antisipatif namun juga rasional dalam mencerna informasi. Antisipatif artinya tetap konsisten menjaga budaya rajin cuci tangan dan memakai masker. Rasional artinya melihat informasi berdasarkan fakta, menghindari komentar hiperbola serta tetap mendukung usaha menjaga kesehatan masyarakat. Bagi masyarakat yang terpapar, khususnya yang bergejala ringan dan/atau tanpa gejala agar mengerjakan isolasi mandiri dengan pemantauan Tim Kesehatan yang terlatih. Hal ini dikarenakan pemantauan merupakan variable penting dalam menjaga kondisi individu dan stabilitas pelayanan kesehatan. Rumah sakit perlu kita manfaatkan seefektif mungkin untuk merawat pasien sesuai indikasi rawat, baik itu karena Covid-19 atau kasus lainnya yang non-Covid-19. Untuk itu, MER-C kembali mengaktifkan program Isomantau, sebuah layanan telemedicine yang memberikan pemantauan setiap hari selama pasien menjalani isolasi mandiri di rumah sampai masa isolasi selesai. Pemantauan rutin setiap hari ini yang membedakan Isomantau MER-C dengan program telemedicine lainnya. Dengan pemantauan rutin diharapkan pasien yang kondisinya memberat akan dapat diketahui dan segera diarahkan ke RS untuk mendapatkan penanganan. Masyarakat yang membutuhkan layanan Isomantau dapat menghubungi Call Center Isomantau MER-C di nomor 0822-9922-5050. Salam,MER-C Indonesia

MER-C dan Dinkes DKI Jakarta Lakukan Pertemuan Virtual Bahas Kerjasama Isomantau

Kasus Covid-19 varian Omicron merebak, MER-C kembali berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Pada Selasa/15 Februari 2022, Tim Isomantau MER-C yang diwakili oleh dr. Naenda Stasya, MARS dan dr. Hadiki Habib, SpPD serta beberapa relawan lainnya melakukan pertemuan virtual dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Pertemuan dimaksudkan untuk menginformasikan pengaktifan kembali program Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau oleh Tim MER-C dan membahas mengenai kerjasama dalam program ini. Kerjasama MER-C dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam program penanganan Covid-19 bukan baru pertama kali. Kerjasama sudah berlangsung sejak gelombang pertama Covid-19 pada tahun 2020, pada gelombang ke-2 pada tahun 2021 dan kini ketika terjadi gelombang ke-3 Covid-19 dengan varian Omicron, MER-C dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta kembali menguatkan kerjasama yang ada dan mensinergikan program penanganan Covid-19 khususnya Isomantau di provinsi DKI Jakarta. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pertemuan virtual lanjutan dengan seluruh Puskesmas di enam wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk mensosialisasikan alur kerjasama Isomantau terbaru dan informasi lainnya yang diperlukan. Isomantau atau Isolasi Mandiri Terpantau adalah sebuah program yang memberikan bimbingan dan pemantauan terhadap pasien-pasien terkonfirmasi Covid-19 bergejala ringan dan/atau tanpa gejala selama mereka menjalani isolasi mandiri di rumah sampai masa isolasi selesai. Program ini gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk peran serta MER-C dalam membantu penanganan Covid-19 di tanah air.  

Masyarakat Nagan Raya Salurkan Donasi untuk Palestina melalui MER-C

Kedekatan emosional antara masyarakat Aceh dan masyarakat Palestina terus berlanjut. Hal ini dibuktikan dengan perhatian masyarakat Aceh akan kondisi di Palestina dengan terus mengalirnya donasi dari masyarakat Aceh yang pada hari ini diwakili oleh masyarakat Nagan Raya.                             Jum’at/7 Januari 2022, masyarakat Nagan Raya atas nama Komite Nagan Raya Peduli Palestina memberikan donasi sebesar Rp 136.421.200,- untuk Palestina melalui MER-C. Donasi diserahkan secara langsung oleh Bupati Nagan Raya, H. M. Jamin Idham, SE yang diterima oleh Perwakilan Presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah, MSi. Turut hadir pada acara ini Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Ir. H. Ardimartha, dan perwakilan MER-C Aceh, Ira Hadiati, SH. Bantuan senilai Rp 136.421.200,- dari Masyarakat Nagan Raya akan sangat bermanfaat untuk menyempurnakan pembangunan tahap dua RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang saat ini dalam proses pengadaan alat kesehatan. Pembangunan tahap dua untuk membangun dua lantai tambahan di RS Indonesia telah dimulai sejak awal tahun 2019. Pembangunan selesai pada pertengahan tahun 2020 lalu yang kemudian diikuti dengan pengadaan alat kesehatan.                               Dengan selesainya pembangunan tahap dua, maka bangunan RS Indonesia saat ini terdiri dari 4 lantai dan 1 lantai basement, dengan total kapasitas 230 tempat tidur. Sebagian alat kesehatan saat ini sudah terinstalasi di RS Indonesia. Proses ini terus dikejar dan secara bersamaan juga dilakukan pengecekan bertahap untuk semua item alat kesehatan antara perwakilan MER-C, manajemen RS Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza agar dua lantai tambahan bisa segera dibuka dan beroperasi. Kebutuhan akan sarana dan prasarana kesehatan hingga saat ini memang masih sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di Palestina. Dengan donasi dari rakyat Indonesia, MER-C akan terus melakukan program pengembangan RS Indonesia yang diperlukan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina yang saat ini masih terus berjuang meraih kemerdekaannya.

Alumni SMP 12 ‘80 Bantu Korban Erupsi Semeru Melalui MER-C

Corps 12 ’80 mendatangi Kantor Pusat Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di bilangan Senen, Jakarta Pusat untuk menyalurkan donasi bagi korban erupsi gunung Semeru, Jum’at/17 Desember 2021. Donasi sebesar Rp 15 juta diserahkan secara langsung oleh Ketua Harian Corps 12 ’80, Djati Samodra kepada MER-C yang diwakili oleh Ir. Luly Larissa selaku Ketua Divisi Penggalangan Dana MER-C dan Rima Manzanaris selaku Manajer Operasional MER-C.                     “Corps 12 ’80 adalah Ikatan Alumni SMP 12 angkatan tahun 1980 Jakarta. Donasi ini dari teman-teman kami satu angkatan,” jelas Djati. Menurutnya, kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana seperti ini adalah kegiatan yang rutin dilakukan. “Namun untuk kepengurusan yang baru, penggalangan dana ini adalah yang pertama kalinya. Kepengurusan kami sendiri resmi dimulai sekitar bulan Agustus tahun 2021,” ujarnya. Lebih lanjut Djati menjelaskan bahwa penggalangan dana untuk korban erupsi gunung Semeru dilakukan selama lima hari. Setelah terkumpul, MER-C menjadi lembaga yang dipilih sebagai tempat penyalurannya. “Kebetulan saya dan kawan-kawan sudah tahu seperti apa sepak terjang MER-C Ketika ada bencana. MER-C selalu di garda terdepan jika ada bencana. Dari situ, tidak terlalu sulit buat kami untuk menentukan MER-C sebagai jalur distribusi bantuan dari teman-teman Corps 12 ‘ 80 ini,” tambahnya.                     Mewakili teman-teman seangkatannya, ia berharap donasi yang diberikan bisa disalurkan dengan baik oleh MER-C untuk membantu para korban erupsi gunung Semeru. “Kami berharap dana yang terkumpul tidak seberapa ini bisa disalurkan dengan baik untuk membantu korban erupsi Semeru yang membutuhkan bantuan medis khususnya. Tentunya banyak sekali baik korban-korban luka bakar, pasca erupsi atau pasca bencana pun kami yakin masih diperlukan kehadirannya,” pungkasnya. MER-C sendiri sudah bergerak untuk membantu korban erupsi Semeru sejak satu hari pasca bencana. Sampai saat ini sekitar 27 relawan dengan berbagai keahlian seperti dokter spesialis, dokter bedah umum, perawat, bidan, dan juga tim trauma healing telah diturunkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana erupsi.

MER-C Kirim Tim Medis dan Trauma Healing Bantu Korban Erupsi Semeru

MER-C Indonesia masih terus bergerak bantu korban Erupsi Semeru. Hari ini, Jum’at/10 Desember 2021, MER-C kembali memberangkatkan Tim Relawannya ke wilayah yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Tim berjumlah total 13 relawan yang terdiri dari dokter umum, perawat, bidan, bagian logistic serta trauma healing.                       Ini adalah tim ke-3 yang MER-C turunkan untuk membantu penanganan korban bencana erupsi Gunung Semeru. Sebelumnya, sejak satu hari pasca bencana, MER-C telah menurunkan dua tim relawan. Tim pertama adalah Tim Advance sebanyak 5 relawan yang dpimpin oleh dr. M. Hardian Basuki, SpOT(K) yang juga Ketua MER-C Cabang Jawa Timur melakukan assessment ke beberapa titik pengungsian dan fasilitas kesehatan. Tim ke-2 adalah Tim Medis terdiri dari dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi, dokter umum, perawat dan bagian logistik berjumlah tujuh orang yang merupakan gabungan dari relawan MER-C Cabang Yogyakarta, Solo dan Jawa Timur. Relawan bedah plastik melayani pasien luka bakar di RS DR. Haryoto Lumajang, sementara relawan medis lainnya melakukan pelayanan mobile clinic ke titik-titik pengungsian yang masih minim bantuan medis. Dr. Mustofa Siddik, Ketua Tim ke-3 MER-C untuk Erupsi Semeru mengatakan bahwa persiapan untuk keberangkatan tim sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. “Persiapan tim ini sudah sejak beberapa hari lalu. Kita persiapkan beberapa hal yang diperlukan bagi kegiatan di sana meliputi Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan, kacamata google, sepatu boot, dan lainnya serta keperluan untuk pelayanan kesehatan di daerah yang terjadi bencana seperti obat-obatan dan penunjang lainnya,” jelasnya menjelang keberangkatan Tim pagi ini di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kegiaan tim tidak langsung berkaitan dengan evakuasi, melainkan pendampingan kesehatan.                             “Targetnya siapapun yang membutuhkan akan kami layani sesuai dengan kapasitas kami sebagai tim kesehatan. Namun apabila dirasa kami menemukan satu kasus yang tidak dapat ditangani oleh tim, maka kami akan merujuk ke fasilitas kesehatan terdekat yang memadai,” tambahnya. Keberangkatan Tim MER-C pagi ini menggunakan dua armada double cabin. Rencananya, tim akan bertugas selama satu minggu ke depan, rolling dengan tim ke-2 yang sudah bertugas sejak hari Senin lalu. Selanjutnya tim relawan akan terus dikirimkan secara rotasi sesuai dengan kebutuhkan di lapangan.

Relawan MER-C Bantu Penanganan Korban Erupsi Semeru di RS DR. Haryoto Lumajang

Selain tim relawan medis yang melakukan mobile clinic untuk memberikan layanan pengobatan bagi warga terdampak erupsi Semeru yang berada di titik-titik pengungsian, MER-C juga menurunkan relawan dokter spesialis bedah plastic rekonstruksi dan estetika untuk membantu penanganan korban erupsi Merapi yang berada di rumah sakit. Adalah Dr. dr. Nova Primadina, SpBP-RE., salah seorang relawan dari MER-C Cabang Jawa Timur yang ditugaskan membantu penanganan korban luka bakar di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RS DR. Haryoto, Lumajang.                             RS Dr. Haryoto Lumajang adalah RS yang ditunjuk menjadi pusat rujukan seluruh korban erupsi Semeru oleh Dinas Kesehatan setempat. Saat ini sebanyak 16 pasien masih ditangani di RS Dr. Haryoto Lumajang. “Iya yang luas-luas luka bakarnya yang dirujuk ke RS Dr. Haryoto. Ada 16 pasien,” ujar dr. Nova yang juga merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Di RS Dr. Haryoto Lumajang, kegiatan yang dilakukannya bersama dengan tim medis rumah sakit adalah debridement luka bakar, tangensial eksisi, immediate skin graft atau cangkok kulit, stabilisasi kondisi pasien dan monitoring balance cairan serta nutrisi pasien luka bakar.                                 “Total pasien yang dioperasi sejak hari Selasa (7 Desember 2021) sampai dengan Kamis (9 Desember 2021) sebanyak 14 orang,” jelasnya melalui laporan yang dikirimkan ke MER-C Pusat Jakarta. Pada hari Selasa lalu, mewakili MER-C, ia juga menyerahkan bantuan alat skin stapless untuk operasi cangkok kulit pasien luka bakar kepada dr. Agus Santoso Budi, Sp.BP-RE(K) dari PERAPI Jatim.

Dukung Safari Kemanusiaan MER-C untuk Palestina, MUI: Ini Langkah yang Sangat Baik

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Hubungan Internasional, Prof. DR. Sudarnoto Abdul Hakim menyambut baik ide safari kemanusiaan untuk Palestina yang tengah dilakukan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). MUI mendukung dan berharap gerakan ini akan memberi ruang untuk merakit sebuah aliansi antar warga bangsa untuk membela Palestina. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Selasa/7 Desember 2021.                     “Ide safari kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C adalah langkah yang sangat baik. Pertama, agar terbangun awareness di kalangan masyarakat luas terkait persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat dan bangsa Palestina yang dalam waktu panjang telah teraneksasi oleh Israel. Kedua, pentingnya safari ini adalah memberi ruang untuk merakit sebuah aliansi antar warga bangsa apapun latar belakang agama, suku, dsb bahwa kerjasama secara lebih luas untuk membangun dan membela rakyat Palestina menjadi sangat penting,” ujarnya. Prof Sudarnoto juga menegaskan bahwa MUI mendukung semua gerakan yang dilakukan oleh siapapun, karena membela Palestina adalah amanah pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kisah Palestina juga merupakan kisah penjajahan yang eksistensial yang dilakukan oleh Israel. Menurutnya, posisi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia termasuk kekuatan-kekuatan civil society seperti MER-C dan sebagainya menjadi sangat penting untuk membuktikan bahwa ini adalah Amanah UUD 1945.                     “MUI tentu sangat mendukung berbagai upaya-upaya yang memang dilakukan untuk perdamaian di tengah kesulitan yang dihadapi oleh bangsa Palestina. Ini komitmen kemanusiaan untuk perdamaian dunia,” katanya. Ia berharap langkah ini dapat terus dilakukan melalui program-program yang lebih konkrit. “Mudah-mudahan langkah safari ini merupakan langkah yang secara terus-menerus dilakukan dan melalui program yang konkrit, antara lain melalui dialog-dialog berkelanjutan dan pilihan ide-ide program yang bisa dirasakan oleh rakyat dan bangsa Palestina menjadi penting. Ini perlu ditindaklanjuti dalam pertemuan-pertemuan untuk membahas lebih detail,” tambahnya. Menyinggung mengenai bantuan untuk Palestina, Prof Sudarnoto menjelaskan bahwa MUI saat ini sedang berkonsentrasi menyelesaikan program RS Indonesia di Hebron, Tepi Barat, Palestina. “Alhamdulillah kita memperolah dukungan dari berbagai kalangan. Kami berharap ini akan selesai sesuai dengan jadwalnya. Ini program yang sangat penting bukan semata-mata berdirinya secara fisik RS Indonesia di Hebron. Tapi ini menggambarkan komitmen bangsa Indonesia melalui MUI, menggambarkan kepedulian kita kepada Palestina.”                     Sementara itu, untuk membantu warga Palestina, khususnya yang berada di Jalur Gaza, MER-C juga telah melakukan pembangunan RS Indonesia di wilayah terblokade ini. Selain bantuan kemanusiaan, safari kemanusiaan untuk Palestina menjadi langkah MER-C selanjutnya untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Silahkan bertanya?