Semeru Erupsi, MER-C Turunkan Tim Medis

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur mengalami erupsi, Sabtu/4 Desember 2021 sekitar pkl 15.00 waktu setempat. Esok harinya, Minggu/5 Desember 2021, MER-C mengirimkan Tim Advance menuju lokasi terdampak bencana untuk melakukan Initial Assessment of Disaster. Tim advance MER-C yang dipimpin oleh dr. Hardian Basuki, SpOT(K) yang juga merupakan Ketua MER-C Cabang Jawa Timur beserta empat relawan lainnya menyusuri titik-titik pengungsian warga korban bencana erupsi Semeru. Lokasi yang dikunjungi antara lain desa Penanggal, Desa Sumbermujur, Kec. Pronojiwo dan Kec. Candipuro. Tim juga mendatangi dua rumah sakit yang menangani korban bencana Semeru, yaitu RSUD Dr. Haryoto dan RSUD Pasirian untuk mendata korban yang masih membutuhkan penanganan dan kebutuhan tenaga medis. Menindaklanjuti hasil assessment tersebut, pada Senin/6 Desember 2021, MER-C menurunkan Tim lanjutan (Tim Medis I) yang terdiri dari tujuh orang relawan dengan komposisi dokter spesialis bedah plastic, dokter umum, perawat dan relawan logistik. Tim ini merupakan gabungan relawan dari MER-C Cab Jogjakarta, Solo dan Jawa Timur. Tim Medis I langsung menuju lokasi pengungungsian di Desa Sumberwuluh, kec. Candipuro dan mengadakan layanan pengobatan bagi warga korban erupsi yang mengalami keluhan kesehatan. Sebagaimana diketahui, erupsi semeru berupa guguran awan panas telah menyebabkan setidaknya 34 orang meninggal dunia, 22 hilang, 38 luka berat, 352 luka ringan serta sebanyak 5.205 orang terdampak dan 4.250 orang mengungsi. MER-C Indonesia akan terus mengirimkan tim relawan untuk memberikan bantuan khususnya medis bagi korban bencana erupsi Semeru. Bantuan dan donasi bagi program ini dapat disalurkan melalui:BCA, 686.0099339BSI – BSM, 701.565.8899An. Medical Emergency Rescue Committee
Erupsi Semeru
Mari bersama kita doakan dan bantu. Semoga saudara-saudara kita di sana diberikan perlindungan dan keselamatan serta kekuatan. Salam Kemanusiaan, MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 FB dan Youtube : MER-C Indonesia IG dan Twitter : @mercindonesia #erupsi #gunung #semeru #semeruerupsi #prayforsemeru #relawanmerc #timmedismerc #bantuankemanusiaan #mercindonesia
Langkah Medis Awal pada Fase Akut Semeru
Semeru erupsi, untuk melakukan pertolongan medis awal para korban luka bakar dan cedera saluran nafas akibat awan panas 1. Jangan masuk ke lokasi saat masih erupsi (kecepatan awan panas bs melebihi 100km/jam. Biarkan im SAR bekerja2. Untuk korban-korban luka bakar yang berhasil dievakuasi , lakukan DISASTER TRIAGE , jangan ditumpuk di satu Rumah Sakit, siapkan ambulance dan korban disebar berdasarkan derajat beratnya luka bakar dan adanya trauma inhalasi, yang berat dikirim ke Rumah Sakit yang memiliki ICU atau unit luka bakar. Agar bisa tercapai respon time yang adekuat dan selamat.3. Evakuasi warga ( terutama kelompok rentan: balita, ibu hamil dan geriatri) ke tempat atau lokasi yang aman 4. Sediakan masker dan air minum yang cukup untuk warga.5. Setelah letusan dan asap reda, lakukan Rapid Health Assessment (RHA) dan lakukan pertolongan Semoga para korban bisa terselamatkan Salam Kemanusiaan dr. Yogi Prabowo, Sp.OT(K) Presidium & Relawan Medis MER-C
Pray For Semeru

Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu/4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB. MER-C Indonesia menyiapkan Tim Advance untuk melakukan assessment dan memberikan bantuan medis awal bagi masyarakat terdampak. Mari bersama kita doakan dan bantu. Semoga saudara-saudara kita di sana diberikan perlindungan dan keselamatan serta kekuatan. Salam Kemanusiaan, MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 FB dan Youtube : MER-C Indonesia IG dan Twitter : @mercindonesia #erupsi #gunung #semeru #semeruerupsi #prayforsemeru #relawanmerc #timmedismerc #bantuankemanusiaan #mercindonesia
Romo Benny Bertemu Ketua MER-C: Muhammadiyah dan NU Bisa Menjadi Penengah Konflik Palestina

Dalam rangka mendorong Kemerdekaan Palestina, Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia, Sarbini Abdul Murad terus melakukan Safari Kemanusiaan dengan berbagai elemen bangsa termasuk para tokoh lintas agama. Sebagai rangkaian dari kegiatan ini, Sarbini bertemu dengan Rohaniawan Katolik yang juga staf khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Antonious Benny Susetyo, Senin/22 November 2021, di Gedung BPIP, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan tersebut, Sarbini memperkenalkan MER-C sebagai sebuah lembaga sosial dengan misi kemanusiaan dan perdamaian yang saat ini salah satu fokusnya adalah mendorong kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari tanggung jawab sejarah dan tanggung jawab konstitusi bangsa Indonesia. Romo Benny menyatakan dukungannya terhadap upaya MER-C. Menurutnya Palestina adalah masalah global yang harus didukung semua pihak. “Kami memberi dukungan, sikap Paus mengatakan bahwa Palestina juga harus memiliki negara sendiri dan Yerusalem sebagai kota internasional. Jadi ini sebenarnya momentum kita bersama untuk merajut kemanusiaan. Karena teman-teman Kristen juga ingin merdeka dari Israel. Ini persoalan global. Kita mendukung karena kemanusiaan dan ini harus didukung semua pihak. Ini bagian dari misi kemanusiaan yang tidak mengenal agama, suku, etnis. Kita punya komitmen yang sama bahwa Palestina harus memiliki kemerdekaan dan negeri,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi langkah MER-C yang telah membangun Rumah Sakit Indonesia dan bantuanlainnya di Palestina. Baginya, apa yang dilakukan MER-C sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. “Kita bersyukur karena MER-C mampu membangun solidaritas kemanusiaan itu. Ini harus didukung oleh semua umat beragama di Indonesia,” ujarnya. “Apalagi negara ini berdasarkan Pancasila, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, mencintai Tuhan berarti mencintai manusia, sehingga yang dilakukan MER-C mengaktualisasi nilai Pancasila dalam praksis yang jelas sekali berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal,” tambahnya. Dalam pertemuan tersebut Sarbini juga menyampaikan harapannya agar Indonesia ke depan bisa memainkan peran lebih di Palestina. “Kami berharap Romo Benny dapat menyampaikan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, agar Indonesia bisa menjadi perekat antara Hamas, Fatah dan Kelompok-kelompok lain yang ada di Palestina,” ujar Sarbini. Menanggapi hal ini Romo Benny menyampaikan bahwa ini adalah komitmen sejak Presiden Indonesia pertama bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. “Itulah komitmen Ir. Soekarno. Siapapun Presidennya, Indonesia punya misi, yaitu Palestina harus merdeka. Itu harus kita perjuangkan bersama-sama.” Menurutnya Indonesia sudah berperanan aktif untuk Palestina. Ia juga sependapat bahwa tidak hanya pemerintahan, namun civil society seperti NU dan Muhammadiyah juga bisa berperan menjadi penengah dalam konflik Palestina. “Kita berharap organisasi NU dan Muhammdiyah bisa menjadi mediator untuk mengupayakan rekonsiliasi dan perdamaian, menghentikan kekerasan kemudian terciptanya Palestina yang merdeka. Ini bisa, saya yakin,” pungkasnya. “Safari Kemanusiaan” adalah bagian dari upaya MER-C sebagai lembaga sosial untuk kemanusiaan dan perdamaian dalam rangka mendorong kemerdekaan Palestina. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab sejarah dan tanggung jawab konstitusi MER-C sebagai eleman anak bangsa untuk menguatkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina dan mengkomunikasikan ke semua pihak bahwa persoalan Palestina bukan hanya milik umat Islam, namun merupakan masalah dan tanggung jawab bersama. Dalam rangka mendorong kemanusiaan dan perdamaian, selain di Palestina, MER-C juga telah membangun Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State (Myanmar) yang dilakukan bersama PMI (Palang Merah Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia).
Bertemu Presiden PCOM, Ketua MER-C Ajak Semua Kelompok Perlawanan Palestina Bersatu

Ketua Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad menerima kunjungan Presiden Palestinian Cultural Organization Malaysia (PCOM), Muslim Imran, Kamis/18 November 2021, di kantor pusat MER-C di Jakarta. Ini adalah kunjungan ke-2 PCOM ke MER-C setelah sebelumnya pada 2019 pernah berkunjung untuk membahas perkembangan program Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza yang saat itu dalam proses pembangunan tahap ke-2. Didampingi dua orang delegasi, Muslim Imran, menyampaikan undangan konferensi terkait Yerusalem dan Palestina yang akan diselenggarakan pada awal Desember tahun ini di Istanbul, Turki. Ia juga menceritakan bagaimana perkembangan politik terkini di Palestina. Menurutnya, Indonesia mempunyai peranan sangat penting bagi perjuangan rakyat dan bangsa Palestina untuk mencapai kemerdekaan. “Indonesia mempunyai peranan sangat penting bagi Palestina, karena Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, negara perjuangan, negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia dan merupakan pusat dari kawasan Asia Tenggara,” ujarnya. Untuk itu, ia berharap Pemerintah serta rakyat Indonesia termasuk kelompok-kelompok masyarakat sipil peduli Palestina seperti MER-C dapat terus berperan dan memberikan dukungan bagi Palestina secara keseluruhan, baik kepada Tepi Barat maupun Jalur Gaza. Menanggapi hal ini, Sarbini Abdul Murad menegaskan bahwa Palestina adalah ikon abadi MER-C. Ia menjelaskan bahwa selain melakukan pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza yang masih terus dilakukan pengembangan-pengembangan, saat ini MER-C tengah melakukan Safari Kemanusiaan kepada Tokoh Lintas Agama dan berbagai elemen bangsa Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Sarbini juga mengajak semua kelompok perlawanan yang ada di Palestina untuk bersatu terutama faksi besar Fatah yang berada di Tepi Barat dan Hamas yang berada di Jalur Gaza. Menurutnya, dengan persatuan yang kokoh maka cita-cita kemerdekaan bisa dicapai. “Memang ada perbedaan cara pandang antara Hamas dan Fatah, namun perbedaan ini jangan sampai mengganggu persatuan nasional Palestina dan melemahkan gerakan perjuangan dalam menghadapi Israel,” ujarnya.
Serdang Bedagai Dilanda Banjir, MER-C Siapkan Tim Medis.

Hampir sebulan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara dilanda banjir, pada tanggal 12 November 2021 MER-C telah melaksanakan Assessment. Insha Allah MER-C Cabang Medan akan mengirimkan tim untuk melaksanakan layanan kesehatan lebih lanjut pada hari Minggu, 14 November 2021. Kebutuhan Mendesak :1. Makanan2. Selimut3. Matras4. Obat-obatan5. Tenda pengungsian Rekening Kemanusiaan :Bank Mandiri Syariah (BSM) 7074585099 Atas nama : MER-C Cabang Medan Info : MER-C Cabang MedanJl. Setia Budi Kompleks Ruko Milala Mas No. B22, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan.Telp : 0811 648 1408FB : Relawan MER-C MedanIG : MER-C MEDANEmail : mercmedancenter@gmail.com
MER-C Bertemu Romo Magnis Bahas Palestina

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Romo Frans Magnis Suseno untuk membahas konflik Palestina – Israel, Jumat (30/10). Pertemuan ini dalam rangka Safari Kemanusiaan MER-C dengan Tokoh-Tokoh Lintas Agama untuk Palestina. Langkah demikian sudah dilakukan MER-C sejak lama untuk mempersatukan bahwa persoalan Palestina bukan hanya masalah umat Islam, namun semua agama mempunyai kepentingan karena sisi kemanusiaannya. Menurut Sarbini, MER-C sebagai organisasi sosial untuk kemanusiaan dan perdamaian berupaya mengajak semua tokoh agama mendukung kemerdekaan Palestina karena ini panggilan konstitusi dan hutang sejarah kita dimana Palestina satu-satunya peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang hingga saat ini belum merdeka. Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, Ketua Presidium MER-C berdiskusi dan meminta pandangan serta masukan dari salah satu Tokoh Agama Katolik senior Indonesia ini tentang konflik Palestina – Israel dan upaya bersama sebagai elemen bangsa dan warga dunia untuk menyelesaikan konflik ini. “Kita mengharapkan konflik ini bukan konflik agama, namun konflik ini bisa diselesaikan secara bersama-sama,” ujar Sarbini. “Orang ramai membahas Palestina ketika ada pengemboman di sana, namun setelah itu kita lupa. Padahal masalah konflik Palestina – Israel lebih besar dari itu dan luar biasa, sehingga perlu dukungan banyak pihak,” tambahnya. Sarbini juga memaparkan program yang telah dilakukan MER-C untuk Palestina selama lebih dari 12 tahun terakhir, yaitu pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza yang merupakan bantuan murni dari rakyat Indonesia melalui MER-C. Menanggapi hal ini, Romo Magnis memberikan pandangannya bahwa membantu orang-orang Palestina itu sangat terpuji karena rakyat Palestina mengalami penjajahan yang sangat serius. Ia juga sepakat dan mendukung langkah MER-C bahwa permasalahan di Palestina bukan hanya milik umat Islam karena di sana ada bermacam-macam agama. “Saya kira membantu orang-orang Palestina itu sangat terpuji karena mereka mengalami terjajah yang sangat serius. Kalau bantuan dalam bentuk rumah sakit, tentu saya sangat mendukung itu,” ujarnya. “Palestina itu bukan masalah Islam saja, karena orang Kristen di sana di Palestina, ada Katolik, Ortodoks, macam-macam, semua orang Arab, semua itu penduduk Palestina dan mereka sama. Saya kira itu penting sekali. Tapi tidak apa-apa kalau Islam sangat kuat mendukungnya,” tambahnya. Namun ia mengakui bahwa situasi di Palestina pada umumnya tidak mudah, masalahnya konflik politis kemanusiaan dan etis. Ia sepakat bahwa orang Palestina baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza berhak atas kebebasan penuh dan itu berarti mempunyai negara berdaulat. Permasalahan Jerusalem menurutnya lebih kompleks sedikit. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa eksistensi Israel jangan dipersoalkan lagi. “Saya bertolak dari anggapan bahwa eksistensi Israel jangan dipersoalkan lagi. Israel itu sendiri masuk dalam eksistensi yang tentu bisa sangat diragukan, tapi sudah lama diakui oleh PBB dan oleh umumnya masyarakat dunia, jadi policy bahwa Israel harus dibubarkan, itu salah besar,” katanya. “Saya tidak melihat hal lain daripada two-state solution. Israel tetap, Palestina West Bank tetap. Dulu termasuk Jordan, sebelum perang enam hari. Itu juga masih posisi mengapa bukan satu negara. Tapi kalau satu negara sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi itu tidak mungkin untuk Israel karena mayoritas di sana orang Arab. Israel tidak membangun negara Israel sebagai pelarian dari segala macam lalu mendapat mayoritas Arab, jadi itu tidak mungkin,” tambahnya. Namun ia menegaskan bahwa yang membuat two-state solution itu sulit dan menurutnya itu sabotase Israel adalah pemukiman-pemukiman, dimana menurutnya ada keterlibatan Amerika Serikat. Pemukiman dimulai sekitar tahun 1971 dan sekarang ada sekitar 2,8 juta orang Palestina Arab, juga banyak Kristen di situ walau mayoritas Islam. Namun agama menurutnya tidak menjadi masalah. Kini sudah lebih dari setengah juta Yahudi dengan 1.600 rumah baru akan didirikan. “Lalu bagaimana AS memberi semacam two-state solution, dimana lalu pemukiman itu termasuk Israel dan Israel juga menuntut sungai Jordan, lalu yang tinggal dari Palestina itu apa?” ujarnya. Ia menganalogikan hal ini membuat wilayah Palestina menjadi seperti keju Swiss, keju yang ada lubang-lubangnya. Itu tidak akan mungkin,” ujarnya. Jadi lepas dari masalah etika, menurutnya Israel mengira bisa selamanya menindas masyarakat Arab di Tepi Barat. Tentu tidak. Ia mencontohnya apartheid di Afrika yang juga tidak bisa dipertahankan untuk selamanya. Situasi ini diperparah lagi dengan dukungan terhadap Palestina di kalangan Arab Islam yang menurut pengamatannya semakin menipis. “Tahun-tahun terakhir ini beberapa negara Arab yang sudah membangun hubungan diplomatic dengan Israel dan membuat situasi lebih mantap bagi Israel. Israel mengira sekarang anginnya pro, dalam hal ini Amerika Serikat selaku mendukung. Eropa tidak begitu. Kalau negara-negara Timur Tengah diam-diam mendukung Israel. Indonesia menurut pandangannya tentu tidak mau mendukung Israel, karena manfaatnya sangat sedikit dan memberi senjata bagi golongan Islam terutama yang keras untuk bereaksi.” Romo Magnis menekankan bahwa meskipun Palestina bukan masalah Islam, tapi dalam kenyataan Islam penting di situ. “Saya lebih suka kalau Islam mainstream Indonesia yang moderat, yang pro NKRI membicarakan itu secara berani. Satu-satunya yang dulu berani itu Gusdur,” ujarnya. Menyinggung tentang AS dan Jerusalem, Romo Magnis menyatakan ketidaksetujuannya terhadap langkah yang diambil Amerika Serikat. Sikap dan posisinya menurutnya sesuai dengan posisi resmi Vatikan terhadap masalah ini. “Saya tidak mendukung posisi Amerika Serikat terhadap Israel karena Amerika Serikat sudah mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel. Menurut saya itu tidak tepat, juga yang dilakukan Israel di Jerusalem belum lama ini sekitar setengah tahun yang lalu sehingga menyebabkan terjadinya kerusuhan. Kerusuhan itu muncul sebetulnya karena Israel mau mengosongkan beberapa rumah di suatu daerah tertentu dengan alasan dulu orang Yahudi tinggal disitu sebelum tahun 1947, dan Jerusalem sudah termasuk Israel sehingga mereka boleh kembali,” terangnya. Terkait hal ini, ia menceritakan pengalamannya sendiri ketika ia dan keluarga terusir akibat Perang Dunia ke-2. “Saya sendiri mengalami pengusiran juga sebagai hukuman terhadap Jerman karena Perang Dunia ke-2. Saat itu akhirnya kami ke Cekoslovakia, kami dibawa ke kamp pengungsi dsb. Tempat saya dulu diisi dengan orang-orang Polandia yang disuir dari Uni Soviet Barat waktu itu. Jadi hilang semua keluarga saya. Padahal kami keluarga bangsawan, kami punya tanah cukup banyak, itu hilang semua. Tapi Jerman sudah mengakui itu, tidak lagi menuntut,” kisahnya. “Saya mendukung posisi Vatikan mengenai Jerusalem untuk diinternalisasikan di bawah PBB, sebab Jerusalem merupakan kota suci tiga agama,” tegasnya. Menyinggung tentang bantuan Rumah Sakit Indonesia yang sudah dibangun rakyat Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, Romo Magnis menyatakan dukungannya terhadap program RS Indonesia yang menurutnya sebuah langkah
MER-C dan Pembaca Republika Bantu Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Palestina

MER-C dan Republika kembali bekerjasama menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina. Kali ini bantuan yang diberikan dalam bentuk perlengkapan sekolah untuk anak-anak. Paket bantuan berisi perlengkapan sekolah lengkap yang terdiri dari tas, sepatu, seragam (kemeja/atasan), celana panjang jeans, buku tulis, buku gambar, pensil warna, tempat pensil, dan alat-alat tulis. Sasaran penerima bantuan adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar di Jalur Gaza yang membutuhkan seperti yatim, anak dari keluarga dhuafa, dan dari keluarga syuhada. Sebanyak total 300 paket perlengkapan sekolah didistribusikan secara langsung oleh Relawan MER-C Cabang Gaza ke sekolah-sekolah di Jalur Gaza. Sebanyak 200 paket diantaranya merupakan donasi dari Pembaca Republika dan sisanya sebanyak 100 paket merupakan donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. Bantuan ini diharapkan dapat menambah semangat anak-anak Gaza untuk sekolah dan mengejar cita-cita mereka. Keceriaan terpancar dari wajah polos dan suci anak-anak Gaza saat menerima bantuan. Ungkapan terima kasih Indonesia, terima kasih MER-C dan terima kasih Pembaca Republika mereka sampaikan atas perhatian yang tak pernah berhenti dari rakyat Indonesia. Bantuan dan Donasi untuk Program-program Kemanusiaan Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui: BSI – BSM, 700.290.5803 BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 Semua rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Simak tayangannya di MER-C Indonesia https://youtu.be/l8kDPPY-OYI Info : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176FB dan Youtube : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesia
Wakil Ketua MPR RI : Konflik Palestina Bukan Perang Agama, Ini Masalah Kemanusiaan

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menekankan bahwa apa yang terjadi di Palestina bukanlah perang agama, bukan pertikaian muslim dan non muslim, namun ini adalah masalah kemanusiaan. Ia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan MER-C di Palestina sebagai wujud dari pelaksanaan konsensus kebangsaan yang menjadi amanah dari para pendiri bangsa, yaitu menjaga perdamaian dunia. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Tim di rumah dinasnya, Kamis/23 September 2021. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai masalah Palestina. Mewakili MER-C, Sarbini Abdul Murad menyampaikan progress program MER-C di wilayah Jalur Gaza serta kendala yang dihadapi saat ini yaitu masih sulitnya perizinan masuk ke Jalur Gaza untuk menindaklanjuti program pengembangan RS Indonesia di sana. Menanggapi paparan Ketua Presidium MER-C, Wakil Ketua MPR RI periode 2019 – 2024 ini mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh MER-C di Palestina yang menurutnya merupakan pelaksanaan konsensus kebangsaan dan UUD 1945 dalam rangka ikut mewujudkan perdamaian dunia. Ia juga menekankan bahwa masalah Palestina bukan pertikaian muslim dan nonmuslim, namun merupakan masalah kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab semua. “Saya sendiri mengikuti perjalanan program MER-C di Palestina dari pembicaraan awal sejak 3-4 tahun lalu sejak saya masih di Media Grup. Saat ini ada dua saya melihat apa yang dilakukan MER-C dalam konteks kapasitas saya sekarang. Kita mengenal yang namanya konsensus kebangsaan. Salah satu yang jelas-jelas ada di dalam konsensus kebangsaan, ada dalam pembukaan UUD 1945 adalah ikut melaksanakan tercapainya perdamaian dunia. Itu tugas dan tanggung jawab kita menurut saya. Sebagai warga negara yang baik, yang memegang teguh janji-janji kita terhadap konsensus kebangsaan, yang dilakukan MER-C sesungguhnya melaksanakan betul apa yang menjadi amanah dari para founding fathers, amanah kita dan tugas kita sebagai warga negara untuk ikut menjaga terciptanya perdamaian dunia dalam konteks negara. Saya betul-betul mengapresiasi rekan-rekan semua yang tergabung di MER-C yang terpanggil untuk bergerak,” ujarnya. “Gaza bukan pertikaian muslim dan nonmuslim, ini betul-betul masalah politik. Tapi di atas itu semua saya melihat ini masalah kemanusiaan. Dengan cara kita masing-masing memiliki tugas untuk bisa mengambil peran dan tanggung jawab. Saya kira kehadiran MER-C sangat baik, membantu kita semua untuk meluruskan berbagai isu yang beredar atau terutama memberikan pemahaman sehingga kita bisa meletakkan permasalahan yang ada di Gaza Palestina ini pada konteks yang tepat. Kehadiran MER-C merepresentasikan keberadaan bangsa kita, menjalankan apa yang diamanahnya kepada kita sebagai warga negara dan juga sebagai manusia,” tambahnya. Mengenai peran pemerintah, ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah sudah mengambil posisi dan peran, Menlu RI juga sudah aktif berbicara dan mengambil peran. Namun menurutnya, konflik Palestina bukan sebuah konflik yang sederhana, cukup kompleks dan merupakan sebuah perjuangan kemanusiaan. “Pemerintah dalam konteks politik luar negeri kita, sepanjang yang saya ketahui sudah mengambil posisi dan peran. Saya rasa Menlu kita sudah cukup aktif berbicara. Tapi kita juga tahu bahwa konflik Palestina ini bukan sebuah konflik yang sederhana, ini cukup kompleks, sekali lagi ini sebuah perjuangan kemanusiaan. Ini salah satu tugas kita semua, bukan hanya pemerintah, yaitu memberikan pemahaman yang tepat dan benar kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa melihat dan menempatkan masalah Palestina sesuai konteksnya. Saya kira ini baru bisa selesai kalau memang seluruh bangsa bersama-sama bersatu menyelesaikannya,” tegasnya. Untuk itu, Lestari berharap dan mengajak agar semua pihak tidak lelah menyuarakan hal ini sehingga gerakan membela Palestina bisa lebih luas tidak terbatas sekat-sekat agama. “Marilah kita tidak lelah menyuarakan ini kepada saudara-saudara kita seluruh masyarakat Indonesia bahwa sekali lagi ini bukan perang agama, ini betul-betul murni masalah kemanusiaan, sehingga dengan demikian gerakan-gerakan untuk membela Palestina bisa kita rangkul secara lebih luas tidak terbatas sekat-sekat agama. Seluruh warga Indonesia yang memiliki perhatian dan simpati bisa terlibat. Yang kita kedepankan adalah peran kita sebagai warga dunia dan tugas kita untuk menjaga perdamaian dunia,” ujarnya. Sebelumnya pada 10 Juli 2019, Lestari Moerdijat dalam kapasitasnya saat itu sebagai Deputy Chairman Media Group telah menyerahkan donasi dari Media Group kepada MER-C sebesar Rp 6.507.911.514,- sebagai wujud dukungan untuk pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Gaza, Palestina. Berkat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, pembangunan tahap dua untuk membangun lantai 3 dan 4 RS Indonesia di Gaza sudah selesai pada pertengahan tahun 2020 lalu dan kini dalam proses pengadaan alat-alat kesehatan. MER-C sejak beberapa waktu lalu telah mempersiapkan Tim relawannya untuk bertugas selanjutnya ke Gaza Palestina untuk mengawasi proses pengadaan alat kesehatan serta rencana pengembangan RS Indonesia ke depan. Namun keberangkatan Tim hingga saat ini belum bisa terlaksana karena masih terkendala izin masuk. Jakarta, 24 September 2021Medical Emergency Rescue Committee