MER-C Buka Program Qurban di Gaza

Gaza – Masyarakat Indonesia yang ingin berqurban bagi saudara-saudaranya di Gaza, sebuah wilayah yang masih terblokade dari darat, laut dan udara, kini dapat merealisasikan niatnya melalui MER-C. MER-C melalui Cabangnya di Gaza, siap menyalurkan amanah qurban masyarakat Indonesia secara langsung kepada rakyat Gaza yang membutuhkan. MER-C Cabang Gaza sampai saat ini adalah satu-satunya Proses qurban mulai dari pembelian, pemotongan, pembagian hingga pengantaran secara langsung door-to-door hewan qurban kepada rakyat Gaza yang membutuhkan akan dilakukan oleh relawan Indonesia yang saat ini berjumlah 32 orang. Program hewan qurban telah dibuka sejak hari Kamis (12/9) lalu hingga tanggal 7 Oktober 2013 nanti atau 1 minggu menjelang Hari Raya Idul Adha. Harga hewan qurban yang ditawarkan berupa domba dengan berat 40 – 50 kg adalah Rp 3,5 juta per ekor. Harga ini sudah termasuk biaya operasional yang meliputi biaya transportasi, biaya dokumentasi, dll. Bagi masyarakat Indonesia yang berminat memberikan amanah qurbannya untuk Gaza dapat mengirimkan biaya qurban ke rekening MER-C amanah Kemanusiaan Gaza di BSM (Bank Syariah Mandiri), nomor rekening 700.2905.803, atas nama Medical Emergency Rescue Committee. “Kami mohon konfirmasi dari Bapak, Ibu, Sahabat apabila sudah melakukan transfer dana qurban agar dapat kami mengecek dananya dan melakukan pendataan. Data dan dana akan kami kirimkan ke Gaza untuk ditindaklanjuti oleh relawan kami di sana,” papar Tina, staf MER-C yang bertanggung jawab dalam program qurban MER-C. “Kami akan mengirimkan laporan pelaksanaan qurban kepada masing-masing donatur baik dalam bentuk email maupun pos,” lanjutnya. Sementara itu, Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqorrobin Alfikri menyampaikan bahwa wilayah penyaluran hewan qurban nanti diantaranya adalah Jabaliya dan Tal Za’tar di Gaza Utara. “Pertimbangan kami memilih wilayah ini adalah karena di sana banyak masyarakat yang miskin, terutama di Syekh Zaid dekat lokasi RS Indonesia ada gedung pemukiman para janda,” ujar Fikri yang saat ini juga tengah menempuh kuliah di Universitas Islam Gaza.
MER-C dan TPM Siapkan Bukti Gugat Israel ke Pengadilan Internasional

Jakarta, 12 Dzulqa’idah 1434/18 September 2013 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue-Committee (MER-C) bekerja sama dengan Tim Pembela Muslim (TPM) menyiapkan bukti untuk menggugat Israel dalam persidangan internasional di Istanbul, Turki pada 10 Oktober mendatang. Pengadilan yang diprakarsai oleh LSM Turki, Insani Yardim Vakfi (IHH) itu akan mengadili Israel karena melakukan penyerangan terhadap Kapal Mavi Marmara dalam konvoi kemanusiaan Gaza Freedom Flotilla pada 31 Mei 2010 lalu. Dalam serangan tersebut, sembilan warga negara Turki menjadi korban setelah tertembak oleh pasukan keamanan Israel di atas kapal. Dalam konvoi itu, MER-C mengirimkan lima relawannya yang juga tergabung dengan relawan Indonesia lainnya ikut serta dalam pelayaran yang mendapatkan serangan melibatkan para petinggi Israel, di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat Israel saat itu, Letjen Gabi Ashkenazi; Panglima Angkatan Laut Israel, Laksamana Eliezer Marom; Kepala Intelijen Militer Israel, Mayjen Amos Yadlin, dan Kepala Intelijen Angkatan Udara Israel, Brigjen Avishai Levi. Kelima relawan Indonesia yang berada dalam kapal Mavi Marmara adalah Arief Rachman, Nurfitri Moeslim Taher, Nur Ikhwan Abadi, Muhammad Yasin dan Abdillah Onim. Dalam persidangan nanti mereka akan didampingi oleh Ketua TPM, M. Mahendradatta. Pada 31 Mei 2010 sekitar pukul 04.30 pagi, Kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang berlayar dari Antalya, Turki menuju Jalur Gaza, Palestina mendapat serangan dari pasukan khusus Israel di perairan internasional sekitar 73 mil laut dari wilayah pendudukan Israel di Palestina yang terjajah. Pasukan Israel akhirnya menahan dan menggiring mereka ke pelabuhan Ashdod. Kapal Mavi Marmara mengambil bagian dalam armada kapal “Gaza Freedom Flotilla“ yang dioperasikan oleh kelompok aktivis dari 37 negara dengan tujuan membawa bantuan secara langsung menembus blokade Israel atas Jalur Gaza. Paska serangan tersebut, Israel mendapat kecaman dari dunia internasional karena melakukan pelanggaran HAM berat dengan menyerang konvoi kemanusiaan di perairan internasional. Pada Mei lalu dalam peringatan tiga tahun tragedi Mavi Marmara, para aktivis Mavi Marmara menuntut Israel tetap diadili meskipun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah meminta maaf kepada Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan. IHH sebagai pihak penyelenggara menyebutkan, permintaan maaf ini tidak akan mempengaruhi keputusan-keputusan yang telah ditetapkan pada sidang yang menjerat empat jenderal Israel yang bertanggung jawab terhadap serangan tersebut. Permintaan maaf ini sebenarnya merupakan syarat dari Turki kepada Israel yang ingin memperbaiki kembali hubungan bilateral antara Turki dengan Israel setelah sempat pecah pasca penyerangan tersebut. Selain syarat itu, Turki juga memberikan syarat untuk mencabut blokade Israel atas Gaza dan memberi kompensasi kepada keluarga korban yang meninggal dalam serangan yang terjadi di perairan internasional tersebut. (L/P01/P02). Sumber : http://www.mirajnews.com/palestina/9713-mer-c-dan-tpm-siapkan-bukti-gugat-israel-ke-pengadilan-internasional.html
MER-C Medan Terus Pantau dan Siagakan Tim Medis untuk Bencana Sinabung

Medan – Minggu (15/9) sekitar pukul 02.00 dini hari gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo provinsi Sumatera Utara meletus. Menyusul kejadian tersebut, MER-C cabang Medan segera menyiapkan Tim Advance tanggap bencana untuk melakukan assesment dan pertolongan medis darurat kepada para korban. Pada Minggu sore, Tim yang terdiri dari 3 dokter, 3 perawat dan 1 tenaga kesehatan masyarakat berangkat ke lokasi bencana dengan menggunakan ambulans operasional MER-C Cabang Medan. Tim pimpinan dr. Rinaldi Sani Nst tiba di wilayah Kabanjahe yang berada sekitar 5 km dari gunung Sinabung pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Tim langsung mengunjungi Masjid Raya Kabanjahe yang merupakan salah satu lokasi pengungsian. Sekitar 60-an warga mengungsi di masjid ini dan jumlahnya terus bertambah. Terdapat 5 titik pengungsian lagi di Jambur. Jumlah pengungsi di Kabanjahe dan Berastagi diperkirakan sebanyak 2.500 orang. Malam itu juga, Tim langsung melakukan kegiatan pelayanan kesehatan di Masjid Raya Kabanjahe. Keesokan harinya, Senin (16/9) tim mulai bergerak ke arah gunung Sinabung untuk melihat langsung kondisi bencana dan warga di sana, tepatnya di kecamatan Nemanteran. “Sebagian warga sudah mengungsi ke kota Kabanjahe, sebagian lainnya masih ada yang menetap,” ujar dr. Rinaldi, Ketua Tim Advance Bencana Sinabung. Lebih lanjut dr. Rinaldi, yang juga Ketua Divisi Yankes MER-C Cabang Medan memaparkan bahwa dari pantauan tim, warga cukup mendapatkan pengobatan dan makanan dari pemerintah setempat. Untuk mengecek kesehatan warga, Tim MER-C melakukan pelayanan medis dengan mobile clinic (pelayanan medis keliling). “Alhamdulillah, kondisi warga yang kami jumpai sehat-sehat saja,” tambah dr. Rinaldi. “Berdasarkan hasil evaluasi Tim Advance MER-C, maka untuk saat ini kami belum membuka posko. Namun kami tetap memantau dan siap turun ke lokasi apabila gunung Sinabung mulai aktif kembali,” ujar Ketua MER-C Cabang Medan, dr. Ahmad Handayani. “Bantuan pakaian, logistik serta dana kita tutup sementara karena penyalurannya belum bisa dipastikan, melihat situasi Sinabung,” tambahnya. MER-C Cabang Medan: Hp : 087768591522 BB : 28c45767 Rek. Donasi : BSM, 7019895167 an. MER-C Cabang Medan
Tim MER-C Medan Tiba di Lokasi Bencana Sinabung

Medan – Alhamdulillah Tim Advance Tanggap Bencana Medical Emergency Rescue Committee Cabang Medan yang terdiri dr 3 dokter, 3 perawat & 1 relawan kesehatan masyarakat telah sampai di Kabanjahe (pkl.19.30 tadi malam) kira-kira 5km dari Gunung Sinabung. Tim sampai di Mesjid Agung Kabanjahe. Banyak warga muslim yang mengungsi di mesjid. Sampai sekarang ada 60an warga di Mesjid Agung Kabanjahe dan akan bertambah. Terdapat 5 titik pengungsian lagi di Jambur. Jumlah pengungsi di Berastagi dan Kabanjahe sekitar 2500an orang. Mohon doanya utk para korban & Tim yang bertugas. Smg selalu diberi kemudahan & perlindungan. Amiin Contact MER-C Cab. Medan untuk info dan penyaluran bantuan: Hp 0877 68591522 Pin BB 28C45767 BSM, Rek No. 701.989.5167 a/n MER-C Cabang Medan
MER-C Medan Turunkan Tim Medis Untuk Korban Sinabung

Medan – Gunung Sinabung meletus Minggu dini hari (15/9) pukul 02.00 Wib. MER-C Cabang Medan akan menurunkan Tim Advance untuk assessment dan pertolongan medis darurat. Insya Allah tim akan berangkat hari ini pukul 16.00 Wib. MER-C Medan membuka posko untuk mernerima bantuan yang akan di salurkan ke para korban Sinabung, berupa pakaian layak pakai, makanan siap saji, dan dana. Bantuan dapat disalurkan ke kantor MER-C Medan di Jl. Setiabudi Komp Ruko Milala Blok C 6. Contact MER-C Cab. Medan untuk info dan penyaluran bantuan: Hp 0877 68591522 Pin BB 28C45767 BSM, Rek No. 701.989.5167 a/n MER-C Cabang Medan
Majelis Ta’lim Telkomsel Sumbang Donasi untuk Ruang Farmasi RSI

Jakarta – Setelah Pembaca Republika yang menyumbang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior ruangan Poliklinik RS Indonesia di Gaza, kini menyusul Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) yang memberikan donasinya untuk pengadaan alat kesehatan dan interior Ruang Farmasi RS Indonesia. Donasi sebesar Rp 650 juta yang dikumpulkan dari zakat, infaq dan shodaqoh karyawan ini diserahkan secara simbolis oleh Chairuddin (Ketua MTT) kepada dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Kamis 5 September 2013. Acara penyerahan dilangsungkan di Kantor Pusat Telkomsel, Gedung Wisma Mulia lantai 18 di hadapan karyawan jamaah kajian dzuhur. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari Majelis Ta’lim Telkomsel untuk program pembangunan RS Indonesia. Insya Allah pembangunan fisik RS Indonesia dijadwalkan selesai akhir tahun ini. Upaya selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior masing-masing ruangannya. Semoga apa yang telah dilakukan MTT akan diikuti oleh lembaga atau perusahaan lainnya sehingga RS Indonesia persembahan dari rakyat Indonesia bisa segera bermanfaat untuk rakyat Palestina,” ungkap Sarbini, saat acara penyerahterimaan donasi. Sementara Ketua MTT, Chairuddin menyampaikan terima kasih kepada para karyawan yang telah memberikan zakat, infaq dan shodaqohnya dimana sebagian ZIS karyawan disalurkan untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang sedang dilakukan oleh MER-C. Sesuai akad yang telah ditandatangani bersama, donasi dari Majelis Ta’lim Telkomsel khusus diperuntukkan bagi pemenuhan alat kesehatan dan interior Ruang Farmasi RS Indonesia yang terletak di lantai 1. Selain gerakan rakyat sebesar Rp 50 ribu per orang untuk alat kesehatan RSI, MER-C juga meluncurkan gerakan pengadaan alat kesehatan beberapa ruangan RSI yang ditujukan untuk lembaga atau perusahaan dengan nominal donasi beragam sesuai dengan kebutuhan alat kesehatan di ruangan tersebut. Khusus untuk donasi alat kesehatan per ruangan, maka di setiap ruangan tersebut akan ditulis nama lembaga atau perusahaan yang menyumbang. Pembaca Republika dan Majelis Ta’lim Telkomsel telah mengawali gerakan ini dengan berdonasi untuk Ruang Poliklinik dan Ruang Farmasi. MER-C masih membuka dan mengajak lembaga atau perusahaan lainnya untuk menjadi bagian dari program bersejarah berupa pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dengan berpartisipasi untuk pengadaan alat kesehatan ruangan RSI lainnya, diantaranya Ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), Ruang Operasi, Ruang ICU (Intensive Care Unit), Ruang Rawat Inap Laki-laki, Ruang Rawat Inap Perempuan, Laboratorium, Ruang CT Scan, Ruang X-Ray, Ruang Rehabilitasi Medik, dll. Be a part of history…
MER-C Susuri 25 Desa di Wilayah Gempa Aceh Tengah

Jakarta – Beberapa hari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, tepatnya tanggal 2 Juli 2013, masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam kembali diuji dengan musibah bencana gempa bumi. Gempa melanda 2 kabupaten di provinsi ini, yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Kamis (4/7), MER-C Cabang Medan sebagai cabang yang terdekat dengan lokasi gempa segera menurunkan Tim medisnya yang terdiri dari 3 perawat, 1 psikolog dan 1 supir. Tim menempuh jalur darat dengan menggunakan kendaraan operasional MER-C Medan berupa ambulans menuju Aceh. Sementara Tim dari MER-C Pusat Jakarta yang terdiri dari 3 dokter, 1 perawat bedah, 1 tenaga logistik dan 1 supir menyusul ke Aceh pada hari Sabtu (6/7). Perjalanan jalur darat ke lokasi gempa baik dari Medan maupun Banda Aceh harus ditempuh selama belasan jam. Hal ini diakibatkan oleh kondisi jalan yang rusak dan terjadi longsor di sejumlah titik akibat getaran gempa. Terletak di wilayah dataran tinggi membuat kondisi jalan menuju lokasi cukup berbahaya, jurang di satu sisi dan tebing yang rawan longsor di sisi yang lain. Untuk itu, supir kendaraan tim MER-C harus ekstra hati-hati. Lokasi gempa yang pertama dilalui adalah Bener Meriah. Tim MER-C Medan langsung menyusuri dan memberikan pelayanan medis kepada para korban gempa yang ditemui di wilayah ini. Pada hari Minggu siang (7/7), Tim MER-C Medan dan Jakarta telah bertemu dan berkumpul di lokasi gempa dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Tim MER-C dari Medan dan Jakarta sepakat untuk berfokus memberikan bantuan medis bagi korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini dikarenakan Kabupaten ini mengalami dampak yang luas akibat gempa. Dari informasi resmi yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Tengah, gempa melanda 12 kecamatan dari 14 kecamatan di wilayah ini atau sekitar 85,71%. Jumlah kampung yang mengalami dampak kerusakan akibat gempa mencapai 232 kampung dari 352 kampung yang ada atau sekitar 65,50%. Jumlah warga yang mengungsi diperkirakan 5.000 jiwa, belum termasuk warga yang mengungsi di depan atau halaman rumah mereka dengan membuat tenda sederhana. Tim MER-C diberi kewenangan dan tanggung jawab oleh Pemda dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) wilayah Aceh Tengah untuk memberikan bantuan medis bagi korban gempa di wilayah kecamatan Kute Panang. Di kecamatan ini, sebanyak 25 desa terkena dampak gempa. Dengan kekuatan 11 personil, MER-C menyanggupi tanggung jawab ini dan segera membuka posko utama tepatnya di Desa Ratawali, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Ketua tim langsung dibagi menjadi dua. Tim Pertama memberikan bantuan pengobatan di posko, sementara Tim kedua melakukan mobile clinic dengan menggunakan kendaraan operasional untuk mencari wilayah yang belum terjangkau bantuan. Luasnya wilayah cakupan membuat Ketua Tim Misi Gempa Aceh pada keesokan harinya memutuskan agar pada siang seluruh tim difokuskan pada kegiatan mobile clinic. Sedangkan untuk pengobatan di posko jadwalnya diubah menjadi pagi hari sebelum tim melakukan mobile dan malam hari sepulang Tim dari kegiatan mobile. Dengan sistem ini, diharapkan lebih banyak desa-desa yang terkena dampak gempa bisa terjangkau bantuan medis dengan lebih cepat. Bagi relawan MER-C yang sudah beberapa kali mengikuti misi kemanusiaan ke wilayah bencana lain baik di dalam maupun di luar negeri, misi kali ini termasuk cukup berat. Hal ini dikarenakan cuaca yang dingin dan lokasi gempa yang merupakan dataran tinggi. Gempa membuat jalan banyak yang rusak dan terbelah, sehingga para relawan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki meskipun tengah berpuasa agar dapat mencapai korban gempa yang berada di desa-desa. Alhamdulillah, pada hari ke-5 Tim berada di lokasi gempa Aceh Tengah, sebanyak 25 desa wilayah cakupan Tim MER-C yang diamanahkan oleh Pemda dan IDI setempat sudah berhasil dikunjungi oleh Tim. Selain memberikan pengobatan, Tim Medis MER-C juga memberikan edukasi kepada para korban untuk merawat dan membersihkan luka. Dari hasil assessment dan pelayanan kesehatan di kedua puluh lima desa tersebut, Tim MER-C memutuskan tidak diperlukan Tim lanjutan berupa Tim Bedah karena pasien korban gempa yang memerlukan operasi lebih lanjut sudah dapat ditangani oleh Pemda setempat.
MER-C Turunkan Tim Medis dari Medan dan Jakarta untuk Bantu Korban Gempa Aceh

NAD – Menyusul gempa bumi yang beberapa kali mengguncang Nanggroe Aceh Darussalam, MER-C menurunkan Tim Medisnya dari Cabang Medan dan Pusat Jakarta untuk memberikan bantuan pengobatan bagi para korban. MER-C Cabang Medan, sebagai cabang yang terdekat dengan lokasi gempa, memberangkatkan Tim Medisnya yang terdiri dari 3 perawat dan 1 psikolog ke Aceh pada hari Kamis (4/7). Pada esok lusanya, Sabtu (6/7), MER-C Pusat Jakarta memberangkatkan 5 relawannya ke Aceh yang terdiri dari 3 dokter, 1 perawat bedah dan 1 logistik untuk memperkuat Tim yang sudah berada di lokasi bencana. Perjalanan dari Medan ke Aceh ditempuh dengan jalur darat menggunakan armada ambulans milik MER-C Cabang Medan. Kondisi jalan yang rusak dan longsor di beberapa titik membuat perjalanan membutuhkan waktu belasan jam bagi Tim MER-C Medan untuk bisa mencapai lokasi bencana. Hal yang sama juga dialami oleh Tim Medis dari Jakarta yang menempuh jalur darat dari Banda Aceh ke lokasi gempa. Meskipun demikian, kedua Tim MER-C khususnya dari Jakarta Minggu siang ini (7/7) dikabarkan sudah tiba di lokasi gempa dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Tim MER-C saat ini berfokus memberikan bantuan medis bagi di Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini dikarenakan Kabupaten ini mengalami dampak yang luas akibat gempa. Berdasarkan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Tengah, gempa melanda 12 kecamatan dari 14 kecamatan di wilayah ini atau sekitar 85,71 %. Jumlah kampung yang mengalami dampak kerusakan akibat gempa mencapai 232 kampung dari 352 kampung yang ada atau sekitar 65,50 %. Jumlah warga yang mengungsi diperkirakan 5.000 jiwa, belum termasuk warga yang mengungsi di depan atau halaman rumah mereka dengan membuat tenda sederhana. Tim MER-C Medan sudah mulai membuka posko sejak hari Sabtu (6/7) tepatnya di Kampung Ratawali, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Tim dibagi menjadi dua. Tim Pertama memberikan bantuan pengobatan di posko. Tim kedua melakukan mobile clinic dengan menggunakan ambulans untuk mencari wilayah yang belum terjangkau bantuan medis. Tim MER-C Jakarta yang baru tiba Minggu siang ini (7/7), langsung diarahkan dan dipandu oleh Satkorlak setempat untuk menuju lokasi yang masih terisolir, yaitu di Kampung Jaluk, Kecamatan Ketol. Di kecamatan ini tercatat, sebanyak 31 kampung terkena dampak gempa. Selain memberikan bantuan pengobatan, Tim MER-C juga akan melakukan pendataan korban gempa yang memerlukan penanganan lebih lanjut, yaitu operasi bedah tulang. Apabila dibutuhkan, MER-C akan mengirimkan Tim lanjutan berupa Tim Bedah.
MER-C Luncurkan Gerakan Rp 50 ribu/orang untuk Alkes RSI

Jakarta – Setelah gerakan Rp 20 ribu perorang untuk pembangunan fisik RS Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, kini MER-C meluncurkan gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior RSI. Selain gerakan untuk perorangan, MER-C juga meluncurkan Proposal Alat Kesehatan Ruangan RSI yang ditujukan bagi perusahaan dan instansi dalam negeri yang ingin berpartisipasi. Semua ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk menyelesaikaan amanah pembangunan RSI sebagai bukti cinta rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. “Respon rakyat Indonesia pada program Rp 20ribu per orang untuk RSI sangat besar. Dukungan dan donasi datang dari berbagai kalangan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Dengan donasi tersebut, pembangunan fisik RSI bisa terus berlangsung hingga saat ini,” papar dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium MER-C. Progress RSI sendiri sudah dalam tahap 2 berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh 33 relawan Indonesia yang seluruhnya unpaid volunteers. Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir tahun 2013. Ikhtiar selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior rumah sakit. Berdasarkan perhitungan Tim Relawan Alkes RSI, dana yang dibutuhkan untuk melengkapi RSI sebagai sebuah RS Traumatologi dan Rehabilitasi mencapai Rp 65 Milyar. Untuk itu, MER-C meluncurkan kembali gerakan rakyat untuk RSI, kali ini sebesar Rp 50 ribu per orang. “MER-C menutup bantuan asing untuk program RSI karena kami ingin RSI sebagai simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina benar-benar murni dari rakyat Indonesia. Kami juga yakin kita rakyat Indonesia mampu mewujudkan amanah ini,” tegas dr. Sarbini, Ketua Presidium MER-C. Be a part of History… Dukungan bagi program ini dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678 BSM, 700.1352.061 a.n Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Cabang Jogjakarta Adakan Seminar Stimulasi Dini pada Bayi dan Balita

Jogjakarta – Minggu (19/5), MER-C Cabang Jogjakarta kembali mengadakan event seminar bertempat di Gedung Praktek Dokter MER-C yang terletak di Bokoharjo Prambanan, Sleman – Jogjakarta. Gedung ini adalah sarana kesehatan yang dibangun oleh Divisi Konstruksi MER-C dari donasi masyarakat pasca gempa yang mengguncang Jogjakarta pada tahun 2006 silam. Seminar terselenggara atas kerjasama MER-C Cabang Jogjakarta dengan TPA/PAUD Farhan Al Atfal, atau biasa disebut Tasafa. Ini adalah kedua kalinya MER-C Cabang Jogjakarta bekerja sama dengan TPA/PAUD yang berada dekat dengan lokasi Gedung Praktek Dokter MER-C. Seminar yang mengusung tema kecerdasan anak, dengan judul “Stimulasi Dini pada Bayi dan Balita, Optimalkan Kecerdasan Multiple dan Kreatifitas Anak,” disampaikan oleh pemateri Sekar Sari Ardiyati, S.Psi. Dalam paparannya Ibu Sekar Sari Ardiyati S. Psi menjelaskan bahwa setiap anak itu terlahir cerdas dan memiliki keistimewaan masing-masing. Tidak ada anak yang terlahir tidak cerdas. Tugas orang tua adalah membantu memberikan stimulasi (merangsang) setiap kecerdasan yang dimiliki anak-anak dengan pola asuh dan pendidikan yang tepat pada setiap tahap perkembangan anak. Dengan dihadiri sekitar 40 orang peserta yang terdiri dari orang tua murid Tasafa dan para undangan, seminar berlangsung sekitar 3,5 jam mulai pukul 08.30 hingga pukul 12.00 siang. Sebagian besar peserta adalah kaum ibu yang membawa serta anak-anak mereka sehingga membuat suasana seminar semakin ramai oleh keriuhan suara anak-anak. Kepala Sekolah Tasafa, Ibu Tika Wulandari mengungkapkan bahwa kegiatan ini Insha Allah akan menjadi agenda rutin tahunan kerjasama antara Tasafa dan MER-C Cabang Jogjakarta untuk seterusnya, setelah sebelumnya pada bulan Februari 2012 telah diselenggarakan seminar kesehatan dan pemeriksaan kesehatan anak-anak rutin setiap bulan bekerjasama dengan MER-C Jogjakarta.