Komunitas Kaum Yahudi AS: Kaum Yahudi Tidak Butuh Negara Israel

Beirut Setelah tertahan di kapal selama kurang lebih 8,5 jam, Rabu (28/3), pukul 18.00 waktu setempat, Tim Konvoi Darat GMJ Indonesia akhirnya bisa keluar dari kapal Fergun Express 2 berbendera Turki atas bantuan dan jaminan visa dari KBRi Beirut. Tim kemudian dibawa menuju kantor KBRI Beirut untuk beristirahat dan dijamu makan oleh pihak Kedutaaan. Di Beirut, Tim Konvodi Darat GMJ Indonesia akan dibagi menajdi 2 tim, sebanyak 24 orang akan langsung terbang ke Yordania mala mini juga, sementara 4 lainnya akan bergabung dengan GMJ Lebanon untuk berkampanye di Front Libanon. Sebelum berangkat ke bandara Internasional Rafic Hariri, Dubes RI di Beirut-Libanon, Dimas Samodra Rum memberikan sambutan bahwa pihak kedutaan mendukung kegiatan GMJ karena seusai dengan amanah konstitusi UUD 1945, bangsa Indonesia anti penjajahan dan memuji peran relawan GMJ karena misi kampanye pembebasan Jerusalem adalah sangat mulia. Pihak Kedutaan akan membantu kelancaran jalanya kampanye GMJ di Libanon. Pukul. 22.15 waktu setempat, 24 orang delegasi Indonesia bertolak ke Amman Yordania. Sementara 4 relawan Indonesia lainnya akan bergabung dengan panitia GMJ Libanon untuk melakukan serangkaian kegiatan di Libanon. Dari tempat penginapan Golden Plaza, seluruh rombongan delegasi GMJ dari berbagai negara Kamis (29/3), pukul 11.00 waktu setempat segera menuju tempat Press Conferens. Sementara delegasi dari India dan Philipina masih tertahan di kapal karena masalah pengurusan visa dan administrasi pelabuhan. Hadir dalam acara tersebut delegasi dari Eropa, Italia, Jerman, Belanda, Rusia dan juga para rabi Yahudi yang tergabung dalam Neturei Karta Internasional Amerika, Kanada dan Inggris. Delegasilainnya yang turut hadir adalah delegasi Indonesia, Jepang, Iran, Afganistan, Bahrain, Turki, Azerbaijan, Palestina, Libanon. Acara dibuka oleh Paul Rudy dari anggota komite GMJ Internasioanl dari Amerika Serikat. Selamat datang para delegasi dari berbagai negara, lintas agama dan ideologi. Koalisi GMJ ini adalah koalisi paling besar dan sangat menentukan bagi kemerdekaan Jerusalem. Gerakan sipil ini sukses diselenggarakan tetapi tidak akan sempurna sebelum Palestina merdeka. Satu persatu para wakil delegasi dari berbagai negara memperkenalkan diri. Rabbi Dovid Feldman dari Komunitas Kaum Yahudi Amerika Srikat (Jews United Against Zionisme) Neturei Karta Internasional mengatakan, Libanon adalah kota perlawanan, untuk kesekian kalinya saya datang ke sini dan merasa aman. Saya merasa aman di berbagai belahan bumi manapun. Kita kaum Yahudi tidak butuh pendirian negara Israel. Pendirian negara Israel merusak agama Yahudi dan merusak seluruh tatanan kemanusiaan. Kami komunitas Yahudi menolak segala upaya mempertahankan negara Israel karena alasan Yahudi tidak aman dan sebagai pembenar tanah yang dijanjikan. Kita kaum Yahudi tidak bebas menjalankan agama Yahudi termasuk kaum Yahudi di Jerusalem. Acara dilanjutkan kunjungan ke makam syahid Imam Mugniyah, salah satu komandan Hizbullah yang dibunuh secara pengecut oleh Israel di luar area peperangan di Suriah. Delegasi dari berbagai negara diajak mengenang kembali kekejian tentara Israel karena telah melakukan invasi ke Libanon yang mengakibatkan ribuan warga sipil dibantai pada tahun 2006. Sore hari pupul 15.00 waktu Beirut, delegasi kemudian menuju kedutaan Palestina di Beirut. Ditengah perjalanan, seorang ibu pengungsi Palestina menuturkan bahwa di sebelah kiri bus ini adalah area pemukiman Sabra Satila. Saya masih ingat tahun 1982 ribuan orang pengungsi Palestina dikumpulkan oleh Israel atas perintan Ariel Sharon. Para pengungsi disuruh lari kemudian ditembaki, ribuan menjadi korban kemudian dikumpulkan seperti gunung. Ini adalah salah satu pembersihan etnik Palestina oleh Israel di wilayah Beirut yang didukung oleh Amerika dan PBB. Terlihat juga bekas kantor Yasser Arafat hancur lebur karena bom Israel. Laporan dari Muhammad Maruf Tim Konvoi Darat GMJ Indonesia
MER-C Cabang Mataram Turunkan Tim ke Sambelia

MATARAM Menyusul banjir bandang yang menerjang Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Kamis sejak Selasa malam (13/3), MER-C Cabang mataram segera menyiapkan Tim Medisnya. Kamis (15/3) tim medis pertama diturunkan bekerjasama dengan Tim TBM FK Universitas Mataram (Unram). Tim ini bertugas sebagai tim advance untuk melakukan survey lapangan menilai keadaan dan kebutuhan para korban banjir bandang. Pada hari yang sama diberangkatkan Tim medis kedua pada pukul 22.30 WITA terdiri dari satu orang dokter umum, dua orang dokter muda dan 2 orang petugas non-medis dengan membawa bantuan berupa obat-obatan, selimut, jilbab dewasa dan anak-anak, susu bayi, bubur bayi, pembalut, minyak telon, minyak kayu putih, diapers, makanan siap saji, air mineral, sikat gigi, pasta gigi, dan lotion anti nyamuk. Tim kedua tiba di Sambelia sekitar pukul 00.30 dan segera bergabung dengan Tim awal. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan pejabat setempat untuk menginformasikan kedatangan Tim serta mendapatkan informasi titik-titik pengungsian korban banjir. Setelah mendapat informasi lokasi pengungsian, Tim pun memutuskan untuk menuju ke desa Dara Kunci. Namun, medan menuju posko pengungsian ini ternyata cukup berat, banjir masih menggenangi jalan. Di samping itu hujan juga masih turun dengan lebat dan disertai angin kencang. Jembatan yang menghubungkan dusun Sambelia dan dusun Belanting pun mengalami kerusakan parah. Belum lagi jalanan antar desa tertutup oleh pepohonan yang tumbang dan batu-batu yang berserakan terbawa banjir. Hal ini membuat Tim memutuskan untuk berangkat ke lokasi pengungsian esok paginya setelah pohon-pohon tumbang disingkirkan dari jalan. Jumat (16/3) pukul 06.00 pagi Tim bergegas memulai perjalanan menuju ke desa Dara Kunci untuk menyalurkan bantuan dan memberikan pelayanan medis kepada para korban banjir. Saat memberikan bantuan di desa ini, tim mendapat info bahwa di dusun Mananga Rea air naik hingga menggenangi rumah-rumah warga. Usai dari Dara Kunci, tim langsung bergerak ke dusun tersebut. Di dusun ini Tim membantu proses evakuasi warga ke SMP 2 Blanting, ruangan-ruangan kelas dipersiapkan untuk tempat pengungsian warga korban banjir. Tim memutuskan membuka posko kesehatan di SMP ini. Untuk memaksimalkan bantuan bagi para korban pada fase tanggap darurat, MER-C Cabang Mataram nenurunkan tim ketiga yang diberangkatkan pada hari Jumat sore (16/3). Tim terdiri dari satu dokter spesialis, satu orang perawat, enam orang dokter muda, dan dua orang petugas non-medis dengan membawa tambahan bantuan obat-obatan, terpal, selimut, pakaian layak pakai, air mineral, dan diapers. Setibanya di Sambelia dan setelah berkoordinasi dengan Camat Sambelia, tim langsung menuju posko kesehatan MER-C di SMP 2 Blanting. Perjalanan menuju ke posko ini juga harus melewati medan yang cukup berat dalam keadaan hujan deras dan angin kencang. Saat yang paling sulit adalah ketika melewati jembatan yang ambruk. Namun, akhirnya tim ketiga tiba dengan selamat di SMP 2 Blanting sekitar pukul 8 malam. Malam itu langsung didata keperluan pengungsi untuk pembagian bantuan selimut dan terpal sebagai alas tidur. Namun jumlah bantuan selimut tidak sebanding dengan jumlah pengungsi, sehingga selimut diprioritaskan hanya untuk anak-anak dan lansia. Untuk menambah kekuatan personil, hari berikutnya, Tim keempat diberangkatkan lagi dari Mataram sekitar pukul 12.30 dengan membawa bantuan obat-obatan dan air mineral. Perjalanan tim keempat lebih mulus dari perjalanan tim-tim sebelumnya karena hujan yang sudah reda, air telah surut dan kondisi jalan sudah lebih baik. Di Sekretariat MER-C Cabang Mataram, sejumlah sumbangan untuk korban banjir Sambelia terkumpul. Sabtu malamnya, Tim berikutnya yang terdiri dari 5 orang relawan MER-C Cabang Mataram diturunkan lagi ke Sambelia agar sumbangan yang masuk bisa segera disalurkan. Tim tiba di Sambelia sekitar pukul 02.00 wita dini hari. Setelah menurunkan sumbangan yang dibawa, para relawan langsung pulang kembali ke Mataram. Sementara itu, Tim Medis tetap bersiaga di posko kesehatan untuk memberikan pelayanan medis bagi para korban banjir yang masih terus berdatangan ke Posko Pengungsian di SMP 2 Blanting.
GMJ Indonesia Memulai Perjalanannya Menuju Jerusalem

Jakarta – Jumat (9/3), 27 delegasi Indonesia dan 3 delegasi Filipina bertolak ke Karachi (Pakistan) untuk mengikuti konvoi Asia yang merupakan bagian integral dari proses pelaksanaan Global March to Jerusalem GMJ. Konvoi yang diorganisasi gerakan aktivis se-Asia ini akan menempuh jalur darat sebelum akhirnya akan berkumpul bersama jutaan manusia di perbatasan Yordania pada 30 Maret 2012. Delegasi Indonesia terdiri dari 2 aktifis dari VOP (Voice of Palestine), 4 relawan MER-C sebagai Tim Medis, 1 mahasiswa, 16 aktifis dari AWG (Aqsa Working Group), 1 jurnalis Metro TV, 1 jurnalis TV One dan 1 jurnalis dari HU Republika. Delegasi GMJ yang berangkat kemarin terbagi menjadi 2 grup. Grup pertama sebanyak 11 orang yang terdiri dari 8 delegasi Indonesia dan 3 delegasi Filipina bertolak ke Karachi (Pakistan), pada pkl. 17.40 wib dengan menggunakan Qatar Airways. Sementara grup kedua sebanyak 19 orang juga telah bertolak ke Karachi (Pakistan) pada pukul 10 malamnya. Dalam acara pelepasan delegasi GMJ yang digelar di kantor MER-C Jumat siang, Ir. Mujtahid Hashem, Direktur Eksekutif VOP mengatakan bahwa delegasi yang berangkat hari ini adalah Tim pertama dari GMJ Indonesia. Tim-tim berikutnya akan menyusul dan bergabung dengan konvoi GMJ ini di Teheran, Istanbul, Beirut dan juga Yordania. “Konvoi darat GMJ ini sangat penting karena dengannya kita dapat meraih dukungan dari setiap negara yang kita lewati,” tambahnya. Sementara itu, Ustadz Yakhsyallah Mansur dari Aqsha Working Group (AWG) menyampaikan pesan-pesannya kepada para aktifis GMJ, “Berangkatlah dengan bismillah, bersyukurlah telah terpilih menjadi mujahid pembela agama untuk kemanusiaan. Bergantunglah hanya kepada Allah dan serahkan hasil akhir kepada-NYA, karena jihad kalian telah terlaksana dengan persiapan dan keseluruhan proses perjalanan.” Sementara itu, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dari MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengatakan bahwa image yang telah dibangun zionis dengan sedemikian rupa harus dipatahkan. GMJ adalah salah satu bagian penting dari usaha untuk mematahkan image tersebut,” katanya ketika memberikan pesan terakhir di Kantor Pusat MER-C. Tim GMJ Indonesia Tiba di Pakistan Berdasarkan informasi terakhir, tim pertama telah tiba dengan selamat di Karachi dan disambut oleh Panitia GMJ Pakistan yang diketuai oleh Mr. Sabir Karbalai. Saat ini tim tengah beristirahat sambil menunggu kedatangan Tim kedua yang dijadwalkan akan tiba di Karachi pada sore harinya pkl. 16.00 waktu setempat. Di Pakistan sejumlah jadwal kegiatan konferensi pers dan kampanye GMJ sudah menanti, begitu juga di negara-negara berikutnya yang menjadi rute konvoi darat GMJ Asia yaitu Iran Turki Lebanon Yordania.
Negara Sahabat, DPR RI, MPR RI Dukung GMJ

Jakarta – Sejumlah organisasi; Megawati Institute, Maarif Institute, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), MER-C, Aqsa Working Group (WG), Voice of Palestine (VOP), Hilal Ahmar Society Indonesia, Yayasan Dana Mustadafin, Viva Palestina Indonesia, Rasil 720 AM, Forum Indonesia Muda, I Love Muhammad, radioalfatah.com mengadakan konferensi pers bersama menyatakan sikap terhadap Pembebasan Jerusalem, 5/3 di Megawati Institute, Jl. Proklamasi No. 53 Jakarta Pusat. Turut hadir perwakilan dari Malaysia; Nusrat Howard-Moore, Mohd Auzani Bin Johari, Philipina: Aliakbar Abinal, Almerah Mamalampac, Ansari Alonto, Palestina: Dr. Taher Lulu (Dosen, Spesialis Anak), Dr. Sami Haja (Ketua Majelis Fatwa Gaza) dan Dr. Amir Salah (Dosen Ahli Psikologi Politik). Dukungan juga datang komisi I DPR RI yang diwakili Helmy Fauzi, MPR RI yang diwakili Hajriyanto Y. Tohari, dan juga dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang diwakili Pdt. Henry Lokra. Hajriyanto Y. Tohari mengungkapkan bahwa dukungan untuk kemerdekaan Palestina merupakan kewajiban konstitusional bangsa Indonesia yang dinyatakan dalam alinea pertama UUD 1945 bahwa semua penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. Konsistensi sikap Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina dalam berbagai forum internasional telah dikenal oleh dunia. “Kita tetap konsisten sampai dengan hari ini yang justru berbeda dengan beberapa negara Arab, kita tetap konsisten tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Ini membanggakan kita sebagai bangsa, bahkan dalam beberapa kesempatan, bangsa Arab sendiri menyatakan kekagumannya pada Indonesia karena konsistensi ini,” ujarnya. Sementara itu direktur Voice of Palestine (VOP) Indonesia Ir. Mujtahid Hashem menyatakan Israel adalah entitas zionis yang mempertontonkan kepada dunia semua bentuk pelanggaran hukum internasional, pengikut setia kebijakan apartheid, pelopor keserakahan dan arogansi dunia, karenanya dunia ditantang untuk menghentikanya. Acara dibuka dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Pelopor GMJ Indonesia, dr Joserizal Jurnalis, Sp.OT yang sekaligus anggota Presidium MER-C Indonesia. Demikian kutipan langsung pernyataan sikap GMJ Indonesia: Dengan menyebut nama Allah-Tuhan Yang Maha Esa yang dari Nya kita berasal dan kita akan kembali, sumber segala kebajikan dan maha suci atas segala keburukan. Maha suci Engkau yang telah memberikan kami akal yang dengannya kami mengenal-Mu dan mengenal kebaikan dan keburukan. Semoga kami termasuk manusia yang selalu berharap akan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami meyakini bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bebas, mempunyai hak yang sama dengan manusia yang lainnya tanpa melihat warna kulit dan keyakinnnya. Hak dan kebebasan ini tidak diberikan oleh siapapun. Tidak ada satu orang pun yang boleh mengklaim telah memberikan kebebasan atau membatasi kebebasan seseorang. Namun kita seringkali mendapati kenyataan di dunia ini bahwa disebabkan oleh kesombongan dan keserakahan seseorang atau sekelompok orang, mereka merasa berhak untuk membatasi kebebasan dan mencabut hak manusia lainnya. Inilah penindasan yang sebenarnya dan saat ini terjadi di bumi Palestina, dimana sebuah diskriminasi etnik secara sistimatis dan terbuka dipertontonkan kepada kita dan memberikan ujian kepada kita untuk berani mengambil sikap secara nyata. Para pendiri bangsa kita telah mendeklarasikan dengan tegas dan berani dalam mukaddimah UUD 1945 bahwa merdeka atau kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan keberanian mengambil resiko bersama barisan yang ingin menghapus penjajahan di atas muka bumi. Ini adalah sebuah deklarasi jiwa yang merdeka yang tentunya bukan hanya slogan semata namun harus menjadi acuan dan spirit kita dalam berbangsa dan bernegara. Sehingga, berkompromi, berkolaborasi dan bekerjasama dengan para penjajah dan perampas kemerdekaan pada dasarnya adalah pengkhiatan terhadap amanah konstitusi kita. Perjalanan peradaban manusia akan menuju pada satu titik dimana keadilan dan persamaan bagi semua akan ditegakkan. Rezim Zionis Israel yang membangun ideologi apartheid tentunya tidak akan compatibel dengan fitrah dasar manusia yang mencintai keadilan dan menjadi basis peradaban. Sehingga nasib rezim Zionis Israel seolah akan menggali kuburnya sendiri ditengah peradaban manusia, meskipun konspirasi internasional berusaha untuk menyelamatkannya. Keadilan adalah cita-cita semua umat manusia, namun demikian tanpa upaya yang serius untuk mewujudkannya, keadilan hanyalah sebuah imajinasi. Keadilan telah lama menunggu siapakah diantara kita yang siap melayaninya mengikuti jejak Musa, Isa Almasih dan Muhammad saw. Kami, Global March to Jerusalem (GMJ) Komite Indonesia bersama gerakan masyarakat sipil dunia yang menentang Rezim Zionist Israel dengan spirit yang telah kami sebutkan diatas menyatakan bahwa: ¢ Kami menegaskan posisi penting Yerusalem-Al-Quds, baik secara politik, budaya, dan agama, bagi bangsa Palestina dan kemanusiaan secara keseluruhan. Kami menyerukan perlindungan tempat-tempat suci dan semua situs arkeologis. Kami menyatakan bahwa setiap upaya yang ditujukan untuk mengubah identitas budaya Yerusalem sebagai kejahatan melawan kemanusiaan. Kami menyerukan semua lembaga internasional untuk menunaikan kewajiban mereka kepada kota suci Yerusalem; ¢ Pembelaan dan pembebasan Yerusalem adalah tugas setiap orang merdeka di seluruh dunia, dan kami menyerukan kepada setiap individu, institusi, dan organisasi untuk menunaikan tugas ini; ¢ Kami mengecam Zionisme dan segala upayanya dalam melakukan pembersihan etnis di Yerusalem dan wilayah Palestina secara keseluruhan. Kami juga mengecam kebijakan Zionisasi Yerusalem yang bertujuan mengubah situasi demografis dan geografis dari Kota Suci. Kami juga mengecam pembangunan tembok Apartheid yang bermaksud merampas lebih banyak lagi tanah Palestina. ¢ Kami membela hak bangsa Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri dan untuk membebaskan negeri mereka dari pendudukan Zionis, sehingga mereka bisa hidup di merdeka dan damai di dalamnya, seperti bangsa lain di dunia. Kami juga membela hak mutlak bangsa Palestina untuk kembali ke rumah dan tanah dari mana mereka terusir. ¢ Kami mendukung satu negara Palestina yang demokratis atas seluruh wilayahnya tanpa diskriminasi dimana umat Islam, Kristen dan Yahudi mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menetukan masa depannya. ¢ Kami melawan semua hukum rasis yang membedakan manusia berdasarkan etnis atau agama. ¢ Kami menyeru kepada pemerintah Indonesia dan DPR untuk menegaskan sikap perlawanan yang jelas terhadap entitas politik Zionisme bernama Israel. Kami menuntut kepada pemerintah Indonesia dan DPR untuk segera menerbitkan UU yang melarang segala jenis aktivitas yang berhubungan dengan entitas Zionisme dan Israel, baik secara politik, militer, ekonomi, budaya, maupun sosial. ¢ Global March to Jerusalem (GMJ) Komite Indonesia tidak mewakili satu faksi atau partai politik, tetapi kami menyeru kepada semua kekuatan sosial, politik, dan ideologi untuk bergabung dan berpartisipasi. Yerusalem Yerusalem adalah kota suci bagi tiga pemeluk agama besar: Islam, Kristiani, dan Yahudi. Kota suci itu juga situs warisan dunia yang dirindu banyak peziarah dan pelancong dari banyak negeri. Namun selama lebih dari empat dasawarsa, Yerusalem dinodai kejahatan demi kejahatan. Zionis-Israel menduduki kota ini secara ilegal pada 1967. Tak hanya itu,
MPR RI Dukung GMJ

Jakarta – Dua orang Wakil Ketua MPR RI, masing-masing Hajriyanto Y Thohari dan Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan delegasi dari peserta kampanye Global March to Jerusalem (GMJ). Hadir perwakilan dari Voice of Palestine (VOP), Megawati Institute, Aqsa Working Grup (AWG), Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C), Kamis (1/3). Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan MPR RI, Gedung Nusantara 3 lantai 9. Delegasi terdiri dari sepuluh orang dipimpin Muhammad Ma’ruf, dari Voice of Palestine. Tiga orang diantaranya adalah para tokoh dari Palestina, yaitu, Dr. Taher Lulu (Dosen, Spesialis Anak), Dr. Sami Haja (Ketua Majelis Fatwa Gaza) dan Dr. Amir Salah (Dosen Ahli Psikologi Politik). Pada kesempatan itu, Muhammad Ma’ruf menyampaikan rencana pelaksanaan Global March to Jerusalem (GMJ) yang akan dilaksanakan pada 30 Maret 2012 di Yordania. GMJ merupakan aksi rakyat sipil dunia yang akan mengkampanyekan pembebasan Yerusalem dari penindasan Israel. Rencananya, GMJ akan diikuti satu juta orang dari 5 benua dan 66 negara. Dari berbagai latar belakang, baik agama, bangsa dan bahasa. Sementara itu Dr. Taher Lulu, mewakili masyarakat Palestina menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rakyat dan pemerintah Indonesia yang tak henti membantu Palestina. Dukungan itu bukan saja membantu bangsa Palestine, tapi juga menambah semangat untuk terus berjuang dan memberikan perlawanan pada Israel. Menanggapi berbagai pandangan tamunya, Hajriyanto menyatakan bahwa bantuan Indonesia ke Palestina merupakan amanat konstitusi. Karena itu bantuan Indonesia ke Palestine merupakan sesuatu yang wajar dan perlu ditingkatkan. Apalagi, Indonesia mengakui dan mendukung adanya kemerdekaan bagi bangsa-bangsa di dunia. Pendapat serupa disampaikan Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya MPR sangat mendukung upaya pembebasan Palestina dari zionis Israel. Dan perjuangan tersebut harus terus dilakukan, sekalipun yang bakal menikmati hasilnya adalah generasi yang akan datang.
Klinik MER-C Bokoharjo Gelar Seminar Gizi

YOGYAKARTA – Minggu (26/2), Praktek Dokter MER-C Bokoharjo, Prambanan, yang selama ini dikelola oleh MER-C Cabang Yogyakarta (MER-C DIY) mengadakan Seminar bertema “Gizi dan Tumbuh Kembang Anak”. Seminar yang mengambil judul “Optimalkan Gizi dan Tumbuh Kembang Anak dengan Gizi Seimbang “ menghadirkan pembicara Dokter Residen Anak dari RS. Sardjito yang juga seorang relawan MER-C, dr. Indri Hapsari. Seminar ini terselenggara atas kerjasama Praktek Dokter MER-C Bokoharjo dengan Playgroup/TPA Farhan Al-Athfal, Prambanan. Ini adalah kerjasama kedua. Kerjasama pertama adalah pemeriksaan kesehatan untuk anak-anak Playgroup/TPA Al-Athfal yang sudah dilakukan secara rutin setiap bulan sejak November 2011. Peserta seminar adalah para orang tua murid atau wali murid dari anak-anakPlaygroup/TPA Fahan Al-Athfal. Acara ini merupakan wadah berbagi pengetahuan kepada orang tua murid mengenai pentingnya pemberian asupan gizi yang seimbang bagi tumbuh kembang anak yang optimal. Hal ini dikarenakan masih sering terjadi salah pengertian orang tua mengenai jenis dan asupan makanan yang sesuai untuk anak-anak mereka. Menurut dr. Indri Hapsari, usia pra sekolah antara 0-3 tahun adalah masa paling penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga dibutuhkan perhatian yang khusus dari para orang tua dalam hal memberikan asupan gizi yang tepat dan seimbang untuk anak-anaknya. Acara seminar yang berlangsung dari jam 9 pagi hingga jam 12 siang berjalan dengan lancar. Para peserta terlihat antusias menyimak pemaparan pembicaradan bersemangat ketika sesi tanya jawab dibuka. Bahkan pembicara sengaja menambahi satu materi tentang pentingnya pemberian ASI pada bayi karena peserta begitu antusias untuk mengetahui mengenai pemberian ASI pada 6 bulan pertama yang sangat penting peranannya bagi perkembangan otak bayi. Selain seminar, acara juga dimeriahkan oleh adanya stand penjualan majalah dan bacaan anak-anak serta makanan kecil. Diharapkan kerjasama antara Playgroup/TPA Farhan Al-Athfal dan MER-C DIY akan terus berlanjut. Praktek Dokter MER-C Bokoharjo sendiri adalah sarana kesehatan yang dibangun pasca gempa Yogyakarta atas bantuan dari masyarakat Indonesia dan British Petroleum Indonesia. Pembangunan dilakukan oleh Divisi Konstruksi MER-C yang saat ini tengah membangun RS di Galela (Maluku Utara) dan Gaza (Palestina).
Atas Permintaan Pemda Setempat, MER-C Kirim Tim ke-2 ke Sampang

Tanggapan atas Berita Dinilai tanpa Izin, Aktivis MER-C di Karang Gayam DipersoalkanHarian Radar Sampang, Edisi Rabu (25/01) Jakarta Atas permintaan langsung dari Pemda Sampang melalui Bakesbang Sampang, MER-C memutuskan untuk mengirimkan kembali Tim Medisnya ke Sampang. Saya ditelpon dari Pemda Sampang, Bapak Rudi dari Bakesbang Sampang agar MER-C menurunkan Tim Medis karena menurutnya MER-C dapat dipercaya oleh kedua belah pihak, demikian ungkap dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium dan Pendiri MER-C. Menanggapi permintaan tersebut, MER-C sebagai sebuah lembaga sosial kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri kemudian memberangkatkan Tim Medisnya ke Sampang pada hari Senin (23/01) lalu. Ini merupakan Tim ke-2 setelah sebelumnya Tim Medis MER-C sempat memberikan bantuan pelayanan medis bagi 600 pengungsi konflik Sunni Syiah di di GOR Sampang pada 8 12 Januari 2012. Keberadaan Tim MER-C kali ini diharapkan bisa ikut membantu meredam konflik melalui pendekatan pelayanan kesehatan bagi kedua belah pihak yang sempat bertikai. Sesampainya di Sampang, Tim MER-C pun langsung berkoordinasi dengan Kapolres setempat untuk kemudian melakukan survey lokasi dalam rangka pendirian pos kesehatan yang nantinya bisa mencakup kedua belah pihak yang bertikai, yaitu Sunni Syiah. Dari informasi yang diterima oleh Tim MER-C pada hari Jumat, 20 Januari 2012, masing-masing pihak yang bertikai sebenarnya telah berdamai. Hari itu baik komunitas Syiah dan Sunni melakukan shalat jumat di masjid yang sama, masjid Al Anshar Banyu Arum yang terletak diantara dua komunitas. Usai berkoordinasi, Tim MER-C langsung melakukan survai lokasi ditemani oleh WaKapolres Sampang dengan pengawalan ketat menggunakan 3 buah mobil Ranger milik Polres. Tim harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalanan setapak naik turun berlumpur dan berbatu untuk memasuki dusun kecil tempat terjadinya konflik, yaitu dusun Angsanah dan Gading Laok desa Bluuran kec. Karang Penang dan dusun Nangkernang, desa Karang Gayam Kec. Omben, kab Sampang. Hari itu diputuskan lokasi posko kesehatan MER-C sementara berada di Masjid Al Anshar, sambil menunggu perkembangan selanjutnya dari Pemda terkait, khususnya Dinas Kesehatan. Esok harinya,, Selasa (24/01), sebelum bergerak menuju posko kesehatan yang sudah disepakati kemarin, Tim MER-C terlebih dahulu berkunjung ke Kantor Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dan meminta izin ke Dinas Kesehatan Kab. Sampang. Kedatangan Tim MER-C diterima dengan hangat oleh dr. Firman selaku Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kab. Sampang. Turut hadir dalam pertemuan hari itu, Bapak Arsyad – dari anggota DPRD II Jawa Timur. Dari pembicaraan antara Tim MER-C dengan Dinas Kesehatan, akhirnya disepakati bahwa Tim MER-C akan bergerak secara sinergis beserta Tim dari Dinas Kesehatan setempat. Hasil pertemuan saat itu juga mengagendakan pelaksanaan ulang kegiatan Posyandu untuk bulan Januari ini pada hari kamis besok, 26 Januari 2012. Menurut Kadinkes, Posyandu bulan Januari sebenarnya sudah dilaksanakan, namun kegiatan Posyandu di hari Kamis besok akan disertai dengan pengobatan massal dari Tim MER-C, untuk melayani masyakarat yang terlibat konflik Sunni-Syiah. Usai pertemuan dengan Dinas Kesehatan, Tim MER-C dibagi menjadi dua tim. Tim Pertama langsung bertugas di Masjid Al Anshar Banyu Arum sesuai rencana semula, sementara Tim kedua menuju Puskesmas Omben dan Puskesmas Karang Penang untuk koordinasi mengenai kegiatan Posyandu dan Pengobatan Massal hari Kamis besok. Siang harinya, Tim Medis MER-C yang berjaga di Masjid Al Anshar Banyu Arun siang itu mulai kedatangan warga yang akan berobat. Hingga sore hari sebanyak 65 warga, baik tua-muda, anak-dewasa, dari kedua belah pihak Sunni Syiah datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan cuma-cuma. Misi Kemanusiaan di Sampang merupakan salah satu bagian dari kegiatan MER-C. Saat ini MER-C juga tengah melakukan kegiatan sosial kemanusiaan di berbagai wilayah baik di Indonesia maupun di luar negeri seperti: di wilayah tsunami Aceh, wilayah gempa Padang (Sumbar), wilayah banjir lahar dingin Yogyakarta, puluhan klinik sosial yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, pembangunan RS di Galela (Maluku Utara) hingga Pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Dalam melakukan misi kemanusiaannya, MER-C menyalurkan donasi dari masyarakat berdasarkan amanahnya.
Ustadz Solmed Gandeng Divisi Yankes MER-C Adakan Khitanan Massal

Jakarta Di penghujung akhir tahun 2011, Divisi Yankes MER-C dipercaya oleh Ustadz Soleh Mahmud atau lebih dikenal dengan Ustad Solmed untuk menjadi Tim Medis kegiatan sosial berupa khitanan massal yang digelar di lingkungan rumahnya di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kegiatan sosial yang merupakan salah satu wujud perhatian Ustadz Solmed kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal barunya ini diselenggarakan pada hari Kamis (29/12) bertempat di lapangan hati PKK Kebon Jeruk. Kegiatan dimulai pukul 09.00 wib dan berakhir pukul 12.00 siang. Dalam kegiatan ini, Divisi Yankes MER-C menurunkan 16 orang relawan yang terdiri dari 14 relawan medis dan 2 relawan non medis. Sekitar 29 orang anak kurang mampu dikhitan pada hari itu. Acara dibuka langsung oleh Ustadz Solmed sebagai pemilik hajat dengan dimeriahkan oleh Yadi sembako dan Teamlo. Tak lupa ustadz-ustadz dari Dai Center juga turut memberi siraman rohani bagi anak-anak peserta khitan dan masyarakat yang hadir. Alhamdulillah, semua rangkaian kegiatan dan khususnya khitanan berjalan lancar sampai selesai. Divisi Yankes (Pelayanan Kesehatan) MER-C merupakan salah satu divisi yang bertujuan untuk menggalang dana bagi kegiatan operasional kemanusiaan MER-C melalui penawaran jasa medis berupa khitanan massal dan pengobatan massal kepada lembaga/institusi/perusahaan maupun individu.