MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Bangun Sumur dan MCK Darurat untuk Pengungsi Rohingya di Kabupaten Pidie

Medical Emergency Rescue Committtee (MER-C) membangun sumur dan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) darurat untuk pengungsi Rohingya di Gampong Kulee, Kabupaten Pidie, Aceh.  Pembangunan sumur dan MCK darurat dilakukan oleh warga Gampong Kulee bersama dengan beberapa orang pengungsi pada sabtu pagi (10/8).  Sumur dan MCK dibangun di bagian belakang tenda pengungsian yang berlokasi di bibir pantai Desa Kulee, Kecamatan Batee, yang telah dihuni oleh 172 pengungsi selama hampir satu tahun. Mereka terdiri dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia.  Koordinator MER-C Aceh Ira Hadiati mengatakan, akibat kurangnya air bersih dan tidak memadainya fasilitas MCK, saat ini banyak pengungsi yang mengalami gangguan penyakit kulit seperti scabies dan beberapa penyakit kulit lainnya.  Sebelumnya telah ada sumur yang dibangun namun tercemar karena terlalu berdekatan dengan sumur limbah, sehingga tak lagi bisa digunakan karena kondisi airnya sudah tak layak. Ira mengatakan, MCK darurat dibangun menggunakan terpal, untuk menambah fasiltas kamar mandi, yang selama ini belum dibangun secara permanen dikawasan pengungsian ini.  MER-C mengajak masyarakat agar bisa membantu membangun fasilitas MCK dan fasilitas Mandi Cuci Sumur (MCS), sebagai sebuah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk para pengungsi. Sebelumnya, MER-C juga mengadakan pelayanan kesehatan serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi ratusan pengungsi Rohingya di Pengungsian Mina Raya, Kota Pidie, Aceh. MER-C membagikan bantuan berupa sembako, obat-obatan, bantuan paket higienis untuk dewasa dan anak-anak serta peralatan ibadah.

MER-C Adakan Layanan Kesehatan dan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya di Aceh

ER-C Indonesia pada hari Sabtu (13/7) mengadakan pelayanan kesehatan serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi ratusan pengungsi Rohingya di Aceh.  Kordinator MER-C Aceh Ira Hadiati mengatakan, program bantuan dan layanan kesehatan ini dilakukan karena masih banyak pengungsi Rohingya yang mendarat di Aceh dengan kondisi memprihatinkan. “Terlepas dari masalah politik atau isu internasional tentang manusia kapal ini, MER-C selaku lembaga kemanusiaan yang bersifat netral tergerak untuk ikut serta menangani masalah ini. MER-C sendiri sudah pernah terjun langsung ke Rakhine, Myanmar, saat membangun Rumah Sakit Indonesia, jadi tahu bagaimana kondisi mereka di sana,” ujarnya. Terkait program bantuan lebih lanjut untuk pengungsi Rohingya ini, Ira mengatakan akan berkoordinasi dengan jajaran Presidium MER-C di Jakarta. Layanan kesehatan dilakukan oleh relawan dari MER-C Cabang Medan yang terdiri dari dua dokter umum yaitu dr. Miftahul Masruri sebagai Koordinator Lapangan dan dr. Aulia Rachman, tiga perawat Ade Andrian, S.Kep, Ns, M.Kep, Aspri Darmawan, S.Kep, Ns dan Bima Anggara, S.Kep serta satu dokter muda Norman Hakim, S.Ked. Kordinator Lapangan untuk pelayanan kesehatan pengungsi Rohingya, dr. Miftahul, mengatakan tim mendapati para pengungsi banyak mengalami penyakit kulit dan pernafasan karena kondisi lingkungan memang kurang bersih, di mana satu tempat pengungsian diisi oleh ratusan orang. “Para pengungsi sendiri menyambut hangat kedatangan Tim MER-C, karena memang mereka mengharapkan adanya bantuan. Kami sendiri tadi cukup kewalahan karena memang hampir semua ingin berobat dan hampir semua dari anak-anak hingga dewasa mengalami penyakit kulit atau pencernaan,” ujarnya. dr. Miftahul mengungkap, sudah ada tim medis yang memang ditugaskan untuk memberikan pelayanan bagi pengungsi Rohingya. Mereka bertugas dalam tiga shift dari Senin-Jumat, jadi saat relawan MER-C datang tim yang biasa bertugas sedang libur. Selain memberikan pelayanan kesehatan, relawan MER-C bersama Fakultas Bisnis Islam UIN Ar-Raniry juga membagikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan, bantuan paket higienis untuk dewasa dan anak-anak yang berisi sikat gigi, handuk, sabun mandi, shampoo, serta pakaian bayi dan makanan tambahan untuk anak-anak, dengan total 237 paket. MER-C juga menyerahkan bantuan 7 buah kipas angin agar sirkulasi udara di pengungsian bisa lebih baik, serta peralatan ibadah seperti iqra dan Al Quran, mukenah, sarung, dan buku pengayaan agama. Saat ini para pengungsi membutuhkan fasilitas sanitasi yang lebih baik, karena yang ada sekarang masih belum memadai.  PBB menggambarkan etnis Rohingya sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia dan kelompok hak asasi manusia menyebut mereka menghadapi genosida. Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, meninggalkan Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras pada Agustus 2017, sehingga menambah jumlah pengungsi Rohingya di Bangladesh menjadi lebih dari 1,2 juta orang. Setiap tahun, ribuan warga Rohingya juga meninggalkan Myanmar, mempertaruhkan nyawa dalam perjalanan laut yang panjang dengan kondisi kapal yang buruk, untuk bisa mencapai Malaysia atau Indonesia.

MER-C Salurkan Kurban Ke Panti Asuhan, Pesantren dan Masjid di Papua Barat Daya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Program Kurban Peduli Papua menyalurkan total 8 ekor sapi di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Tempat penyaluran hewan kurban di antaranya; Panti Asuhan Putra Putri Papua Muslim, Masji Al Muttaqin, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Hj. Aliyah Baswedan Al Munawwarah HBM Islamic Center, Pondok Pesantren Hidayatullah, Pondok Pesantren Roudlotulkhuffadz dan Pondok Pesantren Baitul Mualaf. Penerima hewan kurban adalah pesantren dan panti asuhan yang selama ini mendapatkan pelayanan mobile clinic rutin setiap bulan dari MER-C. Koordinator MER-C Papua dr. Zackya Yahya mengucapkan terimakasih kepada para sohibul kurban yang telah menyalurkan kurbannya untuk warga Papua. “Kepada sohibul qurban saya sebagai Koordinator MER-C Papua menyampaikan terimakasih, jazakumullah khoir wa barakallahu fiikum semoga kita semua tetap istiqomah dalam memberikan kemanfaatan buat ummat, serta dapat meneladani  ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail terhadap perintah Allah,” ujarnya. Kurban untuk Papua merupakan program tahunan MER-C untuk membantu Muslim di wilayah Papua. MER-C terus melanjutkan dan mengembangkan bantuannya di Papua khususnya Papua Barat Daya yang telah berjalan hampir 18 tahun melalui program “Sehat untuk Papua”, seperti Mobile Clinic ke wilayah-wilayah terpencil, khitanan massal maupun program kemanusiaan lainnya seperti paket bantuan sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri serta bantuan kurban.

MER-C Papua Lakukan Mobile Clinic ke Pesantren Baitul Muallaf

Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Papua terus melakukan program mobile clinic, salah satunya ke Pesantren Baitul Mualaf di Kabupaten Sorong. Mobile clinic di pesantren yang membina sekitar 300 mualaf beserta keluarganya itu telah dilakukan Tim MER-C sejak dua bulan lalu. Pimpinan Pesantren Baitul Muallaf, Hono Salendro, mengucapkan terima kasih atas kehadiran MER-C. Ia mengatakan pengobatan melalui mobile clinic yang digelar setiap bulan ini sangat membantu. Dengan adanya mobile clinic, kini mereka tidak lagi pergi jauh dan mengantre ke puskesmas ketika ada yang sakit. “Adanya pemeriksaan MER-C setiap bulan saya sangat sangat senang dan terbantu, khususnya jama’ah kami,” katanya. Ia mengungkap, tidak hanya santri Baitul Muallaf, banyak warga sekitar yang juga merasakan manfaat dari mobile clinic ini. Untuk itu mereka juga sangat berterima kasih kepada MER-C.Hono mengaku, setiap ia keluar dan bertemu warga, banyak yang menanyakan kapan lagi pemeriksaan dari MER-C dilakukan. Selain di Baitul Muallaf, Tim MER-C di Papua juga rutin menggelar mobile clinic di sejumlah tempat yaitu, Pesantren Alam Inspirasi, Pesantren Darul Istiqomah, Pesantren Raudatul Khufaz, Pesantren Hidayatullah dan Panti Asuhan Sinar Kasih. Mobile clinic juga dilakukan hingga ke pelosok wilayah Papua Barat Daya seperti klalin 4, klalin 6, klalin 2, Arar kampung, Katapop 1, Modan 1, Modan 2 dan Rawa Sugi.MER-C telah hadir di Papua selama 18 tahun melalui program Sehat untuk Papua. Tidak hanya mobile clinic, MER-C juga mengadakan kegiatan sunatan masal, kurban untuk Papua, bantuan paket sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri,  serta program kemanusiaan lainnya. Rekening Donasi Sehat untuk Papua:BSI, 8111 929.620BCA, 686.066.6608Atas nama:Medical Emergency Rescue Commmittee

Lima Hari Bertugas, Relawan MER-C Beri Sejumlah Bantuan kepada Korban Banjir Sumbar

Tim Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bertugas selama lima hari di lokasi bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor di Padang, Sumatera Barat untuk memberikan sejumlah bantuan kepada para korban. Tim bertugas dari tanggal 15-20 Mei 2024. MER-C mengirimkan empat relawan dari pusat yaitu Iis Islamiah (Ketua Tim), dua dokter umum yaitu dr. Asfianti Eka Pratiwi dan dr. Ilham Wahyu, serta satu perawat Rina Hertanti, AMK. Di Padang, bergabung Tim lokal yang juga berjumlah empat orang;  dr. Yusri Dianne, SpA(K) yang juga merupakan Pembina MER-C Padang, Ir. Zirma Juneldi, Msi, Hanifah Farhatal ‘Aisy dan Melky Anggara. Selama bertugas Tim berkordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memberikan bantuan pengobatan yang dilakukan di posko atau bergerak mengunjungi rumah-rumah warga. Banyak korban memilih untuk tinggal di rumah kerabat nya daripada pengungsian yang telah disediakan. Selain itu, Tim juga melakukan kegiatan trauma healing di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum yang diikuti sekitar 40 anak-anak di pengungsian. Kegiatan dipimpin langsung oleh dr. Yusri Dianne, SpA(K). Salah satu relawan, dr. Ilham Wahyu mengatakan, berdasarkan hasil assestment di lapangan saat ini para korban sangat membutuhkan bantuan psikolog karena banyak yang mengalami trauma pasca terjadinya bencana.Sedangkan untuk pengobatan baik luka-luka dan penyakit lainya sudah terpenuhi oleh tenaga dari dinas kesehatan setempat. Lebih lanjut, dr. Ilham mengatakan tantangan saat menjalankan misi kali ini adalah luasnya wilayah yang harus dijangkau oleh Tim, sehingga dibutuhkan lebih banyak relawan. Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024). Banjir dipicu oleh hujan lebat dan meluapnya aliran sungai yang sebagian besar berhulu di Gunung Marapi. Banjir diperparah dengan terbawanya material vulkanik dari Gunung Marapi melalui sungai karena hujan lebat di sekitar puncak. Terdapat lima kabupaten/kota di Sumatera Barat yang terdampak banjir lahar, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang.

Relawan MER-C Berangkat ke Mentawai untuk Bangun Sarana Ibadah dan Sekolah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirim tim untuk menindak lanjuti program kemanusiaan pembangunan sarana Ibadah, renovasi sarana pendidikan serta fasilitas pendukungnya di Dusun Muara Sikabaluan, Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Tim yang beranggotakan tujuh orang berangkat dari Jakarta pada hari Senin (20/5/2024) dan akan bertugas kurang lebih selama dua bulan.   “Hari ini, Senin 20 Mei 2024 kami bersama 6 orang relawan MER-C akan melaksanakan program kemanusiaan dalam negeri pembangunan sarana ibadah dan renovasi sekolah bersama fasilitas pendukungnya,” ujar Ketua Tim Khoirul Mustofa. “Inshaa Allah kita akan tempuh dari Jakarta menuju Padang, kemudian dari Padang menuju Desa Sikabaluan tepatnya di Dusun Muara Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai menggunakan Kapal Mentawai Fast kurang lebih 3-4 jam perjalanan laut,” tambahnya. Ia mengatakan, pembangunan akan langsung dimulai begitu tim tiba. Material untuk pembangunan sudah tersedia karena sudah dipesan dari jauh hari. Selain itu, Tim juga membawa sejumlah peralatan pembangunan yang dibutuhkan di lapangan. Ia mengungkapkan, karena wilayah ini rawan gempa bumi, maka material yang dipilih adalah kayu yang lebih tahan dan aman saat terjadi gempa. “Mohon doa urusan ini diberi kelancaran oleh Allah dan kami kembali dengan selamat,” ujar Mustofa. Sebelumnya,  MER-C menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Yayasan Pembina Islam Mentawai (YAPISMEN) untuk bantuan renovasi sekolah, pembangunan sarana ibadah, dan bangunan pendukung lainnya yang berada di MTs.S. Al Muhtadin, di Dusun Muara Sikabaluan, Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Jumat (05/01/2024).  Kemudian MER-C mengrimkan dua orang relawannya pada akhir 2023 selama hampir dua pekan, untuk meninjau lokasi pembangunan.

MER-C Kirim Tim Bantu Korban Banjir dan Tanah Longsor Sumbar

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) hari Rabu (15/5) mengirimkan Tim untuk membantu korban banjir lahar dingin Gunung Marapi maupun banjir bandang di tiga wilayah di Padang, Sumatera Barat. Tim yang berangkat berjumlah empat relawan yang terdiri dari Iis Islamiah (Ketua Tim), dua dokter umum yaitu dr. Asfianti Eka Pratiwi dan dr. Ilham Wahyu, serta satu perawat Rina Hertanti, AMK. Di Padang, Tim akan bergabung dengan relawan lokal MER-C di sana salah satunya adalah dr. Yusri Dianne, SpA(K) yang juga merupakan Pembina MER-C Padang.   Salah satu anggota Tim, dr. Asfianti mengatakan, Tim akan bertugas selama satu pekan untuk menolong para korban serta melakukan assessment untuk memutuskan bantuan lanjutan. “Keberangkatan Tim ini untuk melakukan assessment di lapangan, guna menentukan apa yang dibutuhkan, baik medis atau perlengkapan dan bantuan lainnya,” kata Asfianti. “Sekarang kita bawa obat-obatan dasar terlebih dahulu seperti obat diare, gatal-gatal dan batuk-pilek. Karena saat ini yang terjadi adalah bencana banjir, biasanya penyakit yang banyak ditemukan adalah diare dan gatal-gatal, untuk itu kita bawa semua obat-obatnya,” ujarnya. Terkait pengiriman tim berikutnya, ia mengatakan hal ini akan diputuskan setelah hasil assessment dan arahan dari Presidium MER-C. Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024). Banjir dipicu oleh hujan lebat dan meluapnya aliran sungai yang sebagian besar berhulu di Gunung Marapi. Banjir diperparah dengan terbawanya material vulkanik dari Gunung Marapi melalui sungai karena hujan lebat di sekitar puncak. Terdapat lima kabupaten/kota di Sumatera Barat yang terdampak banjir lahar, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Dikutip dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data mutakhir berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB hari ini per pukul 18.35 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat 58 orang, sementara korban hilang bertambah dari 27 menjadi 35 orang dalam pencarian. Selain itu, untuk keluarga terdampak berjumlah 1.543 KK dan 33 orang mengalami luka-luka. Pusdalops dan BPBD setempat masih terus melakukan pengkajian dan pemutakhiran data menyusul masih dilaksanakannya proses pencarian dan evakuasi korban.  Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan ini dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8899 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee

MER-C Buka Program Qurban Peduli Papua, Targetkan Jangkauan Wilayah Lebih Luas

Medical Emergency Rescue Committtee (MER-C) kembali membuka program Qurban Peduli Papua 2024, dengan target wilayah pembagian lebih luas dan penerima daging kurban lebih banyak. Harga hewan kurban untuk program ini, satu ekor sapi Rp. 22.4 juta dengan program patungan tujuh orang, Rp 3.2 juta per orang. Masyarakat Indonesia yang berniat berqurban di Papua dapat menghubungi Call Center MER-C di no 0811990176. Batas akhir program ini Rabu, 12 Juni 2024.   “Tahun ini MER-C menargetkan lebih banyak sapi yang bisa dibagikan, sehingga lebih banyak orang yang menerima manfaat dari Program Qurban ini,” kata Koordinator MER-C Cabang Papua dr. Zackya Yahya, SpOk. Qurban Peduli Papua merupakan program tahunan MER-C untuk membantu warga Muslim di wilayah Papua. Tahun ini rencananya akan dibagikan ke sejumlah kampung muslim dan pesantren di wilayah Papua Barat Daya. Zackya mengatakan, salah satu tempat yang ditargetkan menerima kurban adalah Pesantren Baitul Mualaf, yang saat ini membina sekitar 300 mualaf. “Karena targetnya lebih banyak yang bisa kita bagikan, untuk itu kita informasikan lebih awal sehingga kita masih punya waktu bagi para sohibul qurban atau donatur yang mau membagikan qurbannya di wilayah Papua Barat Daya ini,” ujarnya. MER-C terus melanjutkan dan mengembangkan bantuannya di Papua, khususnya Papua Barat Daya yang telah berjalan hampir 18 tahun, baik bantuan kesehatan seperti program “Sehat untuk Papua”, Mobile Clinic ke wilayah-wilayah terpencil, maupun program kemanusiaan lainya seperti paket bantuan sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri serta program kurban.

Cerita Sehat untuk Papua MER-C yang Telah Berjalan 18 Tahun

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus berbkomitmen menjalankan misi kemanusiaan baik di luar negeri hingga ke pelosok Indonesia. Hadir di tengah masyarakat membutuhkan, yang terdampak akibat bencana alam, perang ataupun konflik.   Salah satu program kemanusiaan MER-C yang telah berjalan sejak 2006 atau selama 18 tahun adalah “Sehat untuk Papua”. Relawan medis MER-C hadir langsung di tengah masyarakat Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan. Salah satu pelayanan yang rutin dilakukan MER-C di Papua adalah pengobatan mobile clinic ke kampung-kampung yang membutuhkan secara rutin setiap bulannya. Salah satu Kampung yang menjadi sasaran mobile clinic MER-C adalah Kampung Arar, di Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pada awal mobile clinic tahun 2008 di Kampung ini, pengobatan masih dilakukan di rumah salah seorang warga. Namun sejak beberapa tahun terakhir pengobatan sudah bisa dilakukan di balai desa, sumbangan dari salah satu CSR perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Sorong. Perjalanan yang dilakukan relawan dari posko sampai ke lokasi memerlukan waktu sekitar 30 menit via darat dengan motor untuk sampai ke pelabuhan dan dilanjutkan 30 menit dengan perahu sampai ke lokasi Kampung Arar. MER-C dalam menjalankan misinya memiliki prinsip bahwa semua orang memiliki hak yang sama. Untuk itu, saat memberikan pelayanan MER-C tidak membedakan ras, suku atau agama. Begitupun selama melakukan pelayanan di Kampung Arar yang masyarakatnya terbagi di dua lokasi yaitu kampung muslim dan non-muslim. Keduanya mendapatkan pelayanan yang sama dari MER-C. Tidak hanya di Kampung Arar, mobile clinic yang dilakukan MER-C Papua terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Tantangan yang dihadapi di sejumlah wilayah hampir sama, yaitu akses dan medan yang dilalui cukup berat. Beberapa akses ke kampung-kampung masih harus menggunakan perahu atau kapal. Melalui program “Sehat untuk Papua”, MER-C juga memberikan berbagai bantuan lainnya seperti sunat masal, pembagian paket sembako Ramadhan dan qurban untuk Papua. Masyarakat juga bisa ikut berkontribusi dalam program Sehat untuk Papua dengan cara berdonasi, sehingga lebih banyak wilayah terpencil di Papua khususnya Papua Barat Daya yang masyarakatnya bisa mendapatkan bantuan medis secara rutin dan terus menerus. Dukungan & Donasi Program “Sehat untuk Papua” melalui: BCA, 686.066.6608 BSI, 8111 929.620 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee

Bantu Korban Bencana Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan Sumbar, MER-C Turunkan Tim Relawan dari Dua Cabang

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan dua Tim Relawan ke lokasi bencana banjir dan longsor di Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada hari Ahad (10/3).  Tim MER-C Cabang Padang yang diketuai Dr. dr. Yusri Dianne Jurnalis, SpA(K) bersama Ir. Zirma Juneldi, MSi, Isra Monalisa, S.Psi dan Furqon berangkat lebih dulu menuju lokasi dengan membawa berbagai bantuan logistik dan obat-obatan. Kemudian menyusul Tim MER-C Cabang Medan yang terdiri dari 9 orang relawan medis.   Sementara Tim yang diterjunkan membawa bantuan logistik berupa air mineral, kasur matras, selimut, mantel hujan, serta bahan makanan seperti beras, mie instan, minyak goreng, gula, cabe, ikan asin, kentang, teh dan minuman serta biskuit. dr. Riri mengatakan, Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan daerah paling terdampak, di mana posko MER-C didirikan di Nagari Lubuk Nyiur, yang sekaligus menjadi posko pengobatan. Ia menuturkan, perjalanan menuju lokasi bencana sempat terhambat macet selama tiga jam di Barung-barung, Belantai dan Duku.  “Tadi malam sudah ada yang sakit dan minta obat, kami sampai di Posko setelah maghrib. Pagi ini mulai jam 9 kami buka posko pengobatan dan pembagian logistik berupa beras, gula, minyak, biskuit, air mineral, selimut, matras untuk tidur, dan lainnya,” ujar dr. Riri.  Ia mengungkap, karena jembatan putus dan belum ada bantuan logistik dari Pemerintah, sedangkan banyak kasur dan beras warga terendam air maka bantuan bagi yang membutuhkan segera dibagikan oleh Tim MER-C. dr. Riri juga mengatakan, saat ini air PDAM mati dan jarang penduduk yang memiliki sumur jadi ketersediaan air bersih sangat terbatas.  Salah satu daerah, Lubuk Nyiur Batang Kapeh, terisolir karena akses jalan keluar hanya bisa jalan kaki atau menggunakan motor akibat jembatan putus “Air bersih sulit didapat, saat ini pemerintah fokus pembersihan lumpur dan jalan yang rusak oleh banjir,” katanya.  Selain banjir, hujan lebat juga memicu terjadi tanah longsor. BPBD setempat menyebutkan material longsor telah menghambat akses jalan. Sementara BNPB mencatat setidaknya 26 orang warga meninggal dunia 11 lainnya masih dilaporkan hilang akibat banjir dan longsor yang melanda 9 kabupaten 3 kota di Sumbar pada Kamis (7/3) lalu.  Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, telah menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir bandang selama 14 hari terhitung sejak 8 Maret 2024.

Silahkan bertanya?