MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Tandatangani Kontrak Dengan Penyedia Alkes RS Indonesia di Gaza

Ir. Edy Wahyudi (kanan) dan Maher Elsham (kiri), saat menandatangani kontrak pengadaan Alkes untuk RS Indonesia di Gaza (Foto : MINA) Gaza, 1 Shafar 1436 / 24 November 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tandatangani kontrak dengan penyedia (Supplier) alat kesehatan (Alkes) untuk Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina, Ahad (23/11). Penandatanganan kontrak dilaksanakan di Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza bagian utara yang diwakili oleh Ir. Edy Wahyudi, manager proyek pembangunan RS Indonesia. “Alhamdulillah hari ini bisa dilaksanakan penandatanganan kontrak dengan supplier RS Indonesia, dan rencananya alat alat kesehatan tersebut akan tiba dalam 6-7 pekan yang akan datang,” kata Wahyudi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.  Alat kesehatan yang dipesan adalah patient beds atau ranjang pasien, paket alat-alat operasi, central steril, hospital furniture, medical electronic dan patient monitor. Diharapkan pada awal tahuan 2015 alat-alat kesehatan yang dipesan tersebut akan segera tiba di RS Indonesia sehingga bisa segera beroperasi. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Rumah Sakit Indonesia, di Gaza Palestina (Foto: MINA) Menjawab pertanyaan MINA, tentang sulitnya masuk barang barang ke Jalur Gaza akibat perbatasan yang belum terbuka secara penuh, Shadi Abdul Qadir, salah seorang supplier mengatakan bahwa mereka akan mengusahakan semaksimal mungkin sesuai dengan jadwal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. “Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mendatangkan alat-alat kesehatan ini, kami juga ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas banatuan yang telah diberikan,” ujar Shadi. Direncanakan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia tersebut dilakukan sejak bulan Juli lalu, namun saat itu terjadi  agresi besar besaran Israel terhadap jalur Gaza yang mengakibatkan tertutupnya kemungkinan pengadaan alat kesehatan. Perang yang berlangsung selama 51 hari tersebut menjadi salah satu kendala tertundanya pengadaan alat kesehatan dan penyelesaian bangunan pendukung RS Indonesia. Sementara itu saat ini para relawan Indonesia yang berjumlah 19 orang saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pendukung RS Indonesia yaitu Guess House yang nantinya akan digunakan tempat tinggal para relawan yang akan datang untuk bekerja di Rumah Sakit Indonesia. Direncanakan pada bulan Februari yang akan datang RS Indonesia akan diresmikan serta di serah terimakan kepada rakyat gaza untuk segera beroperasional. (L/K01/R11) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-tandatangani-kontrak-dengan-penyedia-alkes-rs-indonesia-di-gaza/                

Rumah Sakit Indonesia di Gaza Segera Diresmikan

Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad di damping Direktur Kampanye Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Luly Larissa Aqil dan Sekretaris Rima Manzanaris dan wartawan LKBN-Antara Andi Jauhari bersilaturrahim dengan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir di Gedung Kemlu. Jakarta, (Antaranews Bogor) – Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, yang dibangun dengan bantuan dana masyarakat segera diresmikan, rencananya pada Februari 2015, kata pegiat organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia dr Sarbini Abdul Murad. “Bangunan fisik rumah sakit sudah siap, sedangkan alat-alat medis pendukung juga sedang dilengkapi,” kata anggota Presidium MER-C Indonesia itu saat bersilaturrahim dengan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir di Gedung Kemlu, Pejambon, Jakarta, Jumat. Dipimpin Sarbini Abdul Murad delegasi MER-C Indonesia didampingi Direktur Kampanye Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Luly Larissa Aqil dan Sekretaris Rima Manzarianis dan wartawan Antara, delegasi melaporkan perkembangan pembangunan RS itu kepada Wamenlu. Pembangun RSI di Gaza itu, berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009, dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim, M.Comm. Dalam perkembangannya, kemudian MER-C menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RSI di Gaza, yang lokasinya berada di di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Pada kesempatan itu Sarbini juga menjelaskan bahwa menjelang tuntasnya pembangunan RSI di Gaza, juga terdapat sejumlah kendala di mana arus barang dan juga manusia –termasuk di dalamnya relawan MER-C Indonesia–untuk masuk ke Gaza dari pintu Rafah, yakni perbatasan Mesir dan Gaza, Palestina kini tidak mudah. Atas kondisi tersebut, ia mengharapkan ada bantuan dari pemerintah Indonesia guna melancarkan mobilitas barang dan manusia dari Mesir ke Gaza sehingga RSI dapat segera diselesaikan pembangunannya. Setelah mendapatkan laporan tersebut Wamenlu AM Fachir –yang ketika misi RSI tersebut digagas dan kemudian berjalan– adalah Dubes Indonesia di Kairo, Mesir, menyatakan akan berupa membantu. “Kami akan komunikasikan dengan Dubes Mesir di Jakarta, Dubes Indonesia di Kairo dan pihak-pihak terkait yang dapat membantu sehingga semuanya berjalan lancar,” kata diplomat senior yang baru beberapa bulan menjalankan tugas menjadi Dubes RI di Arab Saudi, dan kemudian dipercaya menjadi Wamenlu itu. Ia mengaku bahwa misi kemanusiaan membangun RSI di Gaza itu sangat mulia, termasuk membangun jembatan hubungan yang sangat erat antara Indonesia-Palestina. Karena itu, sejauh pihaknya bisa membantu dalam rencana peresmian RSI di Gaza itu, akan diupayakan secara maksimal. Pada Jumat (23/1) 2009, maka Tim MER-C Indonesia didampingi sejumlah wartawan dari Indonesia bertemu dengan Menkes Palestina di Gaza dr Bassim Naim. Dalam kesempatan yang langka tersebut, dimanfaatkan Tim MER-C untuk menyampaikan rencana pembangunan RS Indonesia (RSI) di Jalur gaza, dan rencana tersebut disambut sangat baik. Atas nama rakyat Indonesia yang diwakili oleh dr Joserizal Jurnalis, Sp.OT dari MER-C Indonesia dan atas nama rakyat Gaza yang diwakili oleh dr Bassim Naim melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan RSI di Gaza. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh dr Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Mursalin (Forum Umat Islam), Ir Hanibal WY Wijayanta (jurnalis ANTV), Andi Jauhari (jurnalis LKBN-Antara) dan para ulama Gaza. Sumber : http://bogor.antaranews.com/berita/10306/rumah-sakit-indonesia-di-gaza-segera-diresmikan                  

MER-C Salurkan Hewan Kurban Dari Rakyat Indonesia Untuk Gaza

Relawan MER-C sedang menguliti hewan Kurban dari rakyat Indonesia. (Foto: mirajnews.com) Gaza, 10 Dzulhijjah 1435/4 Oktober 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebuah lembaga kemanusiaan yang bekerja di bidang kegawatdaruratan medis menyalurkan hewan kurban sumbangan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Gaza pada Idul Adha 1435 Hijriah. Sejumlah 18 ekor kambing dan seekor sapi disalurkan oleh MER-C kepada rakyat Gaza. Relawan MER-C Indonesia yang berjumlah sembilan belas orang mengerjakan proses penyaluran hewan kurban tersebut secara langsung mulai dari pembelian, pemotongan, dan pembagian kepada warga Gaza. “Kami berterima kasih kepada rakyat Indonesia yang mempercayai MER-C untuk menyalurkan hewan kurbannya kepada rakyat Gaza,” kata Karidi, salah seorang relawan teknis khusus mekanikal elektrikal asal wonogiri.   Untuk para relawan, Idul Adha di Jalur Gaza kali ini memang cukup berbeda dari sebelumnya, karena sebulan yang lalu peperangan besar baru saja berkahir, setelah 51 hari Israel melakukan agresi militernya dengan membombardir Jalur Gaza. Pada saat peperangan berlangsung, para relawan sejumlah 19 orang tetap berada di Jalur Gaza dan tidak meninggalkan Gaza, meski pun daerah utara merupakan salah satu daerah yang sangat riskan karena posisi Rumah Sakit Indonesia tempat para relawan tinggal hanya berjarak 2,5 km dari perbatasan. Sebagai lembaga kemanusiaan, MER-C dipercaya oleh rakyat Indonesia untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada Gaza. Menurut laporan MER-C cabang Gaza, Saat agresi Israel ke Jalur Gaza Juli-Agustus lalu, MER-C menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 2000 paket sembako dan peralatan dapur kepada warga Gaza yang menjadi korban agresi Israel senilai hampir dua miliar rupiah. Beberapa hari sebelum Idul Adha, MER-C juga menyalurkan seribu paket peralatan sekolah kepada pelajar setingkat SD hingga SMU di beberapa sekolah di jalur Gaza. Saat ini, MER-C sedang menyelesaikan tahap akhir pembangunan RS Indonesia di Gaza, memasuki pembelian alat kesehetan. Jika tidak ada halangan berarti, diharapkan program besar dari rakyat Indonesia ini akan segera beroperasi pada awal tahun depan. Untuk rakyat Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan lewat MER-C dapat dikirimkan melalui rekening sebagai berikut: Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee; Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: .BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (L/K01/R05)  Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-salurkan-hewan-kurban-dari-rakyat-indonesia-untuk-gaza/          

Relawan MER-C Shalat Idul Adha Bersama Ribuan Rakyat Gaza

Sejumlah relawan MER-C saat melaksanakan Iedul Adha 1435 H di jalur Gaza. foto : mirajnews.com Gaza, 10 Dzulhijjah 1435 /4 Oktober 2014 (MINA) – Sejumlah relawan Indonesia yang tergabung dalam lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melaksanakan shalat Idul Adha 1435 Hijriah bersama rakyat Gaza, dilapangan Yarmouk, Kota Gaza, Sabtu (4/10).  “Alhamdulilah kami merasa terharu dan senang bisa melaksanakan shalat Idul Adha bersama rakyat Gaza dan Mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah,” kata Edy Wahyudi, Project Manager pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.   Pembangunan RS Indonesia terletak di Bayt Lahiya, utara Gaza, diawasi dan dikerjakan langsung oleh relawan Indonesia yang tergabung dalam Divisi Konstruksi MER-C bekerjasama dengan Ma’had Al-Fatah Indonesia. Saat ini, sejumlah 19 relawan Indonesia masih mengemban amanah pembangunan RS Indonesia yang sedang memasuki tahap paling akhir, yakni penyediaan alat kesehatan. Pembangunan RS Indonesia dimulai sejak 14 Mei 2011 dan kini telah selesai pembangunan fisiknya. Bangunan RS Indonesia akan menjadi salah satu pusat trauma dan rehabilitasi terbesar dan terlengkap di Gaza, memiliki dua lantai dan satu lantai basement yang berkapasitas lebih dari 100 tempat tidur dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang berteknologi canggih. Sementara itu relawan lain yang baru pertama kalinya merayakan Idul Adha bersama rakyat Gaza meski pun jauh dari keluarga juga mengaku sangat gembira. “Kami sangat senang bisa berada di tanah penuh berkah ini, Meskipun jauh dari keluarga, namun rakyat Gaza seperti saudara kami sendiri,” ujar Miyanto, salah satu relawan asal Wonogiri, Jawa Tengah. Ia menambahkan “Meskipun baru saja dilanda peperangan, namun mereka tetap semangat melanjutkan kehidupan mereka dan terus berjuang untuk kemerdekaan tanah Palestina”. Lain lagi dengan Ali Karidi yang sudah beberapa kali merayakan Idul Adha di wilayah terblokade itu, relawan yang sehari hari bertugas sebagai teknisi mekanikal elektrikal ini merasakan hal yang berbeda dari hari raya sebelumnya.  “Ini merupakan hari raya Idul Adha ketiga kalinya bagi saya di Gaza, Idul Adha kali ini terasa berbeda karena baru saja sebulan yang lalu terjadi agresi Israel, saya melihat rakyat Gaza tetap optimis dan semangat,” ujar relawan yang berada di Gaza sejak 2012 ini. Seluruh relawan Indonesia mengucapkan salam hangat kepada seluruh Muslimin di Indonesia serta keluarga yang telah beberapa bulan ini ditinggalkan. Sejumlah relawan MER-C saat melaksanakan Iedul Adha 1435 H di jalur Gaza. foto : mirajnews.com “Kami rindu dengan keluarga, namun kami yakin bahwa Allah menjaga mereka dan sebaik baik penjagaan adalah Allah Subhanhu wa Ta’ala,” kata Edy Wahyudi. Sementara itu, salah seorang warga Gaza, Zaid Sharafah menyatakan sangat senang dapat menunaikan shalat Idul Adha bersama saudara-saudara mereka dari Indonesia. “Saya ucapkan selamat hari raya kepada seluruh Muslimin khususnya saudara kami di Indonesia, insya Allah kemenangan Muslimin tidak akan lama lagi, Al-Aqsha Haqquna (Masjid Al-Aqsha milik Muslimin),” tegasnya penuh semangat. Pria itu juga mengucapkan salam kepada anaknya Dr. Muin Sharafah yang sedang melanjutkan pendidikan S-3 nya di Jakarta. Bertindak selaku Imam dan Khatib shalat Idul Adha kali ini adalah mantan Perdana Menteri Palestina juga petinggi Hamas, Ismail Haniyah. Di depan ribuan rakyat Gaza, Haniyah menyatakan bahwa Idul Adha kali ini merupakan Idul Adha kemenangan untuk rakyat Gaza dan Palestina setelah terjadinya peperangan selama 51 hari pada Agustus lalu.(K01/K03/R05) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-merc-shalat-idul-adha-bersama-ribuan-rakyat-gaza/        

MER-C Salurkan Seribu paket Peralatan Sekolah untuk Pelajar Gaza

Muqarrabin Al Fikri (kanan), Ketua MER-C Cabang Gaza, saat membagikan paket peralatan sekolah kepada pelajar di Gaza. foro : mirajnews.com Gaza, 8 Dzulhijjah 1435/3 Oktober 2014 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C)  menyalurkan seribu paket peralatan sekolah kepada pelajar setingkat sekolah dasar dan Sekolah Menengah Umum (SMU) di Jalur Gaza. “Seribu paket peralatan sekolah ini dibagikan kepada anak-anak yatim, dan keluarga miskin yang rumahnya hancur akibat agresi Israel ke Jalur Gaza beberapa waktu yang lalu,” kata Muqarrabin Al-Fikri ketua MER-C cabang Gaza kepada mirajnews.com, Kamis (2/10).  Fikri menjelaskan paket sekolah yang disalurkan cukup lengkap karena semua kebutuhan belajar terdapat dalam paket ini. “Paket peralatan sekolah yang disalurkan ini cukup lengkap karena terdiri dari tas, buku, alat tulis, seragam sekolah, dan sepatu,”  ujar Fikri. Peralatan Sekolah yang dibagikan oleh MER-C kepada pelajar di Jalur Gaza. foto : Mirajnews.com Pria kelahiran Bogor ini menambahkan, penyaluran paket kepada yang membutuhkan merupakan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia melalui MER-C, dan dalam beberapa hari ke depan akan disalurkan seluruhnya untuk para pelajar di Gaza. “Dana untuk peralatan sekolah ini diambil dari dana kemanusiaan yang diamanahkan kepada MER-C dan melihat kebutuhan mendesak untuk pelajar yang miskin serta tidak memiliki apapun akibat hancurnya rumah mereka,” ujar Mahasiswa Universitas Islam Gaza itu. Sementara, Kepala Sekolah SMU milik pemerintah Pelestina, Saidah Husen al Omari menyatakan bantuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan semangat belajar mereka mengingat banyak dari para pejalar yang rumahnya hancur dan tidak memiliki apa-apa lagi, khususnya peralatan sekolah. Senada dengan hakl itu, Asma Abu Al Qara, salah seorang pelajar dari Sekolah Menengah Umum Negeri di Gaza mengucapkan terima kasih kepada MER-C yang telah menyalurkan bantuan rakyat Indonesia  untuk ia dan teman-temannya di jalur yang masih diblokade itu. Seribu Paket peralatan sekolah akan disalurkan langsung oleh Relawan MER-C kepada pelajar di Gaza. foto : mirajnews.com MER-C saat ini sedang membangun sebuah Rumah Sakit Indonesia di utara Gaza yang telah mendekati tahap akhir. Bangunan utama dan pendukung sudah dalam tahap penyelesaiaan, dan saat ini tim sedang mempersiapkan alat-alat kesehatan agar  rumah sakit terbesar di Utara Jalur gaza tersebut bisa segera beroperasi. Sebanyak 19 relawan MER-C sedang berada di Jalur Gaza guna mengawal proses penyelesaian akhir serta pemesanan alat kesehatan. Diharapkan dalam waktu dekat RS  Indonesia ini segera bisa beroperasi untuk melayani kebutuhan rakyat Gaza dari Agresi serangan Israel. Dukungan dan doa dari rakyat Indonesia sangat dibutuhkan demi beroperasionalnya RS sumbangan rakyat ini. Untuk itu,  bantuan komersial dapat disalurkan melalui rekening donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee. Sementara donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza melalui: BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (K01/R04) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-salurkan-seribu-paket-peralatan-sekolah-untuk-pelajar-gaza/                  

MER-C Kembali Selenggarakan Program Qurban Untuk Gaza

Jakarta, 16 Dzulqa’dah 1435/12 September 2014 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Gaza kembali menyelenggarakan program Qurban untuk warga di Jalur Gaza Palestina. Program Qurban ini akan dilakukan langsung oleh 19 orang relawan RS Indonesia di Gaza mulai dari memilih, membeli, membagikan hewan qurban langsung  kepada yang berhak dan yang membutuhkan. “Kita percaya dengan kapasitas dan kinerja para relawan di sana dalam melaksanakan program qurban tersebut dari pembelian, pemotongan, sampai mengantarkan ke rakyat Gaza,” kata Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C, kepada Mi’raj News Agency (MINA), Jumat (12/9).  Menurut informasi dari MER-C, hewan qurban berupa domba atau kambing dengan berat 48-50 kg, di Gaza mencapai Harga Rp. 5.040.000/ekor dan Sapi dengan berat 500 kg mencapai Rp. 34.620.000 (sudah termasuk biaya operasional). “Kita akan buka pendaftaran Qurban bagi para donatur yang ingin menyalurkan bantuan mulai hari ini,” kata Tina, salah satu Staf MER-C. Mer-C memberi batas pentransferan danan dari para donatur program tersebut hingga tanggal 27 September 2014 hal itu untuk mempermudah kepengurusan qurban di Gaza. Bagi yang berminat berqurban untuk dibagikan kepada warga di Jalur Gaza dapat menghubungi MER-C melalui nomor telepon 0811990176, 021-3159235. Dana juga dapat ditransfer melalui Rekening Program Qurban MER-C: BSM, Cabang Kramat No. Rek. 701.5658.902 A/n. Medical Emergency Rescue Committee, Bukti transfer dikirimkan ke MER-C mll fax 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id, website www.mer-c.org, beserta nama lengkap, alamat, no tlp/hp, alamat email. (L/P007/R11) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/merc-kembali-selenggarakan-program-qurban-untuk-gaza/                

RS Indonesia Di Gaza Dilengkapi Alat Medis Canggih

Wawancara Miraj News dengan Ahyaudin Sodri, ST., MT, Ketua Pengadaan Alat Kesehatan RS Indoensia di Gaza, Palestina. (Gambar: Putri/MINA) Jakarta, 14 Dzulqa’dah 1435/9 September 2014 (MINA) – Lembaga medis kemanusiaan dan kegawatdaruratan yang memprakarsai pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), saat ini sedang melakukan penawaran peralatan medis kepada perusahaan-perusahaan alat kesehatan (alkes). Dalam wawancara Mi’raj Islamic News Agency (MINA) dengan Ahyaudin Sodri, ST., MT, Ketua Pengadaan alkes RS Indonesia, di kantor pusat MER-C di Jakarta, Selasa malam (9/9), disebutkan bahwa rumah sakit hadiah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina itu, akan dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang berteknologi canggih.   Berikut petikan wawancara lengkap dengan Ahyaudin Sodri, Insinyur Teknik Biomedis lulusan Jerman ini: MINA : Perkembangan baru apa yang tim MER-C lakukan terkait pengadaan alat kesehatan untuk RS Indonesia? Ahyaudin: Baru saja kami melakukan video-conference dengan tim MER-C di Gaza dan konsultan lokal pengadaan alat kesehatan di Gaza. Dari Jakarta sendiri saya dan Ir. Faried Thalib (Ketua Divsi Kontruksi Pembangunan RS Indonesia). Video-conference dilakukan untuk evaluasi proses pengadaan alat kesehatan. Sekarang dalam proses menunggu penawaran. Dari Rp 65 milyar dana yang direncanakan, kami bagi menjadi 14 paket, karena alat kesehatan sangat kompleks, tidak ada satu perusahaan pun yang bisa menyediakan semua peralatan yang dibutuhkan. Paket ini diharapkan bisa mempermudah pengadaan alat kesehatan, karena tidak ada perusahaan yang bisa menyediakan semuanya. Misalnya paket bedah adalah alat-alat bedah, paket radiologi, dan paket lainnya berbeda perusahaan. Secara keseluruhan, perkembangannya sangat bagus. Saat ini, dari enam suplayer yang direncanakan, berkembang menjadi 14 perusahaan. Kita harapkan ke-14 perusahaan ini bisa menyediakan alat-alat yang kita butuhkan. Dari laporan tim kita di sana, semua sudah menyepakati, baik dari jumlah yang kita butuhkan, jenis yang kita butuhkan, termasuk spesifik scan-nya. Dan semua berkomitmen bahwa proses pengadaan bisa selesai pada bulan Desember. Yang kita harapkan, hari Sabtu nanti (13/9), semua penawaran masuk dari 14 perusahaan. Maka Minggu depan, kami tim Jakarta akan melakukan evaluasi dari penawaran ke-14 perusahaan ini. Tim di Gaza akan menerima penawaran dalam dua jenis. Penawaran dalam bentuk kertas (dokumen-dokumen kertas) dan dalam bentuk softcopy. Bentuk softcopy ini yang akan dikirim ke Jakarta dan kita pelajari dan evaluasi. Kita tidak mau barang-barang yang dikirim ke rumah sakit adalah barang-barang yang bukan kami pesan. MINA : Dari mana asal perusahaan penyuplai? Ahyaudin: Perusahaan yang kita minta penawaran adalah perusahaan yang ada di Gaza. Saya pada Februari lalu, sudah pergi ke sana dan melakukan penilaian, dan ternyata bisnis itu memang ada di sana. Selama ini pengadaan alat-alat kesehatan di Gaza, dipenuhi oleh agen-agen atau distributor yang ada di Gaza sendiri. Alat-alatnya sendiri ada yang dari Eropa, dari Amerika, dari Jepang, dan ada juga ada yang dari Gaza, tapi terbatas pada peralatan yang sederhana seperti tiang infus, kursi pasien dan furniture rumah sakit dan lainnya. Adapun barang-barang yang sifatnya elektronik dan berteknologi canggih, itu semua dari luar. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}       Ahyaudin Sodri ketika melakukan penilaian alat kesehatan di Gaza, Februari 2014 (Foto: mirajnews)         MINA : Peralatan medis yang akan dipakai di RS Indonesia, apakah semuanya berteknologi canggih? Ahyaudin: Rumah sakit ini adalah rumah sakit traumatologi, berorientasi pada penanganan trauma, sehingga membutuhkan peralatan yang berteknologi canggih. Contohnya, laboratorium yang kita buat adalah lab yang memang sudah menunjang aktivitas kamar bedah. Ada empat kamar bedah yang didukung oleh 100 ranjang ICU. Sengaja kami mengadakan alat berteknologi canggih dengan tujuan bisa mendukung kebutuhan kita hari ini dan kebutuhan layanan di masa yang akan datang. Jangan sampai kita membeli peralatan, kita pakai setahun dua tahun, tiga tahun berikutnya sudah tidak bisa dipakai. MINA : Kondisi listrik di Gaza saat ini sangat buruk, dapatkah situasi ini menunjang kebutuhan listrik bagi berbagai peralatan canggih tersebut? Ahyaudin: Memang benar, kondisi listrik Gaza yang buruk adalah tantangan tersendiri bagi kita. Itu sudah kita antisipasi dengan memasang dua genset yang kapasitasnya sudah cukup untuk mem-backup seluruh peralatan medis yang kita gunakan. Jadi ketika listrik mati, gensetnya akan mem-backup. Jadi, tidak ada skenarionya, ketika listrik mati, rumah sakit berhenti. MINA: Bagaimana dengan ketersediaan tenaga operasional dalam memakai peralatan canggih tersebut? Ahyaudin: Kita sudah memasukkan ke dalam spesifikasi yang kita ajukan ke perusahaan-perusahan yang kita tawarkan, bahwa mereka memiliki kewajiban-kewajiban yang harus mereka penuhi. Kewajiban pertama, tentu saja mereka harus mengirimkan ke lokasi, barang yang kita inginkan. Kewajiban kedua adalah melakukan pemasangan alat-alat dengan benar. Yang ketiga, mereka punya kewajiban men-training, baik itu operator maupun dokter yang akan mengoperasikan alat-alat yang akan kita beli. Keempat, mereka berkewajiban mem-backup maintenance dan men-support peralatan ini ke depan. Bukan hanya garansi, tapi mereka menjamin alat ini dalam tujuh tahun ke depan, mereka akan support, baik dari suku cadangnya, maupun tenaga ahlinya. Kita tidak berharap, ketika tiga tahun kemudian, mereka mengatakan suku cadangnya sudah tidak ada, itu akan sangat merugikan. Apalagi ini adalah komitmen bangsa Indonesia yang diharapkan bermamfaat bagi warga Gaza dalam jangka panjang, bukan jangka pendek. MINA : Dengan perkembangan bagus ini, apa yang diharapkan? Ahyaudin: Situasi ini mudah-mudahan bisa memberikan kemajuan bagi bidang kesehatan di Gaza. Saya sudah bertemu beberapa orang yang berharap rumah sakit ini nantinya bisa memberi layanan dan menjadi rujukan bagi warga Gaza, terutama di Gaza Utara. Dua hal yang kita harapkan, dari sisi teknologi dan dari sisi layanannya. Jadi kombinasi antara kecanggihan teknologi dengan keahlian kedokteran. (L/P09/P4). Sumber : http://mirajnews.com/id/wawancara/rs-indonesia-di-gaza-dilengkapi-alat-medis-canggih                          

Komunitas Musik Metal Sumbang Rp 89 Juta Untuk Gaza

Persiapan para pemain musik metal (Foto: Chamid/MINA) Jakarta, 13 Dzul qa’dah 1435/8 September 2014 (MINA)– Aksi kepedulian untuk rakyat Gaza Palestina datang dari komunitas musik metal, mereka menyerahkan sumbangan dana sebesar Rp 89.615.000, termasuk tiga buah kaos untuk warga Palestina sebagai bentuk persaudaraan. Sumbangan disalurkan melalui lembaga kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), di Bulungan Outdor, Jakarat, Ahad malam (7/9). “Semoga uang sumbangan ini berguna buat saudara-saudara kita di Gaza, terimakasih buat kalian semua”, kata salah satu pelantun musik metal kepada para penonton.   Menurut komite Metal Heads Respect, Iwan Gimbalcore total dana yang telah diserahkan kepada MER-C itu merupakan gabungan dari konser yang sebelumnya sudah dilakukan. Donasi pertama sebesar Rp 11.021.000 di Bintaro, donasi kedua sebesar Rp 6.234.000 dan donasi ketiga Rp 1.360.000. Pada donasi keempat merupakan jumlah terbesar, yaitu Rp. 71.000.000 rupiah. Dana tersebut langsung diserahkan kepada ketua presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah di dampingi dr Idrus sebagai anggota MER-C dan Husen Alatas peraih juara II Indonesiaan Idol. Acara penyerahan dimulai pukul 10:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB. “Konser musik metal ini digelar tanpa adanya pemodal maupun sponsorship dari korporasi. Dengan etos Do-It-Yourself, kami bersama-sama merealisasikan acara ini dengan sumbangan seikhlasnya dari para penghuni komunitas metal tanah air, baik berupa tenaga, pikiran, materi maupun informasi. Kebersamaan dan solidaritas adalah senjata kami untuk mewujudkan dunia yang lebih baik”, jelasnya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) MER-C adalah lembaga medis kemanusiaan yang memprakarsai pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza berdasarkan amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. “Munculnya rasa kepedulian dan simpati itulah yang mengawali ide konser amal untuk Palestina. Ini event metal yang digelar khusus untuk penggalangan dana kemanusian, bukan profit maupun popularitas”, kata Iwan. Menurutnya, tema acara ini adalah “peduli damai anti perang” ini masih berjalan dengan konsep awal pada 2011 lalu. Semua band yang tampil dalam event ini tidak ada satupun yang dibayar, bahkan band-band yang tampil ikut memberikan donasi, serta tidak ada perbedaan band besar atau kecil di dalam event ini. Iwan menegaskan, Event ini 100 % merupakan aksi kemanusiaan dari semua metalheads tanah air, tidak mewakili atau mengatasnamakan salah satu agama/keyakinan. Semua hasil penjualan tiket dan merchandise akan didonasikan untuk pembangunan rumah sakit Indonesia, di Gaza Palestina. Ia menambahkan, menyelamatkan kemanusiaan di Gaza, merupakan hal yang sangat besar, melalui Metalheads Respect tersebut ini dapat menjadi sebuah langkah kecil untuk membangun solidaritas dan persatuan serta menggugah rasa kemanusiaan bagi semua orang. Sementara itu,  ketua presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah menyampaikan rasa kagum, dan bangganya kepada  komunitas musik metal yang telah peduli dan berpartipisasi untuk rakyat Palestina dan pembangunan Rumah Sakit Indonesia. “Kalian memang luar biasa, saya sampai merinding”, katanya saat memberikan sambutan, dibarengi dengan tepuk tangan dari semua penonton.(L/P010/R11) Mi’raj Islamic News Agency (MINA) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/komunitas-musik-metal-sumbang-rp-89-juta-untuk-gaza          

ACEH SUMBANG 6,37 MILIAR UNTUK GAZA

Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah (nomor 3 dari kiri) pada acara “Serah terima bantuan Pemerintah dan Masyarakat Aceh untuk Gaza melalui” di Jakarta, Rabu (27/8/14). (Foto: Chamid/mirajnews.com) Jakarta, 1 Dzulqa’dah 1435/27 Agustus 2014 (MINA) – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, mewakili pemerintah dan masyarakat Aceh menyerahkan sumbangan dana 6.379.606.470 rupiah, termasuk emas 12 gram untuk membantu warga Palestina di Gaza melalui lembaga kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). “Kami sengaja menyerahkan bantuan ini melalui MER-C, karena kami tahu lembaga ini sangat concern dan sangat aktif membantu kegiatan sosial di Palestina,” kata Zaini Abdullah saat menyampaikan sambutan pada acara “Serah Terima Bantuan Pemerintah dan Masyarakat Aceh untuk Gaza melalui MER-C” di Jakarta, Rabu sore.   Gubernur Zaini mengatakan, kalau saja diizinkan berjihad ke Palestina, banyak sekali rakyat Aceh yang siap berangkat ke sana. “Tapi itu tentu bukan pilihan bijak, apalagi persoalan Palestina adalah masalah internasional yang membutuhkan langkah-langkah penyelesaian politik dan diplomasi internasional,” ujarnya di hadapan ratusan undangan, sebagian masyarakat Aceh yang tinggal di Jakarta. Hadir mendampingi Gubernur, Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, Pemimpin Umum Serambi Indonesia H Sjamsul Kahar, serta beberapa pejabat Pemda dan awak media dari Aceh. Menurut Zaini, untuk membantu meringankan beban penderitaan yang dialami saudara-saudara di Gaza, cara yang dilakukan masyarakat Aceh selain dengan doa juga dengan mengumpulkan dana, untuk memperkuat kebutuhan rumah sakit Indonesia yang sedang dibangun di Jalur Gaza. Zaini Abdullah lebih lanjut mengatakan, pihaknya memilih menyerahkan bantuan yang terkumpul atas inisiatif pemerintah Aceh, bekerjasama dengan Harian Serambi Indonesia dan beberapa organisasi masyarakat yang ada di Aceh, melalui MER-C karena lembaga kemanusian tersebut sangat aktif dan sudah lama terlibat dalam aksi kemanusiaan dunia, khususnya di Palestina. MER-C adalah lembaga medis kemanusiaan yang memprakarsai pembangunan RS Indonesia di Gaza berdasarkan amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemerintah Aceh, yang juga ketua panitia , Murtalamuddin menyatakan, dana tersebut merupakan hasil sumbangan masyarakat Aceh yang dikumpulkan selama 20 hari, sejak 14 Juli hingga 18 Agustus lalu. Menurutnya, Pada Gerakan Penggalangan dana rakyat Aceh untuk Palestina yang terwujud atas kerjasama Pemerintah Daerah Aceh dengan Harian Serambi Indonesia itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar pun turut menyumbang masing-masing 50 juta rupiah. Ia juga mengatakan, Gubernur Aceh juga memerintahkan kepada Sekretaris Daerah untuk membuat surat himbauan dan pemberitahuan ke seluruh pelosok Aceh agar rakyat turut andil dalam penggalangan dana Palestina itu. Persaudaraan Indonesia-Palestina Zaini berharap MER-C bisa menyalurkan bantuan tersebut kepada rakyat Palestina, sekaligus menyampaikan salam persaudaraan dari masyarakat Aceh untuk rakyat Palestina, sebagai satu saudara. “Ini bukti persaudaraan masyarakat Aceh untuk Palestina sebagai hubungan ukhuwah Islamiyah dengan sesama saudara di manapun di seluruh dunia,” ujar Zaini. Dosa besar apabila ada saudaranya yang sakit kemudian sesama saudara lainnya tidak saling membantu, imbuhnya. Zaini selaku kepala Pemerintah Aceh dan mewakili gerakan rakyat Aceh untuk Palestina juga menghimbau agar pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia terus mengampanyekan perjuangan kemerdekaan Palestina di forum-forum internasional hingga Palestina mencapai kemerdekaannya, dan warganya dapat hidup tenang dan damai. Anggota Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, dalam sambutannya mengharapkan, apa yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Aceh itu menjadi inspirasi bagi pemerintah dan masyarakat di daerah lainnya. “Aceh merupakan satu-satunya Pemerintah Daerah yang secara resmi mengggalang pengumpulan dana untuk Palestina, hal itu bisa diikuti oleh pemerintah daerah lainnya,” kata Sarbini. Menurutnya, bantuan rakyat Aceh itu rencananya digunakan untuk pembelian alat kesehatan RS Indonesia di Jalur Gaza. MER-C selanjutnya memberikan nama pahlawan asal Aceh, yaitu Tengku Cik Di Tiro Muhamad Saman dan Tjoet Nyak Dhien, sebagai nama dua ruangan di dalam Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Hingga kini, sebanyak 19 relawan Indonesia di RS Indonesia masih berada di Jalur Gaza untuk menyelesaikan pekerjaan akhir Rumah Sakit Indonesia serta mengawal pengadaan alat kesehatan agar rumah sakit dapat  segera beroperasi. Rencananya pengoperasian RS Indonesia dilaksanakan akhir tahun ini atau dapat lebih cepat lagi. (L/P010/R05/R03/P4) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/masyarakat-aceh-sumbang-63-miliar-rupiah-untuk-warga-gaza                  

Wagubsu Bantu Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Medan, (Analisa).  Wagubsu Ir Tengku Erry Nuradi berjanji akan mem­bantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Palestina. Hal ini dikatakannya saat menerima Ketua Umum Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Medan dr Ahmad Han­da­ya­ni bersama pengurus lainnya di kan­tor Gubsu, Selasa (26/8). Wagubsu mengatakan seca­ra lem­baga melalui SKPD terkait maupun se­cara pribadi akan membantu pem­ba­ngunan rumah sakit Indonesia di Gaza. Di antaranya dengan cara mem­beli marchendise buatan Merc sebagai tanda partisipasi. Wagub juga berjanji akan mensosialisasikan program ini kepada tokoh-tokoh masyara­kat.  “Saya akan membeli lagi seribu buah t-shirt untuk dibagikan ke berbagai SKPD (satuan kerja pe­rang­kat dae­rah) dan akan membantu seca­ra pribadi dengan menso­siali­sasikan program ini ke tokoh-tokoh masya­rakat”­ ujarnya. Wagubsu juga berharap MER-C tidak hanya memper­hatikan palestina namun juga tetap memperhatikan kondisi di Indonesia khususnya sumut yang juga masih memerlukan per­hati­an semua pihak khu­susnya MER-C. Sementara itu ketua MER-C cabang Medan dr Ah­mad Handayani berharap dukungan Pemprov Sumut dapat mem­bantu MER-C Medan me­nyuk­seskan gerakan wakaf Sumut untuk mem­bangun satu ruangan operasi di RS In­d­onesia di Gaza. Untuk pembangunan satu ruangan operasi yang akan dinamakan Ruangan Sumatera Utara itu, MER-C Medan menggalang dana yang ditar­getkan pada Desember nanti akan mencapai Rp 3 miliar. “Saat ini sudah terkumpul Rp 765 juta. Ini berasal dari sumbangan perorangan, ko­mu­nitas, dan penjualan t-shirt,” katanya. RS Indonesia di Gaza Utara, kata dr Ahmad, telah berdiri tegak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Pembangunan gedungnya telah dimulai sejak 2011, dan rampung akhir ta­hun lalu. Saat ini MER-C sedang me­ngu­sa­hakan pengadaan a­lat-alat kesehatan untuk RS Indonesia yang diperkirakan memakan biaya Rp 65,131 miliar. “Secara bertahap RS Indonesia akan diserahkan kepada Pemerintah Pales­tina,” kata­nya.(ir) Sumber : http://analisadaily.com/news/read/wagubsu-bantu-pembangunan-rumah-sakit-indonesia-di-gaza/58325/2014/08/27              

Silahkan bertanya?