MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

WNI RINA DAN KELUARGA SUDAH KELUAR DARI GAZA

Rina Wati bersama suami Ahmad Skaik dan relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di perbatasan Mesir. Foto: MINA Gaza, 1 Dzulqo’dah 1435/27 Agustus 2014 (MINA) – Warga Negara Indonesia (WNI) asal Cianjur Jawa Barat bersama keluarganya yang terjebak dalam perang terbaru Israel-Palestina akhirnya bisa keluar Gaza setelah sebelumnya tertahan di perbatasan Mesir. “Alhamdulillah, Rina, suami, dan anaknya sudah menuju Kairo bersama tim dari KBRI,” lapor koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jalur Gaza, Rabu (27/8). Sebelumnya, Rina diantar tim relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C ) menuju perbatasan Rafah dan kemudian dijemput staf KBRI Kairo Joko Sumarsono bersama tim yang tiba-tiba di perbatasan Jalur Gaza Rabu siang pukul 11.00 waktu setempat   Sebelumnya, Rina Wati dan keluarga yang sudah menunggu kedatangan tim di imigrasi Gaza segera menuju ke imigrasi Mesir yang hanya berjarak 100 meter, namun pihak Mesir menahan semua warga Gaza termasuk Rina Wati tepat di depan imigrasi Mesir, lapor koresponden. “Kami hanya ingin keluar, kasian anak-anak saya,” ujar Rina kepada tim MINA. Rina Wati menikah dengan warga Gaza Ahmad Skaik pada 2008. Mereka sebelumnya tinggal di Arab Saudi. Namun, karena ada beberapa kesulitan yang dihadapi, keduanya pindah ke rumah Ahmad di Gaza pada 28 Maret 2012 dan tinggal di sana. Keluarga itu dikaruniai dua orang anak yakni Yahya Skaik dan Yasin Skaik. Yasin dilahirkan dalam kondisi prematur dalam situasi perang yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza sejak 7 Juli lalu. Koresponden MINA menuturkan, Selasa pagi Waktu Gaza, Rina beserta keluarga diantar oleh relawan MER-C bertolak menuju Rafah. Perjalanan berjarak 40 kilometer dari Gaza menuju perbatasan Rafah tersebut cukup menegangkan, karena serangan-serangan Zionis Israel kala itu masih  berlanjut, yakni  sebelum kesepakatan genjatan senjata permanen disepakati bersama gerakan-gerakan Palestina Selasa malamnya. “Sepanjang perjalanan tidak banyak kendaraan yang melintas bahkan bisa dibilang hanya kendaraan kami yang melintas,” lapor Koresponden MINA di Gaza. Rina Wati dan keluarga tiba di Rafah sekitar pukul 08.30 pagi, segera diarahkan ke ruang keberangkatan imigrasi Rafah. Relawan MER-C mencoba mengontak tim penjemput dari KBRI, namun hingga sekitar tiga jam, tim KBRI belum bisa dihubungi.(L/K01/R04) Sumber http://mirajnews.com/id/palestina/wni-rina-dan-keluarga-sudah-keluar-dari-gaza                

KELUARGA WNI DI GAZA MASIH TERJEBAK PERANG

Rina Wati (kiri), Ahmad Skaik (tengah) dan ketua MER-C cabang Gaza Muqarrabin Al-Fikri. Foto: MINA Gaza, 24 Syawwal 1435/21 Agustus 2014 (MINA) –  Seorang WNI asal Cianjur Jawa Barat Rina Wati yang tinggal di Jalur Gaza  masih terjebak di tengah perang,  sementara pihak Kedutaan Besar RI di  Kairo masih  berkordinasi dengan pihak Mesir terkait hal ini. Rina yang menikah dengan seorang warga Gaza Ahmad Skaik  beberapa tahun lalu memiliki dua orang anak bernama Yahya Skaik dan Yasin Skaik.  Yasin dilahirkan dalam kondisi  prematur dalam perang terbaru Israel dengan Gaza kali ini. “Sudah dua bulan kami menunggu untuk dapat izin keluar Gaza, tapi hingga saat ini belum bisa keluar,” kata Rina kepada koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jalur Gaza, Kamis (21/8). Pihak KBRI Kairo dan Amman dibantu relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sedang membangun RS Indonesia di Jalur Gaza sudah berusaha untuk membantu mengevakuasi WNI dan keluarganya ini. “Kami sedang menunggu pihak KBRI Kairo menjemput kami, mereka bilang dalam 1-2 hari ke depan akan masuk ke Gaza, dan jemput kami di perbatasan,” tambahnya. Untuk hal ini, pihak Mesir menurut ucapan Rina sudah memberi ijin, tinggal menunggu satu sampai dua hari ke depan untuk menjemput Rina dan keluarga, lapor koresponden MINA di Jalur Gaza. Sementara, relawan MER-C di Gaza  mengatakan sudah siap untuk membantu evakuasi keluarga Rina dan menanggung seluruh biaya yang diperlukan  agar mereka bisa keluar Gaza dengan selamat sampai  tiba di kampung halamannya di Cianjur Jawa Barat. “Kami dari MER-C insyaallah akan membantu keluarga ibu Rina untuk proses pemulangan dari Gaza ke Indonesia,” ujar ketua MER-C cabang Gaza Muqarrabin Al-Fikri. Menanggapi hal ini  suami Rina menyampaikan terima kasih kepada  lembaga kemanusiaan yang sudah malang melintang dalam menyalurkan bantuan kepada para korban konflik maupun bencana ini dengan mengatakan, “Kami berterima kasih kepada teman-teman relawan MER-C dan kedutaan atas segala bantuan kepada keluarga kami, terima kasih,” ujar Ahmad Skaik .(L/K01/P03) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/keluarga-wni-di-gaza-masih-terjebak-perang                

MTA Serahkan Dana 1 Milyar Untuk Peduli Gaza ke MER-C

Setelah beberapa saat ini MTA menyerukan kepada warganya dan para pendengar radio untuk ikut membantu saudara-saudara di Gaza disambut sangat baik bak gayung bersambut, terbukti pada hari ini Ahad 17 Agustus 2014 terkumpul dana untuk peduli gaza sebesar 1 Milyar rupiah. Dana tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan pusat MTA al-ustadz Drs. Ahmad Sukina kepada MER-C melalui presidium MER-C dr. Joze Rizal Jurnalis, SpOT pada saat Pengajian Ahad Pagi dilangsungkan pada tanggal 17 Agustus 2014. Walau demikian masih ada kesempatan bagi para pendengar yang akan menyalurkan bantuannya melalui MTA.  Presidium MER-C dr. Joze Rizal Jurnalis, SpOT dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas karunia Allah yang telah menganugerahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia sehingga saat ini kita bisa memperingatinya yang ke 69. Berbeda dengan bangsa Palestina yang sampai saat ini belum bisa memetik rasa merdeka seperti yang bisa kita nikmati. Rumah sakit yang dibangun oleh rakyat Indonesia di Gaza ini adalah merupakan persembahan dari rakyat Indonesia untuk sahabatnya rakyat Palestina, karena itu dana untuk membangun Rumah Sakit berikut sarana prasaranya ini diperoleh dari sumbangan rakyat Indonesia termasuk dari MTA ini. Selain Rumah sakit akan dibangun juga wisma Indonesia untuk menampung rakyat Indonesia yang akan mengunjungi saudara saudaraya di Palestina. Semoga dengan dibangunnya Rumah Sakit ini menjadikan kebaikan bagi kita semua, dan insya Allah pada akhir tahun ini Rumah Sakit Indonesia di Gaza akan segera beroperasi. Sumber : http://www.mta.or.id/2014/08/17/mta-serahkan-dana-1-milyar-untuk-peduli-gaza-ke-mer-c/              

RELAWAN INDONESIA MENIKAHI MUSLIMAH GAZA DI TENGAH PERANG

Ayah/wali pengantin wanita Fauzi Ar-Raqb saat melangsungkan ijab qabul dengan pengantin pria asal Indonesia Muhammad Husein bin Aji Muslim di Khan Younis selatan Gaza, Ahad (17/8). (Foto: MINA) Gaza, 21 Syawwal 1435/17 Agustus 2014 (MINA) – Setelah sempat tertunda, akhirnya seorang relawan Indonesia dari pesantren Al-Fatah yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berhasil melangsungkan akad nikahnya pada Ahad (17/8) di Jalur Gaza, di masa perang masih berlangsung sejak awal Juli lalu. Muhammad Husein bin Aji Muslim meminang seorang muslimah asal Khan Younis, selatan Gaza  yang bernama Jinan Ar-Raqb kurang dari sebulan sebelumnya, di mana pernikahan itu sempat tertunda menyusul perang yang masih berkecamuk di  Gaza  awal Agustus lalu. Aqad nikah di masa gencatan senjata pihak Palestina dan Israel ini berlangsung sederhana di Kantor Urusan Agama Kota Gaza dan dihadiri oleh ayah pengantin wanita sedangkan Muhammad Husein didampingi para relawan MER-C diantaranya ketua MER-C cabang Gaza, Muqarrabin Al-Fikri, Reza Ardila, Lutfhi, dan Nur Ikhwan Abadi. Akad langsung dipimpin ayah pengantin wanita Fauzi Ar-Raqb, di mana  suasana khidmat dan khusuk nampak terlihat terlepas masih dalam suasana belum berakhirnya peperangan antara pejuang Palestina dan penjajah Israel. Muhammad Husein sendiri mengaku bahagia bisa melangsungkan pernikahannya dengan muslimah di Gaza. “Alhamdulillah impian saya menjadi nyata, dan ini merupakan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, saya dapat menikahi muslimah dari Gaza,” katanya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA). Husein juga mengatakan, “Semoga ini menjadi perekat ukhuwah Islamiyah antar muslimin di Indonesia dan muslimin di Gaza,” kata Husein penuh bahagia. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung saya, baik dengan moril atau pun materiil  hingga terlaksananya pernikahan ini, serta mohon doa dari semua untuk keberkahan pernikahan kami,” tambahnya mengucap syukur. Sementara itu, Jinan Ar-Raqb istri dari Muhammad Husein juga menyatakan kebahagiaanya atas keberlangsungan pernikahan yang sempat tertunda itu. “Saya sangat bahagia atas pernikahan ini, dan semoga Allah memberkahi kami berdua. Semoga pernikahan kami menjadi awal kemenangan Palestina dari penjajahan Israel,” ujar Jinan. Anak kelima dari keluarga Fauzi Ar-Raqb itu juga mendoakan semoga akan banyak lagi pemuda-pemuda dari Indonesia yang menikahi muslimah di Gaza atau pun sebaliknya agar ukhuwah atau jalinan persaudaraan antara kedua negeri ini bisa terjalin erat.   Kronologis pertemuan kedua pengantin   Relawan Indonesia Muhamad Husein dan Muslimah Gaza Jinan Ar-Raqb setelah melangsungkan akad nikah. (Foto: MINA) Muhammad Husein  masuk ke  jalur yang diblokade itu sejak awal 2011 melalui kafilah Asia Caravan to Gaza. Kemudian mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Islamic University of Gaza (IUG) jurusan Syari’ah Islamiyah dan sekarang memasuki tahun terakhir. Sementara Jinan, muslimah Gaza yang disebut ibunya sebagai “wanita spesial” itu lahir pada 11 Mei 1996.  Ia menyelesaikan hafalan al-Quran 30 juz pada program tahfidzul Qur’an rutin di Gaza Taaj al-Waqar  pada 2010.  Ia juga juara lomba menghafal 300 hadits Nabawi  pada 2012. Di usianya yang relatif muda, 18 tahun, Jinan berhasil menulis 20 novel karangannya sendiri. Perkenalan Husein dengan keluarga  pengantin wanita terjadi pada 2011 ketika  hendak mendaftar sebagai calon mahasiswa di IUG. Ayah Jinan merupakan seorang staf adminsitrasi di kampus tersebut. Perkenalan berlanjut hingga Muhammad Husein diundang secara khusus oleh Fauzi ke kediaman mereka di daerah Bany Suhaila Khan Younis. Terjadilah perkenalan antara Husein dan Jinan dan berselang waktu, keduanya direstui oleh keluarga untuk melangsungkan pernikahan, namun harus menunggu selesainya Jinan di masa sekolah pendidikan menengah atas terlebih dahulu. Setelah menunggu sekitar 2,5 tahun akhirnya Husein dan Jinan melangsungkan pernikahannya tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69.(L/K01/P03/P02) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-indonesia-menikahi-muslimah-gaza-di-tengah-perang              

Peduli Palestina, Masyarakat Muara Enim Galang Dana Kemanusiaan

RMOL. Galang dana peduli palestina berhasil kumpulkan  Rp 27.442.000. Penggalangan dana kemanusian ini wujud kepekaan dan kepedulian masyarakat Muara Enim. Malam peduli palestina ini bertepatan momen Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilangsungkan di gedung kesenian Dayang Rindu Muara Enim,Sabtu (16/8). Bertemakan ‘satu hati peduli palestine’ yang diselenggarkan oleh  5 organisasi di Muara Enim yakni,  Simpatisan Serasan Sekundang, PMI Muara Enim, Perguruan Tinggi  Serasan, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah,  dan Sanggar Tari Gending. Bupati Muara Enim H Muzakir Sai Sohar, menyampaikan apresiasinya terhadap generasi muda Muara Enim yang merasa peduli dan peka terhadap apa yang terjadi di palestina. “Kepedulian ini tidak lepas karena  idiologi kita adalah  pancasila. Dan dalam sila itu, bahwa  kita menjunjung tinggi kemanusian yang adil dan beradab,”kata Muzakir Sai Sohar kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, berapa saat lalu. Kepedulian itu lanjut Muzakir, patut dilakukan semua elemen masyarakat untuk menolong sesama. “Tingkatkan kepedulian sesama, mari kita satu hati peduli palestina,” ujar Muzakir. Muzakir menjelaskan, di layar TV bisa dilihat,  roket-roket  layaknya percon yang bukan main mengerikan. “Banyak korban jiwa berjatuhan. Anak kecil kehilangan orang tua, Ibu kehilangan anak dan suami, kita  mengecam keras tindakan yang tidak beradab tersebut,”tegas Muzakir. Sebagai bentuk kepeduliannya itu, secara pribadi dia menyumbangkan Rp 10 juta untuk peduli palestina. Ketua Panitia Peduli  Palestina, M Arifin kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (16/8) mengatakan, dana yang terkumpul ini merupakan sumbangan masyarakat muara enim maupun penjualan stiker-stiker kepada masyarakat. “Dari penjualan stiker, sumbangan masyarakat termasuk dari  pak bupati Muara Enim, terkumpul dana sebesar Rp 45.653.000,”ungkap Arifin. Lalu, dana kemanusian itu terang Arifin, akan diserahkan langsung melalui Bupati Muara Enim H Muzakir Sai Sohar kepada Presidium MER-C (yayasan kemanuasian peduli palestina), DR Hendri Hidayatullah pada malam ini juga. DR Hendri Hidayatullah menyampaikan, bahwa, MER-C adalah organisasi asli praduk indonesia, sudah berkecimpuk 15 tahun di kemanusian. Bahkan sampai sekarang ini telah mengirimkan 147 misi baik dalam negeri maupun luar negeri. “Kirimkan tim medis, baik konflik dan bencana alam, diantara luar negeri Irak, Iran, Afganistan, Gazza Palestine,”terangnya. Diakuinya, Palestina, merupakan salah satu negara, mengakui pertama kali kemerdekaan indonesia tahun 1945. Disebutkannya, akibat serangan itu, sudah menembus angka 2 ribu meninggal, 9 ribu luka-luka dalam 2 minggu. Menurutnya, ini bukan peperangan tetapi agresi militer, MER-C katanya, telah membangun rumah sakit indonesia di gazza Palestina dan telah  rampung akhir 2013. Pembangunannya menelan dana sekitar 65 milyar. 40 milyar dana tersebut berasal dari Indonesia. [udi] Sumber : http://www.rmolsumsel.com/read/2014/08/16/11577/Peduli-Palestina,-Masyarakat-Muara-Enim-Galang-Dana-Kemanusiaan-              

ARB Bantu Biaya Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Aburizal Bakrie bersama relawan MER-C VIVAnews – Tokoh nasional yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, membuktikan komitmennya untuk membantu warga Gaza, Palestina. Hal itu diwujudkan dengan cara membantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang ada di Gaza. “Insya Allah saya akan membantu melalui teman-teman MER-C untuk ikut membantu pembangunan dan penyelesaian Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” kata ARB (panggilan akrabnya), usai bertemu Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), di Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2014. Relawan MER-C datang dipimpin oleh Presidium MER-C, dr Jose Rizal Jurnalis. Turut mendampingi Operational Manager, Rima Theresia Manzanaris, dan Head of Logistical Assistance Division, Ita Muswita. Dalam kesempatan itu, ARB akan menyumbangkan dana Rp1 miliar. Sumbangan ini disalurkan melalui relawan MER-C untuk kepentingan Rumah Sakit Indonesia dan warga Gaza. ARB mengaku senang bisa membantu warga Palestina, khususnya Gaza yang sedang berjuang melawan kezaliman Israel. Apalagi, dia mengaku dulu pernah datang ke sana. “Saya pernah ke Gaza, saat menjabat Ketua Umum Kadin Indonesia. Saya juga pernah bertemu almarhum Yasser Arafat (pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina),” ungkapnya. Karena itu, ARB mengaku tertarik untuk berkunjung lagi ke Gaza. Apalagi, di sana sudah ada Rumah Sakit Indonesia yang terbesar, terlengkap dan terindah. “Yang lebih membanggakan lagi ini dikerjakan oleh relawan dari Indonesia.” Jose Rizal berterima kasih atas bantuan dan perhatian ARB. Sebab, bantuan nyata seperti itu sangat dinantikan warga Gaza. “Terima kasih atas perhatian Pak Ical dan tvOne yang sebelumnya juga membantu alat-alat kesehatan.” Jose Rizal juga mengaku tidak menyangka bisa diundang untuk bertemu ARB di kantornya. Dia juga berharap ARB akan berkunjung juga ke kantor MER-C. (one) Laporan Dian Widiyanarko Sumber :  http://nasional.news.viva.co.id/news/read/528709-arb-bantu-biaya-pembangunan-rumah-sakit-indonesia-di-gaza          

Waspada SMS Donasi Mengatasnamakan MER-C

Dalam beberapa waktu terakhir MER-C mendapati banyak pertanyaan dari masyarakat, di antaranya mengenai kebenaran dari rekening donasi sebagaimana tercantum di bawah ini: “Kami dr tim relawan MER-C Indonesia, meminta bantuan untuk saudara2 kita di palestina melalui “DOMPET PEDULI GAZA’ Rek BANK BRI : 0791-01-007355-530, a.n. H.YUSUP” Dengan ini MER-C menegaskan bahwa seluruh rekening amanah MER-C selalu dibuat dengan atas Nama Medical Emergency Rescue Committee, tidak pernah menggunakan atas nama pribadi, maka sebaran pesan seperti di atas atau yang serupa dengannya baik melalui sms maupun media sosial adalah penipuan dan tidak pernah disebarkan oleh MER-C.   Untuk itu kami meminta masyarakat berhati-hati terhadap upaya pengumpulan donasi untuk kepentingan pribadi. Untuk informasi silahkan menghubungi kami di nomor kantor 021-3159235, nomor HP 0811990176, website : www.mer-c.org, twitter : @RSIndonesia, FB : RSIndonesia, instagram : @rsindonesia.   Terima kasih.                

RELAWAN MER-C SHALAT IEDUL FITRI BERSAMA RIBUAN WARGA GAZA

Relawan MER-C sesaat setelah Shalat Iedul Fitri 1435 H di halaman RS Indonesia, Bayt Lahiya, Utara Jalur Gaza. Foto : MINA Gaza, 1 Syawwal 1435 / 28 Juli 2014 (MINA) – Sebanyak 19 Relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melaksanakan shalat Iedul Fitri bersama warga Gaza di Masjid Khulafaur Rasyidin, Senin. “Ini adalah salah satu masjid yang terletak di kemp pengungsi Jabaliya, berjarak satu km dari RS Indonesia, lapor koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.  Para relawan bergabung bersama ribuan rakyat Gaza yang sejak selesai shalat subuh sudah berada di masjid itu. Kebanyakan  jamaah shalat Iedul Fitri  adalah  pengungsi internal (Internal Displaced Person) dari utara Jalur Gaza, seperti Bayt Lahiya dan Bayt Hanoun. Mereka mengungsi karena rumah rumah mereka dekat dengan perbatasan dan jadi sasaran serangan membabi buta  Israel. Bertindak selaku Imam dan Khotib shalat Iedul Fitri adalah Shaikh Abdul Rabu’ Abu Sibah yang dalam khutbahnya menekankan tiga hal penting. Pertama, hari Ied ini merupakan hari kemenangan seluruh muslimin, terutama muslimin di Gaza yang telah bertahan selama 21 hari dari gempuran-gempuran zionis Israel, dan meyakini bahwa kemenangan akan segera dicapai. Kedua, merupakan bentuk kesabaran muslimin di Gaza, kesabaran yang luar biasa ditunjukkan oleh muslimin di Gaza yang tetap bertahan di jalur Gaza dan tidak keluar dari Gaza untuk mengungsi, namun tetap menjaga tanah Palestina, sebagai murobithin dan menjaga tanah di mana terdapat Bayt Al Maqdis, Masjid Al Aqsa, masjid suci ketiga kaum muslimin. Ia mengutip Al Quran surat Ali Imran : 200, yang menyatakan, agar orang beriman sabar dan tetap bersabar serta berjaga jaga di perbatasan. Kemenangan ketiga merupakan kemenangan peperangan dalam menghadapi Iedul Fitri setelah satu bulan melaksanakan shaum Ramadhan. Situasi shalat Iedul Fitri 1435 di Jalur Gaza kali ini, berbeda dengan shalat Iedul Fitri tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini dilaksanakan di tengah serangan Israel yang masih gencar terhadap Gaza. Kebanyakan rakyat Gaza melaksanakan shalat Iedul Fitri tidak di lapangan, namun di masjid masjid , karena serangan Israel masih terus berlangsung setelah sehari sebelumnya negara zionis itu menolak gencatan senjata selama 24 jam sejak Ahad (27/7) yang diusulkan PBB. Sebanyak 19 relawan MER-C masih berada di Jalur Gaza hingga saat ini untuk menyelesaikan pekerjaan akhir RS Indonesia serta mengawal pengadaan alat kesehatan agar rumah sakit dapat  segera beroperasi. Jika situasi keamanan membaik, maka akan segera diadakan pembelian alat kesehatan sehingga rencana pengoperasian RS Indonesia di akhir tahun ini bisa tercapai. (L/K01/IR) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-merc-shalat-iedul-fitri-bersama-ribuan-warga-gaza                  

MER-C BAGIKAN DAGING “IDUL FITRI” UNTUK WARGA GAZA

Para relawan MER-C sedang membagi daging sembelihan mereka untuk kemudian diserahkan ke warga di sekitar RS Indonesia di Bayt Lahiya utara Gaza. Foto: MINA Gaza, 29 Ramadhan 1435 / 27 Juli 2014 (MINA) – Menjelang hari raya Idul Fitri 1435 Hijriah, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) membagikan daging sapi kepada warga di sekitar Rumah Sakit  Indonesia di Bayt Lahiya  utara Gaza, Palestina. “Ini salah satu bentuk penyaluran bantuan MER-C  kepada warga Gaza, terlebih menjelang Idul Fitri seperti ini, setidaknya memberikan sedikit senyuman kepada saudara-saudara kita”  ujar  Ketua Mer-c cabang Gaza Muqarrabin Al Fikri kepada MINA, Ahad (27/7).  Lebih lanjut  Fikri menyatakan selama bulan Ramadhan ini MER-C telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan kepada warga di Gaza, terlebih  sejak serangan Israel membabi buta sejak awal Ramadhan. “Kami menyalurkan bantuan sejak awal terjadinya serangan terhadap Gaza, ada sembako untuk dhuafa dan pengungsi kemudian uang tunai kepada para korban luka-luka,” kata pria  berusia 25 tahun ini. ”Prinsipnya kita salurkan bantuan secara cepat, tepat dan langsung kepada yang membutuhkan,”  katanya menambahkan, “terlebih ini hewan berupa sapi dipotong dan dibagikan langsung para relawan kepada warga Gaza.” Sebelumnya MER-C  menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia berupa paket sembako dan uang tunai kepada para dhuafa, fakir miskin dan korban agresi Israel. Bantuan disalurkan saat terjadinya gempuran Israel di berbagai tempat. Para relawan bekerja keras menyampaikan bantuan secara langsung kepada warga Gaza. Sementara itu, bantuan uang tunai disalurkan kepada korban luka di berbagai rumah sakit yang ada di jalur Gaza, seperti  RS Eropa di Rafah, RS An-Nasr di Khan Younis dan  RS As-Syifa di Kota Gaza. Akibat agresi Israel sejak awal Juli lalu, pekerjaan penyelesaian RS Indonesia sedikit terhambat, karena terbatasnya ruang gerak akibat bombardir Israel ke berbagai tempat, bahkan bangunan kamar jenazah RS Indonesia sendiri dibom Israel yang mengakibatkan hancurnya dinding bangunan tersebut. Bahkan hingga berita ini ditulis serangan Israel masih terus berlanjut, walau telah terjadi gencatan senjata. Rencananya RS Indonesia akan segera beroperasi pada akhir tahun ini dengan segera membeli alat alat kesehatan yang mencapai milyaran rupiah. “Dukungan dan doa dari rakyat Indonesia sangat dibutuhkan demi beroperasionalnya RS sumbangan rakyat ini,” kata Fikri. Fikri melanjutkan, penyaluran bantuan dapat disalurkan melalui rekening sebagai berikut, Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee. Sedang untuk donasi Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza bisa melalui .BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (L/K01/P03) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/jelang-iedul-fitri-merc-bagikan-daging-untuk-warga-gaza                  

DRONE ISRAEL HANTAM RS INDONESIA

Dua roket drone Zionis Israel hantam bangunan Kamar jenazah Rumah Sakit Indonesi di Bayt Lahiya, utara Gaza, Palestina, 23 Juli 2014.(Foto: MINA Gaza) Bayt Lahiya, 26 Ramadhan 1435/24 Juli 2014 (MINA) – Drone (pesawat tanpa awak) Zionis Israel mulai menargetkan lokasi Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, utara Gaza. Muqarrabin Al-Fikri, Ketua Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Gaza melaporkan, drone Zionis Israel menembakkan roket menghantam kamar jenazah RS Indonesia, pada Rabu sore (23/7).  “Serangan drone menyebabkan dua lubang cukup besar pada dinding RS Indonesia serta menghancurkan AC (pendingin udara) di dalam kamar jenazah,” kata Fikri saat dihubungi Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis sore (24/7). Fikri, relawan asal Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, yang sudah 1,5 tahun mengabdi di Jalur Gaza, baru dapat melaporkan sehari setelah kejadian. Hal ini karena sejak dini hari listrik mati total, sehingga tidak dapat mengirim laporan dan foto. Ia pun bersama relawan lainnya, baru mengetahui begitu keluar dari RS, mengingat selama bombardir kemarin mereka semua memang diarahkan untuk tetap di dalam ruangan. Menurutnya, drone juga telah menembakkan roket tepat menargetkan buldoser yang berada di halaman parkir RS Indonesia, berjarak sekitar 15 meter dari gedung utama, tempat sejumlah 19 relawan Indonesia berada di sana. “Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana buldoser di halaman RS Indonesia di hantam roket Israel,” kata Fikri. Fikri, yang juga mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Gaza (UIG) itu juga mengatakan, sejak Kamis pukul 04.30 waktu Gaza, listrik terputus di beberapa tempat, termasuk utara Gaza. Hal itu disebabkan jaringan listrik hancur di sebagian besar daerah utama di kota Gaza digempur pesawat-pesawat tempur Zionis Israel sejak awal Ramadhan. Untuk pasokan kebutuhan pokok, Fikri menuturkan saat ini pihaknya sudah menyiapkan stok pasokan keperluan pokok untuk dua bulan ke depan. Dia mengabarkan kondisi para relawan Indonesia yang sedang mengemban amanah untuk melakukan penyempurnaan pembangunan RS Indonesia dalam keadaan baik. Di tengah dentuman bom, saat ini para relawan kemanusiaan MER-C melakukan survei ke tempat, untuk lanjutan pendistribusian bantuan pangan dan dana untuk para korban agresi militer Zionis Israel. Bantuan merupakan titipan dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza, sebagai bentuk kecintaan dan persaudaraan sesama umat Islam. Menurutnya, bantuan dari rakyat Indonesia itu dilakukan sejak Kamis (17/7) lalu, dan disalurkan terutama bagi korban luka-luka dan anak-anak yatim korban agresi. (L/K03/P02/R1) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/drone-israel-hantam-rs-indonesia          

Silahkan bertanya?