RSI Gaza Bukti Nyata Dukungan Rakyat Indonesia untuk Palestina

Jakarta, 24 Syawwal 1434/31 Agustus 2013 (MINA) – Tokoh intelektual muda Indonesia, Anies Baswedan mengatakan, Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza merupakan salah satu upaya nyata rakyat Indonesia dalam mendukung Palestina. “Bukan saja mengirimkan dukungan lisan dan doa (untuk Palestina), tapi upaya nyata dalam bentuk fisik seperti pembangunan rumah sakit. Ini bisa jadi contoh untuk semua,” kata Anies kepada Mi’raj News Agency usai acara Konser Kemerdekaan Musik Melayu “Seroja” di Jakarta, Jumat malam (30/8). Rumah Sakit Indonesia (RSI) dibangun di atas sebidang tanah wakaf yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. (Foto. Doc. MER-C) Anies Baswedan, pendiri gerakan Indonesia mengajar juga mengatakan bahwa acara konser mengangkat kebudayaan melayu yang dikemas untuk kegiatan kemanusiaan sangat cerdas. Baginya, Musik Melayu mempunyai kekuatan syair yang luar biasa dan pesan yang disampaikan dalam setiap baitnya baik sekali. Apalagi acara Konser Kemerdekaan Musik Melayu tersebut dikhususkan untuk acara kemanusiaan. “Oleh karena itu Kegiatan Konser Kemerdekaan Musik Melayu seperti ini punya efek yang baik,” ujar Rektor Universitas Paramadina itu. Dalam Konser Kemerdekaan Musik Melayu “Seroja’, penyanyi religi Sulis tampil bersama penyanyi Melayu yang juga penyanyi dangdut, Hamdan Attamimi, Hendry Lamiri, dan Fuad Balfas serta diiringi Anwar Fauzi Orkestra. Hasil penjualan tiket konser musik Melayu yang dilaksanakan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta tersebut akan disumbangkan untuk pembangunan Rumah Sakit Galela di Maluku dan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Dalam konser musik Melayu itu juga diadakan penyerahan secara simbolis dari Presiden Direktur FIM Jasa Ekatama Ichsan Thalib kepada ketua panitia Geisz Chalifah, dua unit rumah di sebuah kompleks perumahan seharga sekitar tiga milyar rupiah untuk dijual dan hasilnya bagi pembangunan rumah sakit tersebut. Butuh Dana 75 Milyar Rupiah Lagi RSI di Jalur Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Rumah sakit yang dibangun di atas tanah wakaf dari pemerintah Palestina seluas 16.261 m2 itu sendiri menjadi tempat untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang menjadi korban konflik bersenjata Palestina-Israel. Fasilitas itu dapat menampung sedikitnya 100 pasien. Pekerjaan pembangunan RSI yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina itu dilakukan oleh relawan Indonesia yang seluruhnya sukarelawan tidak dibayar (unpaid volunteers). Pembangunan RSI dijadwalkan selesai akhir tahun 2013. Saat ini, para relawan sedang melakukan pembangunan RSI Gaza tahap kedua berupa tahap arsitektur dan Mekanikal Elektrikal (ME). Pembangunan fisik RSI Gaza menelan biaya 30 milyar rupiah. Setelah pembangunan fisik selesai dibutuhkan dana sekitar 7,5 milyar rupiah untuk bangunan pelengkap kompleks RSI dan 65 milyar rupiah untuk penyedian alat kesehatan, sebagian peralatan rumah sakit seperti tempat tidur dan lainnya. Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pembangunan RSI Gaza, dalam pembangunannya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia yang telah mengirim 33 relawannya ke Jalur Gaza. (L/P02/P06/P015/P01). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/8822-rsi-gaza-bukti-nyata-dukungan-rakyat-indonesia-untuk-palestina.html
Festival Melayu untuk Kemanusiaan

Jakarta, 23 Syawwal 1434/31 Agustus 2013 (MINA) – Gita Cinta Production bekerja sama dengan Medical Emergency Rescue-Committee (MER-C) mengadakan malam penggalangan dana untuk kemanusiaan bertajuk Jakarta Melayu Festival Seroja. Dalam festival tersebut turut dimeriahkan oleh penyanyi muda muslimah, Sulis, serta musisi kawakan Iyeth Bustami dan Hamdan ATT. Sementara itu saat diwawancarai Wartawan Mi’raj News Agency (MINA), promotor acara, Geisz Chalifah mengungkapkan bahwa “Festival ini juga bertujuan membangkitkan seni musik Melayu”. Sementara itu, intelektual muda Indonesia yang ikut hadir, Anies Baswedan mengapresiasi langkah nyata ini untuk mendukung program kemanusiaan yang dilakukan MER-C untuk RSI Gaza dan RS Galela. “Ini merupakan langkah kongkret yang bagus untuk membantu pembangunan RS Indonesia di Gaza,” ungkap Anies. Hasil penggalangan dana tersebut akan disumbangkan untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza dan RS Galela di Maluku yang sedang dalam proses pembangunan oleh beberapa relawan MER-C. Saat ini MER-C sedang mengerjakan dua pembangunan rumah sakit sekaligus di dua daerah berbeda, Gaza, Palestina dan Galela, Maluku. Pembangunan RS Indonesia di Gaza memerlukan dana sekitar 100 miliar rupiah yang terbagi untuk biaya pembangunan bangunan utama RSI dan sarana penunjang berupa alat-alat kesehatan. Pembangunan kedua rumah sakit tersebut juga melibatkan SDM dari Pesantren Al-Fatah Indonesia. (L/P01/P02/P06/P015). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/8821-festival-melayu-untuk-kemanusiaan.html
Ba’asyir Diperiksa Kesehatan oleh Tim MER-C

Cilacap, Antara Jateng – Tim medis dari MER-C (Medical Emergency Rescue Committe) memeriksa kesehatan Ustad Abu Bakar Ba’asyir di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Selasa. “Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim medis dari MER-C yang dipimpin dokter Jose (Joserizal Jurnalis, red.), secara umum kesehatan Ba’asyir dalam kondisi bagus,” kata anggota TPM, Ahmad Cholid, di Cilacap. Ustad Abu Bakar Ba’asyir (Foto Antara) Ia mengatakan bahwa tim medis semula ingin memeriksa persendian Ba’asyir yang sebelumnya mengeluhkan sakit pada lututnya. “Namun dokter Jose melihat cara jalannya ustad bagus saat beliau berjalan dari bloknya menuju tempat kami bertemu,” katanya. Ia mengatakan bahwa dokter Jose juga sempat bertanya kepada Ba’asyir terkait kesehatannya. Menurut dia, tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu mengaku dalam kondisi sehat. Selain tim MER-C, kata dia, pihaknya juga mendampingi sejumlah ustad dari beberapa pesantren di wilayah Surakarta seperti Ngruki dan Nggumuk. “Para ustad itu ingin berkunjung, silaturahim karena habis Hari Raya Idul Fitri,” katanya. Oleh : Sumarwoto Editor : Mahmudah Sumber : http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=83401#.Uja0xX_RKSp
Pembangunan RSI Gaza Terhambat Pasokan Bahan Bangunan

Jakarta, 15 Syawal 1434/ 21 Agustus 2013 (MINA) – Krisis internal Mesir membawa dampak bagi pembangunana Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza menyusul kekurangan pasokan bahan bangunan dengan melonjaknya harga bahan bangunan akibat penutupan terowongan dan perbatasan Rafah. “Saat ini, harga bahan bangunan bertambah mahal dan ditambah dengan perbatasan Rafah ditutup total akibat pengaruh konflik Mesir maka semakin sulit untuk memasok pengadaan barang dan bahan bangunan dari Mesir ke Jalur Gaza,” kata Edy Wahyudi, seorang relawan RSI Gaza kepada MINA (Mi’raj News Agency), Rabu malam (21/8). Hampir seluruh terowongan ditutup militer Mesir sejak kudeta militer terhadap Presiden Mesir, Muhammad Mursi, Rabu (3/7). Rakyat Palestina di Jalur Gaza terpaksa menggunakan terowongan sebagai satu-satunya urat nadi untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka akibat blokade Israel terhadap daerah kantong itu sejak Juni 2007. Sementara perbatasan Rafah yang menghubungkan wilayah Mesir-Jalur Gaza (Palestina) adalah satu-satunya pintu penyeberangan melalui darat yang tidak dikontrol oleh Israel. Melalui pintu perbatasan inilah warga Gaza dapat terhubung ke dunia luar. Edy mengungkapkan, saat situasi semakin memburuk dengan kebijakan penutupan terowongan dan penutupan perbatasan Rafah mengakibatkan kekurangan pasokan kebutuhan pokok dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), proses pembangunan RSI Gaza masih terus berlangsung dengan dukungan dari penduduk dan pemerintah Palestina di Jalur Gaza. “Alhamdulillah, penduduk Palestina di Jalur Gaza termasuk Pemerintahnya juga membantu kami dalam pembangunan Rumah Sakit ini. Pemerintah Gaza juga membantu kami dengan memberikan bantuan solar dan gas,” ungkapnya. Dia juga mengatakan, sejauh ini perkembangan RSI Gaza sudah mencapai tahap pekerjaan elektrikal, pemasangan instalasi listrik dan kabel; instalasi pengadaan air bersih; pengecetan bagian luar dan dalam gedung hingga Proses Memasukan pompa air kedalam sumur bor. Saat ini, para relawan RSI juga sedang melakukan pemasangan keramik lantai ruangan RSI berukuran 33,3 x 33,3 cm. Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pembangunan RSI Gaza, dalam pembangunannya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia yang telah mengirim 33 relawannya ke Jalur Gaza. Pekerjaan pembangunan RSI yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina itu dilakukan oleh relawan Indonesia yang seluruhnya sukarelawan tidak dibayar (unpaid volunteers). Pembangunan RSI dijadwalkan selesai akhir tahun 2013. Rumah Sakit itu sendiri menjadi tempat untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang menjadi korban konflik bersenjata Palestina-Israel. Fasilitas itu dapat menampung sedikitnya 100 pasien. RSI di Jalur Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. (L/P010/P02) Sumber : http://mirajnews.com/palestina/8428-rsi-gaza-kekurangan-pasok-bahan-bangunan.html
Festival Melayu Untuk RSI Gaza

Jakarta, 7 Syawwal 1434/14 Agustus 2013 (MINA) – Gita Cinta Production dijadwalkan menyelenggarakan Festival Melayu, Konser Kemerdekaan Musik Melayu Seroja, di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat malam (30/8). Menurut Produser Geisz Chalifah, acara itu bukan pertunjukan biasa, membangkitkan musik Melayu yang lama terendam. Namun yang pokok adalah seluruh hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan Galela Maluku. “Setidaknya untuk pengobat kerinduan generasi pencinta lama dan generasi pencinta baru. Sekaligus menggugah kepedulian terhadap RSI di Gaza,” ujar Geisz kepada Mi’raj News Agency (MINA). Karena kepedulian terhadap penyelesaian RSI di Gaza, seorang calon pengunjung rela mendonasikan dua rumah di sebuah kompleks perumahan untuk dijual, dan hasilnya untuk RSI. Menurut Geisz, konser memang tidak segegap dan segemerlap dangdut di puncak kejayaannya. Apalagi mampu menyaingi kemeriahan musik rock dan boy band yang marak dewasa ini. Setidaknya menjadi bagian dalam lanskap musik nasional di bulan kemerdekaan Indonesia, seperti dengan tampilnya musikalisasi lagu melayu daerah dari Aceh, Padang, Betawi, hingga Papua, imbuhnya. Dijadwalkan tampil dalam konser, Sulis (Cinta Rasul), Iyeth Bustami, Hamdan ATT, Mustafa Abdullah, Fuad Balfas, Nizar Ali, Fahad Munif, Zapin Performance (Kosentra Sumut) dan Music Director Anwar Fauzi (Orchestra). (L/R1). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/8107-festival-melayu-untuk-rsi-gaza.html
Relawan Indonesia Rayakan Idul Fitri Bersama Masyarakat Gaza

Bayt Lahiya, 4 Syawal 1434/11 Agustus 2013 (MINA) – Relawan Indonesia yang sedang melaksanakan amanah pembangunan Rumah Sakit Indonesia merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 bersama masyarakat Gaza ditengah jauh dari keluarga dan sanak saudara serta kondisi blokade semakin diperketat di daerah kantong Palestina itu. Hal itu disampaikan koresponden Mi’raj News Agency (MINA) di Jalur Gaza, Muhammad Husain, Sabtu (10/8). “Alhamdulillah, Pada 1 Syawal 1434 atau Kamis,8 Agustus 2013, para relawan Indonesia yang saat ini sedang mengemban amanah pembangunan RSI telah melaksanakan shalat Idul Fitri bersama masyarakat Gaza,” kata Husain kepada Kantor Berita Islam MINA. Perdana Menteri Palestina Dr. Ismail Abdussalam Haniyah sedang mengimami shalat Idul Fitri di Lapangan Yarmuk, Pusat Jalur Gaza, 1 Syawal 1434/8Agustus 2013. (Foto: MINA Gaza) Sekitar 33 relawan RSI melaksanakan shalat Idul Fitri 1434 di lokasi terpisah. Sebagian shalat di lapangan Maidan Syeikh Zaid tepat samping Masjid Besar Syeikh Zaid di Bayt Lahiya, Jalur Gaza Utara yang berjarak kurang lebih 100 meter dari RSI. Sementara sebagian yang lainnya, sekitar 12 relawan melaksanakan shalat Ied bersama Perdana Menteri Palestina Dr. Ismail Abdussalam Haniyah di Lapangan Sepak Bola “Yarmuk”, pusat Kota Gaza. “Meskipun para relawan datang sedikit terlambat karena jarak yang ditempuh cukup jauh. Namun, Alhamdulillah para relawan Indonesia ditempatkan di barisan terdepan jama’ah shalat Ied bersama tokoh-tokoh pemerintahan baik itu para menteri, anggota parlemen, mufti, dan lainnya,” ujarnya. Shalat Ied di lapangan Yarmuk di pimpin langsung oleh Ismail Haniyah yang kemudian dilanjutkan dengan khutbah Ied yang juga di bawakan olehnya. Dalam pidato Idul Fitri, Haniyah mengucapkan selamat hari raya kepada seluruh masyarakat Palestina khususnya di Jalur Gaza. Dia mengingatkan kembali akan kegigihan masyarakat Gaza yang berhasil memukul mundur para penjajah Israel dari tanah Gaza setelah sebelumnya sempat di kuasai beberapa tahun silam. Petinggi gerakan Perlawanan Hamas yang sering disapa Ismail Haniyah juga mengucapkan selamat hari raya kepada para tahanan Palestina yang hingga saat ini masih berada di balik jeruji besi penjara penjara Israel. Dia mengingatkan mereka bahwa kemenangan semakin dekat. Haniyah juga menyapa serta mendoakan para syuhada Palestina yang gugur dalam perjuangan mengembalikan kebebasan mereka. Relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1434 yang diimami oleh PM Palestina Dr. Ismail Abdussalam Haniyah di Lapangan Yarmuk, Pusat Jalur Gaza, Palestina. Muhammad Husain melaporkan, setelah mengisi khutbah, sang perdana menteri langsung meninggalkan lapangan Yarmuk. “Tidak seperti di Indonesia, maka di Gaza, Tidak ada acara salam-salaman oleh para jamaah selepas Shalat Ied,” ungkapnya. Sebelumnya, para relawan RSI itu melaksanakan menghabiskan 10 Ramadhan terakhir dengan melakukan iktikaf di Masjid Glebo, Jalur Gaza. Bahkan saat puasa Ramadhan pun para relawan yang merupakan unpaid volunteers (sukarelawan yang tidak dibayar) dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C ) bekerja sama dengan Pesantren Al-Fatah Indonesia masih menjalankan pekerjaan seperti mulai melaksanakan mekanikal elektrikal (ME), pengecatan, pemasangan dinding batu alam (Hajar Quds), perataan jalan dan halaman RSI, pagar dinding, main entrance dan granolitik. Progress RSI sendiri sudah pada tahap kedua. Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir 2013. Husain merupakan mahasiswa Universitas Islam Gaza mengungkapkan, pada dasarnya kebiasaan hari raya Idul Fitri di Gaza tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia. Seperti memakai baju baru selama hari Idul Fitri dan berkunjung ke rumah-rumah sanak saudara dan tetangga. Namun, ada satu kondisi yang sangat berbeda antara Idul Fitri di Gaza dan Indonesia. Jika di Indonesia masyarakat bisa bebas “mudik” ke kampung halaman mereka, maka di Gaza yang mayoritas masyarakatnya adalah kaum pendatang (pengungsi) maka hal tersebut bisa di katakan mustahil untuk saat ini. Setelah Hamas memenangkan pemilu pada 2006, sejak Juni 2007, Israel telah memperketat blokade jalur darat dan laut untuk mengisolasi Jalur Gaza dari akses keluar masuk menuju Tepi Barat, termasuk kota Al-Quds di mana Masjid Al-Aqsha berada, dan negara-negara lain di seluruh dunia. Karena penutupan Rafah dan penghancuran terowongan baru-baru ini dengan adanya krisis internal Mesir, Gaza kini semakin terang seperti penjara terbuka terbesar di dunia dengan pembatasan hak-hak dasar mereka. (L/K9/P02/R2) Sumber : http://www.mirajnews.com/palestina/7975-relawan-indonesia-rayakan-idul-fitri-bersama-masyarakat-gaza.html
Joserizal : Jihad Perlu Wawasan Tepat

Jakarta, 20 Ramadhan 1434/27 Juli 2013 (MINA) – Pendiri sekaligus Presidium Medical Emergency Rescue (MER-C) Joserizal Jurnalis mengatakan dalam sebuah perjuangan (jihad) diperlukan wawasan yang tepat sehingga dapat berbuat tepat sasaran “Dalam melaksanakan jihad, kita harus memiliki wawasan yang luas sehingga langkah dan keputusan kita tepat sasaran dan tidak terjebak dengan konspirasi politik kekuasaan,” katanya dalam acara silaturahim relawan MER-C di kantor pusatnya di Jakarta (27/7). Jose juga mengajak kepada sesama rekan relawan dan mujahid untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya dan dari berbagai sumber untuk dikaji sehingga menghasilkan keputusan yang tepat dalam langkah perjuangan membela Islam dan Muslimin. Aktivis yang sudah berkunjung ke beberapa negeri konflik itu juga mengajak kepada para aktifis mujahid Islam agar menggunakan analisis berpikir yang kritis dan hati yang tulus sehingga perjuangan ini menghasilkan karya yang cemerlang. “Selain nalar pemikiran yang kritis, kita juga harus menggunakan hati yang jernih dalam sebuah perjuangan. Ingat, kita semua berniat untuk mendedikasikan hidup menolong agama Allah, menegakkan kalimah dan syariat Allah. Maka hati kita harus bersih dari segala dendam dan niat mencari kekuasaan,” paparnya. “Mari kita cari informasi sebanyak-banyaknya agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan. Saat ini ada beberapa oknum yang punya modal dan mereka menginginkan kekuasaan. Mereka bisa saja memanfaatkan kita,” katanya. Saat ini kondisi muslimin di berbagai belahan dunia, khususnya di Timur Tengah sedang dilanda krisis. Mesir, Suriah, Tunisia, Yaman, dan Afganistan adalah contoh negara-negara yang saat ini dilanda konflik. Korbannya sudah tentu Muslimin. “Namun, dari semua isu tersebut. Masjidil Aqsa dan Palestina harus menjadi prioritas kita. Jangan sampai kita lengah dari isu-isu di atas dan Zionis dengan bebas menjajah tanah al Quds dan Palestina, tambahnya lagi. Saat ini MER-C sedang konsentrasi dalam pembangungan rumah sakit Indonesia di wilayah Bait Lahiya, Gaza Utara. Pembangunan tahap dua sudah hampir selesai dan persiapan memasuki tahap tiga yaitu mengadaan alat-alat kesehatan dan obet-obatan. (L/P04/P015/P01/R2) Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/7404-jose-rizal-jihad-perlu-wawasan-tepat.html
Tim MER-C Pusat Tinjau Pembangunan RS MER-C Galela

Jakarta, 14 Ramadhan 1434/22 Juli 2013 (MINA) – Tim Divisi Kontruksi Medical Emergency Committee (MER-C) Pusat, kembali melakukan peninjauan perkembangan pembangunan Rumah Sakit MER-C di Galela. Dalam kunjungannya, Tim Divisi Kontruksi MER-C disambut oleh wakil bupati Halmahera Utara Dr. Rusman Sulaiman, Ketua Pembangunan RS MER-C Galela H. Arifin Neka, dan tokoh masyarakat setempat. Ir. Faried Thalib, selaku ketua Divisi Kontruksi MER-C menyatakan bahwa walau pun sudah masuk tahun ketiga, MER-C tetap berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan RS MER-C Galela tersebut. Faried juga menyampaikan bahwa sebagian besar energi MER-C memang sedang fokus pada proses pembangunan RSI di Gaza, akan tetapi MER-C terus akan berusaha sekuat tenaga menyelesaikan proses pembangunan RS MER-C Galela. “MER-C memang sedang fokus pada proses pembangunan RSI di Gaza, akan tetapi MER-C terus akan berusaha sekuat tenaga menyelesaikan proses pembangunan RS MER-C Galela, untuk itu beliau sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak di Indonesia dan Galela khususnya,” ujar Faried Thalib. H. Arifin Neka, menyampaikan bahwa, RS MER-C Galela ini akan terus diperjuangkan hingga selesai. “Supaya segera bisa digunakan, terlebih dahulu akan diselesaikan bagian depan RS MER-C Galela itu,” kata Arifin. Ustadz Drs. Marjan Haji Muhammad, selaku tokoh masyarakat setempat, dalam tausiyahnya menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan ibadah di bulan ramadhan terutama membantu selesainya RS MER-C Galela yang sangat dibutuhkan oleh masayarakat Galela. Sebelumnya, Ketua Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, menyampaikan bahwa RS MER-C Galela merupakan bukti dan komitmen MER-C terhadap Galela, di mana pada tahun 2000 Mer-c sempat bertugas saat terjadi konflik horizontal disana. “RS MER-C Galela ini sangat penting, tujuannya agar masyarakat tidak jauh-jauh lagi untuk berobat, walau pun konflik sudah tidak ada, akan tetapi kita tunjukan komitmen kepada masyarakat Galela di mana mereka berharap bahwa relawan kita kembali datang ke Galela”, ujarnya. Pengerjaan RS MER-C Galela di atas luas bangunan 2.800 m2. dipercayakan kepada relawan dari Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi seperti yang terjadi dalam pembangunan RS Indonesia di Gaza. “Relawan RS di Galela juga berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah, jadi kerjasama kita bukan hanya di Gaza, akan tetapi juga di Galela,” tambahnya. Menurut laporan MER-C, fokus pekerjaan RS Galela adalah pemasangan rangkap atap baja ringan dan atap RS berwarna biru. Material pembangunan dikirim menggunakan ekspedisi laut dari Jakarta, yang perjalanannya bisa memakan waktu satu bulan. Material terakhir dilaporkan tiba di Pelabuhan Galela akhir Juni lalu. Sehingga pekerjaan pemasangan atap dimulai Juli saat ini. Semua dapat terwujud semata-mata atas pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, juga didukung oleh doa dan shadaqah dari warga lokal, Pemda dan rakyat Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. (L/P01/P015/P02) Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/7260-tim-mer-c-pusat-tinjau-pembangunan-rs-mer-c-galela.html
Kunjungi RS Indonesia Gaza, PM Palestina: Kemenangan Sudah Dekat

Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina, mendapat kunjungan istimewa dengan kedatangan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah, Selasa 23 Juli 2013 malam waktu setempat. Haniyah datang bersama rombongan parlemen serta ditemani Menteri Dalam Negeri Palestina, Dr Fathi Hamad. Haniyah merasa sangat bahagia dan berterima kasih kepada para relawan dan rakyat Indonesia atas semua usaha dalam meringankan beban rakyat Palestina. “Kami sangat bahagia atas kunjungan kami malam ini ke RSI, Kami berterima kasih atas sambutan kalian semua serta usaha kalian semua dalam meringankan beban seluruh rakyat Palestina,” kata Haniyah di Gaza. Ia mengungkapkan, keberadaan relawan pembangunan RSI di Gaza memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh rakyat Palestina. “Setiap Kami melihat kalian kami merasa yakin bahwa kemenangan kita semakin dekat. Kalian jauh meninggalkan istri, anak, keluarga, harta benda untuk menjadi relawan di negeri ini. Insya Allah, keberadaan kalian semua di sini dicatat di sisi Allah sebagai pahala ribat dan jihad,” ungkap Haniyah kepada relawan dari MER-C yang bekerja sama dengan Pesantren Al-Fatah, Indonesia. (Mirajnews/Adi/Ein) Sumber : http://news.liputan6.com/read/648473/kunjungi-rs-indonesia-gaza-pm-palestina-kemenangan-sudah-dekat
Haniyah Kunjungi RSI Gaza

Bayt Lahia, 16 Ramadhan 1434/24 Juli 2013 (MINA) – Di antara kesibukannya sebagai kepala pemerintah, Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah menyempatkan diri mengunjungi Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza pada pertengahan Ramadhan, Selasa malam (23/7). Haniyah datang bersama rombongan parlemen serta ditemani oleh Menteri Dalam Negeri Palestina, Dr. Fathi Hamad. Dalam kunjungannya, Haniyah merasa sangat bahagia dan berterima kasih kepada para relawan dan rakyat Indonesia khususnya atas semua usaha dalam meringankan beban seluruh rakyat Palestina. “Kami sangat bahagia atas kunjungan kami malam ini ke RSI, Kami berterima kasih atas sambutan kalian semua serta usaha kalian semua dalam meringankan beban seluruh rakyat Palestina,” kata Haniyah memulai sambutannya. PM Palestina, Ismail Haniyah bersama relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza saat berkunjung ke RSI di Bayt Lahia, Gaza Utara, Selasa (23/4). (Doc. MER-C/MINA) Dia mengungkapkan, keberadaan relawan pembangunan RSI di sana memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh rakyat Palestina di Jalur Gaza. “Setiap Kami melihat kalian kami merasa yakin bahwa kemenangan kita semakin dekat. Kalian jauh meninggalkan istri, anak, keluarga, harta benda untuk menjadi relawan di negeri ini. Insya Allah, keberadaan kalian semua di sini dicatat di sisi Allah sebagai pahala ribat dan jihad,” ungkap Haniyah mengagumi keberadaan para relawan yang merupakan unpaid volunteers dari MER-C bekerja sama dengan Pesantren Al-Fatah, Indonesia. Sementara itu, koordinator kunjungan PM Palestina tersebut, Muhammad Husain mengungkapkan, “Malam pertengahan Ramadhan tahun ini para relawan Indonesia di Jalur Gaza mendapatkan hadiah istimewa. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya mengenai rencana Perdana Menteri Palestina Dr. Ismail Haniyah yang akan berkunjung ke RSI dengan izin Allah terwujud,” kata koordinator kunjungan PM Palestina, Muhammad Husain kepada Mi’raj News Agency (MINA), Rabu dini hari (24/7) waktu Jakarta. “Para relawan yang memang sedang menanti kedatangan beliau tampak sangat bahagia atas kunjungan bersejarah ini,” tambah Husain. Para relawan berusaha memberikan persiapan yang terbaik untuk PM Palestina. Barak tempat mereka tidur pun disulapnya menjadi bentangan lesehan khas masyarakat setempat. Suasana hangat tercipta antara relawan dan PM Palestina saat mereka duduk melingkar, tanpa ada perbedaan. Pertemuan tersebut, menurut Husain, merupakan pertemuan antara Muhajirin dan Anshar pada masa Rasulullah SAW, bukan dalam konteks delegasi Indonesia bertemu kepala negara. (L/P02/P015/P01). Sumber : http://www.mirajnews.com/palestina/7262-haniyah-kunjungi-rsi-gaza.html