MER-C Cek Kesehatan Baasyir di LP Nusakambangan

Cilacap, Antara Jateng/ Selasa, 09 Apr 2013 – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memeriksa kesehatan terpidana kasus terorisme Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap. “Dalam pemeriksaan terhadap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, ada keluhan di persendian dan kantong-kantong mata beliau kelihatan menggelembung,” kata Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan di Cilacap, Selasa siang. Oleh karena itu, pihaknya akan berkonsultasi dengan dokter mata terkait kondisi mata Ba’asyir. Kendati demikian, dia mengatakan bahwa Ba’asyir secara umum dalam kondisi sehat. “Secara fisik, beliau dalam keadaan sehat, hanya keluhan pada persendian dan mata saja,” kata dia. Selain mendampingi Tim MER-C yang memeriksa kesehatan Ba’asyir, pihaknya juga membahas rencana pengajuan Peninjauan Kembali (PK) atas vonis 15 tahun yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) terhadap pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu. “Kita baru bicarakan masalah itu (PK, red.) dan untuk pengajuan. Mungkin dalam waktu dekat,” katanya. Terkait adanya keinginan keluarga agar Ba’asyir dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan terdekat dengan kampung halamannya, dia mengatakan, hal itu sudah menjadi bagian dari rencana TPM untuk mengajukan pemindahan tersebut. Akan tetapi, katanya, sampai dengan saat ini, Ba’asyir merasa betah di Lapas Pasir Putih karena kondisinya berbeda dengan Rumah Tahanan Bareskrim Mabes Polri. “Beliau merasa betah karena udaranya segar, sehat. Tapi kita masih memikirkan untuk mengusulkan pemindahan itu,” katanya. Ba’asyir terbukti merencanakan atau menggerakkan orang lain agar memberikan dananya untuk kegiatan militer di Aceh. Dana yang dihimpun Ba’asyir mencapai Rp350 juta yang berasal dari Haryadi Usman sebesar Rp150 juta dan Syarif Usman sebesar Rp200 juta, serta satu “handycam” dari Abdullah Al Katiri. Uang itu untuk pelatihan militer di Pegunungan Jantho, Aceh Besar. Oleh karena itu, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ba’asyir. Terkait vonis tersebut, Ba’asyir melalui TPM mengajukan banding dan hukumannya menjadi sembilan tahun penjara. Selanjutnya, TPM mengajukan kasasi, namun Mahkamah Agung justru membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta nomor 332/Pid/2011 PT.DKI pada Oktober 2011 yang memutuskan hukuman sembilan tahun penjara terhadap Ba’asyir dan kembali kepada vonis yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yakni 15 tahun penjara. Atas putusan kasasi tersebut, TPM berencana mengajukan PK kepada Mahkamah Agung. Oleh : Sumarwoto Editor : Achmad Zaenal M Sumber : http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=76917%2FMer-C-Cek-Kesehatan-Ba%27asyir-di-LP-Nusakambangan#.UWYutTdaeNW
Relawan MER-C, Saksi Mata Perang 8 Hari Gaza

Jakarta, 20 Jumadil Awal 1434/1 April 2013 (MINA) – Relawan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Nur Ikhwan Abadi pulang ke Indonesia hari Ahad (31/3). Nur ikhwan yang sempat beberapa tahun di Gaza sebagai tim koordinator teknis pembangunan RSI di Gaza yang saat ini masih terus berjalan, menuturkan kepada Miraj News Agency (MINA) pengalaman saat terjadi perang delapan hari di Gaza. Berikut penuturan Nur Ikhwan. Ketika perang terjadi, kami dan para relawan yang lain tetap bekerja meneruskan pembangunan RSI di Gaza, akan tetapi karena kondisi memang sangat genting, para relawan pindah ke basement (ruang di bawah tanah), yang hikmahnya bagian basement RSI bisa selesai pada waktu perang itu berlangsung. Setiap malam, para relawan bisa menghitung berapa kali bunyi bom yang diluncurkan Israel satu persatu. RSI di Gaza tidak menjadi sasaran bom. Tetapi, disekitar RSI yang jaraknya begitu dekat, menjadi sasaran bom dari Israel karena di daerah tersebut merupakan tempat latihan sayap militer Hamas, Brigade Al Qasam, yang sempat di bombardir oleh Israel yang menyebabkan pecahan puing-puing yang sebesar karung hingga ke RSI. “Karena jarak yang begitu dekat, sehingga mendengar suara bom itu seperti mendengar suara petir didepan muka. Pada awal mendengar bom-bom tersebut tentunya kaget sekali, akan tetapi setelah beberapa hari kita sudah mulai terbiasa mendengar bom,” kata Nur Ikhwan Abadi. Sebenarnya ada beberapa dari orang Palestina yang bersedia memberikan tempat untuk mengungsi bagi para relawan agar segera melakukan evakuasi ketempat yang lebih aman, untuk menghindari hal yang lebih mengerikan lagi yaitu perang darat, Karena apabila terjadi perang darat matilah kalian, tutur Nur Ikhwan menirukan perkataan salah seorang warga Palestina saat itu. Kemudian saya bicarakan dengan para rekan relawan lain, kemudian kita bermusyawarah, sempat melakukan sholat Istikharoh juga, dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak pindah dari RSI dan akan tetap disana walaupun harus kehilangan nyawa, kami harus tetap disini, karena ini sudah menjadi amanah kami. Selama di Gaza, Yang kami amati mengenai perang 8 hari tersebut adalah, sejak tahun 2009 sampai tahun 2012 sebelum terjadinya perang 8 hari Gaza itu, Israel memang selalu memancing HAMAS dengan bom-bomnya, dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan HAMAS sejauh mana, akan tetapi HAMAS tidak mudah terpancing. Yang kami lihat justru Jihad Islam yang kemudian meladeni dan membalas bom-bom tersebut, tetapi sepertinya israel kurang menaggapi balasan Jihad Islam tersebut karena memang diperkirakan kekuatan Jihad Islam hanya 20 persen dari kekuatan HAMAS. Menurut saya, itulah yang membuat Israel kemudian merancang setrategi, yaitu membunuh Muhammad Aljabari dengan cara dibom, pada waktu kejadian tersebut kami sedang melakukan Rukyatul hilal (melihat bulan) di laut, ketika kita sampai pantai kemudian berita dibomnya Aljabari menyebar, yang menyebabkan para relawan sempat terpisah selama satu hari, sebagian dipantai termasuk saya, sebagian lagi berada di RS, karena jika dipaksakan pulang saat itu akan sangat berbahaya mengingat baku tembak masih terus berlangsung. Rindukan Persatuan Rakyat Palestina sangat merindukan persatuan di antara mereka. Saat terjadi perang 8 hari itu, semua faksi bersatu dengan sayap militer mereka masing-masing, bersatu menyerang Israel, belum pernah ada dalam sejarah Palestina hal itu terjadi, dan sebetulnya mereka rindu persatuan tersebut, hanya saja yang mereka bingungkan adalah format persatuan melalui apa dan seperti apa. jika melalui jalur politik, saya ibaratkan seperti rebutan kue, ada kepentingan dari masing-masing faksi yang berbeda, akan saling ambil keuntungan sesuai misi mereka masing-masing. Mengingat tentang diselenggarakanya deklarasi Bandung (Conferensi Internasional Al Quds), salah satu poinnya adalah mengirimkan ulama dan Zuama Indonesia dan Malaysia ke Gaza. Jika memungkinkan, menurut kami segera mungkin difollow up, karena sangat diperlukan sekali saat ini, posisi kita yang ditengah-tengah faksi-faksi tersebut untuk menjadi pemersatu kaum Muslimin disana. Jangan kita memihak salah satu golongan kemudian golongan lain akhirnya terabaikan. Begitulah sekelumit pengalaman kami sewaktu perang 8 hari berlangsung di Gaza, ketika terjadi penyerangan dari Israel semua masyarakat Palestina menyerukan kalimat takbir di radio-radio, masjid-masjid, dan semua orang mengucapkan kata Allohu Akbar, seperti tidak ada rasa takut, mereka menyambut serangan tersebut dengan kalimat takbir. (L/P02/P015/R2). Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/3467-relawan-merci-saksi-mata-perang-8-hari-gaza.html
Penggalangan Dana MER-C untuk RSI Gaza Tercapai

Presidium MER-C Indonesia, Dr. Joserizal Jurnalis (FOTO ANTARA/Reno Esnir) Dukungan dari rakyat Indonesia terhadap program Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina masih terus mengalir. Bogor (ANTARA News) – Target awal penggalangan dana yang dilakukan organisasi relawan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina telah tercapai. “Dukungan dari rakyat Indonesia terhadap program Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina masih terus mengalir. Sampai dengan awal Maret 2013, dana yang sudah terkumpul untuk program ini sebesar Rp31 miliar,” kata Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis, SpOT kepada ANTARA News, di Bogor, Sabtu. Joserizal pada Jumat (15/3) malam melepas keberangkatan sebanyak tujuh orang relawan, tiga di antaranya adalah insinyur ke Kairo, Mesir untuk selanjutnya menuju ke Jalur Gaza. “Saat ini, fokus pengglangan dana adalah untuk pengadaan alat kesehatan dan bangunan pendukung RS. Semoga menjadi amal baik bersama,” katanya. Sementara itu, keberangkatan tim dipimpin langsung oleh Ketua Divisi Konstruksi MER-C Ir Faried Thalib kali ini adalah untuk melakukan supervisi pembangunan tahap kedua RS Indonesia yang masih berlangsung di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Tim dijadwalkan akan tiba di Kairo, Mesir pada Sabtu (16/3) pukul 09.30 waktu setempat atau pukul 14.30 WIB. Dari bandara Kairo, tim akan langsung menuju perbatasan Rafah untuk mencoba langsung masuk ke Gaza berbekal surat izin yang sudah didapat. Editor: Ella Syafputri Sumber : http://www.antaranews.com/berita/363573/penggalangan-dana-mer-c-untuk-rsi-gaza-tercapai
MER-C kirim Lagi Tim Pemantau RSI Ke Gaza

Jakarta, 3 Jumadil Ula 1434/16 Maret 2013 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberangkatkan lagi tim pemantau (supervisi) ke Jalur Gaza, Palestina untuk memonitor pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI). Tugas tim pemantau RSI untuk memonitor dan menentukan hal-hal penting seperti dalam memutuskan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tanpa diduga dalam jalannya pembangunan RSI tahap dua ini, kata Kepala Divisi Kontruksi MER-C, Ir. Faried Thalib saat dihubungi Miraj News Agency (MINA) di Jakarta. Faried menyatakan, pemantauan pekerjaan pembangunan RSI di Gaza oleh tim khusus Divisi Kontruksi MER-C itu dilaksanakan rutin setiap empat bulan sekali. Terakhir Tim Pemantau RSI diberangkatkan pada akhir Oktober 2012 lalu, kata Faried. Tim pemantau yang akan diberangkatkan kali ini terdiri dari 7 orang relawan, 3 diantaranya adalah insinyur yang dipimpin oleh Faried Thalib, Wahyuni Faried, Farida Faried, Idrus Muhammad Alatas, Ahmad Syauqi, Zulkifli dan Munarman. Tim Pemantau RSI dikhususkan untuk memantau kontruksi fisik RSI. Sementara itu, keberangkatan Zulkifli dan Munarman untuk melihat kondisi terkini Gaza, melihat secara langsung kontruksi RSI serta bertemu dengan tokoh-tokoh di sana, kata Faried. Tim pemantau RSI berangkat pada Jumat sore (15/3) pukul 17.00 WIB dengan maskapai penerbangan Singapore Airlines dan dijadwalkan akan tiba di Kairo, Mesir hari ini Sabtu (16/3) pukul 9.30 waktu setempat atau pukul 14.30 WIB. Dari bandara Kairo, tim akan langsung menuju perbatasan Rafah untuk mencoba langsung masuk ke Gaza berbekal surat izin yang sudah didapat. Dari Kairo tim akan melangsungkan perjalanan menuju perbatasan Rafah dan bertemu dengan tim penjemput. Insya Allah, Sabtu Sore sudah masuk di Jalur Gaza-Palestina, jelas Faried. Sementara itu, Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT mengatakan, keberangkatan Tim pemantau RSI ke Gaza merupakan bentuk jihad professional. Ini adalah bentuk jihad para profesional, ungkap Joserizal yang turut mengantar keberangkatan Tim di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat sore (15/3) dalam rilis web resmi MER-C yang dipantau Miraj News Agency (MINA). Jihad para professional yang terpenting adalah pengorbanan waktu dan pengamalan ilmu-teknologi untuk perjuangan, tambahnya. Sebelumnya, MER-C memberangkatkan seorang relawan Ir. Edy Wahyudi untuk membantu mengawasi pekerjaan pembangunan tahap II RS Indonesia (RSI) berupa pekerjaan arsitektur dan ME (Mechanical Electrical) pada 16 Februari 2013 lalu. Ia berangkat beserta tiga utusan pesantren Al-Fatah (Ustad M.Sholeh Iskandar, Reza Addila Kurniawan dan Muqorrobin Al-Fikri), yang akan mengikuti program Tahfidzul Quran metode Tajul Waqar di Mahad Tahfidzul Quranul Karim was Sunnah Gaza. Pembangunan RSI Gaza Tahap Dua Capai 65 Persen Menurut Faried, pembangunan RSI tahap dua diperkirakan sudah mencapai 65%. Sementara itu, menurut laporan dari salah satu relawan RSI di Jalur Gaza, para relawan kini sedang melakukan fase Kissaroh atau plester dinding bagian dalam, setelah sebelumnya telah menyelesaikan pekerjaan pemasangan blok dinding samping dan blok sekat dalam seluruh ruangan RSI yang terdiri dari dua lantai dan satu lantai basement serta satu lantai middle area. Rencana pekerjaan selanjutnya adalah pengerjaan ME rumah sakit. Mohon doa agar para relawan disini selalu dalam keadaan sehat, diberikan kesabaran dan keikhlasan serta selalu istiqamah dalam mengemban amanah di jalan Allah ini, kata seorang relawan RSI-Gaza, Didi Karidi melalui pesan singkat kepada MINA. Lokasi RSI seluas 1,6 hektar sangat dekat dengan perbatasan wilayah Palestina yang dijajah Israel, yaitu sekitar 2,5 km dari pagar perbatasan di kawasan Beit Lahiya, Gaza utara, Palestina. Bahkan lokasi RSI itu sebelumnya adalah tempat latihan tempur para pejuang Gaza, sebelum akhirnya disetujui oleh Pemerintah Palestina di Gaza kepada MER-C sebagai pihak yang memprakarsasi pembangunannya atas dasar kemanusiaan. Dalam proyek tersebut, bekerja 32 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, mulai dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, mahasiswa hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C. Rumah sakit itu menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina dimana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Total donasi dari rakyat Indonesia untuk program pembangunan RS Indonesia di Gaza sudah mencapai Rp 31 milyar. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Pembangunan RSI tahap konstruksi fisik kedua serta jaringan listrik akan memerlukan biaya total sebesar Rp 37 miliar. Usai pembangunan fisik, masih akan dibutuhkan dana untuk fasilitas pendukung dan medis, dari mebel, tempat tidur hingga perangkat medis. Kebutuhan dana itu, belum termasuk perangkat medis modern seperti MRI (magnetic resonance imaging) dimana dana yang diperlukan sekitar 30 miliar rupiah lagi. Pembangunan RSI-Gaza tahap kedua diharapkan akan selesai bulan Desember 2013 dan sudah mulai beroperasi pada tahun 2014, tambah Faried.(L/P02/P06/R2). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/3010-mer-c-kirim-lagi-tim-pemantau-rsi-ke-gaza.html
Solo Sumbang 100 Juta Lebih Untuk RSI Di Gaza

Solo, Jawa Tengah, 2 Jumadil Ula 1434/14 Maret 2013 (MINA) Dalam rangka menggalang dana untuk pembangunan RS Indonesia (RSI) di Gaza Palestina, baru-baru ini MER-C Cabang Surakarta mengadakan acara talkshow dan penggalangan dana, demikian seperti dilansir pada website resmi MER-C yang dipantau oleh MINA (14/3). Acara yang bertema Sejuta Cinta untuk Palestina digelar Ahad pagi (10/3) bertempat di Masjid Agung Surakarta. Henry Hidayatullah dan Abdul Mughni Rozy, dua relawan dokter MER-C yang pernah bertugas di wilayah konflik Gaza-Palestina hadir sebagai narasumber. Pada laporanya, Mughni, seorang relawan senior dari MER-C Cabang Semarang memaparkan pengalamannya ketika menjadi tim MER-C pada saat agresi Israel awal tahun 2009. Dokter spesialis bedah umum ini menyaksikan sendiri bagaimana kondisi kota Gaza yang luluhlantak akibat serangan bom dan rudal Israel. Serangan ini juga menyebabkan ribuan rakyat Gaza juga menjadi korban. Sementara Henry yang merupakan salah satu pendiri dan relawan senior MER-C membagi pengalamannya saat mengunjungi Gaza belum lama ini. Ia mengatakan, Saat ia datang, pembangunan struktur RSI sudah selesai dan pembangunan tahap 2 segera dimulai. Kedatangan Henry bersama Ketua Divisi Konstruksi MER-C dan 21 relawan teknis dari Indonesia menandakan siap dimulainya pembangunan tahap 2 RSI. Pembangunan tahap 2 memang akan dilakukan oleh relawan ahli dan teknis dari Indonesia, hal ini dalam rangka menghemat biaya pembangunan. Tidak hanya cerita, para jamaah yang hadir di Masjid Agung Surakarta juga disuguhkan dengan foto-foto dan film proses pembangunan RSI dari awal hingga update terakhir. Malam harinya, acara sosialisasi RSI di kota Solo masih berlanjut. Kali ini bertempat di kelompok pengajian ibu Siti Aminah pemilik Tiga Serangkai. Dari dua rangkaian acara ini, jumlah donasi cash semetara yang terkumpul dari warga Solo sebesar Rp 15.478.000 dan cek senilai Rp 100 juta.(T/P015/R2). Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/2995-solo-sumbang-seratus-juta-lebih-untuk-rs-indonesia-di-gaza.html
MER-C Sampaikan Duka Cita untuk President Hugo Chavez

Keluarga Besar MER-C Indonesia mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas wafatnya President HUGO CHAVEZ pada hari Rabu, tanggal 6 Maret 2013 Kami akan mengenang sosok HUGO CHAVEZ sebagai salah satu pemimpin revolusioner dunia beraliran sosialis. Kami menghormati kegigihannya dalam melawan KAPITALISME dan LIBERALISME. Kami juga SALUT untuk pembelaannya terhadap PALESTINA. Selamat jalan…… Salam pembebasan Palestina !!!!
RS Indonesia di Gaza Selesai Tahun Ini

Gaza, 10 Rabiul Akhir 1434/20 Februari 2013 (MINA) Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Ir. Edy Wahyudi mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza ditargetkan selesai tahun ini. Kita coba kejar target waktu selesai insya Allah tahun ini, meskipun secara hitungan masih diperlukan biaya cukup besar, ujar Edy yang baru tiba dari Jakarta di RSI Gaza Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Total donasi dari rakyat Indonesia untuk program pembangunan RS Indonesia di Gaza sudah mencapai Rp 30,7 milyar. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Estimasi dana yang diperlukan berkisar 30 miliar rupiah lagi, terutama untuk anggaran infrastruktur dan peralatan kesehatan, katanya kepada Miraj News Agency (MINA), Selasa malam (19/2). Menurut relawan yang pernah bertugas tahun lalu di Gaza, pembangunan RSI tahap kedua memerlukan ketelitian, karena lebih kompleks daripada tahap pertama. Edy bergabung dengan 27 relawan MER-C asal Indonesia lainnya yang sudah berada di Gaza. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C. Seluruh relawan berkomitmen melaksankan amanah amal shalih di Gaza hingga pembangunan RSI selesai, ujarnya. Ia mengatakan, persiapan berikutnya setelah selesai bangunan, adalah mengadakan alat kesehatan beserta obat-obatan, yang memerlukan dana besar. Tahfidzul Quran Edy Wahyudi berangkat ke Gaza pada Jumat (15/2) dan tiba Sabtu (16/2) beserta tiga utusan pesantren Al-Fatah, yang akan mengikuti program Tahfidzul Quran metode Tajul Waqar di Mahad Tahfidzul Quranul Karim was Sunnah Gaza. Ketua delegasi Ustadz M.Sholeh Iskandar, Pengelola Tahfidzul Quran Pesantren Al-Fatah Natar, Lampung, dijadwalkan mengikuti Program Tajul Waqar di Gaza. Tajul Waqar (mahkota ketegaran, kemuliaan) merupakan jenis program akselerasi (percepatan) menghafal Al-Quran 30 juz yang dikemas dalam bentuk perkemahan liburan musim panas selama 1-2 bulan. Pada saat libur panjang, anak-anak di Gaza tidak melakukan acara bermain atau wisata liburan. Akan tetapi justru mengisi liburannya dengan berkumpul di masjid untuk mengikuti program menghafal Al-Quran. Program menghafal Al-Quran saat liburan musim panas ini merupakan program unggulan di Gaza. Puluhan ribu siswa siswi dari berbagai tingkatan sekolah bahkan pemuda dan orang tua, mengikuti program yang bernama Tajul Waqar ini. Mereka berkumpul dari pagi hingga sore hari di masjid-masjid di Gaza, kemudian menghafal Quran selama dua bulan penuh. Selama dua bulan tersebut, sebagian besar dari mereka berhasil mengahafal Al-Quran 30 juz. Program ini sudah ada sejak lama di Gaza. Namun baru ditertibkan dengan dibentuk sebuah lembaga formal bernama Dar Al-Quranul Karim was Sunnah sejak 2006. Sejak saat itulah lahir puluhan ribu hafidz dan hafidzah (penghafal Al-Quran). Tercatat tahun 2010 diwisuda 24.000 hafidz dan hafidzah, tahun 2011 sebanyak 10.000 hafidz dan hafidzah, serta tahun 2012 sekitar 10.000 hafidz dan hafidzah Al-Quran. Menurut Syekh Abdurrahman Yusuf Al-Jamal, disebut Tajul Waqar karena mereka para penghafal Al-Quran akan mendapatkan mahkota kemuliaan dari Allah kelak di hari akhirat. Mahkota tersebut kemudian disematkan oleh penghafal Al-Quran kepada orang tua masing-masing, untuk bersama-sama masuk ke dalam syurga, ujar Syeikh Al-Jamal. Pimpinan program Tajul Waqar Gaza, Syeikh Aburrahman Yusul Al-Jamal Al-Hafidz, pernah berkunjung ke Pesantren Al-Fatah Lampung guna melaksanakan program Tajul Waqar periode Januari-Februari 2012 lalu. Dalam waktu dua bulan saja, anak-anak usia SD-SLTA di Lampung waktu itu, dapat menghafalkan Al-Quran rata-rata antara 1-5 juz. Bahkan ada yang lebih, ujar Ustadz Sholeh. Untuk itu, lembaganya ingin melanjutkan program Tajul Waqar lebih intensif lagi dengan mengadakan studi banding dan melihat langsung pelaksanaannya di Gaza, paparnya. Pesantren Al-Fatah ditunjuk oleh Dar Al-Quranul Karim was Sunnah Gaza sebagai perwakilan dan koordinator pengembangan Tajul Waqar di Indonesia. Relawan Indonesia di Gaza juga memanfaatkan waktu-waktu di luar pekerjaan rutin RSI, dengan mengadakan kegiatan belajar bahasa Arab dan mengikuti program Tahfidzul Quran secara sederhana. Tercatat, ada relawan yang sudah hafal lima juz selama sekitar setahun bertugas di Gaza, karena mengikuti program Tajul Waqar musim liburan lalu khusus kelas karyawan. Ikut serta dalam rombongan relawan ke Gaza, Reza Addila Kurniawan dan Muqorrobin Al-Fikri, alumni Pesantren Al-Fatah untuk melanjutkan kuliah di Universitas Islam Gaza. (L.P03/R1). Sumber : http://www.mirajnews.com/palestina/2394-rs-indonesia-di-gaza-selesai-tahun-ini.html
Relawan MER-C “Jemput Bola” Tangani Korban Banjir

Jakarta, 21/1 (ANTARA) – Relawan dokter organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia menerapkan sistem “jemput bola” dalam menangani masalah kesehatan korban banjir di Jakarta. “Untuk menangani yang mengungsi di masjid, relawan kami memakai sistem `jemput bola`, sedangkan di bantaran Sungai Ciliwung dengan pola `mobile clinic,” kata Ketua Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad kepada ANTARA di Jakarta, Senin. Ia menjelaskan, MER-C menurunkan tim kesehatan yang terdiri atas lima relawan dokter, satu relawan logistik serta satu supir saat banjir besar kembali melanda Jakarta sejak Jumat (18/1). Dalam operasinya, tim menggunakan armada “Ford Ranger” dengan “double cabin”, menyusuri sejumlah titik bencana banjir guna mencari lokasi yang belum dan masih membutuh bantuan medis. Mereka mendatangi satu per satu ruangan dalam lingkungan masjid yang dipenuhi oleh korban banjir yang mengungsi. Warga yang mengeluh sakit diperiksa dan diobati. Usai memberikan pengobatan di dalam masjid, tim melanjutkan pengobatan di bagian luar masjid, di mana pelayanan dilakukan di atas bak mobil “Ford Ranger” MER-C yang diparkir di depan masjid. Warga korban banjir berdatangan menghampiri mobil berlogo MER-C ini untuk mendapatkan pengobatan dari relawan dokter yang ada. Sementara itu, tim MER-C lainnya melakukan “mobile clinic” ke wilayah bantaran Sungai Ciliwung yang belum mendapat bantuan medis. Tim “mobile” bersama Tim SAR dengan menggunakan perahu karet, dan ternyata masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah-rumah mereka yang terendam banjir dan tidak mau dievakuasi. Salah satunya seorang bapak tua usia 62 tahun yang memilih bertahan di rumah, sorang diri, dalam keadaan sakit. Atas informasi dari istrinya, dokter MER-C bersama Tim SAR berusaha mencapai dan memasuki rumahnya. Setelah diperiksa, ternyata menderita hipertensi dan segera dievakuasi. Setelah bergerak dengan menggunakan perahu karet, Tim MER-C mendapat laporan dari warga bahwa masih ada lokasi pengungsian yang belum mendapatkan bantuan pengobatan. Mereka berharap Tim MER-C bisa mengecek kondisi kesehatan warga yang mengungsi di sana. Dengan menggunakan sepeda motor, warga mengantar dokter MER-C ke lokasi pengungsian yang terletak di Wisma Tjiliwung. Pelayanan kesehatan segera digelar bagi warga di wisma itu. Berdasarkan evaluasi Tim MER-C selesai memberikan bantuan pengobatan, penyakit yang banyak diderita oleh warga korban banjir yang diobati adalah ispa (infeksi saluran pernafasan atas), penyakit kulit, hipertensi dan diare. Penyusuran tim dilakukan di beberapa lokasi banjir di wilayah Jakarta Timur dan Selatan, di antaranya penanganan bantuan kesehatan kepada korban banjir yang mengungsi di Masjid Attahiriyah Bukit Duri. Di lokasi ini warga yang mengungsi diperkirakan berjumlah lebih dari 1.900 jiwa. Andy J Sumber : http://bogor.antaranews.com/print/3975/relawan-mer-c-jemput-bola-tangani-korban-banjir
Joserizal: Islam Jadi Sasaran Tembak Zionis

Jakarta, 2 Rabiul Awal 1434/14 Januari 2013 (MINA) Pendiri sekaligus Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Joserizal Jurnalis mengatakan dalam sebuah seminar di Jakarta (13/1), Islam telah menjadi “sasaran tembak” Zionis. Ideologi yang ‘paling ditakuti’ di dunia ini adalah Islam. sehingga Islam jadi sasaran tembak. Siapa yang menembak? Menurut pengalaman saya adalah Zionis, kata Jose (sapaan akrab Joserizal), dokter spesialis bedah umum. Pria yang sudah melakukan misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik perang itu menghimbau masyarakat Islam agar lebih teliti dalam menyikapi suatu permasalahan sensitif. Jika ada konflik, kita harus mengurai mencari siapa yang bermain. Kita kecilkan perbedaan dan perbesar persamaan. Perbedaan masalah fikih dan mazhab selesaikan dalam majelis kajian, kata Jose yang selalu mengontrol perkembangan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza dari Indonesia. Sementara itu, Jubir Front Pembela Islam (FPI), Munarman membenarkan pernyataan sang dokter, bahwa masalah furu’ (perbedaan kecil) jangan dipersoalkan. Menurutnya, perbedaan paham harus diselesaikan di dalam majelis. Advokat dan mantan Ketua Kontras dan YLBHI itu juga mengungkapkan, Daftar PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang saya miliki tentang teroris menunjukkan semuanya adalah kelompok-kelompok Islam dan individual Islam yang aktif dalam dakwah dan perjuangan. Munarman juga mengatakan ada bias yang sangat luar biasa pelanggaran yang terjadi terhadap umat Islam dunia. Sejak 2001, di Guantanamo banyak tahanan Muslim yang tanpa proses dipenjara sampai sekarang. Dan di Indonesia, sudah ada 60-an orang yang baru terduga ditembak tanpa proses, ungkap Munarman yang terus berjuang dalam membela orang-orang Islam yang menurutnya semena-mena dituduh sebagai teroris. Di hari yang sama, Direktur Islamic Human Rights Comission (IHRC) Massoud Shadjareh mengungkapkan, Di Amerika hanya ada 6% Muslim, 7% Yahudi dan sisanya yang lain. Jika ada kerusuhan, langsung menuduh kelompok Islam. Wartawan senior investigasi Tempo, Ahmad Taufiq juga mengatakan, Selama Qurannya masih satu, Tuhannya masih satu, kita jangan mau dipecah belah.(T/R-011/R-008). Sumber : http://www.mirajnews.com/id/world/asia/1622-joserizal-islam-jadi-sasaran-tembak-zionis.html
Hujan Es, Relawan Indonesia Tetap Bangun RSI Gaza

Gaza, 29 Shafar 1434/ 11 Januari 2013 (MINA) – Meski cuaca dingin mencapai enam derajat celcius, bahkan sempat turun hujan es, sebanyak 28 relawan kemanusiaan asal Indonesia tetap melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Koresponden Miraj News Agency (MINA) dari Gaza melaporkan, relawan melanjutkan pekerjaan pemasangan blok sekat kamar lantai dua dan pemasangan keramik lantai dasar (basement). Relawan terpaksa pakai baju tebal rangkap, bahkan sampai rangkap lima lapis, ujar Nur Ikhwan, kepala Tim Relawan Medical Emergency Resque Committee (MER-C), pihak yang membangun RSI persembahan rakyat Indonesia untuk Gaza itu. Bahkan, menurutnya, kencangnya hembusan angin kali sempat merobohkan salah satu sisi dinding rumah sakit. Sehingga memaksa relawan memasang ulang dingin tersebut. Pemerintah setempat sementara memberlakukan larangan keluar rumah bagi warga karena khawatir tehempas angin yang kecepatannya mencapai 100 km/jam. Nur Ikhwan menambahkan, kondisi relawan seluruhnya sehat, dan minta doa dari keluarga dan rakyat Indonesia. Kedatangan musim dingin di Gaza sudah terasa sejak pertengahan September 2012 lalu. Cuaca makin ke sini makin terasa dingin. Hujan salju sempat turun beberapa hari lalu, disertai angin kencang, mengakibatkan pekerjaan RSI dibatasi di dalam ruangan, ujar Nur Ikhwan. Menurut pantauan Koresponden Miraj News Agency (MINA), jalan-jalan utama di Gaza terlihat lengang dari warga, karena lebih banyak berteduh di rumah masing-masing. Menurut prakiraan cuaca setempat mengatakan, puncak musim dingin kali ini masih akan berlanjut hingga beberapa hari kedepan. Hingga diperkirakan akan berakhir pada akhir Februari mendatang. (L/B-007/R-007/R-005). Sumber : http://www.mirajnews.com/id/al-quds-palestine-in-news-3/al-quds-palestine-in-news/1552-hujan-es-relawan-indonesia-tetap-bangun-rsi-gaza.html