Republika Serahkan Sumbangan Pembaca untuk Rumah Sakit Gaza

Penyerahan bantuan pembaca Republika sebesar Rp 1 Miliar untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Genap Rp 1 miliar hasil sumbangan pembaca Republika terkumpul. Sumbangan itu selanjutnya diserahkan untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Pengelolaan dana sumbangan pembaca Republika ini selanjutnya diserahkan ke lembaga nirlaba MER-C. Prosesi penyerahan sumbangan pembaca itu dilakukan langsung Pemred Harian Republika, Nasihin Masha kepada Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad di ruang pertemuan Harian Republika di Jl Warung Buncit, 37, Jakarta Selatan, Senin (17/6). MER-C dianggap paling konkret untuk mengelola dana sumbangan pembaca, ujar Pemred Republika, Nasihin Masha, Sarbini menyatakan, sumbangan ini sangat bernilai bagi kelangsungan pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza. Rumah sakit yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara itu diutamakan untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Gaza yang menjadi korban konflik bersenjata Palestina-Israel. Fasilitas itu dapat menampung sedikitnya 100 pasien. Bangunan dua lantai plus satu ruang bawah tanah dan satu lantai area tengah itu didirikan di atas tanah seluas 16.261 meter persegi. Tanahnya merupakan wakaf dari pemerintah Palestina. Reporter : Maman Sudiaman Redaktur : Hafidz Muftisany Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/06/17/moixzv-republika-serahkan-sumbangan-pembaca-untuk-rumah-sakit-gaza
Ketua umum PERSIS Gerakkan Wakaf Umat Untuk RS di Gaza

Ketua Umum PP Persatuan Islam (PERSIS), Prof. Dr. KH. Maman Abdulrahman, M.A. (kiri) dalam pertemuan dengan Ketua Divsi Konstruksi MER-C, Ir. Farid Thalib (kanan) mengenai gerakan wakaf umat Islam di Indonesia dalam membantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. (Foto: MAR/MINA). Jakarta, 2 Syaban 1434/11 Juni 2013 (MINA) Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) Prof. Dr. K.H.M. Abdurrahman,MA. mengemukakan tekadnya untuk ikut serta menggerakkan wakaf umat Islam Indonesia untuk membantu warga Palestina melalui pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Prof. M. Abdurrahman mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan Pimpinan Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) di Jakarta, Selasa (11/6). Kepada wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency), ia bersama organisasinya bermaksud ikut serta mensosialisasikan gerakan wakaf dari umat Islam di Indonesia untuk menyelesaikan pembangunan RS Indonesia di Gaza yang dalam tahap penyelesaian akhir. Di samping ia turut menyampaikan kepada Pimpinan Organisasi Massa, tokoh Islam dan umat Islam pada umumnya untuk membantu pembangunan RS tersebut. Dirinya bahkan ingin berziarah ke Jalur Gaza, Palestina. Saya bahkan ingin berkunjung ke Gaza, Palestina mengunjungi saudara-saudara kita di sana, dan menyaksikan langsung bangunan RSI ini, ujar Ketua Sidang Konferensi Internasional Pembebasan Al-Quds dan Palestina yang diselenggarakan di Bandung Juli 2012 lalu. Sekaligus dalam kunjungan itu, ia dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan sekitar 100 mahasiswa PERSIS yang sedang menuntut ilmu di Kairo, Mesir, ujar Penulis Buku Fiqih Lingkungan itu. Ia yang juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi keumatan berusaha mempersiapkan penyerahan dana bantuan titipan dari umat untuk Palestina melalui RSI di Jalur Gaza. Sementara itu, Kepala Divisi Konstruksi MER-C, Ir. Farid Thalib mengatakan, pembangunan RSI di gaza saat ini memasuki tahap pembangunan Mechanical Electrical (ME). Tahap akhir ini memerlukan dana sekitar Rp65 miliar, terutama untuk penyediaan alat kesehatan. Untuk itu, MER-C tengah menggencarkan gerakan Rp50 ribu untuk penyediaan alat-alat kesehatan RSI. “Kampanye penggalangan dana dari Sabang sampai Merauke yang melibatkan semua lapisan masyarakat,” ujar Farid. Saat ini di RSI Gaza terdapat sejumlah 33 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, usia, dan daerah, sedang beramal sholeh menyelesaikan bangunan persembahan rakyat Indonesia untuk warga Palestina. “Semangat kesungguhan, ruhul jihad, dan keshabaran para relawan Indonesia di Gaza, merupakan modal utama sumber daya manusia di sana,” katanya. Bahkan dalam Perang Delapan Hari November 2012 lalu, saat relawan akan ditarik sementara ke luar Gaza, mereka semuanya mengatakan, “Demi ibadah kepada Allah di medan jihad, rasa cinta kepada saudara-saudara karena iman, kami lebih baik syahid di sini daripada harus pulang,” ujar Farid menirukan jawaban para relawan. Para relawan terdiri dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, ahli air conditioner (AC), sopir, mahasiswa hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C. (L/P01/P04/P015/R1). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/5783-mer-c-jajaki-kerjasama-pembangunan-rsi-dengan-persis.html
MER-C Luncurkan Gerakan 50 Ribu untuk RS Indonesia di Gaza

Jakarta (SI ONLINE) – Setelah gerakan Rp 20 ribu perorang untuk pembangunan fisik RS Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, kini MER-C meluncurkan gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior RSI. Selain gerakan untuk perorangan, MER-C juga meluncurkan Proposal Alat Kesehatan Ruangan RSI yang ditujukan bagi perusahaan dan instansi dalam negeri yang ingin berpartisipasi. Semua ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk menyelesaikan amanah pembangunan RSI sebagai bukti cinta rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. “Respon rakyat Indonesia pada program Rp 20 ribu per orang untuk RSI sangat besar. Dukungan dan donasi datang dari berbagai kalangan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Dengan donasi tersebut, pembangunan fisik RSI bisa terus berlangsung hingga saat ini,” papar dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium MER-C. Progress RSI sendiri sudah dalam tahap 2 berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh 33 relawan Indonesia yang seluruhnya unpaid volunteers. Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir tahun 2013. Ikhtiar selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior rumah sakit. Berdasarkan perhitungan Tim Relawan Alkes RSI, dana yang dibutuhkan untuk melengkapi RSI sebagai sebuah RS Traumatologi dan Rehabilitasi mencapai Rp 65 Milyar. Untuk itu, MER-C meluncurkan kembali gerakan rakyat untuk RSI, kali ini sebesar Rp 50 ribu per orang. “MER-C menutup bantuan asing untuk program RSI karena kami ingin RSI sebagai simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina benar-benar murni dari rakyat Indonesia. Kami juga yakin kita rakyat Indonesia mampu mewujudkan amanah ini,” tegas dr. Sarbini, Ketua Presidium MER-C. Be a part of History… Dukungan bagi program ini dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678 BSM, 700.1352.061 a.n Medical Emergency Rescue Committee Red: Syaiful Sumber: www.mer-c.org Sumber : http://www.suara-islam.com/read/index/7294/MER-C-Luncurkan-Gerakan-50-Ribu-untuk-RS-Indonesia-di-Gaza
RSI Gaza masuki Tahap Mechanical Electrical, Selesai Tahun Ini

Jakarta, 13 Rajab 1434/23 Mei 2013 (MINA) Presidium Medical Emergeny Rescue Committee (MER-C) dr. Joserizal Jurnalis,Sp.OT mengatakan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, saat ini tengah memasuki tahap pembangunan Mechanical Elektrical (ME), dan dijadwalkan selesai tahun ini. Progres RSI Gaza, saat ini memasuki pembangunan mekanikal elektrikal, insya-Allah selesai tahun ini ujarnya kepada wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency), di Jakarta, Rabu, (22/5). Kita akan cari dana sekitar Rp65 miliar untuk penyedian alat kesehatan, sebagian peralatan rumah sakit seperti tempat tidur kita coba bawa dari Indonesia, dan peralatan lain kita beli dari Mesir dan Eropa, papar dr. Jose. Kita memiliki program gerakan Rp20 ribu, dan menjadi gerakan Rp50 ribu untuk penyediaan alat- alat kesehatan tersebut, tambahnya. MER-C melakukan kampanye penggalangan dana tersebut dari Sabang sampai Merauke, semua lapisan masyarakat turut andil dalam pembangunan RSI Gaza tersebut. Menurutnya, komitmen para relawan di Jalur Gaza sanat luar biasa, juga teman-teman di MER-C yang giat mencari pendanaan untuk pembangunan RSI Gaza tersebut. Para relawan berjibaku dalam pembangunan RSI Gaza, buktinya adalah mereka bertahan ketika terjadi perang pada bulan November lalu, walaupun mengalami kesulitan, mereka tetap bertahan ujarnya. Menurutnya, dana pembangunan RSI murni dari masyarakat Indonesia, menunjukan betapa tingginya semangat rakyat Indonesia terhadap persahabatan dengan rakyat Palestina. RSI Gaza ini adalah sesuatu yang mampu kami berikan terhadap rakyat Gaza, yang telah diisolasi oleh Zionis Israel selama lima tahun lebih, kata Jose. Persahabatan kita denga rakyat Palestina bukan tanpa sejarah, mereka adalah salah satu penyokong terhadap kemerdekaan negara Indonesia, jadi ini bukan persahabatan yang baru. Maka, apabila mereka menderita kita juga merasa menderita, dan kita ingin mengurangi rasa sakit mereka dengan memberikan hadiah RSI ini, tegasnya. Dalam pembangunan RSI Gaza, bekerja 33 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, mulai dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, mahasiswa hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C. (L/P015/P01/R1). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/5221-rsi-gaza-masuki-tahap-pembangunan-mekanikal-elektrikal.html
MER-C Seleksi 11 Relawan Gaza

Pendiri organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), Joserizal Jurnalis REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia, kembali menyeleksi relawan yang akan diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina. Keberangkatan ini untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) tahap kedua.Kali ini Tim Seleksi MER-C menyiapkan 11 orang relawan untuk pengerjaan Mechanical Electrical (ME). “Kita niatkan semua karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, jangan bertujuan untuk selain mengharap ridha-Nya,” kata Nur Ikhwan Abadi, Koordinator Tim Seleksi MER-C, saat memberikan pembekalan pada para peserta di Ponpes Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5). Sementara itu, Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis,Sp.OT mengatakan, pemberangkatan 11 relawan tersebut dijadwalkan sebelum Ramadhan atau ketika Ramadhan tahun ini. Komitmen kita jelas bahwa RSI Gaza ini sebagai tanda persaudaraan rakyat Indonesia, yang harus kita selesaikan, katanya menegaskan kepada Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) di Jakarta. Joserizal mengharapkan proses pembangunan RSI Gaza selesai pada tahun ini dan dapat mulai dioperasikan pada pertengahan tahun depan.Insya Allah mudah-mudahan proses pembangunan RSI Gaza selesai tahun ini dan diharapkan berfungsi pertengahan tahun depan, tambahnya. Sebelumnya, MER-C memberangkatkan relawan, Ir. Edy Wahyudi untuk membantu mengawasi pekerjaan pembangunan RSI tahap kedua. berupa pekerjaan arsitektur dan Mechanical Electrical pada 16 Februari 2013 lalu. Ia berangkat beserta tiga utusan Pesantren Al-Fatah, Ustaz M.Sholeh Iskandar, Reza Addila Kurniawan dan Muqorrobin Al-Fikri, yang mendapat tugas mengikuti program Tahfidzul Quran metode Tajul Waqar di Mahad Tahfidzul Quranul Karim was Sunnah Gaza. Dalam pembangunan RSI Gaza, bekerja 33 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, mahasiswa, hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah), yang berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C. Reporter : Indah Wulandari Redaktur : A.Syalaby Ichsan Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/05/23/mn8qrv-merc-seleksi-11-relawan-gaza
RSI di Gaza Pelipur Lara Muslim Palestina

Bandar Lampung, 10 Rajab 1434/20 Mei 2013 (MINA) – Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza menjadi pelipur lara bagi warga muslim Palestina. Waleed Hasan Ahmad, anggota Haiah Ulama Filistine mengatakan hal itu kepada wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) di sela acara konser penggalangan dana untuk Palestina di Bandar Lampung, Ahad, (19/5). RSI di Gaza, seolah menjadi pelipur lara kami. Sehingga kami warga Palestina merasa sudah sembuh. Kami sangat bersyukur dan berterimakasih terhadap masyarakat Indonesia, kata Waleed. Waleed juga menekankan peran penting masyarakat Indonesia untuk pembebasan Palestina dan dalam memperhatikan Masjid Al-Aqsha. Warga Palestina mungkin hanya 12 juta jiwa saja, namun kami tidak takut, karena di belakang kami ada ratusan juta masyarakat Indonesia yang terus membantu kami, katanya. Yahudi terus melakukan Yahudisasi, mereka akan membagi Masjid Al-Aqsha menjadi dua bagian, selain itu mereka terus membangun permukiman penduduk Yahudi di sekitar Masjid Al-Aqsha dengan menghancurkan rumah-rumah warga Palestina, papar Waleed. Sementara itu, saat dihubungi MINA, Ir. Nur Ikhwan Abadi, Manajer Lapangan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Pembangun RSI di Gaza menjelaskan, kemajuan pembangunan RSI di Gaza sekarang memasuki tahap penyelesaian akhir, berupa pemasangan hajar Qudsi (batu alam yang didatangkan khusus dari Hebron, Tepi Barat Palestina), pengerjaan pemasangan AC, kamar jenazah dan sumur bor. Dengan mohon pertolongan Allah dan jika tidak ada halangan insya-Allah akhir tahun 2013 ini pekerjaan bangunan fisik selesai, kata Ikhwan. Ia juga menambahkan, untuk menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit persembahan umat Islam Indonesia tersebut, masih memerlukan dana sekitar Rp65 miliar, terutama untuk pengadaan peralatan medis. (L/K1/R2). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/5103-rsi-gaza-pelipur-lara-muslim-palestina.html
Drone Israel Kembali Serang Gaza, Satu Warga Syahid

Haytsam Mishaal (29), Syahid diserang drone Zionis (MINA/Husein) Jakarta, 21 Jumadil Akhir 1434/1 Mei 2013 (MINA) Sebuah serangan pesawat tanpa awak (Drone) Zionis Israel telah membunuh seorang pemuda Palestina di Gaza Barat, Palestina. Haytsam Mishaal (29) menjadi korban dalam serangan tersebut. Pihak Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka beralasan bahwa Haytsam Mishaal adalah seorang peluncur serangan roket dari jalur Gaza ke Israel. Seorang petugas keamanan setempat yang menjadi saksi mata kejadian dan tidak mau disebutkan namanya mengatakan, serangan tersebut terjadi pada selasa pagi, pukul 10 waktu Gaza. “Beberapa menit sebelum menemui syahidnya, pemuda itu sempat berjalan melintas dihadapan saya seorang diri, kemudian mengucapkan salam saat melewati pos tempat saya jaga ini,” kata petugas keamanan itu kepada wartawan MINA, Muhammad Husain. “Setelah pemuda itu berjalan kurang lebih 50 meter, terdengar dua suara ledakan, awalnya saya kira itu suara latihan para pejuang, ternyata setelah saya lihat ke arah utara, saya menyaksikan asap mengepul dan terlihat seorang tergeletak di tengah jalan, dan saya yakini adalah pemuda tersebut” tegasnya. “Kemudian saya segera berlari mendatangi kepulan asap itu sambil menghubungi ambulan, ketika saya sampai saya melihat pemandangan yang mengenaskan terhadap tubuh pemuda itu,” tambahnya. Menurut keterangan dokter kepada MINA, jenazah Haytsam kemudian dibawa menuju ke Rumah Sakit Asy-Syifa, setelah akhirnya Jenazah Haytsam di bawa menuju kediaman keluarga sang korban yang terletak di sebuah daerah di tepi pantai jalur Gaza barat bernama “Mu’askar As-Syati”. Ribuan masyarakat menanti sejak beberapa jam sebelumnya di Masjid As-Syuhada As-Syathi untuk ikut melakukan sholat jenazah. Wartawan MINA juga turut mengiringi jasad seorang syahid tersebut bersama ribuan masyarakat Gaza menuju pemakaman bernama “Makam Para Syuhada” di sebuah daerah bernama An-Nashr, Gaza Barat. Dia melihat tidak ada tangis kesedihan pada pemakaman tersebut, yang ada melainkan ucapan-ucapan selamat yang dilantunkan seorang pria dengan mikrofon di tangannya. Selamat menempuh hidup baru wahai syahid, selamat karena engkau telah mendahului kaum muslimin lainnya menghadap Rabb-mu sebagai syahid yang mulia,” tutur pria itu. Pria itu juga membacakan ayat Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 169, yang artinya “janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, melainkan di sisi Rabb mereka diberi rizqi”. Dengan serangan tersebut, Zionis Israel semakin mempertegas usaha mereka melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai oleh pihak Israel dengan pejuang Palestina pasca perang delapan hari lalu. (L/K9/P015/P02) Sumber : http://mirajnews.com/palestina/4496-drone-israel-kembali-serang-gaza-satu-warga-palestina-syahid.html
Perjuangan Relawan MER-C Dirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Relawan MER-C dan para pekerja tengah melakukan pengecoran lantai tiga bangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza, di Jalur Gaza, Palestina, Selasa (20/3). (Doc MER-C) REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang dirintis Tim relawan Mer-C ternyata tak semudah yang dibayangkan. Bahkan relawan Indonesia hampir saja putus asa menghadapi berbagai rintangan yang ada. Salah satu rintangan yang terberat adalah menempuh birokrasi di Palestina. Hal itu dikemukakan salah seorang relawan Mer-C, Nur Ikhwan yang baru saja kembali dari Palestina, di Kantor Pusat Mersi, Sabtu (27/4). Pada kesempatan itu Ikhwan berkisah pengalamannya selama 2,5 tahun di Palestina. Ikhwan mengatakan, kala itu ia bersama relawan lainnya sudah berencana untuk kembali ke Indonesia jika kementrian kesehatan Palestina tidak juga memberikan izin proyek rumah sakit mereka. Ikhwan mengatakan, kementerian kesehatan Palestina menginginkan desain rumah sakit diubah sesuai keinginan mereka. Mereka berkeinginan, gambar tersebut diputar posisinya dan diulangi lagi modelnya. “Jadi setiap mendirikan bangunan, gambarnya harus disetujui oleh persatuan engineer (insinyur) setempat,” papar Ikhwan. “Kita udah maksimal. Kita udah tawakal saja,” tambah Ikhwan. Ketika sudah berusaha semaksimal mungkin dan mereka bertawakal, saat itulah Allah membukakan jalan bagi mereka. Saat gambar rumah sakit mereka dibawa ke tempat persatuan insinyur tersebut. Disanalah Allah membukakan jalan. Ternyata para insinyur tersebut langsung setuju dengan gambar mereka. “Ini gambar udah oke, Bismillah jalan,” kata Ikhwan meniru jawaban dari persatuan insinyur tersebut. Akhirnya, proyek mereka berhasil dan mulai di eksekusi pembangunannya. Namun kementrian kesehatan tidak melepaskan mereka begitu saja. Proyek senilai 30 miliar itu terus dipantau. “Setelah dua minggu kita kerjakan, kita diundang rapat lagi. Mereka bertanya, sudah sampai dimana pembangunannya? Mereka kaget karena kita ternyata sudah mempersiapkan semuanya,” papar Ikhwan. Namun hambatan tidak sampai di situ. Pihak Kementrian Kesehatan Palestina merasa ditinggalkan oleh Tim Mer-c. Pihak kemudian akhirnya mengirim satu orang untuk memantau segala hal yang berkaitan dengan pembangunan rumah sakit. “Mereka minta, segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah sakit tolong mereka dikasih tahu. Mereka juga mengirim satu orang untuk mengawasi kita,” jelas Ikhwan. Namun kini semua perjuangan mereka terbayar. Rumah sakit Indonesia di Gaza sudah memasuki tahap akhir. Terlebih, selama dua tahun pembangunan rumah sakit tersebut mereka mendapat bantuan dari warga sekitar. Reporter : Hannan Putra Redaktur : Hazliansyah Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/27/mlx82s-perjuangan-relawan-merc-dirikan-rumah-sakit-indonesia-di-gaza
Perwakilan HAMAS Kunjungi Relawan RSI Gaza

Gaza, 12 Jumadil Akhir 1434/22 April 2013 (MINA) – Rombongan petinggi Hamas malam Senin kemarin bersilaturahim kepara relawan Indonesia yang sedang membangun Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina. Suasana hangat menyambut kunjungan bersejarah itu, kata Husain satu di antara 30 relawan Indonesia di Gaza. Kedatangan para petinggi Hamas itu disambut 30 relawan Indonesia yang sedang mengawal pembangunan RSI di Gaza. Terlihat wajah-wajah penuh senyum para relawan begitu bahagia menyambut langsung kedatangan saudara-saudaranya dari petinggi Hamas itu. Kami sangat bahagia bisa mendapat kunjungan istimewa ini, tambah Husain. Rombongan yang mewakili gerakan Hamas yang terdiri dari 15 orang itu punya profesi bermacam-macam antara lain; ada arsitek, dosen, wakil rektor Universitas Al Al-Aqsa, staf kementrian kesehatan dan juga pendidikan. Setelah berkenalan satu sama lain, pimpinan proyek pembangunan RSI Gaza, Edy Wahyudi mewakili para relawan bahkan seluruh Muslim Indonesia yang jumlahnya sekitar 200 juta orang, memberikan kata sambutan kepada para tamu istimewa itu. Dalam sambutannya, Wahyudi mengatakan betapa senang dan bahagia perasaannya dan para relawan atas kunjungan silaturahim yang terjalin itu. Saya sangat bahagia dan berterimakasih sekali atas kunjungan saudara semua kepada kami yang mendapat amanah membangun RSI di Gaza ini, ujarnya terharu. Rasa haru dan bahagia itu diungkap pula oleh salah satu rombongan tamu yakni Abu Bilal Al Ja’bir. Dia mengatakan bahwa kunjungan mereka merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih atas kedatangan para relawan yang telah menempuh jarak ribuan kilo demi membantu saudara Muslimnya di Gaza. Saya dan teman-teman semua juga merasa sangat bersyukur. Kami semua rakyat Gaza sangat berterima kasih kepada para relawan dari Indonesia. Saya yakin, kedatangan saudara semua ke Gaza atas dasar hubungan akidah. Karena itu meski kita dipisahkan jarak yang begitu jauh tapi kita tetap dekat secara akidah. Kita tak bisa dipisahkan oleh jarak. Sebab kita bersaudara atas dasar akidah yang satu, katanya dengan nada penuh haru. Bilal menambahkan bahwa pertolongan Allah untuk Islam ini sudah sangat dekat. Hal ini menurutnya dibuktikan dengan fenomena negeri-negeri Muslim yang semakin dengan dengan persatuan umat. Tak bisa dipungkiri, kesatuan umat Islam diseluruh negeri ini mulai terasa, ujar pensiunan akuntan Universitas Islam Gaza (UIG) ini. Sementara itu, ketua rombongan Abu Ahmad Suhair juga menyampaikan beberapa poin dari kedatangan mereka tersebut. Dia menegaskan bahwa kedatangan mereka merupakan kunjungan resmi mewakili gerakan Hamas wilayah Utara Gaza. Dia juga menyampaikan salam dari pimpinan tertinggi Hamas yang tak lain Ismail Haniya, PM Palestina. Secara khusus kami sampaikan salam dari pimpinan kami, Ismail Haniya untuk para relawan yang sedang membangun RSI ini, ujarnya. Perbincangan antara tamu dan para relawan terasa kian hangat. Terlebih saat para tamu yang rata-rata punya berpendidikan itu banyak bercerita tentang sejarah Indonesia dan perkembangan Islam nusantara. Selain bercerita tentang sejarah Indonesia yang mereka pahami, sajian informasi baru tentang kondisi umat Islam Indonesia yang disampaikan para relawan semakin menghidupkan suasana silaturahim itu. Puncak dari kunjungan itu ditutup dengan makan malam bersama. Para tamu yang juga tokoh-tokoh yang dituakan di daerah Gaza ini sengaja membawa makan malam berupa “syawarma” (makanan khas gaza) untuk setiap relawan RSI dan rombongan. Sebelum berakhir, Abu Bilal memanjatkan doa bersama dan menyampaikan rasa optimisnya bahwa kelak kita akan di kumpulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di masjid Al Aqsa baik itu sebagai mujahid yang membebaskan Al Aqsa atau pun sebagai syahid fie sabilillah.(K9/R2). Sumber : http://mirajnews.com/palestina/4149-hamas-utara-kunjungi-relawan-rsi-gaza.html
UI Adakan konser Peduli Palestina

Festival Timur Tengah, Sabtu (20/4) Jakarta. Foto: Miraj News Agency (MINA) Jakarta, 11 Jumadil Akhir 1434/21 April 2013 (MINA) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan acara konser musik dimana dananya disalurkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Konser musik tersebut merupakan puncak acara dari “Festival Timur Tengah 2013” yang diselenggarakan pada 16 – 20 April 2013. Rakyat Indonesia sangat perlu untuk membantu perjuangan rakyat Palestina yang saat ini dijajah oleh Israel. Kalau kita belum bisa membantu secara fisik, mungkin kita bisa membantu dengan menyediakan dana dan fasilitas kesehatan kepada mereka, kata Yogi Reinaldi selaku ketua panitia Festival Timur Tengah 2013 di Jakarta, Sabtu (20/4). Kepada wartawan Miraj News Agency (MINA), Yogi mengatakan, Festival Timur Tengah itu sudah diadakan di UI selama empat kali sejak 2009. Festival Timur Tengah 2013 adalah Festival Timur Tengah keempat yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), Ikatan Keluarga Asia Barat (IKABA) selaku Himpunan Mahasiswa Jurusan Program Studi Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Menutut Yogi, tujuan utama dari acara konser musik yang bertemakan “Pesona Negeri 1001 Malam” itu untuk menghimpun dana yang selanjutnya akan disalurkan melalui Medical Emergency Rescue Commette (MER-C) yang saat ini sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di wilayah Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. MER-C mempunyai proyek pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Kami sangat mendukung sekali program tersebut, kemudian kami berinisiatif menyumbangkan beberapa persen dari penjualan tiket untuk membantu pembangunan Rumah Sakit persembahan rakyat Indonesia di Jalur Gaza, ujarnya. Selanjutnya, mahasiswa semester enam berasal dari Bandar Lampung itu berharap dengan adanya acara Festival Timur Tengah tersebut bisa menjadikan inspirasi semangat peradaban untuk Indonesia. Dimana peradaban arab yang sangat dekat dengan peradaban Islam itu juga sangat menginspirasi peradaban-peradaban dunia diantaranya peradaban Eropa, peradaban Persia, peradaban Melayu, dan peradaban Cina selama 14 abad lamanya. Dan kita sebagai manusia yang berbudaya dan beradab sebisa mungkin kita mengambil semangat peradaban itu yaitu dari Timur-Tengah, tegas Yogi. Lembaga-lembaga baik luar maupun dalam negeri sangat mengapresiasi acara tersebut. Lembaga-lembaga yang mendukung Festival Timur Tengah 2013 antara lain, Kedutaan Besar Arab Saudi, kedutaan Besar Yaman, kedutaan Besar Irak, Kedutaan Besar Uni Emirat Arab, kedutaan Besar Maroko, Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (L/P04/P015/P02) Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/4100-ui-adakan-konser-peduli-palestina.html