MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim MER-C Saksikan Langsung Eksodus Warga Lebanon Selatan di Tengah Meningkatnya Serangan

Beirut – Tim MER-C Indonesia untuk misi kemanusiaan Lebanon menyaksikan secara langsung eksodus warga dari wilayah Lebanon selatan setelah penjajah Israel mengeluarkan perintah evakuasi. Pada 9 Juni 2026, tim MER-C akan menuju Kota Saida di Lebanon selatan untuk menyalurkan bantuan roti kepada para pengungsi yang terdampak serangan penjajah Israel. Di tengah perjalanan, tim berada di tengah kemacetan panjang akibat padatnya kendaraan warga yang meninggalkan wilayah Lebanon selatan. Ketua Tim, dr. Tonggo Meaty Fransisca, mengatakan bahwa warga Lebanon selatan berbondong-bondong pergi menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan, sebagian warga terpaksa berhenti dan tinggal sementara di pinggir jalan. Ia menjelaskan bahwa warga berupaya menyelamatkan diri menuju Beirut akibat meningkatnya intensitas serangan di wilayah Lebanon selatan. “Hari ini penduduk Lebanon selatan berbondong-bondong pindah karena ada perintah dari penjajah Israel untuk segera keluar dari wilayah Lebanon selatan,” ujarnya. Konflik Israel–Lebanon kembali memanas sejak 2 Maret setelah meningkatnya serangan antara Israel dan Hezbollah yang memicu eskalasi militer lebih luas di wilayah Lebanon selatan hingga Beirut. Konflik ini membawa dampak kemanusiaan yang besar bagi warga Lebanon. Lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi, sementara banyak rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil mengalami kerusakan. Warga juga menghadapi keterbatasan layanan kesehatan, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup akibat situasi keamanan yang terus memburuk. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaUn4iQTw83/?igsh=MXRlMHAwMGZxbGd6OQ== https://vt.tiktok.com/ZSCXR1yvM Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Indonesia Terus Berupaya Atasi Krisis Malnutrisi Anak di Gaza

Gaza – Di tengah krisis kemanusiaan yang kian memburuk, MER-C Indonesia terus berupaya menyediakan layanan terbaik untuk memerangi krisis senyap malnutrisi yang banyak dialami anak-anak di Gaza. Blokade berkepanjangan telah menyebabkan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan sangat sulit masuk. Kondisi ini mengakibatkan tingkat malnutrisi di Gaza mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan, terutama bagi anak-anak. Salah satu ahli gizi di MER-C Indonesia Medical Center, Jomana Abu Arab, mengatakan bahwa saat ini terlalu banyak keluarga yang berjuang untuk mendapatkan kebutuhan gizi paling dasar bagi anak-anak mereka. Klinik Gizi MER-C Indonesia Medical Center di Khan Younis, Gaza Selatan, terus berpacu melawan waktu dengan memberikan perawatan komprehensif untuk menyelamatkan nyawa anak-anak serta mengembalikan harapan bagi keluarga mereka. Setiap gram berat badan yang bertambah dan setiap langkah menuju pemulihan menjadi tanda harapan yang terus diperjuangkan. Setiap anak yang datang akan mendapatkan pemeriksaan klinis menyeluruh untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan dasarnya. Indikator pertumbuhan juga dipantau dan diukur secara teliti, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan berkala dan pemberian suplemen. Melalui berbagai upaya ini, banyak anak telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan keberhasilan pemulihan dari malnutrisi tingkat sedang maupun berat. Layanan Klinik Gizi MER-C Indonesia Medical Center akan terus berdiri bersama keluarga di Gaza dan menyediakan perawatan gizi terbaik bagi mereka yang membutuhkan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaPM5VETIXH/?igsh=cDFudnlwd2t1emZv https://vt.tiktok.com/ZSCmYmFcE #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #Gaza

MER-C Indonesia Gelar Pelatihan untuk Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Gaza

Gaza – Sebagai bentuk kepedulian terhadap ibu dan bayi di Jalur Gaza, MER-C Indonesia menggelar pelatihan “Kesehatan Ibu dan Bayi Terpadu” bagi tenaga medis di Al-Mawasi, Khan Younis. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 17–19 Mei, diikuti oleh 30 tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi di tengah kondisi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza. Materi pelatihan disampaikan oleh para spesialis dari MER-C Indonesia Medical Center bersama sejumlah ahli dari lembaga kesehatan lainnya, dengan fokus pada penguatan layanan kesehatan ibu dan bayi. Tidak hanya ditujukan bagi tenaga kesehatan, pada hari ketiga pelatihan dilanjutkan di MER-C Indonesia Medical Center melalui sesi edukasi dan penyadaran kepada pasien yang berkunjung ke Klinik Kebidanan dan Ginekologi. Kegiatan ini menjadi upaya untuk menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi dampak langsung bagi masyarakat. Ahli gizi Jomana Abu Arab, yang hadir sebagai pemateri, mengatakan bahwa meski pelatihan berlangsung dengan suasana santai, materi yang diberikan mengandung informasi dan pengetahuan yang sangat penting serta bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MER-C Indonesia atas terselenggaranya sesi pelatihan ini. Ibu dan bayi di Gaza menjadi kelompok yang paling rentan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Banyak fasilitas kesehatan di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah dan harus tetap beroperasi di tengah berbagai keterbatasan. Selama genosida dan blokade yang berlangsung, banyak ibu hamil mengalami malnutrisi yang menyebabkan meningkatnya angka kelahiran prematur serta bayi dengan berat badan lahir rendah. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaMloSgTXh0/?igsh=ejMzeHp6dW43MjM= https://vt.tiktok.com/ZSCPMHRGD #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Serangan Israel di Lebanon Selatan

Saida – MER-C Indonesia pada Selasa (9/6/2026) menyalurkan bantuan 600 bungkus roti dan 100 food box di salah satu kamp pengungsi di Saida, Lebanon, yang berada di gedung yang sebelumnya dikenal sebagai Justice Building. Bantuan ini disalurkan setelah Tim MER-C melakukan asesmen dan menilai perlunya kebutuhan mendesak bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi di kamp tersebut. Kota Saida menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi pengungsi korban serangan penjajah Israel, mengingat letaknya yang berbatasan dengan wilayah Lebanon Selatan. Kamp pengungsian ini telah beroperasi selama sekitar tiga bulan dan saat ini menampung sekitar 93 kepala keluarga, terdiri dari anak-anak hingga lansia. Selain di Saida, Tim MER-C juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa food box dan paket hygiene kit bagi pengungsi Palestina di Kamp Shatila. Tim juga melaksanakan layanan mobile clinic untuk membantu kebutuhan kesehatan para pengungsi. Melalui rangkaian kegiatan ini, MER-C Indonesia berharap dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang terdampak konflik di Lebanon, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dengan mitra lokal serta memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan kemanusiaan yang masih memerlukan dukungan pada masa mendatang. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaKytloz0NM/?igsh=emtka21uemIzZnJ0 https://vt.tiktok.com/ZSCfE4VXX Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Pengungsi di Kamp Shatila, Lebanon

Beirut – MER-C Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 100 hygiene kit, 200 paket makanan, dan 600 boks roti kepada para pengungsi di Kamp Shatila, Lebanon, pada Rabu (10/6). Paket bantuan tersebut dibagikan secara langsung oleh tim MER-C yang tengah melakukan assessment misi kemanusiaan di Lebanon. Kamp Shatila, yang didirikan sejak tahun 1949, merupakan salah satu kamp pengungsi Palestina tertua di Lebanon. Kamp ini dihuni sekitar 11.600 pengungsi Palestina yang terdaftar, sementara jumlah penduduk yang benar-benar tinggal di dalam kamp diperkirakan mencapai 14.000–15.000 jiwa, termasuk pengungsi Suriah dan kelompok rentan lainnya. Sejak meningkatnya konflik dengan Israel pada 2 Maret 2026, Kamp Shatila turut merasakan dampak krisis kemanusiaan. Meskipun bukan merupakan lokasi pengungsian resmi, kamp ini menerima tambahan keluarga pengungsi yang berasal dari wilayah Tyre (Sour), Al-Buss, Burj Al-Shemali, serta sebagian warga dari kawasan Dahiyah, Beirut Selatan, yang terdampak serangan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DaCb4rZk6EM/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Indonesia Gelar Pelayanan Kesehatan untuk Pengungsi di Kamp Shatila, Beirut

Beirut – Sebagai bagian dari misi kemanusiaan di Lebanon, tim MER-C Indonesia bekerja sama dengan mitra lokal Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services pada Rabu (10/6/2026) menggelar pelayanan kesehatan untuk para pengungsi di Kamp Shatila, Beirut. Sebanyak 77 orang menerima pelayanan kesehatan, dengan mayoritas kasus yang ditangani berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk. Tim MER-C juga mengunjungi langsung beberapa pengungsi yang menderita penyakit kronis, di antaranya pasien pascastroke serta penderita diabetes dengan komplikasi. Mereka merupakan pengungsi dari Lebanon Selatan pascaserangan pada 2 Maret 2026. Kegiatan pelayanan kesehatan ini dilaksanakan sebagai upaya memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar bagi para pengungsi di Lebanon yang telah hampir dua tahun tidak mendapatkan layanan kesehatan secara memadai. Kondisi ini semakin memprihatinkan seiring meningkatnya jumlah pengungsi di tengah serangan penjajah Israel. Melalui kegiatan ini, MER-C memberikan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta penanganan awal terhadap berbagai keluhan kesehatan yang dialami para pengungsi. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan hangat dari para pengungsi yang antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaAOXEDTq8e/?igsh=bzB3anlsZzNyZTZk https://vt.tiktok.com/ZSCYugww1 Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Lihat Langsung Kerusakan RS Jabal Amel di Lebanon Selatan, Identifikasi Kebutuhan Mendesak

Beirut – Tim MER-C pada Sabtu (6/6/2026) meninjau langsung kondisi Rumah Sakit Jabal Amel di Kota Tyre, Lebanon Selatan, yang terdampak serangan penjajah Israel. Tim menyaksikan kerusakan parah akibat serangan tersebut. Sejumlah fasilitas seperti laboratorium medis, ruang perawatan intensif (ICU), dan area parkir mengalami kerusakan berat, dengan puing-puing berserakan dan langit-langit yang jebol. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 4 orang dan melukai 127 orang, dengan sebagian besar korban luka merupakan tenaga medis rumah sakit. Selain meninjau kondisi rumah sakit pasca serangan, kedatangan Tim MER-C juga bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh Rumah Sakit Jabal Amel yang merupakan salah satu pusat layanan medis utama di Kota Tyre, Lebanon Selatan. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Apotek MER-C Indonesia Medical Center Direnovasi, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Warga Gaza

Gaza – Apotek MER-C Indonesia Medical Center (MMC) baru saja selesai direnovasi dan kini menghadirkan pelayanan yang lebih baik serta berkualitas bagi warga Gaza, Palestina. Salah satu apoteker, Reem Al Adeisi, mengatakan bahwa layanan apotek kini menjadi lebih terorganisir dan efisien dibandingkan sebelumnya, yang masih memiliki keterbatasan dari segi ruang maupun kapasitas. “Sekarang layanan apotek lebih terorganisir dan efisien dibandingkan sebelumnya yang sangat terbatas, baik dari segi ruangan maupun kapasitas,” ujarnya. Apotek kini dibagi menjadi empat bagian khusus. Bagian pertama diperuntukkan bagi obat-obatan neurologi dan kesehatan mental yang dipisahkan dari bagian lainnya. Bagian kedua khusus untuk obat penyakit kronis, sementara tersedia juga area tersendiri untuk obat-obatan umum. Selain itu, terdapat area khusus untuk perlengkapan medis, seperti kantong kolostomi dan kantong urin. Apotek juga kini dilengkapi dengan rak penyimpanan khusus dan dua unit pendingin udara untuk memastikan obat-obatan disimpan dalam kondisi yang memenuhi standar, termasuk pengaturan suhu yang sesuai. Sebelumnya, apotek beroperasi di bangunan sementara dengan ruang terbatas dan kondisi suhu yang kurang sesuai. Setelah renovasi, apotek kini memiliki ruang yang lebih luas dan lebih sesuai untuk penyimpanan obat-obatan. Apotek juga telah terintegrasi sepenuhnya dengan sistem komputerisasi untuk mengurangi kepadatan pasien serta meningkatkan kecepatan dan efisiensi pelayanan. Memberikan pelayanan yang berkualitas dan efisien merupakan komitmen MER-C Indonesia bagi warga Gaza. Upaya untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kapasitas serta fasilitas medis merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan ini. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Mengintip Rutinitas Perawat MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Selatan

Gaza – Di tengah padatnya kamp-kamp pengungsian di Khan Younis, Gaza Selatan, MER-C Indonesia Medical Center hadir sebagai tempat harapan bagi ribuan warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Meski beroperasi di tengah keterbatasan akibat blokade dan genosida yang terus berlangsung, MER-C Indonesia Medical Center punya sosok-sosok tenaga kesehatan tangguh yang terus bekerja untuk memastikan pelayanan tetap berjalan. Salah satu perawat, Iman Mohsen, menceritakan bagaimana rutinitas mereka dimulai sejak pagi hari. Tepat pukul 08.00, para perawat telah bersiap memulai aktivitas. Mereka terlebih dahulu membersihkan bangsal sesuai standar kesehatan dan pengendalian infeksi agar pasien dapat memperoleh pelayanan yang aman dan nyaman. Saat ini, departemen keperawatan di MER-C Indonesia Medical Center dibagi menjadi dua bagian, yakni bangsal pria dan bangsal wanita. Setelah seluruh persiapan selesai, para perawat mulai menerima pasien. Di tengah keterbatasan yang ada, mereka tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien yang membutuhkan pertolongan. Mohsen juga mengatakan saat ini mereka menghadapi tantangan menipisnya persediaan bahan habis pakai seperti kain kasa, perban, prep, dan berbagai perlengkapan medis penting lainnya. Sulitnya bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza akibat blokade yang ketat membuat kebutuhan medis sulit dipenuhi. Setiap hari, tim medis terus mengajukan permintaan tambahan stok, namun jumlah yang diterima masih jauh dari kebutuhan. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Kunjungi Kamp Shatila di Beirut, MER-C Soroti Krisis Kemanusiaan dan Kepadatan Pengungsi

Beirut — Tim MER-C Indonesia pada 1 Juni 2026 mengunjungi Kamp Pengungsi Shatila di Beirut, kamp pengungsian Palestina tertua di Lebanon yang berdiri sejak tahun 1949. Tim juga sempat mengunjungi makam para syuhada korban pembantaian Israel pada tahun 1982.   Kamp Shatila turut merasakan dampak krisis kemanusiaan di tengah meningkatnya konflik sejak 2 Maret 2026. Meskipun bukan lokasi pengungsian resmi, kamp ini menerima tambahan keluarga pengungsi dari berbagai wilayah, di antaranya Tyre (Sour), Al-Buss, Burj Al-Shemali, serta sebagian warga dari kawasan Dahiyah, Beirut Selatan, yang terdampak serangan. Bahkan saat kunjungan Tim MER-C, Kamp Shatila kembali menerima pengungsi dari wilayah Dahiyah akibat adanya seruan evakuasi menyusul ancaman serangan bom di kawasan tersebut.   Selama kunjungan, Tim MER-C meninjau kondisi permukiman, pusat layanan kesehatan, serta berdiskusi dengan pengelola kamp. Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah tantangan yang dihadapi, antara lain: 1. Kepadatan penduduk yang sangat tinggi.2. Keterbatasan akses air bersih dan sanitasi.3. Meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan primer serta ketersediaan obat-obatan.4. Tingginya angka kemiskinan dan ketergantungan terhadap bantuan kemanusiaan.5. Meningkatnya kebutuhan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan perempuan yang mengalami trauma akibat konflik.   Kondisi ini semakin memperkuat perlunya dukungan kemanusiaan yang berkelanjutan, terutama dalam bidang kesehatan, pangan, sanitasi, serta perlindungan bagi kelompok rentan. Saat ini, Shatila dihuni sekitar 11.600 pengungsi Palestina yang terdaftar. Namun, jumlah penduduk yang benar-benar tinggal di dalam kamp diperkirakan mencapai 14.000–15.000 jiwa, termasuk pengungsi Suriah dan kelompok rentan lainnya.   Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZwnvEfEyTS/?igsh=MTUxMnMxaHZoNm5tZQ== https://www.facebook.com/share/p/18cJGLXxed/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSQ74CQ7u/ https://x.com/mercindonesia/status/2067877928785133907?s=46 ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Silahkan bertanya?