MER-C Indonesia Medical Center Gaza Gelar Wawancara Calon Perawat Sukarelawan

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center di Al-Mawasi, Khan Younis, pada Sabtu (13/6/2026), menggelar wawancara untuk calon perawat sukarelawan. Wawancara dilakukan oleh Direktur Administrasi Mohammed Al-Naqa, mantan Direktur Klinik Dr. Youssef Al-Farra, Direktur Klinik saat ini Dr. Issam Radwan, Kepala Departemen Keperawatan Ibu Amina Al-Adini, Administrator Proyek Alaa Abu Halima, serta EMT MER-C Nadia Rosi. Wawancara dilakukan guna menilai pelamar dan memilih kandidat yang memenuhi syarat untuk mendukung dan memperkuat layanan kesehatan di MER-C Indonesia Medical Center. Calon perawat sukarelawan, Amal Albashity, mengungkapkan alasannya ingin bergabung karena ia sangat menyukai pekerjaan sebagai perawat dan senang membantu sesama. “Begitu saya memutuskan bekerja di sini sebagai sukarelawan, saya menemukan tempat ini sebagai tempat yang suportif dan dapat membantu saya meningkatkan keterampilan. Itulah sebabnya saya ingin bergabung menjadi bagian dari MER-C Indonesia Medical Center,” ujarnya. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Sambut Kepulangan Dua Liaison Officer EMT dari Misi Kemanusiaan di Kawasan Timur Tengah

Jakarta – MER-C menyambut kepulangan dua Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) ke Tanah Air pada Sabtu (13/6/2026), setelah menyelesaikan tugas kemanusiaan di kawasan Timur Tengah. Dua relawan tersebut adalah Marissa Noriti dan Nanang Khoirino yang memiliki peran penting dalam mendukung berbagai misi kemanusiaan MER-C, khususnya untuk Jalur Gaza. Marissa Noriti bertugas sebagai Liaison Officer MER-C di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, seperti Yordania, Mesir, dan Uni Emirat Arab (UEA), sejak 21 Juli 2025. Marissa terlibat dalam berbagai lini koordinasi, mulai dari pelaksanaan program, pengaturan keamanan, hingga prosedur pengiriman relawan ke Gaza. Sementara itu, Nanang Khoirino berangkat ke Mesir pada 20 April 2026 bersamaan dengan keberangkatan EMT ke-13 menuju Gaza. Dalam misi kali ini, ia bertugas membangun sistem supply chain atau rantai pasok logistik kemanusiaan MER-C. Pembangunan fondasi dan jaringan supply chain kemanusiaan menjadi bagian penting dalam penguatan berbagai program kemanusiaan yang saat ini dijalankan MER-C, tidak hanya di Jalur Gaza tetapi juga di sejumlah negara lainnya. Upaya ini memiliki tantangan yang cukup kompleks sehingga memerlukan penguatan jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari korporasi, pemerintah, lembaga kemanusiaan, hingga organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan WHO. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Tim MER-C Tinjau Kebutuhan Layanan Luka Bakar di Turkish Hospital di Lebanon

Saida – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan Lebanon pada Sabtu (6/6/2026) mengunjungi Turkish Trauma and Emergency Hospital di Saida, Lebanon Selatan. Kunjungan ini untuk meninjau secara langsung kebutuhan bantuan di unit luka bakar (burn unit) rumah sakit tersebut, yang saat ini menerima banyak pasien trauma seiring meningkatnya eskalasi konflik dengan Israel. Direktur rumah sakit, dr. Noura Shakaroun, menjelaskan bahwa burn unit di Turkish Hospital telah tersedia, baik dari sarana maupun sumber daya manusia (SDM). Pada awal tahun, rumah sakit menerima bantuan peralatan serta pelatihan penanganan trauma luka bakar dari lembaga amal Inggris. Saat ini, rumah sakit juga memiliki satu dokter spesialis bedah rekonstruksi dan telah siap menangani pasien luka bakar yang dirujuk ke fasilitas mereka. Dr. Noura menuturkan, kebutuhan yang sebenarnya ingin dikembangkan lebih luas adalah departemen pediatrik secara menyeluruh, baik untuk penanganan kasus trauma, termasuk luka bakar, maupun kasus non-trauma. Rumah sakit bahkan telah menyiapkan ruangan khusus untuk departemen anak, termasuk Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dengan kapasitas lima tempat tidur. Karena kebutuhan yang dihadapi lebih besar daripada sekadar unit luka bakar anak, kebutuhan pendukung yang diperlukan pun semakin luas, mulai dari peralatan medis, bahan habis pakai, tenaga kesehatan, hingga pelatihan agar layanan pediatrik dapat berjalan secara menyeluruh, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap, hingga PICU. Harapannya, departemen ini dapat terus beroperasi secara berkelanjutan meskipun tim bantuan internasional telah menyelesaikan tugasnya. Secara umum, dr. Noura menyampaikan bahwa pihaknya lebih memilih bantuan dalam bentuk peralatan dan pelatihan dibandingkan bantuan dana tunai. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
MER-C Kunjungi KBRI Lebanon, Perkuat Koordinasi untuk Penyaluran Bantuan Kemanusiaan

Beirut – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan Lebanon pada Rabu (3/6/2026) berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baabda, selatan Beirut. Kedatangan tim MER-C disambut hangat oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, H.E. Dicky Komar, beserta jajaran staf KBRI. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Dicky menyampaikan apresiasi atas upaya kemanusiaan yang dilakukan MER-C bagi masyarakat Lebanon. Dubes juga menjelaskan terkait perkembangan situasi konflik di Lebanon, termasuk peristiwa penyerangan Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) beberapa waktu lalu. Tim MER-C kemudian memaparkan hasil survei lapangan serta sejumlah pertemuan yang telah dilakukan dengan mitra lokal, antara lain Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services, Public Health Emergency Operations Center (PHEOC), dan EMT Liaison. Tim juga menyampaikan berbagai kebutuhan bantuan yang saat ini diperlukan oleh masyarakat Lebanon. Dubes berharap MER-C terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan KBRI terkait seluruh aktivitas kemanusiaan yang dijalankan di Lebanon. Tim Assessment MER-C untuk Misi Kemanusiaan Lebanon berangkat dari Jakarta pada Jumat (29/5/2026) dan tiba di Beirut pada Sabtu (30/5/2026). Tim terdiri dari tiga relawan medis, yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Tim ini bertugas melakukan penilaian awal terhadap kebutuhan medis yang paling mendesak serta memetakan wilayah-wilayah potensial untuk penyaluran bantuan kemanusiaan pada tahap selanjutnya. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Tim MER-C Bertemu PHEOC Lebanon, Bahas Kebutuhan Bantuan Kesehatan di Lebanon Selatan

Beirut – Tim MER-C Indonesia pada Selasa (2/6/2026) mengunjungi Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri dan bertemu dengan Wahida Ghalayini, Koordinator Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) serta dr. Zahara selaku Liaison Officer EMT. Dalam pertemuan tersebut, keduanya memaparkan perkembangan situasi konflik di Lebanon Selatan serta aktivitas koordinasi bantuan yang dilakukan bersama tim-tim internasional. Mereka mengatakan saat ini, sejumlah tim medis internasional masih aktif memberikan pelayanan di beberapa wilayah, di antaranya Saida (Sidon), Tyre, dan Nabatieh. Berbeda dengan kondisi di Gaza, sebagian besar fasilitas dan sistem layanan kesehatan di Lebanon Selatan masih beroperasi. Namun, tingginya jumlah korban serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan menyebabkan terjadinya surge capacity di sejumlah fasilitas kesehatan. Untuk itu, PHEOC mengusulkan agar MER-C turut memperkuat layanan burn unit di Turkish Trauma & Emergency Hospital yang berada di Kota Saida. Rumah sakit tersebut belum memiliki unit penanganan luka bakar yang memadai, sehingga diperlukan dukungan baik dalam bentuk SDM maupun sarana dan prasarana pendukung. Rumah sakit pemerintah tersebut merupakan salah satu pusat rujukan utama yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Lebanon (MOPH) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam penanganan korban konflik. Mereka juga menyarankan perlunya program capacity building untuk tenaga kesehatan lokal agar memiliki kemampuan menangani kasus-kasus luka bakar secara mandiri ketika tim bantuan internasional sudah tidak lagi bertugas di wilayah tersebut. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Tim MER-C Melihat Langsung Kondisi Kamp Pengungsian Korban Serangan Israel di Lebanon

Beirut – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan Lebanon pada Senin (1/6/2026) mengunjungi salah satu kamp pengungsian di Kota Saida (Sidon), yang menampung warga Lebanon Selatan korban serangan Israel. Kota Saida sendiri menjadi salah satu daerah konsentrasi pengungsi karena lokasinya yang berbatasan dengan wilayah Lebanon Selatan. Kamp pengungsian ini telah beroperasi sekitar tiga bulan, menampung sekitar 93 kepala keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia. Di kamp ini tidak ditemukan kasus trauma atau luka akibat serangan. Namun, banyak pengungsi lanjut usia yang menderita penyakit kronis, penyakit degeneratif, gangguan metabolik, maupun berbagai komplikasi kesehatan lainnya. Setiap keluarga menempati satu ruang yang dibatasi sekat-sekat terpal di dalam bangunan besar yang difungsikan sebagai shelter. Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) tersedia berkat dukungan dari organisasi kemanusiaan MSF. Namun, koordinator bantuan setempat mengeluhkan keterbatasan pasokan makanan yang hanya diterima satu kali sehari, yakni saat makan siang, serta minimnya pasokan listrik. Ketersediaan listrik sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air yang menyalurkan air ke fasilitas MCK. Sementara itu, kebutuhan air bersih diperoleh melalui proses filtrasi air dari jaringan pipa. Tim MER-C sebelumnya juga berencana mengunjungi wilayah Lebanon Selatan, namun belum memungkinkan karena serangan masih terus berlangsung. Kunjungan ke kamp pengungsian ini dilakukan bersama staf Yayasan Al Shifa, lembaga yang memiliki banyak program bantuan untuk para pengungsi di Lebanon. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Tim MER-C Kunjungi Kantor Pusat Al-Shifaa di Lebanon, Bahas Bantuan untuk Korban Serangan Israel

Saida, Lebanon – Tim MER-C Indonesia yang saat ini tengah menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon mengunjungi kantor pusat Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services di Kota Saida (Sidon) pada Senin (1/6/2026). Kedatangan tim MER-C disambut langsung oleh Direktur Eksekutif Al-Shifaa, Dr. Majdi Krayyem. Dalam pertemuan tersebut, tim MER-C memaparkan rencana bantuan yang akan diberikan kepada warga terdampak serangan Israel di Lebanon. Al-Shifaa sendiri merupakan NGO yang cukup aktif terlibat dalam operasi bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah Lebanon, dengan sebagian besar personelnya bertugas di Lebanon Selatan. Usai kunjungan, tim MER-C bersama staf Al-Shifaa melihat langsung salah satu kamp pengungsian yang menampung warga Lebanon Selatan, korban serangan Israel. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
MER-C Sambut Kepulangan Dua Relawan Medis dari Misi Kemanusiaan di Gaza

Jakarta – MER-C Indonesia menyambut kepulangan dua relawan medis yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Kedua relawan tersebut, Nadia Rosi, A.Md.Kep., dan dr. Juli Hartati, Sp.KFR., tiba di Tanah Air pada 31 Mei 2026 setelah menjalankan tugas kemanusiaan sebagai Emergency Medical Team (EMT) MER-C di Gaza. Nadia Rosi kembali ke Indonesia setelah bertugas selama tujuh bulan, sejak Oktober 2025 hingga Mei 2026. Selama bertugas, ia tidak hanya terlibat dalam pelayanan medis, tetapi juga berbagai kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi tenaga kesehatan Gaza, serta melaksanakan banyak program lainnya seperti bantuan musim dingin dan bantuan makanan. Misi kali ini merupakan penugasan ketiganya ke Gaza. Dua misi sebelumnya dijalankan saat situasi perang berlangsung, sementara penugasan terbaru dilakukan pada masa gencatan senjata. “Namun tidak ada perubahan yang signifikan. Saudara-saudara kita di Gaza masih menderita, masih sangat kekurangan, dan masih membutuhkan bantuan dari kita semua,” tuturnya. Sementara itu, dr. Juli telah menyelesaikan tugas selama satu bulan. Ia menjadi dokter spesialis rehabilitasi pertama yang dikirim MER-C ke Gaza. Ia memberikan layanan di MER-C Indonesia Medical Center, Gaza Selatan, serta Rumah Sakit Al-Wafa di Gaza City. “Selama bertugas banyak kemudahan dan bantuan dari rekan-rekan di sana. Hanya saja, untuk dokter rehabilitasi sendiri memang belum ada di Gaza. Yang tersedia saat ini adalah tim rehab fisioterapi dan okupasi terapi,” katanya. Menurut dr. Juli, pelayanan rehabilitasi di Gaza masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akibat minimnya pasokan listrik dan terbatasnya peralatan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pasien harus menunggu lebih lama atau dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan. “Terima kasih untuk MER-C atas kesempatan yang diberikan, sehingga saya bisa melakukan tugas di sana selama satu bulan ini. Terima kasih kepada semua donatur sehingga bantuan yang diberikan sangat membantu masyarakat Gaza,” ujarnya. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Gelar Pelatihan Rehabilitasi Medik untuk Tenaga Kesehatan di Gaza Selatan

Gaza – MER-C Indonesia pada 13–15 Mei 2026 menggelar pelatihan rehabilitasi medik bagi tenaga kesehatan yang bertugas di klinik dan rumah sakit di wilayah Gaza Selatan. Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara tenaga medis Palestina dan Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan fisioterapi dan rehabilitasi medik bagi masyarakat Gaza. Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah ahli fisioterapi dari Gaza serta dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Indonesia, dr. Juli Hartati, Sp.KFR. Pada hari pertama, dr. Juli menyampaikan materi mengenai konsep dasar rehabilitasi klinis serta aplikasi praktis kinestetik bagi para fisioterapis. “Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan materi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para peserta dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien,” ujarnya. Sementara itu, ahli fisioterapi Gaza, dr. Muhammad Mattar, memimpin sesi praktik yang berfokus pada keselamatan pasien, teknik penanganan, serta metode pemindahan pasien. Pelatihan mencakup berbagai keterampilan klinis penting, termasuk teknik pemindahan lateral, teknik pivot transfer, dan metode memindahkan pasien ke posisi yang lebih tinggi. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai penanganan pasien yang mengalami jatuh, termasuk pasien dengan patah tulang, cedera sumsum tulang belakang, serta gangguan neurologis. Menurut dr. Mattar, pelatihan berlangsung dengan baik dan mendapat sambutan positif dari para peserta yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada MER-C Indonesia atas penyelenggaraan program yang menurutnya sangat penting, terutama di tengah situasi sulit yang dihadapi Gaza saat ini. Pelatihan ini berperan penting dalam meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dari berbagai spesialis, termasuk perawat, dokter, fisioterapis, dan praktisi medis lainnya yang terlibat dalam perawatan pasien. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Israel Serang Area Dekat MER-C Indonesia Medical Center, Dua Orang Tewas

Gaza – Penjajah Israel pada Kamis (4/6/2026) menyerang wilayah Kamp Pengungsian Khan Younis, Gaza Selatan, area dekat MER-C Indonesia Medical Center. Lokasi serangan hanya berjarak sekitar 20 meter dari MER-C Indonesia Medical Center, yang juga dekat sekolah lapangan dengan lebih dari 500 siswa. Banyak warga juga sedang beraktivitas di jalan sekitar lokasi. Akibat serangan itu, dua orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka. Pasca-serangan, staf MER-C Indonesia Medical Center melihat sejumlah serpihan menghantam dinding kontainer di area fasilitas kesehatan tersebut. Salah satu staf lokal klinik kehilangan tendanya akibat serangan, namun keluarganya berhasil selamat. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia