MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim EMT MER-C ke-10 Mulai Bertugas di Sejumlah Klinik dan Rumah Sakit di Gaza City

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10 telah memulai tugas kemanusiaannya di Gaza City, mulai dari beberapa klinik dan rumah sakit. dr. Nico Gandha akan bertugas di Klinik Alsalam (Senin-Selasa), Klinik Muscat (Rabu-Kamis), dan Klinik Al Daraj (Sabtu-Minggu). Sementara itu, dr. Anthon Vermana Ritonga dan perawat Nadia Rosi akan bertugas di Rumah Sakit Al Ahli Baptist. Awalnya, tim direncanakan bertugas di RS Al Shifa, namun akhirnya ditempatkan di RS Al Ahli Baptist dan beberapa klinik di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Palestina dan WHO. Kedatangan tim disambut baik oleh Direktur RS Al Ahli Baptist, dr. Fadel Naim. Tim EMT MER-C ke-10 berangkat dari Jakarta pada 19 Oktober dan tiba di Gaza dalam dua tahap, dengan dr. Anthon tiba lebih dulu pada 21 Oktober, diikuti dr. Nico dan Nadia pada 24 Oktober. Mereka akan menjalankan misi kemanusiaan selama sekitar satu bulan di bawah koordinasi WHO dan Kementerian Kesehatan Palestina. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia     

MER-C – JRS Indonesia Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Triage di Cisarua, Bogor

Bogor – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bekerja sama dengan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia menggelar pelatihan Penanggulangan Bencana dan Triage di Cisarua, Bogor, pada Selasa (21/10). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari para pengungsi asal Afghanistan, Pakistan, Irak, dan Somalia, serta sejumlah warga lokal. Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri, yaitu dr. Fahmi Anshori, Sp.Ot., dr. Dhimas Khalif, dan Ari Febrianda, Amd.Kep. Materi yang diberikan mencakup penanganan awal dalam situasi bencana serta triage untuk menentukan prioritas penanganan pasien berdasarkan tingkat keparahan luka. Dalam sesi praktik, peserta mengikuti simulasi penanganan bencana dengan banyak korban. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok untuk melatih kemampuan triage dengan mengkategorikan korban ke dalam empat tingkat kondisi: luka ringan (gelang hijau), luka sedang (gelang kuning), luka berat (gelang merah), dan meninggal dunia (gelang hitam). Menurut Saiful Ilham Ramadhan, Staf Advokasi dan Komunikasi JRS Indonesia, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan para pengungsi dan warga lokal di wilayah Cisarua dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. “Tujuan dari pelatihan ini adalah agar para pengungsi maupun warga sekitar memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat dan mampu memberikan pertolongan pertama ketika menemukan korban cedera di lingkungan mereka,” ujar Saiful. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif MER-C dan JRS Indonesia untuk memperkuat kapasitas komunitas rentan, khususnya pengungsi dan masyarakat setempat, dalam menghadapi situasi darurat bencana. Selengkapnya di link ini – https://www.instagram.com/p/DQTgiwmE7vw/?img_index=1 

EMT MER-C ke-10 Kunjungi Klinik Giving Without Border di Gaza Selatan

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10 pada Sabtu (25/10) mengunjungi Klinik Giving Without Border di Khan Younis, Gaza Selatan. “Kami EMT MER-C ke-10 berkesempatan mengunjungi sebuah klinik di daerah Al-Mawasi milik Kementerian Kesehatan Palestina dan pendanaannya didukung penuh oleh MER-C,” ujar Ketua Tim, dr. Nico Gandha, Sp.D.VE. Tim meninjau sejumlah fasilitas klinik yang baru saja selesai menjalani pemeliharaan dan rehabilitasi oleh Tim Renovasi MER-C di Gaza, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan menjelang musim dingin. Salah satu perbaikan yang dilakukan adalah pemasangan kanopi untuk memberikan kenyamanan bagi pasien saat menunggu. Kanopi berwarna merah putih itu juga menjadi simbol solidaritas dan kehadiran bangsa Indonesia untuk warga Gaza. “Ini merupakan peningkatan yang baik dan patut disyukuri. Ini tidak lepas dari dukungan masyarakat Indonesia yang telah mendonasikan dananya melalui MER-C. Semoga ke depan ada peningkatan lagi,” kata dr. Nico. Tim EMT MER-C ke-10 terdiri dari tiga relawan medis: dua dokter spesialis, yaitu dr. Nico Gandha, Sp.D.VE., dan dr. Anthon Vermana Ritonga, Sp.An-TI., serta satu perawat, Nadia Rosi, Amd.Kep. Mereka bertolak dari Jakarta menuju Gaza pada Minggu (19/10). Tim masuk ke Gaza dalam dua tahap: dr. Anthon tiba lebih dahulu pada 21 Oktober 2025, disusul dr. Nico dan Nadia pada 24 Oktober 2025. Selama bertugas, Tim berada di bawah koordinasi WHO dan Kementerian Kesehatan Palestina serta dalam pengawasan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional. Tim akan menjalankan misi kemanusiaan selama kurang lebih satu bulan. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Tim EMT MER-C ke-10 Berhasil Masuk Gaza

Gaza – Tiga relawan MER-C Indonesia yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke-10, berhasil masuk ke Gaza untuk menjalankan misi kemanusiaan di bawah arahan World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Palestina (MOH). Tim EMT MER-C ke-10 terdiri dari dr. Nico Ghanda, Sp.D.VE, dr. Anthon Vermana Ritonga, Sp.An-TI, dan perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Ketiganya disambut oleh enam staf lokal MER-C di Gaza saat tiba di Khan Younis Trade Center, Gaza. Tim masuk ke Gaza dalam dua tahap, dr. Anthon tiba lebih dahulu pada 21 Oktober 2025, disusul dr. Nico dan Nadia pada 24 Oktober 2025. Mereka akan bertugas di bawah koordinasi WHO dan MOH Palestina serta dalam pengawasan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional. Tim rencananya akan melaksanakan misi kemanusiaan selama kurang lebih satu bulan. Kehadiran Tim EMT ke-10 ini melanjutkan misi kemanusiaan MER-C sebelumnya untuk memberikan bantuan medis bagi masyarakat Gaza yang terdampak konflik. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Peringati Pink Oktober, Klinik Giving Without Border di Gaza Selatan Gelar Edukasi Kanker Payudara

Gaza – Klinik Giving Without Border di Khan Younis, Gaza Selatan, pada Minggu (19/10) menggelar peringatan Pink Oktober, kampanye global yang berlangsung setiap bulan Oktober untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara. Staf Klinik membagikan pita berwarna merah muda (pink ribbon) kepada para peserta, yang melambangkan dukungan bagi penyintas, pentingnya deteksi dini, serta upaya pencegahan kanker payudara melalui edukasi dan pemeriksaan rutin. Alaa Yasser Abu Halimah, Project Administrator MER-C Indonesia, mengatakan bahwa peringatan Pink Oktober sangat penting diadakan, mengingat selama dua tahun genosida berlangsung di Gaza, tidak ada kegiatan sosialisasi maupun kesadaran masyarakat terkait kanker payudara. “Hari ini kami berada di Klinik Giving Without Border di Al-Mawasi, Khan Younis, untuk memperingati Pink Oktober. Kami memilih hari ini untuk merayakannya karena selama dua tahun perang, tidak ada kegiatan sosialisasi, pemeriksaan, bahkan tidak tersedia mammografi untuk deteksi kanker payudara,” kata Alaa.  Perawat Klinik Giving Without Borders, Maya Khdair, menyampaikan rasa syukur kegiatan ini dapat terselenggara setelah dua tahun genosida berlangsung. “Alhamdulillah, setelah dua tahun perang, tim akhirnya dapat memberikan sesi khusus tentang kesadaran kanker payudara. Sesi ini sangat bermanfaat bagi perempuan karena hampir tidak ada sosialisasi terkait hal ini selama dua tahun terakhir,” ujarnya.  “Pink Oktober mengingatkan perempuan untuk melakukan pemeriksaan dini agar dapat menjaga kesehatan mereka. Periksa hari ini, untuk besok yang aman,” tambahnya.  Klinik Giving Without Border, sebelumnya bernama Al Aqsa B, beroperasi atas kerja sama antara MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

MER-C Lakukan Perawatan dan Rehabilitasi Klinik Giving Without Borders di Khan Younis

Khan Younis, Gaza – MER-C Indonesia melakukan perawatan dan rehabilitasi Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan, menjelang musim dingin. Klinik Giving Without Borders, yang sebelumnya bernama Al Aqsa B, beroperasi atas kerja sama antara MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan ini dilakukan berdasarkan hasil penilaian tim renovasi, yang terdiri dari staf lokal MER-C, saat melakukan kunjungan lapangan pada 2–4 Oktober 2025. “Tujuan proyek ini adalah menindaklanjuti rekomendasi prioritas dari hasil penilaian lokasi, untuk meningkatkan infrastruktur klinik, memperkuat keamanan, serta memastikan kesiapan fasilitas menjelang musim dingin mendatang,” ujar Tim Renovasi MER-C di Gaza, Senin (20/10). Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi: Tim Renovasi MER-C mengatakan, pekerjaan rehabilitasi yang telah selesai ini meningkatkan operasional dan kapasitas layanan klinik secara signifikan, terutama untuk menghadapi kondisi musim dingin yang akan datang. “Pemasangan kanopi dan bangku turut meningkatkan kenyamanan pasien selama menunggu, sementara pagar, struktur pengaman, dan penutup generator memperkuat standar keselamatan fasilitas secara keseluruhan,” tambahnya. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

MER-C Kembali Berangkatkan Emergency Medical Team ke Gaza

Jakarta – MER-C Indonesia kembali memberangkatkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza, Palestina, pada Minggu (19/10). Kali ini merupakan pengiriman tim EMT MER-C ke-10, yang terdiri dari tiga relawan medis: dua dokter spesialis, dr. Nico Gandha, Sp.D.VE, dan dr. Anthon Vermana Ritonga, Sp.An-TI, serta satu perawat, Nadia Rosi, Amd.Kep. Ketua Tim EMT MER-C ke-10, dr. Nico Gandha, mengatakan bahwa mereka akan bertugas selama satu bulan. Adapun lokasi penugasan akan diinformasikan lebih lanjut setelah tim tiba di Gaza. “Untuk kondisi Palestina yang saat ini sedang gencatan senjata, kita harapkan benar-benar terlaksana dan disepakati oleh semua pihak, sehingga misi MER-C kali ini dapat berjalan lancar dan selamat hingga kepulangan kami. Untuk itu, kami mohon doa dari masyarakat Indonesia,” ujarnya saat akan bertolak ke Gaza. Sementara itu, Nadia Rosi, yang akan bertugas untuk ketiga kalinya di Gaza mengaku bersyukur kembali mendapat kepercayaan dari MER-C. “Alhamdulillah, ini adalah misi ketiga. Saya bersyukur dan bahagia bisa kembali bertemu dengan saudara-saudara di Gaza, serta berterima kasih kepada MER-C yang masih memberikan kepercayaan kepada saya,” tuturnya. Dokter Anthon Vermana Ritonga menambahkan, ia berharap tim EMT 10 dapat bekerja lebih baik dan melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh tim-tim sebelumnya. “Mudah-mudahan tim EMT 10 bisa bekerja lebih baik, meneruskan apa yang sudah dikerjakan oleh teman-teman sebelumnya,” kata dr. Anthon. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Misi Gempa Afghanistan Selesai, Tim MER-C Kembali ke Tanah Air

Jakarta – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia telah menyelesaikan misi kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Afghanistan dan kembali ke tanah air pada Jumat (10/10). Tim yang terdiri dari dr. Tonggo Meaty Fransisca (Ketua Tim), dr. Citra Haflinda Prihatiningrum, Sp.An (Spesialis Anestesi), Wirsal Adiansyah Harahap (Perawat) serta Jurnalis TvOne Andhika Pamungkas berangkat ke Afghanistan sejak 23 September 2025, untuk membantu korban gempa yang mengguncang negara tersebut pada 31 Agustus 2025. Selama lebih dari dua pekan bertugas, tim menghadapi berbagai tantangan di lapangan.  “Kami sempat mengalami mati internet sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan Indonesia. Medan yang kami hadapi juga cukup berat. Jalan berliku dan curam membuat penyaluran bantuan menjadi sulit, apalagi kami menggunakan kendaraan berkapasitas besar,” ujar Ketua Tim dr. Tonggo Meaty Fransisca. Meski demikian, ia mengungkapkan rasa syukur karena warga setempat turut membantu proses distribusi. “Tapi Alhamdulillah warga setempat ikut membantu. Misi kemanusiaan ini juga membuat mereka semakin mengenal Indonesia,” tambahnya. Selama bertugas, tim telah mengunjungi wilayah pusat gempa, menyalurkan bantuan, memberikan pelayanan kesehatan, serta mengunjungi sejumlah fasilitas medis di wilayah terdampak. Ribuan paket bantuan yang telah dibagikan MER-C berupa 800 selimut senilai USD 8.000 (sekitar Rp132 juta), obat-obatan senilai USD 5.000 (sekitar Rp83 juta), paket sembako senilai USD 16.300 (sekitar Rp271 juta), makanan siap saji senilai USD 4.500 (sekitar Rp75 juta). MER-C juga memberikan bantuan tunai sebesar USD 900 melalui pemerintah Herat, untuk keperluan transportasi keluarga pasien yang berobat ke rumah sakit.   Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanafghanistan #donasikemanusiaan #donasiafghanistan

AMPHURI Serahkan Donasi untuk Palestina Melalui MER-C

Jakarta – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyerahkan donasi untuk Palestina kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Jumat (17/10). Serah terima donasi sebesar Rp 50 juta dilakukan di Kantor Pusat MER-C di Jakarta dan diterima langsung oleh Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca. Kepala Bidang Sosial AMPHURI Nilawati Noer mengatakan, donasi tersebut sebagai bentuk kepedulian anggota terhadap penderitaan warga Palestina, khususnya di Jalur Gaza. “Hari ini kami datang ke MER-C untuk menyampaikan donasi dari anggota AMPHURI, semoga bisa bermanfaat. Kami berharap RS Indonesia yang ada di sana banyak membantu warga Gaza dengan izin Allah, melalui tim MER-C yang memang sangat konsisten,”ujarnya. Dalam kesempatan itu, dr. Meaty juga membagikan pengalamannya selama bertugas di Jalur Gaza kepada perwakilan AMPHURI yang hadir. MER-C menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota AMPHURI atas dukungan dan kepercayaannya dalam misi kemanusiaan di Jalur Gaza.   Selengkapnya di link ini  – https://www.instagram.com/p/DP6V975k-HB/?img_index=1  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Rampungkan Misi di Kunar, Afghanistan, Tim MER-C Temui Gubernur Nangarhar

Nangarhar, Afghanistan — Setelah sepekan menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa di Provinsi Kunar sejak 26 September 2025, Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia pada Kamis (2/10) bertemu Gubernur Nangarhar untuk berpamitan serta melaporkan misi kemanusiaan yang telah dilakukan.  Pertemuan berlangsung terbuka dan sangat hangat. Dalam kesempatan tersebut, MER-C menyerahkan plakat yang diterima langsung oleh Gubernur Nangarhar, Azizulloh Mustofa. MER-C menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyambut baik dan memastikan keamanan tim selama bertugas. “kami mengucapkan terima kasih atas keramah tamahan pemerintah Afghanistan yang sangat menerima dan memberikan kemanan sepenuhnya kepada MER-C untuk bisa melaksanakan misi kemanusiaan terutama untuk masyarakat terdampak gempa,” ujar Ketua Tim dr. Tonggo Meaty Fransisca. Di akhir pertemuan, Gubernur memberikan kenang-kenangan kepada Tim MER-C berupa salah satu hasil alam yang menjadi sumber ekonomi masyarakat Nangarhar. Sejak hari pertama hingga hari keenam bertugas di Provinsi Kunar, dengan bantuan donasi masyarakat Indonesia, MER-C telah menyalurkan sembako dan selimut. Selain itu, MER-C juga menyerahkan obat-obatan ke RS Umum di Nangarhar. “kami melihat kondisi rumah sakit sangat menyedihkan dan juga mesin-mesin yang banyak sekali tidak bisa dioperasikan,” ujar dr. Meaty. “kami juga ke Kunar untuk menyerahkan peralatan medis seperti pengecekan gula darah dan sebagainya kepada klinik, yang luar biasa melayani korban gempa bumi,” tambahnya. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanafghanistan #donasikemanusiaan #donasiafghanistan

Silahkan bertanya?