MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Lakukan Kunjungan Lanjutan ke Pulau Rempang, Batam

Batam – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia melakukan kunjungan lanjutan ke Pulau Rempang, Batam, pada 12–14 September 2025. Berdasarkan hasil temuan dalam kunjungan ini, MER-C akan merumuskan program lanjutan terkait kebutuhan mendesak masyarakat setempat dan potensi pengembangan program kesehatan guna mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Tim MER-C yang melaksanakan kunjungan ini terdiri dari: Ketua Presidium MER-C dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Presidium MER-C dr. Tonggo Metay Fransisca, serta tiga relawan MER-C: Islamiah Samaun, Nanang Khoirino, S.I.P., dan Taufa. Dalam kunjungan ini, tim MER-C melakukan asesmen kebutuhan penyintas tragedi kerusuhan di Pulau Rempang. Sebelumnya, MER-C juga mengirimkan tim untuk memberikan pendampingan kesehatan saat konflik pecah pada 7 September 2023. Dalam kunjungan lanjutan ini, tim MER-C berinteraksi langsung dengan suku asli Rempang, melakukan wawancara dengan warga, berdialog dengan tokoh setempat, serta melakukan observasi lingkungan untuk memahami kondisi sosial dan kesehatan masyarakat pascakonflik. Selain itu, tim juga mendokumentasikan potensi dukungan yang diperlukan serta menyalurkan bantuan sembako sebagai upaya jangka pendek. Dr. Hadiki Habib, Ketua Tim MER-C dalam kunjungan ini, mengatakan pendampingan masyarakat harus dilakukan secara partisipatif supaya berbagai kepentingan yang ada di masyarakat maupun pemerintah bisa sama-sama berjalan. Selain itu, ia menuturkan saat konflik terjadi, masyarakat tidak hanya terdampak secara fisik, tetapi juga mengalami dampak psikologis. Untuk itu, MER-C turun guna melakukan pendampingan di bidang kesehatan masyarakat yang ada di Pulau Rempang. Temuan Tim MER-C Beberapa temuan yang diperoleh Tim MER-C dalam kunjungan ini yaitu, kehidupan sosial masyarakat relatif lebih tenang saat ini, tanpa ada gesekan signifikan antara warga dan perusahaan. Namun, masih terdapat potensi konflik horizontal karena pengembangan proyek Rempang Eco City masih terus berlangsung. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat suku asli Rempang, MER-C menemukan bahwa mereka memiliki keterbatasan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan. Tim MER-C menemukan terdapat warga yang mengalami stroke, namun kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan. Sejauh ini hanya ada satu anak yang sedang bersekolah di sekolah dasar. “MER-C akan terus mengedepankan pendekatan partisipatif kepada masyarakat di Pulau Rempang, karena situasinya masih rentan terutama dalam aspek psikologis, dan kita tetap terus berkoordinasi dengan bidang-bidang kesehatan, khususnya puskesmas,” ujar dr. Hadiki. Selengkapnya di link ini

Peduli Palestina, DKM Al-Amin Depok Salurkan Donasi Melalui MER-C

Depok — Sebagai Bentuk kepedulian terhadap kondisi Palestina saat ini, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Amin, Pondok Sukmajaya Permai (PSP), Depok, menyalurkan donasi melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, pada Sabtu (13/9). Penggalangan dana dilakukan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Melalui kegiatan tersebut, jamaah Masjid Al-Amin berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp7.507.000, yang kemudian langsung diserahkan secara tunai kepada tim MER-C Indonesia. Dalam kesempatan itu, Ali Mustofa, seorang perawat yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-3, membagikan pengalaman saat bertugas di Gaza, Palestina.  Ia menceritakan kondisi krisis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Gaza dan peran relawan MER-C dalam memberikan bantuan serta pelayanan medis untuk mereka.  MER-C mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih atas donasi yang diberikan oleh DKM Al-Amin. Bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban masyarakat Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina    

Relawan MER-C Bagikan Pengalaman Bertugas di Gaza kepada Siswa Sekolah IHS dan PAUD Qurratu’ Ayun Bogor

Bogor – Dua relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C, drg. Elisabeth L. Sarri (Relawan EMT 4) dan dr. Ilham Wahyu (Relawan EMT 2), berbagi pengalaman misi kemanusiaan mereka di Jalur Gaza, di Sekolah IHS dan PAUD Qurratu’ Ayun, Taman Ganesha, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/9). Acara ini bertujuan memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai kondisi di Jalur Gaza, sekaligus menanamkan rasa peduli terhadap sesama sejak dini. Dalam kesempatan itu, drg. Sarri dan dr. Ilham menceritakan bagaimana warga Gaza dan anak-anak di sana harus berjuang di tengah serangan penjajah Israel dan situasi kemanusiaan yang terus memburuk. “Di musim panas, mereka tinggal di tenda-tenda yang terbuat dari plastik dan bisa dibayangkan suhunya yang sangat panas. Mereka juga harus antre dengan membawa dirigen untuk bisa mendapatkan air bersih,”ujar drg. Sarri. Namun, ia mengatakan warga Gaza tetap tegar, tidak mengeluh, dan selalu optimis. Bahkan anak-anak Gaza pun masih tetap semangat belajar meski hidup dalam situasi yang sangat sulit. Dr. Ilham Wahyu menuturkan bahwa situasi yang dialami anak-anak Gaza sangat memprihatinkan. Banyak dari mereka kehilangan tempat tinggal, terluka, dan hidup dalam kondisi kelaparan akibat agresi militer Israel yang tiada henti. ia juga mengatakan, selama bertugas di Jalur Gaza hal yang paling berkesan adalah saat menyaksikan warga Gaza kekurangan makanan. untuk itu, ia berpesan kepada anak-anak yang hadir dalam acara itu agar tidak membuang makanan sebagai bentuk kepedulian kepada warga Gaza. “Pesan yang ingin saya sampaikan kepada adik-adik di sini, jangan pernah membuang makanan. Ambillah secukupnya, jangan mubazir. Itu yang sangat berkesan selama saya bertugas di Gaza,” ujar dr. Ilham. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina  

Laporan Relawan MER-C: Penjajah Israel Mulai Perintahkan Evakuasi Warga Gaza ke Selatan

Gaza – Relawan lokal MER-C melaporkan bahwa militer pendudukan Israel (IDF) telah memerintahkan evakuasi massal warga Gaza dari wilayah utara menuju selatan, khususnya ke daerah al-Mawasi, pada Selasa (9/9). “Hari ini IDF mengirimkan pesan agar semua orang di Gaza utara pindah ke Gaza selatan, dan banyak orang sangat khawatir dengan situasi ini. Seperti yang Anda ketahui, hari ini kami melihat banyak orang pindah ke selatan, dan mungkin ada 200.000 keluarga yang pindah,” ujarnya. Perintah evakuasi penuh Kota Gaza ini juga disertai ancaman akan meningkatkan kekuatan operasi militer. Langkah ini sejalan dengan rencana Israel menduduki kembali Jalur Gaza sepenuhnya, yang telah disetujui Kabinet Keamanan Israel pada awal Agustus 2025. “Penjajah Israel telah memaksa banyak orang yang tinggal di bangunan di sini untuk pindah ke Gaza selatan, dan banyak bangunan diserang oleh IDF,” tambahnya. Lebih lanjut relawan MER-C mengatakan, banyak keluarga yang memutuskan untuk tetap bertahan karena tidak punya uang dan tidak yakin ada tempat aman di selatan. Kesaksian warga menggambarkan kondisi yang sangat memilukan. Seorang warga mengatakan, dirinya telah mengungsi hingga sembilan kali sejak perang dimulai.  “Demi Allah, situasi ini sangat sulit. Kami sudah terusir sejak awal perang. Ini adalah pengungsian kesembilan saya. Kami hidup dalam kelaparan. Tidak ada sarapan, tidak ada makan malam. Kami tidur tanpa makanan. Semua tempat sudah tidak aman, hanya Allah yang melindungi kami,” ujarnya. Warga lain mengaku tidak sanggup memenuhi kebutuhan dasar untuk keluarganya.  “Bagaimana kami bisa pergi kalau tidak ada uang? Kami bahkan tidak bisa memberi makan anak-anak kami. Tidak ada daerah yang aman, baik di al-Mawasi maupun di wilayah lainnya. Kami hanya duduk di sini, berserah diri kepada Allah,” katanya. Sejak Oktober 2023, Israel telah melancarkan agresi brutal di Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 64.500 warga Palestina. Meski berbagai pihak internasional mendesak gencatan senjata, Israel terus mengabaikan seruan tersebut dan memperluas operasi militernya. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

PT Aneka Jaringan Indonesia Salurkan Donasi untuk Palestina melalui MER-C

Jakarta — PT Aneka Jaringan Indonesia menyalurkan donasi untuk membantu warga Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan di Gaza. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung di kantor Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Jakarta, Kamis (11/9). Donasi sebesar Rp 15 juta ini, merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Aneka Jaringan Indonesia, sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina. “Semoga dana yang kami berikan dapat bermanfaat untuk warga Palestina dalam menghadapi krisis kemanusiaan yang saat ini terjadi di Palestina,” ujar perwakilan PT Aneka Jaringan Indonesia. “Kami memilih MER-C karena kami yakin insyaallah MER-C amanah untuk memberikan bantuan tersebut ke Palestina. Harapan kami, bantuan dari kami dapat benar-benar sampai dan bermanfaat bagi warga Palestina dalam menghadapi krisis sosial dan kemanusiaan yang sedang terjadi,” tambahnya. MER-C terus berupaya menyalurkan bantuan mulai dari makanan, obat-obatan hingga pengiriman tim medis dan sejumlah program kemanusiaan lainnya ke Jalur Gaza. Di tengah krisis yang semakin memburuk, bantuan yang kita berikan saat ini sangat berarti untuk mereka. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

MER-C Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Janda dan Anak Yatim Gaza

Gaza – Tim lokal Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Rabu, 20 Agustus 2025, menyalurkan sebanyak 200 paket sembako, yang didistribusikan langsung ke tenda-tenda pengungsian, khususnya bagi para janda dan anak yatim. Menyerahkan bantuan langsung ke tenda-tenda pengungsian, relawan lokal MER-C juga mendengarkan keluh kesah dan kesulitan yang dialami para pengungsi.  Di antara mereka ada yang dalam kondisi sakit dan sulit mendapatkan obat, banyak yang telah kehilangan anggota keluarganya, juga tidak memiliki makanan dan baju. Untuk itu mereka sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan MER-C “Kami sangat berterima kasih kepada MER-C. Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tutur seorang perempuan penerima bantuan. Para pengungsi berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut di tengah krisis berkepanjangan. Warga Gaza juga menyampaikan apresiasi atas dukungan tim medis MER-C yang hadir di lapangan.  “MER-C selalu dermawan dan merekalah yang membantu kami bertahan hidup. Mereka telah mengangkat martabat kami sebagai pengungsi. Kami berharap bantuan ini terus diberikan dan jangan lupakan semua orang yang membutuhkan,” ungkap salah satu warga. Sebelumnya, pada 18 Agustus 2025, MER-C juga telah menyalurkan 1.950 paket bantuan pangan khusus untuk staf Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza City. Blokade ketat yang diberlakukan Israel sejak 2 Maret 2025, telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin parah di Jalur Gaza. Ribuan pengungsi terpaksa bertahan hidup dengan kondisi serba terbatas, di tengah kekurangan makanan yang mengakibatkan kelaparan akut dan malnutrisi. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Grup Sutas Uwe Serahkan Donasi untuk RS Indonesia di Gaza melalui MER-C

Jakarta – Grup Sutas Uwe kembali menyerahkan donasi untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza melalui MER-C. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara langsung di kantor MER-C Jakarta, Rabu (10/9).  Ini merupakan kali ketiga Grup Sutas Uwe menyalurkan bantuan melalui MER-C, sebagai wujud kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina, di tengah situasi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. MER-C menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Grup Sutas Uwe.  MER-C juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus peduli dan mendoakan warga Palestina, agar mereka diberikan kekuatan serta ketabahan. Segala bentuk dukungan dari kita sangat berarti untuk mereka.   Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/Ugkxyql4I6KomRxR3MRSmdDx80C8lnEo_31U?si=FE9kfeSZIMvEn4SF  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Relawan EMT MER-C ke-9 Tiba di Tanah Air Usai Sebulan Lebih Bertugas di Gaza

Jakarta – Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, dr. Eka Budhi Satyawardhana (spesialis bedah saraf) dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum (spesialis kebidanan dan kandungan), tiba di Indonesia pada Senin (8/9), setelah lebih dari sebulan menjalankn misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Keduanya berangkat dalam dua tahap melalui Yordania sebelum masuk ke Gaza bersama konvoi bantuan kemanusiaan internasional. Dr. Eka berangkat pada Selasa (22/7) dini hari dan berhasil masuk ke Gaza pada 27 Juli 2025. Sementara dr. Regintha menyusul pada Minggu (27/7) dini hari dan tiba di Gaza pada 29 Juli 2025. Tantangan Medis di Tengah Keterbatasan Selama bertugas, kedua relawan menghadapi situasi yang sangat terbatas, baik dari sisi fasilitas medis maupun obat-obatan. Dr. Eka mengungkapkan bahwa hampir setiap hari mereka menangani korban massal berjumlah 50 hingga 100 orang akibat tembakan dan pengeboman. “Tantangan terbesar adalah bagaimana memberikan layanan kesehatan maksimal di tengah keterbatasan tempat tidur dan obat-obatan. Hampir tiap hari ada kejadian massal. Momen paling sulit adalah memilih pasien mana yang harus diselamatkan, melihat peluang keselamatan dan sumber daya yang ada,” ungkapnya. Meski demikian, ia bersyukur kehadiran relawan MER-C dapat memberi harapan bagi masyarakat Gaza.  “Kami senang karena kehadiran relawan MER-C menjadi obat bagi mereka. Ke depan, harapan kami perang segera berakhir, perbatasan dibuka, sehingga fasilitas kesehatan dapat dibangun kembali,” tambah dr. Eka. Kondisi Ibu dan Bayi di Gaza Memburuk Sementara itu, dr. Regintha menyoroti kondisi ibu dan bayi di Gaza yang semakin memprihatinkan dibandingkan saat ia bertugas enam bulan lalu. Menurutnya, saat ini banyak bayi lahir dengan berat badan rendah akibat malnutrisi dan perempuan hamil yang menjadi korban serangan Israel. Melihat kondisi di Jalur Gaza yang terus memburuk, dr. Regintha menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dan doa dari masyarakat Indonesia.  “Harapannya suplai tenaga kesehatan terus dilakukan, juga suplai alat kesehatan yang saat ini sangat terbatas. Biaya yang dibutuhkan besar, bukan hanya untuk medis, tapi juga kebutuhan makan mereka. Kita belum tahu sampai kapan situasi ini akan berlangsung,” ujarnya. Rasa Kekeluargaan dengan Tenaga Lokal Di balik kondisi yang sulit, dr. Regintha merasakan solidaritas yang kuat antara relawan Indonesia dengan tenaga medis lokal.  “Selama bertugas, kami bekerja seperti keluarga dengan staf lokal MER-C dan rumah sakit. Semua momen berkesan, tapi yang paling saya ingat adalah hari pertama langsung bergabung dengan tim satu di RS Helou, itu sangat terhormat dan mengesankan,” katanya. Tim EMT MER-C ke-9 merupakan kelanjutan dari misi kemanusiaan yang telah dilakukan sejak 18 Maret 2024. Pengiriman tim medis ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk membantu rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, yang saat ini menghadapi situasi kemanusiaan kritis akibat genosida dan blokade yang belum berakhir.   Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Operasi Berhasil: Relawan MER-C Selamatkan Remaja Gaza yang Terluka

Gaza – Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C, dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS., bersama tim medis lokal berhasil melakukan operasi pada seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun yang mengalami fraktur tulang tengkorak, akibat terjatuh dari truk saat mengambil bantuan di area Zikim, Gaza utara.  Saat pertama kali diperiksa, kesadaran pasien tercatat dengan Glasgow Coma Scale (GCS) 10 dari 15. Menurut dr. Eka, kondisi tersebut sangat berisiko sehingga operasi harus segera dilakukan. “Kalau operasi ditunda, risikonya bisa fatal. Selain itu, ada luka terbuka yang dapat menyebabkan infeksi di otak,” jelas dr. Eka. “Alhamdulillah sudah kita kerjakan operasi nya, tadi kita buka luka dari kepalanya kemudian kita bersihkan memang ada tulang menancap di otaknya. Mudah-mudahan pasien bisa selamat,” tambahnya.  Dr. Eka, bersama relawan EMT MER-C lainnya, dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG., saat ini sedang bertugas di Gaza City sejak 5 Agustus 2025. Di tengah krisis kemanusiaan dan minimnya fasilitas kesehatan akibat agresi dan blokade penjajah Israel, Tim EMT MER-C bersama Tim medis lokal di Gaza melakukan hingga puluhan operasi setiap pekannya.   Selengkapnya lihat link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Jusuf Kalla Dukung Penuh Pengiriman Tim Medis MER-C ke Afghanistan

Jakarta – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan dukungan penuh terhadap rencana keberangkatan tim medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk misi kemanusiaan ke Afghanistan. Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi MER-C pada Rabu (3/9). Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu mengatakan, PMI akan berkoordinasi dengan MER-C, termasuk menghubungkan kedua lembaga dalam upaya pengiriman tim medis dan bantuan ke Afghanistan.  JK mengapresiasi berbagai ikhtiar MER-C dalam membantu masyarakat, baik di dalam negeri maupun internasional. Menurutnya, kiprah MER-C telah terbukti melalui pendirian Rumah Sakit Indonesia di Gaza serta aksi kemanusiaan di berbagai wilayah, termasuk Afghanistan. “Karena itu, kita berterima kasih dan menghargai upaya-upaya tersebut. Semoga akan terus dilaksanakan dengan baik karena ini amal ibadah yang sangat penting untuk kita semua,” ucapnya. Ia menilai pengiriman bantuan ke lokasi gempa di Afghanistan, yang sulit diakses, merupakan langkah penting yang harus dilakukan.  MER-C akan mengirimkan tim medis pada 15 September 2025, yang terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis, serta satu wartawan dari Republika.  Pemerintah Taliban dan Wakil Duta Besar Afghanistan di Jakarta, Qais Barakzai, juga telah menyatakan komitmen mendukung misi kemanusiaan ini.  MER-C sendiri sebelumnya telah mengirim tim  ke Provinsi Herat, Afghanistan, yang juga terdampak gempa besar pada 7 Oktober 2023 lalu.  Gempa bumi dengan Magnitudo (M) 6 yang mengguncan Afghanistan pada hari Minggu (31/8/2025), mengakibatkan kerusakan parah dan ribuan korban jiwa di provinsi Nangarhar dan Kunar. Sampai saat ini, rentetan gempa susulan dilaporkan masih terus terjadi. Selengkapnya lihat link ini

Silahkan bertanya?