MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim MER-C di Afghanistan: Distrik Chawkai di Provinsi Kunar Rusak Berat akibat Gempa

Kabul – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk misi kemanusiaan gempa bumi Afghanistan pada Ahad (28/9), bergerak menuju Distrik Chawkai, di Provinsi Kunar.  Ketua Tim dr. Tonggo Meaty Fransiska mengatakan, setibanya di sana mereka melihat rumah-rumah runtuh dan rusak berat, yang mengakibatkan banyaknya korban.  “Tempat yang dikunjungi MER-C merupakan permukiman warga yang berada di lereng gunung, di mana jalan bebatuan sangat terjal, di antara tebing dan jurang, sehingga memerlukan kehati-hatian untuk sampai di sana,” ujarnya.  Dalam kunjungan ini, Tim melakukan peninjauan terkait desa yang akan menjadi tempat distribusi bantuan. Selain itu, MER-C juga mengunjungi klinik, serta bermain bersama anak-anak korban gempa. Tim berangkat ke Kunar menggunakan dua kendaraan. Mobil pertama membawa relawan MER-C, dan mobil lainnya berupa truk besar membawa logistik yaitu 500 karung berisi sembako, 500 selimut dan 15 kardus besar berisi obat-obatan untuk dibagikan ke para pengungsi.  Gempa berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Afghanistan pada Ahad (31/8) pukul 23.47 waktu setempat. Korban meninggal dilaporkan mencapai 1.400 orang, sementara 3.251 lainnya mengalami luka-luka. Merespons hal ini, MER-C pada 23 September mengirimkan tim relawan yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca selaku ketua tim, dr. Citra Haflinda Prihatiningrum, spesialis anestesi, dan Wirsal Adiansyah Harahap, perawat serta Jurnalis TvOne Andhika Pamungkas. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanafghanistan #donasikemanusiaan #donasiafghanistan

Situasi Gaza Terkini: Perbatasan sudah Dibuka, tapi Warga Tetap Kesulitan

Gaza – Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat memprihatinkan meski perbatasan mulai dibuka dan sejumlah bantuan berhasil masuk. Pembukaan akses ini sedikit meredakan krisis pangan, namun jumlah bantuan yang terbatas dan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi membuat warga tetap kesulitan. Sejumlah sumber dilapangan pada Selasa (30/9) melaporkan, beberapa komoditas pangan sudah mulai tersedia, tetapi jenisnya masih sangat terbatas.  Sejak Maret lalu, daging dan telur tidak pernah masuk, sementara buah dan sayuran juga sangat jarang ditemukan, baik dari hasil lokal maupun impor. Harga rata-rata sayuran kini melambung hingga 10–15 kali lipat, bahkan harga buah mencapai 20 kali lipat dibandingkan sebelum agresi. Akibat kelaparan yang terjadi selama enam bulan lalu, kasus malnutrisi pada bayi di bawah enam bulan meningkat signifikan karena banyak ibu tidak bisa menyusui di tengah kondisi kekurangan gizi. Produk kebersihan baru masuk dalam dua hari terakhir.  Masalah keamanan memprihatinkan Warga Gaza saat ini terpaksa mendirikan tenda di lahan-lahan kosong yang dekat dengan zona merah akibat kepadatan pengungsian. Lokasi-lokasi rawan tersebut termasuk bagian utara Nuseirat serta kawasan timur kamp di area tengah. Kondisi ini membuat keluarga-keluarga yang mengungsi berada dalam risiko tinggi. Sementara itu, layanan kesehatan di Gaza Utara runtuh lebih parah daripada sebelum gencatan senjata. Jumlah penduduk di wilayah ini bahkan meningkat hampir tiga kali lipat.  Para tenaga medis, yang juga warga sipil, banyak dievakuasi di bawah ancaman tembakan, penangkapan, dan penyiksaan. Banyak pasien kini tidak terjangkau karena terjebak dan dikepung tank.  Di tengah kondisi ini, MER-C terus berupaya menyalurkan bantuan pangan untuk warga Gaza, khususnya anak-anak yatim, para janda, dan kelompok rentan lainnya. Dukungan juga diberikan kepada tenaga medis yang masih berjuang di garis depan untuk menyelamatkan nyawa di tengah keterbatasan fasilitas. Mari terus bersuara dan berikan bantuan kita untuk warga Gaza. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, sangat berarti untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang kini sedang bertahan di tengah keterbatasan dan ancaman serangan. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxPpqm3H8Zcb-6dUKhnKu6ysv8PUzyXIWw?si=FPdbvPD9KT44mNsq  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina   

Tim MER-C Kunjungi Sejumlah Rumah Sakit dan Lokasi Gempa di Afghanistan

Kabul – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus melanjutkan misi kemanusiaan di Afghanistan. Pada Minggu (28/9/2025), tim mengunjungi sejumlah rumah sakit di Provinsi Nangarhar dan meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Distrik Chawkai, Kunar. Ketua Tim MER-C dr. Tonggo Meaty Fransiska mengatakan, Tim lebih dulu menemui Gubernur Nangarhar Malawi Azizulloh Mustofa untuk berkoordinasi terkait rencana kegiatan.  Dr. Meatymengatakan, Gubernur Nangarhar dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas bantuan dari masyarakat Indonesia serta kehadiran MER-C yang datang jauh ke Kunar, langsung ke lokasi gempa. Ia menegaskan pemerintah akan mendukung penuh dan menjamin keamanan tim selama bertugas. Tim kemudian bertemu Direktur Rumah Sakit Nishter Kidney Centre, Malawi Aminulloh Syarif. Ia menyambut hangat kedatangan Tim MER-C dan berdiskusi panjang tentang penanganan korban gempa. Dalam kunjungan itu, pihak rumah sakit menunjukkan keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk peralatan medis yang tidak memadai maupun rusak. Aminulloh berharap terjalinnya kerjasama lanjutan, seperti bantuan peralatan kesehatan sehingg mereka dapat memperbaiki layanan untuk masyarakat. Tim MER-C juga berkunjung ke Nangarhar Regional Hospital Service Board. Pihak rumah sakit mengonfirmasi sebagian besar korban gempa sudah ditangani, sebagian sudah pulang, sementara yang membutuhkan perawatan lanjutan dievakuasi ke Kabul dan Pakistan. Dalam diskusi, pihak rumah sakit mengungkap kekurangan tenaga medis, terutama spesialis ortopedi. Mereka berharap MER-C dapat mengirimkan Dokter yang bisa melatih tenaga medis yang mereka miliki, serta bantuan peralatan seperti CT scan dan USG yang kondisinya saat ini tidak layak dioperasikan. Usai kunujungan ke rumah sakit, Tim Kemudian bergerak menuju Distrik Chawkai di Provinsi Kunar, salah satu wilayah terdampak gempa terparah. Tim melakukan pengkajian awal dengan mengunjungi sejumlah desa.  “Permukiman warga yang berada di lereng gunung serta rumah-rumah tidak permanen membuat jumlah korban gempa sangat besar,” ujar dr. Meaty. Tim Medis MER-C yang terdiri dari tiga orang, yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca selaku ketua tim, dr. Citra Haflinda Prihatiningrum, spesialis anestesi, dan Wirsal Adiansyah Harahap, perawat saat ini tengah bertugas di Afghanistan untuk membantu korban gempa besar yang terjadi pada 31 Agustus 2025. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanafghanistan #donasikemanusiaan #donasiafghanistan

Tim MER-C Bertolak ke Jalalabad, Bawa Ribuan Paket Bantuan untuk Korban Gempa

Kabul – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk misi kemanusiaan gempa bumi Afghanistan bertolak dari Kabul menuju wilayah pusat gempa di Jalalabad, Kunar, pada 26 September 2025 dengan membawa ribuan paket bantuan. “Alhamdulillah hari ini Tim MER-C Indonesia melanjutkan perjalanan ke pusat gempa di Jalalabad, tepatnya di Kunar. Kami sudah melakukan koordinasi dengan Badan Intelijen Afghanistan dan pemerintah setempat untuk membagikan bantuan serta memberikan pelayanan medis di rumah sakit maupun lokasi pengungsian,” ujar Ketua Tim, dr. Tonggo Meaty Fransiska. Ribuan paket bantuan yang akan dibagikan MER-C berupa 500 selimut senilai USD 5.000 (sekitar Rp83 juta), obat-obatan senilai USD 5.000 (sekitar Rp83 juta), paket sembako senilai USD 16.300 (sekitar Rp271 juta), makanan siap saji senilai USD 4.500 (sekitar Rp75 juta). Dr. Meaty mengatakan bantuan selimut disiapkan khususnya untuk menghadapi musim dingin yang akan datang di Afganistan. “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini hingga misi selesai diridai Allah. Semoga seluruh amanah dari masyarakat Indonesia untuk masyarakat Afghanistan tersampaikan dengan baik dan berjalan lancar,” katanya. Wakil Gubernur Kunar Mowlai Abdullah Haqani saat bertemu Tim MER-C menyampaikan apresiasi serta ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia. Gempa berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Afghanistan pada Ahad (31/8) pukul 23.47 waktu setempat. Korban meninggal dilaporkan mencapai 1.400 orang, sementara 3.251 lainnya mengalami luka-luka. Merespons hal ini, MER-C pada 23 September mengirimkan tim relawan yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca selaku ketua tim, dr. Citra Haflinda Prihatiningrum, spesialis anestesi, dan Wirsal Adiansyah Harahap, perawat serta Jurnasli TvOne Andhika Pamungkas. Selengkapnya di link ini  ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanafghanistan #donasikemanusiaan #donasiafghanistan

MER-C Salurkan Ratusan Paket Bantuan Makanan untuk Staf RS As Shifa

Gaza – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Jumat (19/9) menyalurkan 340 paket bantuan untuk staf Rumah Sakit As Shifa, Gaza City.  Setiap paket yang dibagikan ini berisi makanan senilai 264 shekel atau sekitar Rp1.320.000. Bantuan diserahkan langsung oleh relawan lokal MER-C kepada staf RS As Shifa, yang masih tetap berjuang memberikan pelayanan medis kepada warga Gaza meski di tengah agresi penjajah yang terus meningkat dan kondisi kemanusiaan yang terus memburuk.  Staf RS As Shifa menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas paket bantuan yang diberikan MER-C dan masyarakat Indonesia. Mereka berharap agar bantuan kemanusiaan dalam bentuk apapun dapat terus dibagikan untuk menguatkan staf RS Shifa.  “Kami berdoa agara Anda dapat memberikan bantuan kemanusiaan dalam bentuk apa pun, yang membantu memperkuat ketahanan dan menstabilkan kondisi kami, sehingga kami dapat memberikan pelayanan kesehatan semaksimal mungkin bagi mereka yang membutuhkan,” ujar salah satu staf Rs As Shifa.  Situasi semakin kritis akibat blokade yang diberlakukan oleh penjajah Israel di Jalur Gaza. Bencana kelaparan terus meluas karena warga Gaza sulit mendapatkan makanan. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina  

MER-C Kembali Bagikan 200 Paket Makanan untuk Anak Yatim di Gaza

Gaza – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali membagikan 200 paket bantuan makanan untuk anak yatim dan janda di Gaza City, Jumat (19/9). Setiap paket yang dibagikan berisi makanan senilai 251 shekel atau sekitar Rp1.256.000. Pembagian dilakukan oleh relawan lokal MER-C dan dibantu warga sekitar yang masih bertahan di Gaza City, di tengah serangan penjajah yang terus meningkat. Meski ada perintah evakuasi, masih banyak warga yang tidak bisa mengungsi ke selatan karena tidak adanya biaya, transportasi, serta tempat dan lahan untuk tinggal. Sebelumnya, pada 20 Agustus 2025, MER-C juga menyalurkan 200 paket sembako untuk para janda dan anak yatim yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. MER-C terus berupaya menyalurkan bantuan, mulai dari makanan, obat-obatan, hingga pengiriman tim medis dan sejumlah program kemanusiaan lainnya ke Jalur Gaza. Di tengah krisis yang semakin memburuk, bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka.   Selengkapnya di link ini   ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

MER-C Kirim Tim Medis untuk Bantu Korban Gempa Afghanistan

Jakarta – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Selasa (23/9) mengirimkan tim medis untuk membantu penanganan korban gempa di Afghanistan. Tim yang berangkat terdiri dari empat orang, yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca selaku ketua tim, dr. Citra Haflinda Prihatiningrum, SpAn – spesialis anestesi, Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep.Ns. – perawat, dan Jurnalis TvOne Andhika Pamungkas. Dr. Meaty mengatakan mereka akan bertugas selama kurang lebih dua pekan, hingga 9 Oktober 2025. Tim akan melaksanakan pelayanan medis dan kemanusiaan di Kota Jalalabad dan Provinsi Kunar, wilayah yang terdampak gempa paling parah.  “Misi kali ini adalah melakukan pelayanan medis dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa,” ujarnya.  Selain itu, tim medis MER-C juga dijadwalkan melakukan misi kemanusiaan ke Herat, daerah yang sebelumnya dilanda gempa bumi pada 7 Oktober 2023. Peristiwa tersebut menewaskan sedikitnya 4.000 orang. Pada misi sebelumnya di Herat, MER-C telah mengirimkan tim medis sekaligus melaksanakan sejumlah program, termasuk pembangunan sumur bor untuk membantu warga yang kesulitan mengakses air bersih. Gempa berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Afghanistan pada Ahad (31/8) pukul 23.47 waktu setempat. Korban meninggal tercatat mencapai 1.400 orang, sementara 3.251 lainnya mengalami luka-luka.   Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanafghanistan #donasikemanusiaan #donasiafghanistan

Yayasan Al Muqorrobin Depok Salurkan Donasi untuk Gaza Melalui MER-C Indonesia

Depok – Yayasan Al Muqorrobin Depok pada Senin (22/9) menyalurkan donasi untuk Gaza, Palestina, melalui MER-C Indonesia. Donasi sebesar Rp12.650.000 diserahkan langsung oleh perwakilan Yayasan Al Muqorrobin, Dian Puji Lestari (GA SIT Yayasan Al Muqorrobin), dan Laila Dewi Dianti (Sekretaris SIT Yayasan Al Muqorrobin). Serah terima dilakukan di Sekolah Islam Terpadu Al Muqorrobin Depok kepada Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris. Dian Puji Lestari dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada MER-C yang telah membantu menyalurkan donasi dari Yayasan Al Muqorrobin untuk warga Gaza. Donasi tersebut dikumpulkan dari orang tua/wali murid saat peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan pada 13 September 2025. “Menurut kami, MER-C adalah organisasi terpercaya dan amanah. Harapan kami, donasi yang diberikan melalui MER-C bisa membantu meringankan penderitaan warga Palestina yang memang sedang membutuhkan bantuan,” ujar Dian. “Semoga Palestina bisa merdeka, bisa hidup damai, tenang, dan dapat menjalankan ibadahnya dengan baik,” tuturnya. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/Ugkx_9NiuaN1HvjIaptmT600qLxEfEZ2HCxJ?si=14mUqnPaU4rzkYb4  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Relawan MER-C di Gaza: Kami Terus Berupaya Bantuan Menjangkau Masyarakat Rentan

Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, dr. Eka Budhi Satyawardhana, menyampaikan bahwa MER-C terus berupaya memastikan bantuan menjangkau warga Gaza, khususnya kelompok rentan seperti perempuan (terutama ibu hamil), anak-anak, dan lansia. Ia menambahkan, Klinik MER-C di Al-Mawasi, Al Aqsa B, juga memiliki layanan poli gizi yang saat ini sangat penting di tengah kelaparan dan malnutrisi akibat sulitnya bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. “Poli gizi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan Palestina,” ujarnya. MER-C menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Mari bersama-sama terus membantu meringankan beban warga Gaza di tengah krisis yang mereka hadapi. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Tugas Kemanusiaan EMT MER-C ke-9: Maksimalkan Pelayanan Medis di Gaza Meski di Tengah Keterbatasan

Gaza – Setelah sebulan lebih bertugas di Jalur Gaza, dua relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, dr. Eka Budhi Satyawardhana dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, kembali ke Indonesia dengan segudang cerita. Ini bukan tugas pertama mereka di Jalur Gaza. Bagi dr. Eka ini adalah untuk yang kedua sedangkan dr. Regintha ini kali ketiganya. Mereka menyaksikan langsung kondisi Gaza yang semakin parah dan serangan yang kian intens. Gaza hancur dan kelaparan yang semakin meluas. Di tengah situasi serba terbatas, baik dari segi fasilitas maupun obat-obatan, mereka kerap menghadapi dilema berat harus memilih pasien yang bisa diselamatkan Sempat bertugas di RS Nasser, RS Shifa, dan RS Halou, dr. Regintha melihat langsung dampak malnutrisi pada ibu hamil, anak-anak, dan bayi-bayi.  “Banyak bayi lahir dengan berat badan rendah… dan perempuan hamil menjadi korban serangan Israel,” ungkapnya. Untuk itu, dr. Regintha berharap pasokan tenaga dan alat kesehatan dapat terus berlanjut. Di sisi lain, dr. Eka menjelaskan kendala bantuan kemanusiaan yang sampai saat ini masih sulit masuk karena penjajah Israel menutup perbatasan. “Jumlah [bantuan] menjadi kendala karena bantuan yang masuk ke Gaza tetap dikontrol pihak penjajah,” katanya. Meskipun menghadapi kondisi mencekam, semangat dr. Eka dan dr. Regintha tidak surut. Mereka tetap ingin kembali bertugas di Gaza jika diberi kesempatan, karena telah merasakan solidaritas yang kuat dengan tenaga medis lokal dan warga Gaza.  Pengiriman tim medis merupakan bentuk komitmen MER-C untuk membantu rakyat Palestina yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxaNJjSyZWgJK2HsJCnobkdWQmK9Tp_rYN?si=dzQDUWstTAKnRiJ3  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Silahkan bertanya?