Relawan MER-C Bersama Tim Medis Lokal Selamatkan Anak Gaza Korban Tembakan Israel

Gaza City – Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9 bersama tim medis lokal pada Selasa (12/8) berhasil melakukan operasi terhadap seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, korban luka tembak di kepala akibat serangan penjajah Israel. Operasi tersebut dilakukan oleh dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS, dokter spesialis bedah saraf, bersama Kepala Bedah Saraf Rumah Sakit Al Shifa, dr. Hazem Khail. Operasi berjalan sukses meski dilaksanakan di tengah keterbatasan fasilitas. Dr. Eka dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, sempat bertugas di RS Nasser sebelum mulai bertugas di RS Al Shifa pada 5 Agustus 2025. Tiap pekan, mereka melakukan puluhan operasi warga Gaza yang sakit dan terluka. Menurut catatan lembaga kemanusiaan internasional, anak-anak menjadi salah satu kelompok paling rentan dalam agresi penjajah Israel di Jalur Gaza. Sejak awal 2025, ratusan anak dilaporkan tewas dan ribuan lainnya mengalami luka, akibat serangan udara maupun tembakan langsung. Agresi serta blokade yang dilakukan penjajah Israel juga mengakibatkan sebagian besar fasilitas kesehatan di Gaza tidak lagi berfungsi dan kekurangan pasokan medis. MER-C Indonesia sendiri terus berupaya mengirimkan tenaga medis dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Gaza sejak awal agresi berlangsung. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #emtmercindonesia #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Sambut Milad ke-26, MER-C Goes to Pesantren Hadir di Solo

Solo – Dalam rangka menyambut Milad ke-26, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menggelar program MER-C Goes to Pesantren dengan mengunjungi sejumlah pondok pesantren di wilayah Solo. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Palestina pada generasi muda sekaligus memberikan pembekalan keterampilan dasar seperti public speaking dan first aid for teen. Kegiatan yang berlangsung 2–6 Agustus ini diisi oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransica, Ketua Divisi Humas MER-C Diana Caroline, serta tim MER-C Training Center (MTC) pusat dan Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, MER-C menyampaikan update kondisi terkini di Gaza, memotivasi para santri untuk menjadi generasi yang peduli isu kemanusiaan, serta melatih keterampilan berbicara di depan publik dan penanganan pertama pada kondisi darurat. Sejumlah pesantren yang menjadi tujuan kunjungan antara lain: 1. PP. Salman Alfarisi, Solo – Sabtu (2/8) – dihadiri lebih dari 300 peserta.2. PP. Qoryatul Quran, Sukoharjo – Ahad (3/8) – lebih dari 500 peserta.3. PP. Al Mukmin, Ngruki – Senin (4/8) – lebih dari 500 peserta.4. PP. Al Islam, Surakarta – Selasa (5/8) – lebih dari 300 peserta.5. PP. Darusyahadah – Selasa (5/8) – lebih dari 350 peserta.6. PP. Ibnu Abbas, Klaten – Rabu (6/8) – lebih dari 350 peserta. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian santri terhadap isu kemanusiaan di Palestina, sekaligus membekali para santri dengan kemampuan praktis yang bermanfaat. Selengkapnya lihat link ini
Kesaksian Relawan MER-C saat Pengeboman yang Merenggut Nyawa Jurnalis Anas Al-Sharif

Gaza – Kabar serangan udara penjajah Israel pada Ahad (10/8) yang menargetkan tenda kru jurnalis Al Jazeera, dan mengakibatkan syahidnya jurnalis muda Anas Al-Sharif bersama empat rekannya masih menyisakan duka bagi warga Gaza dan dunia. Dr. Eka Budhi Satyawardhana, dokter spesialis bedah saraf yang merupakan anggota Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, menyaksikan langsung peristiwa pengeboman tersebut karena tenda yang menjadi sasaran serangan berada dekat pintu masuk RS Shifa di Gaza City, tempat ia bertugas sejak 5 Agustus. “Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.20 waktu Gaza,” ujar Dr. Eka pada Senin (11/8). Saat itu, ia dan tim medis lainya sedang beristirahat di mess yang berjarak berjarak sekitar 300 meter dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS As Shifa. “Kami semua terbangun karena mendengar suara ledakan yang sangat keras. Dugaan awal kami, bom itu jatuh di area depan IGD,” tuturnya. Ledakan tersebut diikuti oleh kepanikan petugas malam yang tengah berjaga. Mereka kemudian segera bergegas keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi. Tidak lama kemudian, dr. Eka mendapat kabar pengeboman dilakukan menggunakan drone quadcopter yang dilengkapi sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi target. “Biasanya mereka mengintai, lalu jika wajah target sesuai data, bom langsung dilepaskan,” ujarnya. Tenda Jurnalis Menjadi Sasaran Menurut pengamatan Dr. Eka, ada dua hingga tiga tenda yang berdiri dekat RS As Shifa. Area tersebut kerap ramai, karena di sana terdapat warung makan sederhana yang menjadi tempat berkumpul para jurnalis dan warga. “Ketika jurnalis Anas terdeteksi, bom dilepaskan. Ledakannya cukup besar, menyebabkan korban collateral damage,” jelasnya. Salah satu rekan Dr. Eka dari organisasi kemanusiaan lain langsung dipanggil untuk melakukan operasi darurat thoracotomy. Namun, pasien yang ditangani bukan Anas, melainkan warga sipil yang ikut menjadi korban. “Pasien itu tidak tertolong karena pendarahan organ dalam yang masif,” ungkapnya. Gelombang Solidaritas Pagi harinya, RS As Shifa dipenuhi ratusan jurnalis yang menggelar aksi solidaritas di parkiran rumah sakit. Mereka menyuarakan duka dan kemarahan atas syahidnya Anas Al-Sharif, rekan seperjuangan yang selama ini merekam realitas pahit di Gaza. “Situasi IGD juga masih agak sibuk jam 8 hingga 9 pagi untuk menangani korban-korban korban ledakan,” ujar dr. Eka. Anak-anak turut menjadi korban Korban lain yang menjadi perhatian dr. Eka adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Ia mengalami blast injury yang sangat parah. Organ dalam di perutnya keluar akibat ledakan. Operasi berlangsung hingga pukul 13.30 waktu Gaza, sebelum pasien dipindahkan ke ICU. Selain itu, banyak korban dengan luka bakar, patah tulang terbuka, dan cedera kepala. “Rata-rata mengalami luka ringan hingga sedang. Ada tiga atau empat pasien yang masih menunggu operasi setelah tindakan sebelumnya,” kata dr. Eka. Pembunuhan Anas bersama empat rekanya menambah panjang daftar kejahatan Israel terhadap jurnalis. Al Jazeera melaporkan, hampir 270 jurnalis dan pekerja media terbunuh oleh serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023, atau sekitar 13 jurnalis setiap bulannya. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Tiba di Gaza City, Haru Warnai Reuni Relawan MER-C Indonesia dengan Tim Lokal

Gaza City — Momen haru mewarnai kedatangan Tim Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9 di Gaza City, Palestina pada Selasa (5/8). Dua relawan medis, dr. Eka Budhi Satyawardhana (dokter spesialis bedah saraf) dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum (dokter spesialis kebidanan dan kandungan), disambut hangat oleh tim lokal MER-C Gaza. Bagi dr. Regintha, ini adalah penugasan ketiganya di Gaza, sementara bagi dr. Eka, ini menjadi misi kedua. Keduanya pernah bekerja sama dengan tim MER-C Gaza dalam misi sebelumnya, sehingga pertemuan kali ini terasa penuh kehangatan. Pelukan erat dari para relawan lokal menjadi simbol persahabatan dan solidaritas. Kini, dr. Regintha dan dr. Eka bertugas di RS As Shifa, Gaza City, rumah sakit terbesar di wilayah utara Gaza. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat pelayanan medis di wilayah tersebut. Sebelumnya Tim EMT MER-C ke-9 bertugas di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza Selatan. Perjalanan menuju Gaza City ditempuh melalui jalur darat melewati Netzarim, dilakukan setelah koordinasi dengan World Health Organization (WHO) terkait penempatan tim medis. Saat ini, terdapat tiga relawan MER-C yang bertugas di Jalur Gaza. Selain dr. Eka dan dr. Regintha, ada pula Liaison Officer Marissa Noriti, dibantu sejumlah relawan lokal MER-C lainnya. MER-C terus berkomitmen memberikan bantuan bagi warga Gaza, meski di tengah tantangan besar situasi keamanan dan keterbatasan akibat blokade dan agresi penjajah Israel. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Bersama MER-C, Klinik Al Aqsa B Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Warga Gaza

Gaza Selatan — Di tengah agresi brutal dan blokade berkepanjangan oleh penjajah Israel, Klinik Al Aqsa B yang didukung oleh MER-C menjadi salah satu tumpuan utama layanan kesehatan di wilayah Gaza selatan, khususnya di Al-Mawasi, Khan Younis. Kawasan ini kini menampung sekitar 500.000 pengungsi dari Rafah dan Khan Younis, menjadikannya salah satu wilayah terpadat di Jalur Gaza. Direktur Klinik Al Aqsa B dr. Yousif Salah Alfarra menjelaskan, fasilitas ini menyediakan layanan kesehatan dengan 12 spesialisasi, antara lain kedokteran keluarga, penyakit dalam deng sub-spesialisasi neurologi dan endokrinologi, bedah umum, ortopedi, kebidanan dan kandungan, gizi, fisioterapi, psikiatri, dan layanan gawat darurat. Klinik Al Aqsa B juga menjalankan layanan laboratorium farmasi, keperawatan, serta vaksinasi rutin anak sesuai jadwal nasional Palestina sepanjang pekan. Dengan meningkatnya jumlah pasien setiap harinya, klinik ini menangani keluhan yang semakin kompleks. Klinik nutrisi, misalnya, setiap hari merawat 20 hingga 30 pasien dengan kasus malnutrisi berat. “Masalah terbesar saat ini adalah kekurangan makanan dan kelaparan. Ini tantangan terbesar bagi semua orang di sini,” ungkap dr Yousif, seraya menekankan bahwa populasi paling rentan adalah anak-anak dan ibu hamil. Sementara itu, klinik anak melayani sekitar 250 kasus setiap hari, termasuk gastroenteritis, infeksi kulit, dan dalam tiga bulan terakhir mulai muncul kasus meningitis. Seorang dokter spesialis anak mengatakan, meningkatnya kasus kesehatan juga diiringi dengan krisis ketersediaan obat-obatan seperti antibiotik dan analgesik. Saat ini ketersediaan obat-obatan tidak mencukupi untuk mengatasi jumlah kasus yang dihadapi setiap harinya. Di layanan kebidanan dan kandungan, pasien yang datang pun terus bertambah. “Kami memberikan layanan pra-konsepsi, pemeriksaan kehamilan dan pasca melahirkan, dan menangani kasus ginekologis seperti perdarahan tidak normal atau menstruasi yang terhenti. Setiap hari kami menerima sekitar 60 hingga 70 pasien,” ujar seorang dokter yang bertugas di klinik tersebut. Meski dalam keterbatasan, semangat para tenaga medis dan relawan tidak surut. Klinik Al Aqsa B menjadi harapan bagi ribuan warga Palestina yang membutuhkan perawatan medis. “Terima kasih kepada rakyat Indonesia dan MER-C,” kata Direktur Klinik Al Aqsa B. Dukungan dan solidaritas kita tidak boleh berhenti. Mari terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dengan doa dan bantuan kemanusiaan. Setiap langkah kita adalah bagian dari harapan mereka. Selengkapnya di link ini
Tim Medis Klinik Al Aqsa B yang Didukung MER-C Berhasil Selamatkan Lansia Korban Tembakan Israel

Gaza – Tim medis Klinik Al Aqsa B, yang didukung oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), pada Minggu (3/8) berhasil menyelamatkan seorang pria lanjut usia berusia 66 tahun. Pasien datang dengan benjolan pada bagian paha karena peluru yang berada tepat di bawah kulit (subkutan). Tim dokter IGD dan dokter bedah telah berhasil melakukan tindakan untuk mengangkat peluru tersebut. Menurut keterangan tim medis, kondisi pasien saat ini sudah membaik dan akan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan dalam beberapa hari mendatang. MER-C bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH) telah memberikan dukungan operasional kepada Klinik Al Aqsa B yang terletak di Al Mawasi, Gaza Selatan, sejak 1 Desember 2024. Selengkapnya di link ini ————————————————— Medical Team of Al Aqsa Clinic B Supported by MER-C Successfully Saves an Elderly Victim from Israeli Gunfire Gaza – The medical team of Al Aqsa Clinic B, supported by the Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), on Sunday (August 3rd) successfully rescued a 66-year-old man. Patient came presented with a lump on his thigh caused by a bullet lodged just under the skin (subcutaneous). The team consisting of Emergency Room (ER) doctors and surgeons successfully removed the bullet. According to the medical team, the condition of the patient is improving and will return for further examination in the coming days. MER-C, in collaboration with the Palestinian Ministry of Health (MoH), has been providing operational support to the Al Aqsa Clinic B, located in Al Mawasi, Southern Gaza, since December 1st, 2024. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
1000 Paket Bantuan MER-C untuk Staf RS Indonesia Diterima dengan Aman

Gaza – Sebanyak 1000 paket bantuan makanan yang disalurkan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada 26-27 Juli 2025 diterima dengan aman oleh staf RS Indonesia di Gaza, yang saat ini mengungsi di Gaza City. Paket bantuan ini merupakan amanah dari almarhum dr. Marwan Al Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia. Ia melihat bagaimana staf rumah sakit tetap memberikan pelayanan kesehatan meski tanpa menerima gaji, dan kini mereka ikut merasakan kelaparan. Untuk itu mereka sangat membutuhkan bantuan. Setiap paket bantuan berisi 3 kg tepung, 1 kg tahini (saus wijen), 1 liter minyak goreng, dan 1 kg kacang lentil. Nilai per paket sekitar 600 shekel atau sekitar Rp2,9 juta. Harga tersebut relatif lebih murah dibanding sebelumnya karena masuknya beberapa bantuan ke wilayah Gaza. Mengingat kondisi Gaza saat ini, MER-C menekankan pentingnya pengorganisasian bantuan secara manusiawi. Distribusi dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan korban dan bencana baru. Untuk menjamin keamanan proses distribusi, MER-C bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH). Kolaborasi ini melibatkan banyak pihak lokal demi memastikan bantuan disalurkan dengan aman. MER-C menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan masyarakat Indonesia atas kepercayaannya. Bantuan ini bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga wujud kepedulian nyata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih berjuang di tengah blokade dan genosida penjajah Israel. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Tiba di Gaza, Tim EMT MER-C ke-9 Langsung Bertugas di RS Nasser

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) ke-9 telah berhasil memasuki Jalur Gaza, dan langsung mulai bertugas memberikan pelayanan medis. Dua relawan medis, dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS (dokter spesialis bedah saraf), dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG (dokter spesialis kebidanan dan kandungan), saat ini telah mulai bertugas di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza Selatan. Tim ini sebelumnya berangkat dalam dua tahap melalui Yordania, kemudian masuk ke Gaza melalui jalur darat bersama konvoi bantuan kemanusiaan internasional. Pada tahap pertama, dr. Eka bersama Marissa Noriti (Liaison Officer/LO) berangkat pada Selasa dini hari, 22 Juli 2025, dan berhasil masuk ke Gaza pada 27 Juli 2025. Sementara itu, dr. Regintha menyusul dalam tahap kedua yang berangkat Minggu dini hari, 27 Juli 2025, dan tiba di Gaza pada 29 Juli 2025. Tim EMT MER-C ke-9 ini merupakan kelanjutan dari misi kemanusiaan yang telah dilakukan sejak 18 Maret 2024. Pengiriman tim medis ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan untuk membantu rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, yang saat ini menghadapi situasi kemanusiaan kritis akibat genosida dan blokade yang belum berakhir. Kehadiran EMT MER-C ke-9 diharapkan dapat memperkuat pelayanan medis di RS Nasser, salah satu rumah sakit di Gaza Selatan yang masih beroperasi di tengah keterbatasan. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina
Klinik Al Aqsa B: Oase Harapan di Tengah Krisis Kesehatan Gaza

Gaza – Di tengah puing-puing kehancuran, dentuman bom, dan krisis kemanusiaan yang semakin dalam di Jalur Gaza, Klinik Lapangan Al Aqsa B di Al Mawasi, Khan Younis, hadir memberikan harapan. Klinik ini menjadi satu dari sedikit tempat yang masih beroperasi penuh hingga saat ini, memberikan layanan medis bagi ratusan ribu warga pengungsi yang terdampak agresi militer dan blokade penjajah Israel. Dalam segala keterbatasan, tim medis di Al Aqsa B terus bekerja, menjadi garda depan kemanusiaan di selatan Gaza. Sejak dimulainya dukungan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dengan kerja sama Kementerian Kesehatan Palestina (MOH) pada 1 Desember 2024, Klinik Al Aqsa B terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan serta memperluas cakupan pelayanannya. Saat ini, klinik tersebut melayani rata-rata 1.200 pasien per hari. Selama enam bulan pertama (Desember 2024 – Mei 2025), Klinik Al Aqsa B beroperasi dengan 38 tenaga medis dan staf pendukung. Seiring meningkatnya kebutuhan, jumlah personel ditambah menjadi 50 orang sejak Juni 2025. Sejumlah dukungan yang diberikan MER-C antara lain insentif penuh kepada seluruh staf sejak awal operasionalnya, bantuan lainnya seperti perlengkapan pengendalian infeksi, alat tulis kantor (ATK), serta coffee break untuk tenaga kesehatan yang menjadi bagian dari upaya mempertahankan semangat dan kenyamanan kerja di tengah situasi penuh risiko. Klinik Al Aqsa B menyediakan layanan spesialisasi yang mencakup poliklinik kedokteran keluarga, penyakit dalam, anak (pediatri), kebidanan dan kandungan, bedah, rehabilitasi medik, ortopedi, neurologi, nutrisi, dan layanan dukungan psikososial. Di wilayah Khan Younis yang menjadi tempat penampungan lebih dari 400 ribu pengungsi, Al Aqsa B adalah satu-satunya fasilitas medis dengan layanan cukup lengkap, dengan total 105.890 pasien yang telah dilayani sejak awal operasional hingga kini. MER-C sendiri saat ini telah memperpanjang keberlanjutan dan peningkatan program, mengingat manfaat besar yang dirasakan warga Gaza. MER-C berkomitmen untuk terus mendampingi, menambah kapasitas, serta menyempurnakan pelayanan Klinik Al Aqsa B.
EMT MER-C ke-9 Berangkat ke Jalur Gaza

JAKARTA – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza. Ini merupakan keberangkatan tim ke-9 sejak 18 Maret 2024. Tim EMT MER-C ke-9 ini terdiri dari tiga relawan, yaitu Marissa Noriti sebagai Liaison Officer (LO), dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS (dokter spesialis bedah saraf), dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG (dokter spesialis kebidanan dan kandungan). Keberangkatan dilakukan dalam dua tahap melalui Yordania untuk kemudian masuk ke Gaza melalui jalur darat bersama konvoi bantuan internasional. Tahap pertama, dua relawan yaitu dr. Eka dan Marissa telah berangkat pada Selasa dini hari, 22 Juli 2025. Sementara tahap kedua menyusul pada Minggu dini hari, 27 Juli 2025, dengan keberangkatan dr. Regintha. Saat ini, dr. Eka telah berhasil masuk ke dalam Jalur Gaza bersama konvoi WHO dan mulai menjalankan tugas di lapangan. Sementara itu, dua relawan lainnya masih menunggu jadwal untuk bergabung dengan konvoi WHO berikutnya. Pengiriman tim medis ini merupakan salah satu bagian dari komitmen MER-C untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang tengah mengalami genosida dan blokade berkepanjangan.