Laporan Terbaru WHO: Misi Kesehatan di Gaza terus Dihambat, Dampak Genosida Makin Meluas

Sejak gencatan senjata di Jalur Gaza berakhir pada 18 Maret 2025, hanya 21 dari 39 misi kesehatan WHO yang berhasil difasilitasi. Sisanya ditolak, dihambat, atau dibatalkan, hal ini menujukan penurunan signifikan dari periode gencatan senjata sebelumnya. WHO juga memaparkan dampak genosida Israel yang meluas di Jalur Gaza: korban jiwa dan luka terus bertambah, fasilitas kesehatan hancur, kelaparan dan malnutrisi meningkat tajam. Blokade juga memperburuk kondisi kemanusiaan dalam jangka panjang. Tak hanya di Gaza, WHO juga mencatat agresi yang terus berlangsung di Tepi Barat termasuk Yerusalem. Berdasarkan laporan terbarunya ini, WHO menyerukan gencatan senjata segera, akses kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza dan Tepi Barat, perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan, serta evakuasi medis untuk semua pasien kritis yang perlu keluar dari Gaza.
Majelis Taklim Al Hikmah Palo Lada Serahkan Donasi Rp10 Juta untuk Palestina Melalui MER-C

Aceh – Majelis Taklim Al Hikmah, komunitas ibu-ibu pengajian di Gampong Palo Lada, Aceh Utara, menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp10.000.000 kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Palestina. “Hati kami tergerak karena melihat derita saudara-saudara kita di Palestina. Kami membayangkan, bagaimana jika hal seperti itu terjadi kepada kami sendiri atau keluarga kami,” ujar salah satu perwakilan Majelis Taklim Al Hikmah. Ia juga menyebutkan bahwa memilih MER-C sebagai lembaga penyalur donasi didasari oleh kepercayaan dan rekomendasi dari ustaz yang selama ini rutin memberikan kajian di komunitas tersebut. MER-C Indonesia sangat mengapresiasi wujud nyata solidaritas dan kepedulian Majelis Taklim Al-Hikmah untuk Palestina. Semoga langkah kecil ini dapat menggerakkan lebih banyak hati untuk terus mendukung saudara-saudara kita di Palestina. Palestina membutuhkan dukungan dan bantuan kita semua. MER-C Indonesia menyampaikan apresiasi atas wujud nyata solidaritas dan kepedulian Majelis Taklim Al-Hikmah terhadap Palestina. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus memberikan dukungan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Mereka membutuhkan perhatian, doa, dan bantuan kita semua. Lebih lengkap di link ini – https://www.instagram.com/p/DJ_ZK4gTcUz/
Staf dan Relawan Tetap Bertahan, RS Indonesia Masih Rawat Pasien di Tengah Pengepungan Israel

Gaza – Meski dalam kondisi keamanan yang mengkhawatirkan, Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza masih terus beroperasi demi menyelamatkan nyawa para pasien. Hingga saat ini, sekitar 20 staf medis dan relawan lokal MER-C tetap bertahan di dalam rumah sakit. Salah satu pasien yang masih dirawat adalah seorang pemuda yang mengalami patah tulang di bagian kaki. Ibunya dengan penuh haru mengungkapkan kesedihannya atas kondisi anaknya dan memohon doa serta bantuan dari masyarakat Indonesia. Ia menunjukkan kondisi anaknya yang tengah terbaring di ruang perawatan. Selain itu, terdapat seorang anak laki-laki yang sebelumnya ditemukan tanpa keluarga di sekitar RS Indonesia. Anak tersebut kini dirawat oleh tim medis rumah sakit. Situasi di sekitar RS Indonesia semakin memburuk sejak serangan Israel kembali meningkat pada 13 Mei 2025. Warga yang tinggal di sekitar rumah sakit terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sejak 18 Mei, pasukan Israel telah beberapa kali melakukan pengepungan dan serangan langsung ke RS Indonesia. Terbaru, dalam 24 jam terakhir, RS Indonesia dikepung dari semua sisi. Suara tembakan dan ledakan terdengar nyaring tanpa henti. sementara pasukan Israel dilaporkan mulai menghancurkan hampir semua bangunan di semua sisi area rumah sakit termasuk area belakang gedung Nour Khabi yang jaraknya kurang dari 100 meter dari RS Indonesia. Dari malam hari hingga pagi ini, listrik di RS Indonesia juga padam total. Gedung Nour Al Kabi merupakan bagian dari layanan pendukung yang dibangun oleh Qatar setelah RS Indonesia berdiri. Fasilitas milik manajemen RS Indonesia ini berfungsi sebagai tempat cuci darah. Di tengah situasi mencekam, para staf dan relawan tetap bertahan untuk menyelamatkan para korban yang masih membutuhkan pertolongan. silakan lihat di link ini
Begini Kondisi Terbaru Generator RS Indonesia Usai Terbakar Akibat Serangan Israel

Gaza – Tiga unit generator milik Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza hancur dan hangus terbakar akibat serangan bom yang dilancarkan oleh penjajah Israel menggunakan drone quadcopter, Selasa (20/5). Serangan tersebut secara langsung menyasar area tempat generator berada. Ketiga generator itu hangus terbakar. Sisa-sisa kebakaran terlihat jelas di lokasi usai serangan terjadi. Satu hari Sebelum kejadian pembakaran, saat pengepungan terjadi, dua generator tersebut sempat mengalami kerusakan, setelah mendapat ijin dari penjajah, dengan penuh keberanian, staff lokal RSI, keluar dengan menggunakan baju putih dan bendera putih tanda bahwa mereka warga sipil yang hendak memperbaiki generator tersebut. Tiga generator yang disediakan MOH untuk RSI yang berkapasitas 110 KVA, 250 KVA dan 700 KVA selama ini merupakan komponen vital bagi RSI untuk pelayanan medis agar layanan di RS Indonesia bisa beroperasi. Bahkan salah satu generator yang berkapasitas besar tersebut, yaitu 700 KVA baru tiba pada 20 April 2025 dan pelistrikan serta pengaktifannya baru saja diusahakan oleh MER-C. silakan lihat di link ini
Komunitas Gerakan Kolektif Revive Palestine Serahkan Donasi untuk Palestina kepada MER-C

Jakarta – Komunitas Gerakan Kolektif Revive Palestine menyerahkan donasi sebesar Rp20.027.948 sebagai bentuk dukungan solidaritas untuk rakyat Palestina kepada MER-C. Penyerahan donasi ini dilakukan pada Rabu (21/5), oleh Selma Safira selaku Koordinator Revive Palestine dan Putri Islamiah dari Tim Media Revive Palestine. Donasi tersebut terkumpul dari tiga kegiatan yang diselenggarakan sejak Februari 2025, yaitu Revive Palestine Volume I di Join Kopi, Bulungan, Jakarta pada 22–23 Februari, Diskusi Pemantik di Makassar pada 20 April dan Bazaar Preloved di Kopi Tanah Mati pada 2 Mei. Gerakan Revive Palestine sendiri lahir pada November 2024, sebagai respons dari kegelisahan generasi muda yang ingin berkontribusi untuk Palestina namun belum menemukan ruang yang tepat. Gerakan ini kemudian hadir sebagai wadah kolektif yang menggabungkan elemen komunitas, seni, budaya, dan sektor sosial lainnya dengan pendekatan yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan. Pada April 2025, gerakan ini mulai meluaskan jangkauannya dengan membentuk Revive Palestine Chapter Makassar, sebagai langkah awal memperkuat solidaritas lintas wilayah di Indonesia.
Direktur RS Indonesia: Rumah Sakit dalam Bahaya, Kami Butuh Bantuan Dunia Internasional

Gaza – Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan Al-Sultan, menyampaikan kondisi terkini fasilitas medis tersebut dalam sebuah pernyataan video pada 17 Mei 2025, sehari sebelum serangan quadcopter dan pengepungan yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel. Dalam pesan yang ia sampaikan melalui vidio tersebut, dr. Marwan menggambarkan situasi RS Indonesia “sangat kompleks dan menyulitkan.” Namun ia menegaskan bahwa tim medis akan terus bertahan untuk para pasien. “Kami akan tetap bertahan untuk pasien-pasien kami, untuk pekerjaan kami, dan untuk orang-orang kami,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa dalam beberapa hari berturut-turut, RS Indonesia mengalami guncangan hebat akibat ledakan roket yang jatuh sangat dekat dengan bangunan rumah sakit. Akibatnya, atap lantai atas dan jendela rumah sakit runtuh. Bahkan, puing-puing bangunan sampai jatuh ke sejumlah ruang krusial seperti Unit Perawatan Intensif (ICU), ruang operasi, dan instalasi gawat darurat (IGD). “Puing-puing bahkan memutuskan sambungan oksigen pasien di ICU. Ini sangat berbahaya,” tutur dr. Marwan. Di akhir pernyataannya, ia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera bertindak. “Kami benar-benar butuh bantuan kalian. Hubungi siapapun yang bisa, di WHO, ICRC, pemerintah kalian, untuk menekan Israel agar menghentikan serangan. Kami ingin rumah sakit ini tetap aman, agar tim medis kami tetap selamat,” kata dr. Marwan. RS Indonesia merupakan salah satu dari sedikit rumah sakit yang masih beroperasi di Gaza, di tengah agresi berkepanjangan penjajah Israel. Serangan terhadap fasilitas medis akan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah di wilayah tersebut. silakan lihat di link ini
Tak Putus Asa Meski Dikepung dan Diserang, Relawan MER-C dan Staf RS Indonesia Langsung Bersih-Bersih

Gaza – Di tengah serangkaian serangan dan pengepungan penjajah Israel, relawan lokal MER-C dan staf medis di Rumah Sakit Indonesia, Gaza, tak putus asa. Sekitar 20 staf rumah sakit yang tersisa bersama relawan lokal MER-C tetap bertahan dan langsung membersihkan bagian dalam RS Indonesia yang kondisinya memprihatinkan akibat dampak serangan penjajah Israel. Kaca-kaca jendela dan plafon yang runtuh berserakan di lantai. Beberapa alat medis juga dilaporkan tertimpa reruntuhan. Bersih-bersih ini dilakukan sebelum serangan bom terbaru penjajah Israel menggunakan quadcopter pada Selasa (20/5) dini hari, yang kembali menimbulkan kerusakan. Sedikitnya tiga generator dan satu tiang pemancar menjadi target sasaran. Meski berada dalam kondisi sulit dan dengan keterbatasan makanan, para relawan tetap melanjutkan tugas kemanusiaan mereka. Sebelumnya, mmenurut nformasi dari relawan lokal MER-C pada Ahad, 18 Mei 2025, rumah sakit dikepung oleh tentara Israel yang mengerahkan quadcopter untuk memantau situasi. Pasukan penjajah berada di sekitar 500 meter dari sisi utara dan selatan rumah sakit serta melarang segala bentuk aktivitas di sekitarnya. Dalam aksi penyerangan yang terus berlanjut, tentara Israel juga dilaporkan telah merobohkan tembok pagar Rumah Sakit Indonesia yang berlogo MER-C menggunakan buldozer. Aksi ini semakin memperlihatkan eskalasi kekerasan dan penghancuran fasilitas kemanusiaan di Gaza. Meski segala tantangan dan kesulitan ini, relawan MER-C dan staf RS Indonesia tetap menunjukkan semangat dan komitmen untuk melanjutkan tugas kemanusiaan mereka. ——————————————– Unrelenting Courage Amidst Siege and Attacks: MER-C Volunteers and Indonesia Hospital Staff Clean Up Gaza – In the midst of a series of attacks and sieges by Israeli occupation forces, local MER-C volunteers and medical staff at the Indonesia Hospital in Gaza remain undeterred. Approximately 20 remaining hospital staff, along with local MER-C volunteers, have chosen to stay and are actively cleaning up the interior of the Indonesia Hospital, which is in a dire condition due to the impact of the Israeli occupation attacks. Shattered windows and collapsed ceilings litter the floors, and some medical equipment has reportedly been damaged by the rubble. This cleanup effort took place before the latest drone bombing attack by Israeli occupation forces using a quadcopter on Tuesday (20/5) early morning, which caused further damage. At least three generators and one transmission tower were targeted. Despite the challenging circumstances and limited food supplies, the volunteers remain committed to their humanitarian work. According to information from local MER-C volunteers on Sunday, May 18, 2025, the hospital was surrounded by Israeli troops who deployed quadcopters to monitor the situation. The occupation forces were positioned approximately 500 meters from the north and south sides of the hospital and prohibited any activity in the surrounding area. In the ongoing attacks, Israeli troops have also reportedly demolished the perimeter wall of the Indonesia Hospital bearing the MER-C logo using bulldozers. This act further highlights the escalating violence and destruction of humanitarian facilities in Gaza. Despite these challenges and difficulties, MER-C volunteers and Indonesia Hospital staff continue to demonstrate their dedication and commitment to carrying out their humanitarian duties. Selengkapnya : – https://www.instagram.com/p/DJ3tAaBzlAr/
MER-C Serahkan Bantuan 23 Tabung Oksigen untuk RS Indonesia di Gaza

ARSIP MER-C: Gaza, 10 Mei 2025 — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyerahkan bantuan 23 tabung oksigen kepada Rumah Sakit Indonesia di Gaza pada Jumat (10/5). Bantuan ini diberikan setelah seluruh tabung menjalani proses reparasi dan pengecatan ulang agar siap kembali digunakan. Penyerahan bantuan dilakukan oleh relawan lokal MER-C di Gaza, di tengah situasi krisis yang masih melanda Gaza termasuk di sektor kesehatan, akibat agresi dan blokade berkepanjangan penjajah Israel. “Selama bantuan masih terus berlangsung, Kami akan terus berupaya memperbaiki RS Indonesia, insyaAllah,” ujar Abed Al-Karim, relawan MER-C di Gaza. MER-C menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur di Indonesia yang terus mendukung perjuangan kemanusiaan di Gaza. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat layanan medis RS Indonesia dan membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa di tengah kondisi darurat yang masih berlangsung.
RS Indonesia di Gaza Utara Terdampak Serangan, Pelayanan Medis Terganggu

Gaza Utara (17/5) — Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Beit Lahia, Gaza Utara, kembali terdampak serangan udara tanpa henti yang dilancarkan oleh penjajah Israel. Kondisi rumah sakit memprihatinkan, dengan kaca-kaca jendela dan plafon yang berjatuhan ke lantai, mengganggu berbagai layanan medis penting seperti ruang ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, hingga poliklinik dan koridor rumah sakit. Getaran kuat dari bom yang dijatuhkan di sekitar area rumah sakit dirasakan sangat dahsyat oleh warga, bahkan seperti gempa bumi. Beberapa alat medis dilaporkan tertimpa reruntuhan akibat getaran tersebut. RS Indonesia yang sebelumnya tengah menjalani proses renovasi kini tampak sepi, menyusul evakuasi warga pada 16 Mei 2025. Warga mencari tempat perlindungan yang lebih aman, setelah rentetan serangan bertubi-tubi menghantam wilayah tersebut. Tidak hanya RS Indonesia, bangunan Wisma Joserizal yang biasanya menjadi tempat tinggal bagi para relawan Indonesia dan staf lokal MER-C juga mengalami kerusakan. Plafon runtuh dan pecahan kaca berserakan di lantai akibat dampak getaran serangan yang sangat dekat dengan bangunan tersebut. ————————————————– Indonesia Hospital and Joserizal Guesthouse in North Gaza Hit by Attacks, Medical Services Disrupted North Gaza (17/5) – The Indonesia Hospital and Joserizal Guesthouse in Beit Lahia, North Gaza, have been hit by relentless Israeli airstrikes. The hospital’s condition is dire, with shattered windows and ceilings collapsing onto the floor, disrupting critical medical services such as ICU, emergency rooms, operating theaters, and outpatient clinics. The intense vibrations from the bombs dropped nearby have been felt like an earthquake, causing damage to medical equipment. The Indonesia Hospital, which was undergoing renovation, is now deserted following the evacuation of residents on May 16, 2025, as they seek safer shelter after a series of relentless attacks. Not only the hospital but also the Joserizal Guesthouse, which serves as a residence for Indonesia volunteers and local MER-C staff, has suffered damage. The ceiling has collapsed, and shattered glass is scattered on the floor due to the impact of the nearby attacks. Selengkapnya:
Agresi Memburuk, RS Indonesia Jadi Tumpuan Harapan Para Korban di Gaza Utara

Gaza — Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza Utara, menghadapi lonjakan besar jumlah pasien akibat serangan brutal tanpa henti dari militer Israel dalam beberapa hari terakhir. Serangan yang terus meningkat sejak awal pekan ini mengakibatkan ratusan korban jiwa dan luka berat berdatangan ke RS Indonesia. “Seperti ini kondisi RS Indonesia selama empat hari terakhir. Pertumpahan darah tak berhenti sejak serangan Israel distrik sekitar RS Indonesia, banyak pasien berdatangan. Seperti ini kondisinya dalam sehari tidak kurang dari 50 syahid dan lebih dari 40 warga terluka,” ujar relawan lokal MER-C, Abed Al-Karim saat menunjukkan kondisi terkini di RS Indonesia, Jumat (16/5). Abid juga menunjukkan ruang emergency yang sangat padat. Kondisi makin mencekam karena penjajah Israel melakukan penembakan artileri terus menerus, tepat di seberang RS Indonesia, di depan gebang timur, yang menyebabkan warga lari berhamburan ketika melayat jenazah para syuhada dari keluarga dan kerabat mereka. Tak hanya di ruang emergency, kesibukan juga terjadi di ruang jenazah. Korban jiwa yang berdatangan tanpa henti membuat para petugas pemulasaran jenazah terus bekerja tanpa lelah. Akibat situasi yang memburuk, warga sekitar dan sebagian staf lokal MER-C Indonesia terpaksa harus meninggalkan wilayah tersebut untuk mencari tempat yang lebih aman. ——————————————————- Escalating Aggression, Indonesia Hospital Becomes the Hope for Victims in North Gaza Gaza – The Indonesia Hospital in Beit Lahia, North Gaza, is facing a significant surge in patients due to the relentless and brutal attacks by the Israeli military over the past few days. The escalating violence since the beginning of the week has resulted in hundreds of fatalities and injuries flooding into the Indonesia Hospital. “This is the condition at the Indonesia Hospital over the past four days. The bloodshed hasn’t stopped since the Israeli attacks in the district around the hospital, with many patients arriving. In just one day, there are at least 50 martyrs and over 40 injured,” said Abed Al-Karim, a local MER-C volunteer, describing the current situation at the Indonesia Hospital on Friday (16/5). The emergency room is extremely crowded. The situation is becoming increasingly dire due to the continuous artillery fire by the Israeli forces, right across from the hospital’s eastern gate, causing panic among the people, especially when mourning the deceased. The morgue is also overwhelmed, with the constant influx of bodies keeping the mortuary staff working tirelessly. The deteriorating situation has forced some local residents and MER-C Indonesia staff to evacuate to safer areas. The Indonesia Hospital has become the last hope for victims in North Gaza, amidst the escalating aggression and violence.