Dedikasi Relawan Lokal MER-C Gaza di Tengah Serangan Israel

Di tengah serangan brutal Israel yang terus menghantam Gaza, ada cerita tentang kesetiaan dan dedikasi yang patut diapresiasi. Relawan lokal MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) di Gaza, telah menunjukkan keberanian dan komitmen luar biasa dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah konflik yang berkepanjangan. Meskipun serangan Israel terkini telah menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan infrastruktur khususnya di Rumah Sakit Indonesia, relawan MER-C lokal tetap teguh menjalankan tugasnya. Mereka terus berjuang untuk menolong warga yang rentan dan sangat membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang terkena dampak serangan. Dengan keberanian dan ketabahan, relawan MER-C lokal terus memberikan bantuan medis dan logistik kepada warga yang membutuhkan. Mereka bekerja keras untuk memastikan bahwa warga yang terluka mendapatkan perawatan yang tepat, dan mereka yang kehilangan tempat tinggal mendapatkan bantuan yang diperlukan. Kesetiaan dan dedikasi relawan MER-C lokal ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi kita semua. Mereka telah menunjukkan bahwa di tengah konflik dan kekerasan, masih ada manusia yang peduli dan mau membantu sesama Dalam situasi yang sangat sulit ini, kita patut menauladani dedikasi relawan MER-C lokal yang telah menunjukkan keberanian dan komitmen luar biasa dalam menjalankan misi kemanusiaan. Selengkapnya : http://youtube.com/post/UgkxyJE47oYZm2V8-eaGZrvV96L5u_4CQ9xj?si=I7w_UyYDuWbqQe25
Serangan Bom Kembali Hantam Area Dekat RS Indonesia, Lebih dari 15 Syahid dan Puluhan Luka Berat

Gaza — Bom besar penjajah Israel dilaporkan menghantam sebuah masjid kecil yang digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi UNRWA di wilayah At-Taubah, Gaza, Kamis (15/5). Masjid yang terletak sekitar 500 meter dari Rumah Sakit Indonesia menyebabkan sedikitnya lebih dari 15 orang syahid dan 20 lainnya mengalami luka berat. Serangan terjadi hanya berselang sekitar tiga jam setelah bom pertama dijatuhkan di lokasi lain, sekitar 200 meter dari RSI. Beruntung, dalam insiden pertama tidak ada korban jiwa karena warga di sekitar lokasi telah lebih dulu mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman. Namun, serangan kedua yang menyasar masjid ini menyebabkan korban berjatuhan. ——————————————— Bomb Attack Hits Area Near Indonesia Hospital Again, Over 15 Martyred and Dozens Seriously Injured Gaza – A large bomb reportedly struck a small mosque used as a UNRWA refugee shelter in the At-Taubah area of Gaza on Thursday (15/5). The mosque, located approximately 500 meters from the Indonesia Hospital, resulted in at least 15 people martyred and 20 others seriously injured. The attack occurred just three hours after the first bomb was dropped in another location, about 200 meters from the Indonesia Hospital. Fortunately, there were no fatalities in the first incident as residents in the surrounding area had already evacuated to safer locations. However, the second attack targeting the mosque resulted in numerous casualties. Selengkapnya: – https://www.instagram.com/p/DJrQiSYTfV5/?img_index=1
50 Jenazah Syuhada Dimakamkan dengan Layak: Tim Pemulasaran RS Indonesia, Gaza

Di tengah sistem kesehatan yang nyaris lumpuh akibat agresi dan blokade penjajah Israel, Rumah Sakit Indonesia terus berjuang menangani para korban, baik yang terluka maupun yang syahid. Terbaru, sebanyak 50 jenazah syuhada dari serangan brutal di Kamp Jabalia pada Rabu (13/5) dievakuasi ke RS Indonesia. Dengan segala keterbatasan, tim pengurus jenazah berusaha agar mereka dimakamkan secara layak. Abu Utsman, salah satu tim pemulasaran jenazah RS Indonesia, menyampaikan terima kasih kepada MER-C dan masyarakat Indonesia atas perhatian dan bantuan yang diberikan, terutama bantuan ruang penyimpanan dan pemulasaran jenazah. Selain itu, MER-C juga baru saja mengirimkan 710 lembar kain kafan yang sangat dibutuhkan di tengah kelangkaan dan harga yang tinggi. Selengkapnya :
Serangan Brutal di Kamp Jabalia, Puluhan Korban Syahid dan Luka-luka Dilarikan Ke RS Indonesia

BREAKING NEWS Gaza — Sedikitnya 50 warga Gaza dilaporkan syahid dan 54 orang lainnya mengalami luka berat akibat serangan udara terbaru penjajah Israel di Kamp Jabalia, Gaza utara, Rabu (14/5). Seluruh korban serangan yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara. Jenazah para syuhada disemayamkan dan dikafani di ruang jenazah yang berada di depan Wisma Joserizal Jurnalis. Serangan di Kamp Jabalia ini menimbulkan duka mendalam di tengah keterbatasan pasokan medis dan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Salah satu staf lokal MER-C mengatakan, sebelumnya juga terjadi pembantaian besar di Khan Yunis, dekat Rumah Sakit Eropa. Ia menambahkan, saat ini tim pertahanan sipil dilarang melakukan penyelamatan di daerah yang diserang. Pasukan Israel memberlakukan blokade udara yang ketat dan mengklaim bahwa ini adalah operasi pembunuhan besar. “Blokade udara ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari untuk memastikan target operasi benar-benar tewas. Kemungkinan akan ada kemajuan pasukan darat dan pengepungan total daerah tersebut,” ujarnya.
Liaison Officer EMT MER-C Pulang ke Tanah Air Usai Setahun Jalankan Misi Kemanusiaan di Gaza

Jakarta – Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) MER-C, Marissa Noriti, tiba di Indonesia pada Ahad (11/5), usai setahun menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Sejak agresi militer pecah pada 7 Oktober 2023, Marissa telah beberapa kali memasuki wilayah Gaza guna mendukung pelaksanaan program-program kemanusiaan MER-C, termasuk pengiriman relawan medis ke wilayah tersebut. Marissa pertama kali masuk ke Jalur Gaza pada 18 Maret 2024. Setelah sempat pulang ke Indonesia, ia kembali bertugas dan memasuki Gaza untuk kedua kalinya pada 16 Juli 2024. Dalam misi terakhirnya, ia bertugas selama enam bulan sebelum akhirnya kembali ke tanah air pada 11 Mei 2025. Selama bertugas, Marissa aktif memberikan informasi terkait kondisi terkini di Gaza, mengoordinasikan bantuan dan program-program kemanusiaan MER-C, serta menjalin kerja sama dengan World Health Organization (WHO) untuk mendukung pengiriman relawan medis dari MER-C Indonesia. Meski merasa bahagia bisa kembali ke tanah air, Marissa mengaku berat meninggalkan Gaza yang masih berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. “Serangan masih terjadi. Yang lebih memprihatinkan, sejak awal Ramadhan tidak ada satu pun bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza. Masyarakat mengalami kelaparan yang sangat parah, kesulitan mendapatkan bahan makanan, harga-harga kebutuhan pokok sangat mahal. Tapi di sisi lain, mereka tetap teguh untuk bertahan di tanah kelahirannya, apa pun risiko yang dihadapi,” ungkap Marissa. Ia menambahkan bahwa saat ini, sejumlah program kemanusiaan MER-C masih di Jalur Gaza masih terus berjalan, di antaranya proses renovasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza masih berlangsungnya dengan dukungan staf lokal MER-C. Kemudian program Klinik Al Aqsa B di Khan Younis Gaza Selatan juga tetap beroperasi. MER-C juga berkomitmen akan kembali mengirimkan tim medis untuk mendukung layanan kesehatan di Gaza. Marissa menyatakan kesiapannya untuk kembali ditugaskan dalam misi kemanusiaan ke Gaza. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan nyata bagi rakyat Palestina. “jangan pernah berhenti memberi dukungan untuk warga Gaza, jangan pernah lelah karena ini memang perjuangan yang sangat panjang. Jangan biarkan saudara kita sendirian. Dengan tetap bersama mereka memberikan harapan untuk bertahan, untuk lebih semangat lagi berjuang demi kemerdekaan bangsanya,” tutur Marissa.
MER-C Salurkan Donasi Kain Kafan ke RS Indonesia di Gaza Utara

Gaza – Pada 8 Mei 2025, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan donasi berupa kain kafan ke Rumah Sakit Indonesia. Donasi diterima oleh staff lokal MER-C, Abeed dan Durghom, di Wisma Joserizal Jurnalis, Beit Lahiya, Gaza Utara. Donasi kain kafan ini berjumlah 2600 meter persegi atau sekitar 710 lembar. Kain kafan ini merupakan hasil donasi dari masyarakat Indonesia yang sangat peduli dengan kondisi kemanusiaan di Gaza. Setelah diterima, kain kafan tersebut langsung diserahkan ke RS Indonesia dan kamar jenazah yang terletak di depan Wisma Joserizal. Donasi ini sangat dibutuhkan karena persediaan kain kafan di Gaza sangat menipis, bahkan pernah mengalami kekosongan akibat banyaknya serangan dari penjajah Israel yang menyebabkan korban syahid terus berdatangan. Harga kain kafan yang diberikan ini juga sangat mahal, yaitu mencapai 20 ribu shekel atau setara dengan Rp 92 juta, karena kelangkaan pasokan bahan tersebut. Donasi ini diharapkan dapat membantu RS Indonesia dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para korban serangan Israel.
Dewan Syari’ah Kota Surakarta Serahkan Donasi untuk Palestina Lewat MER-C

Surakarta — Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) menyerahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp600 juta untuk rakyat Palestina kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Jumat pagi, 9 Mei 2025. Penyerahan donasi ini dihadiri oleh perwakilan MER-C pusat Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, Kepala Divisi Humas Diana Caroline, dan anggota tim humas Riny Nurmarita, serta sejumlah perwakilan pengurus MER-C Yogjakarta. Dari pihak DSKS, acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Rois DSKS Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir, Sekretaris Dewan Syuro Ustaz Muhammad Yusuf Soeparno, Anggota Dewan Syuro Ustaz Shobarin Syakur, serta para ulama seperti Ustaz Muhammad Halim, KH. Abdul Halim, dan Ustaz Wasono Nurhadi. Gaffar Ismail selaku staf bendahara DSKS juga turut hadir. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh DSKS dalam kegiatan “Malam Keprihatinan dan Solidaritas Gaza” yang digelar pada 13 April di Surakarta, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina. “Alhamdulillah pada hari ini kita serahkan kepada MER-C sejumlah 600 juta rupiah dan tentu ini adalah sebuah harapan dan bentuk daripada kebersamaan umat Islam Surakarta untuk saudara saudara kami kaum muslimin yang berada di Jalur Gaza,” ujar Rois DSKS Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir. Ia juga mengatakan, semua ini adalah bentuk kecintaan kepada warga Gaza, dan berharapan semoga Allah Swt segera memberikan kemerdekaan dan kebebasan kepada mereka. “Begitu juga kepada tim MER-C yang terus berjuang menyalurkan bantuan bantuan dan dan memberikan fasilitas serta pelayanan kesehatan untuk saudara-saudara kita di Gaza, semoga Allah Swt memberikan kekuatan kepada tim MER-C dan memberikan pahala yang begitu besar disisi Allah Swt, serta terus mencurahkan keberkahan kepada siapapun yang terlibat dalam membantu saudara-saudara kita di Gaza,” tuturnya.
Empat Syuhada dan 15 Korban Luka-Luka Serangan Israel Dilarikan ke RS Indonesia

Gaza — Empat syuhada dan 15 korban luka-luka akibat serangan Israel dilarikan ke RS Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara, pada Rabu (7/5). Sejak gencatan senjata berakhir dan penjajah Israel kembali menggempur Jalur Gaza pada 18 Maret lalu, korban sipil kembali berjatuhan. RS Indonesia yang tengah perlahan pulih menjadi salah satu tumpuan bagi warga Gaza, di tengah sistem kesehatan yang terus memburuk akibat agresi dan blokade berkepanjangan. Meski sejumlah kerusakan sudah mulai diperbaiki, namun fasilitas yang ada di RS Indonesia masih sangat terbatas.
MER-C Siagakan Tim Medis dalam Aksi Demo Mahasiswa “Selamatkan Pendidikan Indonesia”

Jakarta, 2 Mei 2025 — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menurunkan tim medis dalam aksi demonstrasi mahasiswa bertajuk “Selamatkan Pendidikan Indonesia” yang digelar di depan Gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Jakarta Pusat, Kamis (2/5). Aksi ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Dalam upaya mendukung keselamatan peserta aksi, MER-C mengerahkan delapan personel yang terdiri dari dua orang dokter, tiga perawat, dan tiga relawan non-medis. Tim ini disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama dan layanan medis darurat kepada para mahasiswa yang mengikuti unjuk rasa. Aksi tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk perwakilan dari ISMKI dan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Mereka melakukan long march dari kawasan Al Azhar/Taman Patra hingga ke depan Gedung Kemendikbud Ristek untuk menyuarakan berbagai tuntutan, di antaranya pendidikan gratis, kesejahteraan tenaga pendidik, dan penolakan terhadap aparat yang memasuki kampus. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, sempat menemui massa aksi yang telah berkumpul di depan kantornya. Lima perwakilan mahasiswa menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan keberadaan tim medis di lokasi, MER-C berharap dapat membantu memastikan keselamatan dan kesehatan para mahasiswa yang mengikuti aksi demo ini.
Kelaparan dan Malnutrisi Meluas di Gaza Utara, Tenaga Medis Terimbas

Kondisi kelaparan juga sangat terasa di wilayah utara Jalur Gaza. Dr. Basel Al-Basyouni, Dokter Spesialis Ortopedi di Rumah Sakit Indonesia, menyebut bahwa wilayah ini kini menderita kelaparan luar biasa di tengah genosida yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel. Blokade yang terus berlanjut menyebabkan lonjakan harga bahan pangan yang drastis, sehingga penduduk Gaza kesulitan memenuhi kebutuhan makanan pokok. Dr. Basel bahkan harus membagi sepotong roti kepada seluruh anggota keluarganya. Kekurangan gizi menyebabkan penyembuhan luka pasien menjadi sangat lambat atau bahkan gagal. “Pasien-pasien ini membutuhkan nutrisi yang sehat dan makanan yang mengandung protein, vitamin, karbohidrat, dan gula,” kata dr. Basel. Kondisi yang terus memburuk juga berdampak kepada tenaga medis, yang mengalami kelelahan akut dan kehilangan berat badan akibat kurangnya makanan.