MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Bantuan 35 Ribu Liter Solar dari Rakyat Indonesia Tiba di RS Indonesia Gaza

Gaza – Satu tangki solar berkapasitas 35.000 liter bantuan rakyat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza Utara, akhirnya tiba pada Selasa (24/3).  Kedatangan tanki solar ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama RS Indonesia, dr. Marwan Sultan.  Ketua Emergency Medical Team (EMT) 8 MER-C Indonesia dr. Tonggo Meaty Fransisca mengatakan, bantuan ini menjadi langkah krusial dalam upaya menjaga operasional rumah sakit di tengah krisis listrik yang melanda Gaza akibat blokade Israel. “Sejak agresi terbaru, pasokan listrik di Gaza terputus total, memaksa rumah sakit mengandalkan generator berbahan bakar solar untuk tetap beroperasi. Namun, dengan harga bahan bakar yang semakin mahal dan sulitnya mendapatkan tangki baru, MER-C akhirnya memilih tangki solar bekas berkapasitas besar di daerah Gaza City,” ujarnya.  Ia menuturkan, meski kondisinya tidak sempurna, dengan beberapa lubang yang harus diperbaiki, tangki ini tetap menjadi solusi terbaik. Proses perbaikan tangki berlangsung dalam kondisi sulit dan diawasi langsung oleh relawan MER-C setiap hari, bahkan di tengah situasi perang.  Setelah selesai diperbaiki, tangki ini dicat dengan warna bendera Indonesia sebagai tanda bahwa ini adalah persembahan dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Gaza, khususnya di wilayah utara. Bantuan ini menjadi bukti solidaritas dan dukungan berkelanjutan dari rakyat Indonesia untuk Palestina, terutama dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di tengah blokade dan agresi yang terus berlangsung.

MER-C Silaturahim Palestina, Laporkan Kegiatan Kemanusiaan di Gaza

Jakarta, 24 Maret 2025 – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melakukan silaturahim dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Dr. Zuhair Al Shun, di Kantor Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, pada Senin (24/3). Delegasi MER-C dalam pertemuan ini terdiri dari Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., relawan EMT MER-C ke-7 dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD, serta Direktur Utama MER-C Training Center (MTC), dr. Naenda Stasya, MARS. Dalam kesempatan ini, MER-C melaporkan berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan untuk membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza.  Dr. Zuhair Al Shun menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Indonesia terhadap perjuangan dan penderitaan rakyat Palestina. Ia juga menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dan amanah dalam mengelola donasi yang diberikan oleh masyarakat. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen MER-C dalam mendukung Palestina melalui berbagai misi kemanusiaan, termasuk bantuan medis dan pembangunan infrastruktur kesehatan di Gaza. Sejak agresi pertama kali pecah pada 7 Oktober 2023, MER-C terus berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza. MER-C pertama kali mengirimkan tim medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) pada 18 Maret 2024. Hingga kini, MER-C telah mengirimkan puluhan relawan medis yang terdiri dari dokter umum dan spesialis, perawat, serta bidan.

Ketua Presidium MER-C Bagikan Pengalaman Misi Kemanusiaan di Gaza kepada DPP HIMBARSI

Jakarta – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., dan relawan MER-C Puren Prasetiyadi, Amd.Kep., membagikan pengalaman saat menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza kepada Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (DPP HIMBARSI). Melalui acara yang digelar daring pada Jumat, 22 Maret 2024, mereka berbagi pengalaman langsung saat bertugas, termasuk perjuangan tim medis dalam memberikan bantuan serta layanan kesehatan di Gaza, Palestina. Dalam kesempatan ini, MER-C juga memperkenalkan jajaran presidium yang baru kepada pengurus HIMBARSI. DPP HIMBARSI sendiri berencana untuk terus menggalang donasi dari anggotanya agar bantuan yang terkumpul bisa lebih maksimal dan nantinya akan disalurkan melalui MER-C. Dr. Hadiki dan Puren Prasetiyadi, bersama dua relawan medis lainnya, dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD., serta dr. Eka Budhi Satyawardhana, Sp.BS., sebelumnya tergabung dalam EMT MER-C ke-7 yang bertugas di Jalur Gaza, selama lebih dari satu bulan. EMT MER-C ke-7 bertolak dari Jakarta ke Yordania pada Kamis (23/1) dan berhasil masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi WHO pada Selasa (28/1). Selama bertugas di Gaza, tim ini berhasil mengaktifkan kembali sejumlah layanan penting di Rumah Sakit Indonesia, termasuk instalasi gawat darurat (IGD), layanan rawat jalan, serta rawat inap, di tengah proses renovasi yang masih berlangsung. Selain memberikan pelayanan medis, EMT MER-C ke-7 juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, seperti air bersih, sembako, dan makanan siap saji.

???????? ?????? ??????? ??? ???? ??????, ?? ????? ?????? ?????????? ?? ?? ?????????

Gaza – Penjajah Israel kembali menyerang wilayah Beit Hanoun, Gaza Utara, pada Senin (24/3), mengakibatkan sedikitnya 10 orang syahid dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia. Salah satu korban yang dilaporkan syahid  adalah Hossam Shabat, seorang jurnalis Al Jazeera yang tengah meliput situasi di wilayah tersebut.  Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-8 dr. Tonggo Meaty Fransisca yang saat ini bertugas di Jalur Gaza mengatakan ledakan terus terdengar dari RS Indonesia.  Penjajah Israel kembali melakukan serangan besar-besaran sejak Selasa (18/3), mengakhiri kesepakatan senjata yang sebelumnya telah berlaku sejak 19 Januari 2025.

Kementerian BUMN Salurkan Donasi Kemanusiaan untuk Palestina Melalui MER-C

Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyalurkan donasi kemanusiaan untuk Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia. Penyerahan donasi dilakukan bersamaan dengan Tabligh Akbar Ramadhan 1446 H di Masjid Ar Rayyan, Jakarta, pada Senin (17/3), dalam rangka memperingati Nuzulul Quran.  Donasi diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Kementerian BUMN, Bapak Andus, kepada relawan MER-C Indonesia, dr. Ni Nyoman Indira.  “Momentum Ramadhan dan Nuzulul Quran ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbagi dan membantu sesama, termasuk saudara-saudara kita di Palestina yang tengah mengalami kesulitan,” ujar Pak Andus dalam sambutannya. Selain penyerahan donasi untuk Palestina, acara Tabligh Akbar ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim, pegawai Kementerian BUMN, serta pengelola gedung.  Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian BUMN dalam menebarkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial selama bulan suci Ramadhan. Dengan adanya bantuan ini, Kementerian BUMN berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima donasi serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan.

Solid Pangsion Serahkan Donasi untuk Palestina Melalui MER-C

Jakarta – Solid Pangsion, Rawalumbu, Bekasi, menyerahkan donasi untuk Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi diserahkan langsung di Kantor Pusat MER-C Di Jakarta, oleh perwakilan Solid Pangsion pada Senin (17/3). Perwakilan Solid Pangsiun mengatakan donasi terkumpul dari program Jumat berkah, yang dalam bulan-bulan tertentu memang dialokasikan untuk Palestina. “Kami percaya kepada MER-C karena kita lihat sendiri kegiatan-kegiatannya juga banyak di Palestina. Harapanya yang terbaik, apa yang kita berikan ini bisa bermanfaat untuk Palestina,” ujarnya.

Di Tengah Gempuran, Rekonstruksi RS Indonesia di Gaza Utara Terus Berjalan

Gaza – Meskipun serangan kembali terjadi di Gaza Utara, MER-C tetap berkomitmen melanjutkan proses rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia.  Di bawah pengawasan Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia ke-8 yang diketuai dr. Tonggo Meaty Fransisca, tim konstruksi lokal dan sejumlah relawan setempat juga terus melakukan proses rekonstruksi. Pada Kamis (20/3), para pekerja mulai merapikan area sekitar gas station, membersihkan puing-puing, serta merapikan gudang RS Indonesia yang terdampak akibat serangan berkepanjangan. Dr. Meaty mengatakan, kerusakan di RS Indonesia dan sekitarnya terjadi akibat serangan yang terus berlanjut sejak 2023, membuat fasilitas rumah sakit tidak dapat beroperasi secara maksimal. Oleh karena itu, upaya rekonstruksi dilakukan agar layanan medis dapat kembali berjalan optimal. Ia menjelaskan, beberapa langkah lainnya yang telah dilakukan dalam proyek ini antara lain pembangunan gudang penyimpanan barang medis, penggalian tanah untuk pemasangan pipa saluran, serta pembersihan puing-puing bangunan oksigen yang sebelumnya hancur.  “Namun, kondisi keamanan yang masih tidak stabil menyebabkan beberapa proyek renovasi harus ditunda hingga situasi lebih memungkinkan,” tuturnya.  Di tengah agresi yang masih berlangsung, EMT MER-C ke-8 dan tim medis lokal berusaha tetap memastikan RS Indonesia dapat berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan bagi masyarakat Gaza.

Relawan MER-C Bagikan Pengalaman saat Bertugas di Gaza kepada Jamaah Masjid Jamie Mekar Indah

Jakarta – Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berbagi pengalaman selama bertugas di Gaza, Palestina, kepada jamaah Sholat Tarawih di Masjid Jamie Mekar Indah, Cikarang Utara, Bekasi, Selasa (11/3).  Acara ini menghadirkan dr. Fahmi Anshori, Sp.OT, relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C pertama yang bertugas di Gaza pasca serangan 7 Oktober 2023. Kegiatan ini diinisiasi oleh pengurus masjid yang ingin memberikan wawasan langsung kepada jamaah mengenai kondisi terkini di Gaza, terutama akibat agresi Israel yang terus berlangsung.  Dalam sesi sharing ini, dr. Fahmi Anshori menceritakan kondisi medis di lapangan, tantangan yang dihadapi para tenaga medis, serta perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi krisis kemanusiaan. Sebagai bentuk kepedulian, pengurus masjid kemudian mengadakan penggalangan donasi, yang terkumpul diserahkan kepada MER-C pada 15 Maret 2025, untuk disalurkan kepada mereka warga Gaza.

Israel Kembali Serang Gaza, Belasan Korban Dilarikan ke RS Indonesia

Jalur Gaza – Serangan udara kembali menghantam wilayah Gaza Utara, pada Selasa dini hari (18/3), tepat menjelang waktu sahur.  Serangan ini mengakibatkan sedikitnya 13 warga mengalami luka-luka, dari ringan hingga kritis. Korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia untuk mendapatkan perawatan medis. Serangan terjadi sekitar pukul 02.00 waktu Gaza, ketika warga tengah bersiap untuk sahur, di tengah gencatan senjata yang seharusnya masih berlaku. Serangan ini menunjukkan bahwa ketegangan di Gaza belum mereda. Warga Palestina kembali menjadi sasaran, menambah deretan korban yang terus berjatuhan akibat agresi yang tak kunjung usai. Sebelumnya, RS Indonesia juga menangani korban serangan Israel di Beit Lahia pada Sabtu (15/3), yang mengakibatkan sembilan orang syahid dan enam lainnya luka-luka.  Kantor Perdana Menteri Netanyahu mengatakan, Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz telah memerintahkan militer Israel untuk mengambil tindakan tegas terhadap Hamas di Jalur Gaza dan mengumumkan dimulainya kembali perang.  Selain di Beit Lahia, serangan Israel juga menyebabkan korban syahid dan luka-luka lainnya di Beit Hanoun, serta di wilayah Al Mawasi, Khan Yunis.

Pererat Silaturahim, Tim MER-C Indonesia Sholat Jumat Bersama Warga Gaza

Bayt Lahiya, Gaza Utara – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia melaksanakan ibadah Sholat Jumat bersama warga di Masjid Rubbah, Bayt Lahiya, Gaza Utara, pada 14 Maret 2025.  Momentum ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antara tim MER-C dan masyarakat setempat di tengah kondisi yang penuh tantangan. Masjid Rubbah, yang terletak sekitar 50 meter dari Rumah Sakit Indonesia, sebelumnya tengah menjalani proses renovasi sebelum serangan terbaru terjadi. Meskipun demikian, masjid ini masih mampu menampung sekitar 700 jamaah.  Pada pelaksanaan Sholat Jumat kali ini, sekitar 500 jamaah turut hadir untuk menjalankan ibadah yang hukumnya wajib bagi laki-laki Muslim ini.  Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan ibadah, di mana jamaah tetap teguh menjalankan kewajiban di tengah situasi sulit. Seusai Sholat Jumat, dilakukan prosesi penyalatan seorang syahid yang gugur akibat agresi yang terjadi di Gaza. Kehadiran tim MER-C juga sebagai bentuk solidaritas dan dukungan bagi masyarakat Gaza yang terus berjuang di tengah kondisi konflik berkepanjangan.  Saat ini ada lima relawan MER-C yang masih bertugas di Jalur Gaza. Tim EMT ke-8 terdiri dari lima relawan, yaitu dua dokter umum (dr. Tonggo Meaty Fransisca dan dr. Miftahul Masruri), satu dokter spesialis anestesiologi (dr. Wahyu Bimantoro, Sp.An-TI.), satu perawat (Ade Andrian, S.Kep., Ns., M.Kep.), dan satu bidan (Indah Meliya Sari, Amd.Keb.) dan Liaison Officer Marissa Noriti.

Silahkan bertanya?