Tiba di Beirut, Tim MER-C Disambut Dubes RI untuk Lebanon

Beirut – Kedatangan Tim Assessment MER-C untuk Misi Kemanusiaan Lebanon pada Sabtu (30/5/2026) disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar. Tim Assessment MER-C berangkat dari Jakarta pada Jumat (29/5/2026). Tim terdiri atas tiga relawan medis, yakni dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Misi kemanusiaan MER-C untuk Lebanon dilaksanakan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta sebagai respons atas permintaan bantuan yang disampaikan Pemerintah Lebanon melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta. Tim Assessment ini bertugas membuka jalan bagi pengiriman tim MER-C berikutnya. Selama berada di Lebanon, tim akan memastikan aspek keamanan bagi relawan yang akan diberangkatkan selanjutnya, mengidentifikasi kebutuhan bantuan kemanusiaan yang paling mendesak, serta memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, tim juga akan menentukan jenis bantuan yang diperlukan serta menyusun komposisi tim yang paling sesuai. Langkah ini dilakukan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Lebanon. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Menembus Blokade, Menghadirkan Layanan Kesehatan untuk Gaza

Genosida yang berlangsung sejak 2023 serta blokade yang semakin ketat membawa Jalur Gaza ke dalam krisis kemanusiaan yang kian memburuk. Sektor kesehatan menjadi salah satu yang paling terdampak. Fasilitas medis lumpuh, obat-obatan esensial semakin langka, sementara ancaman wabah penyakit terus meningkat. Tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan juga tak luput dari serangan. Banyak di antara mereka yang gugur, terluka, maupun ditahan. Kondisi ini menyebabkan tenaga medis yang tersisa harus bekerja dalam keadaan kelelahan di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan. Merespons situasi ini, MER-C Indonesia terus hadir bersama masyarakat Gaza dengan mengupayakan pelayanan kesehatan yang lebih baik melalui pengiriman langsung tim medis dari berbagai disiplin spesialis. Sejak 18 Maret 2024 hingga hari ini, MER-C telah memberangkatkan 13 tim untuk bertugas di Jalur Gaza. Kehadiran mereka telah membantu memperkuat layanan kesehatan di tengah keterbatasan tenaga medis dan tingginya jumlah pasien yang harus ditangani. Tidak hanya memberikan pelayanan klinis, tim medis MER-C juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui kuliah ilmiah di berbagai rumah sakit Gaza. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza
Klinik Giving Without Borders di Gaza Selatan Kembali Gelar Kuliah dan Penyuluhan Kesehatan

Gaza – Keterbatasan tidak menghalangi Klinik Giving Without Borders (GWB) di Gaza Selatan untuk terus berkembang dan meningkatkan layanan kesehatan bagi warga Gaza. Dengan dukungan MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina, berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Upaya tersebut meliputi perbaikan fasilitas, penambahan layanan dan peralatan medis, pelatihan bagi staf, kuliah untuk mahasiswa, hingga edukasi dan penyuluhan kesehatan bagi pasien serta warga. Terbaru, Klinik Giving Without Borders kembali menggelar sesi kuliah bagi mahasiswa kedokteran serta penyuluhan kesehatan untuk warga dan pasien. Di tengah krisis dan keterbatasan layanan kesehatan akibat blokade serta genosida yang terus berlangsung, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung sektor kesehatan di Jalur Gaza. Bagi mahasiswa, sesi kuliah ini digelar untuk menunjang kegiatan akademik sekaligus menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik karena sejak genosida berlangsung pada Oktober 2023, akses terhadap pendidikan menjadi semakin sulit. Kuliah dan penyuluhan kesehatan merupakan salah satu program rutin Klinik Giving Without Borders yang dilaksanakan dengan dukungan MER-C Indonesia. Selain itu, pelatihan bagi staf medis Klinik GWB juga rutin diselenggarakan, mencakup pengembangan klinis dan sesi peningkatan kesadaran guna meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan serta menjaga standar pelayanan yang tinggi. selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Pengadaan Obat dari MER-C Bantu Tingkatkan Layanan di Klinik Giving Without Borders Gaza

Gaza – MER-C baru-baru ini melakukan pengadaan sejumlah obat-obatan penting untuk Klinik Giving Without Borders di Gaza selatan yang sebelumnya langka dan sangat mahal di pasaran. Dokter umum Klinik Giving Without Borders, dr. Seham Al-Dali, mengatakan kehadiran obat-obatan ini sangat membantu dalam mengurangi beban pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di klinik. “Beberapa obat ini sangat penting selama masa kehamilan dan untuk kondisi ginekologis secara umum, seperti obat hormonal dan Duphaston, yang sebelumnya sulit didapatkan. Jadi, terima kasih kepada MER-C Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Konsultan Oftalmologi dr. Emad Sadeq menjelaskan, sebelumnya banyak pasien mengalami kekurangan obat-obatan, terutama obat mata untuk penyakit kronis seperti glaukoma. “Jika pasien tidak mengkonsumsi obat, mereka bisa kehilangan penglihatan. Kami telah melalui periode panjang tanpa akses terhadap obat tetes mata dan perawatan esensial,” katanya. Ia menambahkan, ketersediaan obat-obatan ini telah berperan besar dalam menyelamatkan penglihatan banyak pasien di Gaza. Akses terhadap layanan kesehatan seharusnya tidak menjadi sebuah hak istimewa. Setiap pasien berhak mendapatkan kesempatan untuk sembuh. Karena itu, MER-C terus berupaya membantu memaksimalkan layanan kesehatan di Jalur Gaza di tengah blokade dan agresi yang masih berlangsung hingga saat ini. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Didukung MER-C, Klinik Giving Without Borders Gaza Terus Perkuat Layanan Laboratorium

Gaza – Klinik Giving Without Borders di Jalur Gaza yang didukung MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas, salah satunya melalui pengembangan layanan laboratorium. Layanan laboratorium di Klinik Giving Without Borders mulai dibuka pada Desember 2025 di tengah keterbatasan akibat blokade dan agresi penjajah Israel yang terus berlangsung. Pada tahap awal, seluruh pekerjaan laboratorium dilakukan secara manual dan berbasis rapid test. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan seperti urinalisis dan hemoglobin secara manual karena belum tersedianya peralatan yang lengkap. Namun, dengan dukungan berkelanjutan dari MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina, layanan laboratorium terus berkembang secara bertahap. Kepala Laboratorium, Jihan Al-Atamneh, mengatakan laboratorium tersebut saat ini memiliki empat bagian utama, yaitu Unit Pengambilan Sampel, Unit Hematologi, Unit Kimia, dan Unit Parasitologi. Jihan menambahkan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah alat pemeriksaan Complete Blood Count (CBC). Banyaknya permintaan pemeriksaan CBC menyebabkan beban kerja laboratorium meningkat dan pelayanan kepada pasien menjadi lebih lambat. Ia juga mengatakan laboratorium masih membutuhkan perluasan ruangan dan penambahan jumlah staf untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas layanan bagi pasien. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Perkuat Kapasitas Emergency Medical Team di Level Internasional, MER-C Indonesia Ikuti EMT-FTX di Malaysia

Selangor – Tim MER-C Indonesia berkesempatan mengikuti Emergency Medical Team – Field Training Exercise (EMT-FTX) yang diselenggarakan oleh Mercy Malaysia pada 7–10 Mei 2026 di Kuala Kubu Bharu. Tim MER-C Indonesia dalam kegiatan ini terdiri dari 1 team leader, 1 liaison officer, 1 dokter bedah ortopedi, dan 2 perawat yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian pelatihan dan simulasi lapangan. Dalam kegiatan ini, peserta terlibat langsung dalam pembangunan dan operasional Rumah Sakit Lapangan EMT Type 1 Fixed, mulai dari medical tent, logistik, pengelolaan limbah, kelistrikan, keamanan, hingga CFS (Child-friendly Space). Selain sesi kelas, peserta juga mengikuti simulasi respons bencana dengan skenario utama kebakaran dan berbagai dinamika lapangan yang menguji koordinasi, komunikasi, serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami implementasi sistem kerja EMT internasional, command structure, serta workflow operasional dalam situasi darurat dan bencana yang kompleks. Tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dan teamwork, pelatihan ini juga menjadi sarana benchmarking dan penguatan kapasitas bagi MER-C Indonesia dalam persiapan menuju proses sertifikasi EMT. Dari latihan ini, kami belajar bahwa keberhasilan operasi kemanusiaan bukan hanya tentang pelayanan medis, tetapi juga tentang koordinasi lintas fungsi, keamanan, manajemen stakeholder, dan kemampuan beradaptasi di tengah situasi yang terus berubah. Selengkapnya di link ini #EMT #EmergencyMedicalTeam #DisasterResponse #MERCIndonesia #MercyMalaysia #FieldTrainingExercise #HumanitarianMission #EmergencyPreparedness #MedicalTeam #DisasterManagement
MER-C Kecam Pencegatan dan Penculikan Aktivis Kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh Israel

Jakarta – MER-C Indonesia mengecam tindakan pasukan Angkatan Laut Israel mencegat armada misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 pada Senin (18/5) di perairan internasional sekitar Siprus, Mediterania Timur. Dalam insiden tersebut, ratusan aktivis kemanusiaan, termasuk sembilan warga negara Indonesia di antaranya dua jurnalis Republika, satu jurnalis Tempo dan satu jurnalis iNews, ditahan saat menjalankan misi menuju Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade. Sedikitnya sepuluh kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla dilaporkan dicegat oleh pasukan Israel, di antaranya bernama Zapyro, Barbaros, Josef, Blue Toys, Ozgurluk, Bora Lize, dan Kasr-1. MER-C menilai pencegatan terhadap kapal bantuan sipil yang tidak bersenjata di perairan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Tindakan ini juga semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang hingga kini masih berada di bawah blokade. MER-C mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna menjamin keselamatan para aktivis kemanusiaan serta memastikan pembebasan seluruh awak dan kapal yang ditahan. Di tengah blokade dan pelanggaran gencatan senjata yang masih terus terjadi, warga Gaza menghadapi kondisi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan. Untuk itu, MER-C menyerukan agar akses bantuan kemanusiaan dapat dibuka seluas-luasnya sesuai prinsip hukum humaniter internasional. Blokade terhadap Jalur Gaza telah berlangsung sejak 2007 dan semakin diperketat sejak genosida pada Oktober 2023. Kondisi ini menyebabkan lumpuhnya berbagai sektor kehidupan, termasuk layanan kesehatan, serta membatasi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Terbatasnya akses masuk pasokan medis dan bahan bakar akibat blokade juga memaksa tim medis MER-C, yang saat ini bertugas di Jalur Gaza terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik meski di tengah berbagai keterbatasan. Selengkapnya di link ini
MER-C Indonesia Hadiri Peringatan 78 Tahun Nakba di Kedutaan Besar Palestina

Jakarta – MER-C Indonesia menghadiri undangan peringatan 78 tahun Nakba di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin (18/5). Acara tersebut diisi dengan sejumlah pertunjukan, pemutaran film dokumenter tentang Nakba, serta sambutan dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari. Kehadiran MER-C diwakili oleh drg. Elizabeth Lilyana Sarri, relawan Emergency Medical Team (EMT) yang pernah bertugas di Jalur Gaza selama 14 pekan pada tahun 2024. Menyaksikan langsung situasi di Jalur Gaza, drg. Sarri mengatakan bahwa Nakba hingga hari ini masih terus berlangsung karena penghancuran masif yang dilakukan penjajah Israel terus terjadi. Bertepatan dengan peringatan Nakba, ia berharap semakin banyak pihak dapat berkontribusi untuk memperbaiki kondisi Gaza yang telah hancur dan rusak, serta rakyat Palestina dapat segera memperoleh kemerdekaannya. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza
78 Tahun Nakba Suara Kemanusiaan Tak Boleh Padam

Tragedi Nakba yang terjadi 78 tahun silam masih begitu membekas. Sebab hingga hari ini, Nakba nyatanya tidak pernah benar-benar berakhir. Pengusiran, pembantaian, dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina masih terus berlangsung. Hari ini, dunia kembali menyaksikan tragedi serupa. Jika dahulu Nakba memaksa ratusan ribu warga Palestina mengungsi dan membuat belasan ribu lainnya menjadi martir, kini jumlah korbannya bahkan bertambah banyak di tengah rentetan serangan tanpa ampun. 78 tahun Nakba menjadi pengingat bagi dunia bahwa suara kemanusiaan tidak boleh padam, pembelaan kita tidak boleh berhenti, karena rakyat Palestina masih terus berjuang untuk merdeka dan kembali ke tanah air yang dirampas. Selengkapnya di link ini
Kehadiran EMT MER-C Perkuat Layanan Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi di RS Al-Wafa Gaza

Gaza – Menjadi dokter spesialis rehabilitasi medik pertama yang dikirimkan MER-C ke Jalur Gaza, dr. Juli Hartati, Sp.KFR., kini mulai bertugas membantu layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi di Rumah Sakit Al-Wafa. Ia telah bertugas di RS Al-Wafa sejak 3 Mei 2026, memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi untuk membantu menangani lonjakan kasus cedera tulang belakang dan patah tulang kronis akibat genosida yang dilakukan penjajah Israel di Gaza. RS Al-Wafa merupakan rumah sakit spesialis rehabilitasi medik tertua dan terpenting di Gaza. Dr. Juli sendiri melayani berbagai pasien di departemen rawat inap maupun rawat jalan yang menerima sekitar 200 kasus setiap harinya. Layanan rehabilitasinya mencakup kasus neurologis, seperti cedera tulang belakang, stroke, cedera otak, kelumpuhan, dan gangguan lainnya. Selain itu, rumah sakit ini juga menangani kasus muskuloskeletal, termasuk patah tulang, kondisi pascatrauma, gangguan otot dan saraf, hingga komplikasi akibat imobilisasi. RS Al-Wafa menyediakan layanan fisioterapi, terapi okupasi, serta dukungan psikologis. Namun saat ini, operasional rumah sakit berjalan di tengah berbagai keterbatasan, mulai dari pasokan listrik hingga minimnya peralatan medis, sehingga sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan. Dr. Juli tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-13 dan tiba di Gaza pada 23 April 2026. Selain memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia