MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C dan Café Cinde Gelar Pameran Foto dan Talkshow Bersama Relawan MER-C Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bekerja sama dengan Café Cinde menggelar Pameran Foto dan Talkshow bersama sejumlah relawan yang baru kembali dari bertugas di Jalur Gaza, bertajuk Little Hands: Story of Gaza. Pameran Foto berlangsung pada 18 – 30 November 2024 di Café Cinde Jalan Pahlawan No.58 Bandung.  Talkshow akan digelar pada 30 November 2024 di tempat yang sama, dan akan diisi oleh relawan medis MER-C yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) untuk Gaza, yaitu Relawan EMT MER-C ke-1 dr.Reyfal Khaidar serta Relawan EMT MER-C ke-4 drg. Elisabeth L.Sarri. Talkshow juga akan menghadirkan dua relawan MER-C lainnya yang baru saja kembali dari Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan. Selain itu juga ada Kurator Foto Kang Rully Kesuma, serta dimoderatori oleh Penyiar Diana Caroline.  Dalam kesempatan ini, relawan MER-C akan berbagi cerita ketika menangani warga Gaza yang menjadi korban serangan penjajah Israel dan pengalaman mereka saat menunaikan tugas kemanusiaan di tengah agresi yang masih berlangsung.  Acara ini terbuka untuk umum dan akan dimeriahkan dengan rangkaian acara lainnya seperti Mini Bazaar dan Live Music serta Lelang Foto Kemanusiaan yang keuntungannya akan disalurkan untuk warga Gaza.  Melalui Pameran Foto Little Hands: Story of Gaza, MER-C dan Café Cinde mengajak masyarakat untuk terus peduli, mendukung dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza, Palestina, dengan membeli foto-foto yang dipamerkan. Semua Foto Pameran yang merupakan koleksi dari MER-C Indonesia yang telah dikuratori oleh Rully Kesuma yang berpengalaman sebagai Redaktur Foto Tempo, dapat diakses dan dipesan melalui https://forms.gle/TntcVmnvjZStaUrx5. Kami mengajak masyarakat khususnya warga Bandung dan sekitarnya untuk hadir dan ikut meramaikan acara ini, hingga acara puncak pada 30 November nanti.

MER-C Melanjutkan Program Kemanusiaan Pasca Gempa di Herat, Afganistan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Sabtu (23/11) mengirimkan tim relawan ke Afganistan untuk meninjau dan meresmikan bantuan sumur bor, yang akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga di lima desa di Provinsi Herat, yang terdampak gempa pada 7 Oktober 2023 yang lalu. Tim yang diberangkatkan terdiri dari tiga orang, yaitu dr. T. Meaty Fransisca, Relawan MER-C Ita Muswita dan Desi Fitriani yang bertugas melakukan dokumentasi selama tim bertugas di Afghanistan. Tim rencananya akan bertugas selama dua pekan. “Saya bersama dua relawan lainya, kami bertiga utusan dari MER-C Indonesia untuk kembali lagi ke Afghanistan, tepatnya di Herat, Afghanistan bagian barat. Jadi rencananya kami akan mengikuti satu upacara peresmian yang diadakan oleh pemerintah Afghanistan,” kata dr. Meaty saat akan berangkat ke Afghanistan, di Bandara Soekarno-Hatta.   Ia mengatakan pembuatan sumur bor ini merupakan proyek MER-C yang kesekian kalinya di daerah terdampak gempa itu. Sebelumnya MER-C juga telah mengirimkan tim relawan untuk memberikan bantuan berupa obat-obatan, sembako, perlengkapan musim dingin, alat kesehatan serta layanan kesehatan, dengan total bantuan lebih dari 50,000 USD. “Pembuatan sumur bor ini diperuntukkan bagi warga di lima desa di sana dan ini merupakan kali ke-4 tim MER-C masuk ke Aghanistan. Jadi kami tim ke-4 selain untuk peresmian air juga akan melakukan assessment, kira-kira program kemanusiaan apalagi yang dapat dijajaki oleh MER-C dengan pemerintah setempat atau Afghanistan,” ujarnya.   Lebih lanjut ia mengatakan, urgensi dari pengiriman tim kali ini adalah memastikan amanah dari masyarakat Indonesia tersalurkan dengan baik karena dalam menyalurkan donasi, MER-C harus langsung melihat ke lokasi apabila itu memungkinkan. Selain itu juga agar masyarakat Indonesia dapat melihat bagaimana masyarakat Afghanistan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. “Kami juga mohon doanya dari masyarakat Indonesia agar perjalanan ini bisa membawa berkah, kemudian juga aman, lancar serta dimudahkan. Dan apa yang kami harapkan serta kami rencanakan yang mungkin juga keinginan dari masyarakat Indonesia menjadi kenyataan. Yang pasti adalah ini berkah untuk semua, baik bagi masyarakat Indonesia yang telah berdonasi, terutama untuk masyarakat Afghanistan yang membutuhkan,” tuturnya.   Rekening Donasi Amanah Afghanistan Rek. No. 701.565.8918 Bank Syariah Indonesia (BSI) Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee      

MER-C Terima Kunjungan Lembaga Kemanusiaan Al Shifaa Lebanon

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Kamis (21/11) menerima kunjungan dari Lembaga Kemanusiaan Lebanon, Al Shifaa, di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Kehadiran Manajer Public Realtions Al Shifaa Yusuf Al Khalil diterima oleh perwakilan MER-C yaitu Manajer Operasional Rima Manzanaris dan Relawan Divisi Humas Herlina Endah. Dalam kesempatan itu, Al Khalil memperkenalkan lembaganya dan sejumlah program kemanusiaan yang telah mereka lakukan. “Di Lebanon kami memiliki delapan pusat medis, 400 relawan dan 40 ambulans, mobile clinic dan mobil ICU yang bergerak untuK membantu orang-orang yang membutuhkan, disabilitas, anak-anak yatim dan lainya,” kata Al Khalil. Ia mengatakan, Al Shifaa merupakan lembaga yang bergerak di bidang medis dan bantuan kemanusiaan, yang saat ini tengah fokus membantu korban-korban serangan Israel di Lebanon, khususnya mereka yang berada di pengungsian dan membutuhkan obat-obatan dan layanan medis. Al Khalil mengungkap, serangan Israel ke Lebanon sampai hari ini masih sangat intens dan tidak jauh berbeda dengan Gaza, di mana serangan terjadi hampir setiap jam. Banyak warga sipil yang menjadi korban dan jutaan orang telah mengungsi. Untuk itu, Al Khalil berharap pihaknya dapat menjalin banyak kerja sama dengan sejumlah lembaga kemanusiaan, sehingga akan semakin banyak orang yang dapat dibantu.     Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari Al Shifaa serta informasi yang diberikan terkait situasi terkini di Lebanon. Ia mengatakan MER-C akan membahas lebih lanjut terkait program atau kerja sama yang mungkin bisa dilakukan untuk membantu warga Lebanon.

Bertugas di RS Al-Shifa, Tim EMT MER-C Banyak Tangani Korban Serangan Israel

Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-6 saat ini bertugas di kompleks medis terbesar di Jalur Gaza, Rumah Sakit Al-Shifa, sejak 11 November 2024. Tim sudah menangani banyak korban akibat serangan penjajah Israel yang masih terus berlangsung. “Kami saat ini berada di RS Al-Shifa, Alhamdulillah Tim melaksanakan pemberian layanan kesehatan di ruang luka trauma, dan Alhamdulillah Tim dapat menjalankan tugas optimal selama berada di Gaza,” kata salah satu relawan EMT MER-C Kamal Putra Pratama, AMK. Kamal mengatakan, Tim MER-C bersama dokter bedah RS Al-Shifa juga telah melakukan operasi korban yang terkena ledakan bom. Atas permintaan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH) dengan koordinasi WHO, Tim EMT MER-C di Gaza City saat ini dibagi menjadi dua. Tiga relawan bertugas di Public Aid Hospital dan dua relawan lainnya di RS Al-Shifa.  Di tengah kekurangan tenaga medis di Jalur Gaza terutama dokter spesialis, Tim recananya akan bertugas dalam jangka waktu lebih panjang, yaitu selama tiga bulan. Tim EMT MER-C ke-6 terdiri dari lima orang relawan yang diberangkatkan dalam dua tahap. Tahap pertama berangkat pada Sabtu (26/10), yaitu Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dan satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Ketiga relawan berhasil masuk Gaza hari Selasa (29/10).    Dua relawan kemudian berangkat pada hari Selasa (29/10) l, yaitu Dokter Bedah dr. Taufiq Nugroho, SpB., FINACS. FICS, dan Perawat Kamal Putra Pratama, AMK., keduanya tiba di Gaza hari Kamis (31/10). Dengan masuknya lima orang Tim EMT MER-C ke-6 pada akhir Oktober 2024, maka jumlah relawan MER-C di Jalur Gaza saat ini sebanyak 6 orang, termasuk satu relawan logistic Ir. Edy Wahyudi.

SDIT Darul Athfal Serahkan Donasi Palestina Kepada MER-C untuk Ketiga Kalinya

SDIT Darul Athfal menyerahkan donasi Palestina kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), untuk yang ketiga kalinya. “Alhamdulillah ini sudah penyerahan yang ketiga, jadi dari Darul Athfal sendiri memilih MER-C sebagai organisasi yang amanah untuk menyalurkan donasi yang telah dikumpulkan orang tua di sini, karena antusiasnya dan kepeduliannya terhadap saudara-saudara kita di Gaza. Jadi kita harapkan MER-C hubungan ini akan terus terjalin,” kata Farah Solihati Ketua Forum Ayah Bunda SDIT Darul Athfal saat serah terima donasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (16/11). Ia berharap, MER-C dapat menyalurkan bantuan yang paling dibutuhkan oleh warga Palestina saat ini baik dari segi medis, makanan atau tempat tinggal. “Apa yang kita berikan ini tidak sebanding dengan apa yang mereka rasakan, tapi sedikit banyak itu kita memberikan kontribusi dari apa yang kita bisa,” ujarnya. Farah juga mengatakan sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di Palestina saat ini, tidak sanggup melihat anak-anak, orang tua dan muda, rumah warga sipil, sekolah bahkan rumah sakit yang tidak luput dari serangan tentara Israel. “Semoga ke depan perbaikannya lebih baik dan kita harus terus mencari informasi atau berita terkait Palestina, jangan terlena dengan kenyamanan kita karena saudara-saudraa kita di sana masih sangat menderita. Terus peduli, jangan lupakan saudara-saudara kita di Palestina terutama di Gaza,” pungkasnya.

MER-C Kunjungi PBNU Bahas Peluang Kerja Sama Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Rabu (13/11) berkunjung ke Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, untuk berdiskusi dan membahas peluang kerja sama dalam isu kemanusiaan. Kedatangan Tim MER-C yang dipimpin Presidium dr. T. Meaty Fransisca diterima oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H.M. Silahudin, Sekretaris LAZISNU PBNU H. Moesafa, Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU H. Qohari Cholil, Manajer Fundraising NU Care-LAZISNU PBNU Wahyu Nurhadi.  Dalam kesempatan itu, Presidium MER-C menjelaskan terkait tujuan kunjungan MER-C yaitu untuk silaturahim, berdiskusi, dan membahas peluang kerja sama terutama di bidang kemanusiaan.  “Kami berharap, melalui pertemuan ini kita dapat saling berdiskusi, mengulas potensi kerjasama yang bisa dijajaki agar hubungan antar kedua lembaga ini dapat terjalin dengan baik,” kata dr. Meaty. Dr. Meaty juga menjelaskan terkait program baik yang telah maupun yang sedang dikerjakan oleh MER-C, salah satunya saat ini MER-C sedang fokus mengirimkan bantuan tim medis ke Jalur Gaza Palestina. “Jadi relawan kami memang sifatnya unpaid volunteer , yang mendedikasikan waktu serta tenaganya untuk kemanusiaan tanpa dibayar, atau kami biasa menyebutnya jihad profesi,” kata dr. Meaty. Wasekjen PBNU H.M. Silahudin menyambut baik kunjungan MER-C sehingga dapat mengenal lebih baik, saling berdiskusi dan membahas peluang untuk saling bekerja sama. Ia juga sangat mengapresiasi dengan kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C. “Sebelumnya kami sudah mendengar tentang MER-C tapi memang tidak secara langsung, hanya melalui media. Kami tahu kerja MER-C dan kami mengapresiasi jihad profesi yang dilakukan oleh relawan- relawan MER-C,” ujarnya. Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU juga turut menyampaikan bahwa menurutnya MER-C memiliki dedikasi tinggi, dimana tidak hanya memberikan bantuan tapi juga turun langsung di daerah konflik. “ini adalah keistimewaan MER-C yang tidak dimiliki oleh lembaga kemanusiaan lainnya,” ujarnya. Ia pun mengungkapkan, LAZISNU juga sudah sejak lama memberikan bantuan di Palestina dan sejumlah wilayah bencana atau negara konflik  lainya. Di Palestina sendiri, bahkan jauh sebelum agresi dimulai Oktober lalu, mereka telah memberikan bantuan berupa logistik seperti makanan, pakaian, kebutuhan dasar dan personal hygiene .

MER-C Hadiri Global Meeting EMT WHO 2024 di Abu Dhabi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menghadiri Global Meeting Emergency Medical Team (EMT) WHO 2024 yang digelar di Abu Dhabi pada 5-7 November. Tim MER-C diwakili oleh tiga orang yaitu Ketua EMT MER-C dr. Arief Rachman, SpRad, Liason Officer MER-C Marissa Noriti dan relawan medis MER-C drg. Elisabeth L. Sarri. “Dalam kegiatan ini dari WHO dan pihak-pihak yang sudah menjadi EMT Internasional berkumpul membicarakan mengenai global health emergency dan juga hal-hal lain yang terkait respon terhadap penanggulangan kegawatdaruratan medis di seluruh belahan dunia, dan topik tahun ini membicarakan dampak perubahan iklim terhadap kegawatdaruratan, yang akan bedampak pada kehidupan manusia,” ujar dr. Arief. Ia mengatakan, MER-C sebagai lembaga kesehatan yang juga akan menjadi bagian EMT menghadiri pertemuan ini untuk mempelajari sistem yang nanti diberlakukan dan lebih mengenal lingkungan EMT. “Sertifikasi mungkin akan kita lakukan di tahun depan, kita berdoa agar proses ini berjalan lancar dan mendapat kemudahan. Setelah tim medis EMT tersertifikasi menjdi EMT Internasional maka akan semakin memudahkan kita memberikan bantuan pelayanan utamanya di level internasional,” tuturnya. Pertemuan Global EMT WHO ke-6, diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan Abu Dhabi (DoH), yang digelar untuk meningkatkan kapasitas global dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi selama krisis. Pertemuan ini menarik lebih dari 1.300 peserta dari 140 negara yang terdiri dari para ahli dalam manajemen darurat, pengobatan bencana, dan bantuan kemanusiaan untuk memajukan kemampuan tanggap dan kesiapsiagaan darurat kesehatan global. Secara keseluruhan, pertemuan ini menghadirkan lebih dari 130 pembicara regional dan internasional, menyelenggarakan 30 sesi teknis, dan memamerkan inovasi dari 26 peserta pameran. Pertemuan tersebut telah menyediakan platform yang ideal untuk membangun kemitraan strategis di antara para ahli kedokteran darurat dan lembaga-lembaga khusus di seluruh dunia.  Selama tiga hari, para peserta terlibat dalam sesi teknis yang membahas standar operasional, praktik inovatif, dan kemajuan terbaru dalam layanan medis darurat di bawah empat tujuan strategis yaitu Tata Kelola, Kepemimpinan dan Kemitraan, Tanggap Darurat dan Pengembangan Kapasitas, Penetapan Standar dan Jaminan Kualitas, serta Penelitian dan Inovasi.

MER-C Sambut Kepulangan Dua Relawan, Fikri dan Reza dari Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyambut kepulangan dua relawan, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan, yang baru saja tiba dari Jalur Gaza.  Fikri dan Reza keluar dari Gaza sejak 29 Oktober 2024 dan tiba di Indonesia pada 12 November 2024. Kedatangan keduanya disambut oleh Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.Em., Presidium DR. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc., Ketua EMT MER-C dr. Arief Rachman, SpRad., beserta relawan dan staf MER-C, juga keluarga dan kerabat di Bandara Sorkarno-Hatta, Jakarta, Selasa (12/11).  Reza dan Fikri mengaku senang bisa kembali ke tanah air dan bertemu keluarga, tapi di sisi lain sedih karena harus meninggalkan warga Gaza di tengah agresi penjajah Israel yang masih berlangsung.  “Nanti jika ada kesempatan lagi, tentu kami ingin bisa kembali ke Gaza. Kepulangan kami ke Indonesia ini akan kami gunakan untuk belajar lebih banyak, sehingga jika nanti kembali ke Gaza bisa lebih bermanfaat lagi,” ujar Fikri.  Keduanya juga mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan kondisi terkini di Palestina, melakukan aksi boikot untuk mencegah Israel lebih banyak melakukan pembunuhan dan penyerangan, juga untuk terus menyalurkan donasi khususnya untuk pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.  Reza telah berada di Jalur Gaza sejak 15 Februari 2013 dan Fikri sejak 16 Februari 2020. Keduanya aktif sebagai relawan MER-C yang bertugas menyalurkan amanah donasi dari masyarakat Indonesia, serta memberikan informasi terkini terkait situasi di Jalur Gaza. Fikri dan Reza telah beberapa kali melakukan evakuasi selama agresi Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Keduanya pertama kali terpaksa mengungsi dari RS Indonesia di Gaza Utara ke Gaza Selatan pada 22 November 2023.

MER-C Terima Donasi untuk Palestina dari Sekolah dan Masjid Al Ittihad

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menerima donasi untuk Palestina yang diserahkan oleh Sekolah dan Masjid Al Ittihad Legenda Wisata, Cibubur, Jumat (8/11). Serah terima donasi dilakukan di SD Al Ittihad dan diterima langsung oleh Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris.  Hafsah, Guru SD Al Ittihad yang menginisiasi penggalangan donasi untuk Palestina dari para siswa mengatakan percaya dengan MER-C untuk menyalurkan bantuan ini, karena melihat MER-C cukup aktif membantu dan menyalurkan bantuan ke Palestina. “Saya lihat MER-C terpercaya, amanah dan sudah besar, saya juga dapat rekomendasi dari teman yang pernah bekerja sama dengan MER-C, insya allah kami Al Ittihad mempercayakan tim MER-C agar menyampaikan donasi ini ke sahabat-sahabat di Palestina,” kata Hafsah. Ia mengatakan, donasi dikumpulkan dari anak-anak selama satu bulan, dengan tujuan agar mereka dapat merasakan dan membantu serta menyemangati sahabat-sahabat di Palestina, sehingga mereka tahu anak-anak di sana butuh perhatian dan bantuan. “Mudah-mudahan dengan kita memanggil MER-C donasi ini bisa tersalurkan di sana membantu mereka yang memang benar benar butuh,” tuturnya. Hal serupa juga disampaikan perwakilan dari Masjid Al Ittihad Aida Puspita Sari Rangkuti, yang berharap dana yang terkumpul dari jamaah Masjid bisa membantu dan berkah serta bermanfaat untuk warga Palestina.

Relawan MER-C Bagikan Pengalaman saat Bertugas di Gaza dalam Acara #INAforPalestINA VOL. II

Relawan MER-C Ita Muswita membagikan pengalamannya saat bertugas sebagai tim Medis di Jalur Gaza, Palestina, dalam acara  #INAforPalestINA VOL. II; Axis of Resistance yang digelar oleh Koalisi Aktivis Musisi dan Seniman (KOMS) Indonesia, Rabu (6/11), di Jakarta Selatan. Dalam Diskusi Lintas Kemanusiaan, Ita mengatakan, Jalur Gaza terbagi menjadi tiga wilayah yaitu utara, tengah dan selatan. Saat ia masuk Jalur Gaza pada 18 Maret 2024, Gaza Utara masih dalam blokade ketat penjajah Israel, sehingga ia ditugaskan di wilayah selatan, tepatnya di Rafah. Namun karena masifnya pengeboman, akhirnya Ita dan Tim harus berpindah ke beberapa tempat, sampai ke Al Mawasi di Gaza Tengah, bersama-sama dengan warga Palestina yang mengungsi. Ita mengaku mendapat kesan mendalam selama bertugas di Gaza, di antaranya tentang situasi belajar dan diskusi antara siswa dan guru yang sangat menyenangkan di sana, juga harga kebutuhan yang sangat mahal akibat agresi. Ita mengungkap, ia telah berjanji kepada warga Gaza, jika kembali ke Indonesia akan terus menyuarakan kondisi Gaza terutama Rumah Sakit Indonesia, sampai Gaza terbebas. #INAFORPALESTINA VOL.II menghadirkan Pertunjukkan Musik yang dimeriahkan oleh Arya Novanda, Black Horses, Crayola Eyes, Jinan Laetitia dan Feel Koplo. Selain itu juga ada pemutaran film dokumenter “Aida Returns” karya Carol Mansour, sutradara kelahiran Beirut, Lebanon dan Pameran 12 karya seni yang dilelang untuk penggalangan donasi Kemanusiaan untuk Palestina. Sejumlah pegiat kemanusiaan dan organisasi terlibat dalam Konser Kemanusiaan untuk Palestina ini, antara lain Dompet Dhuafa, Greenpeace, MER-C Indonesia, Palestina.ID, AJAR, INDOCS, Konner Advisory dan International Networking for Humanitarian

Silahkan bertanya?