MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Salurkan Bantuan Makanan dan Air Bersih untuk Pengungsi di sekitar RS Al-Shifa Gaza City

Di tengah situasi yang semakin sulit dan bahan makanan yang sangat terbatas, MER-C dibantu warga lokal pada Sabtu, 30 November 2024 menyalurkan bantuan makanan siap saji dan air bersih. Makanan berupa Maftool dengan kacang polong dan buncis dibagikan kepada sekitar 900 hingga 1.000 orang pengungsi yang berada di dekat RS Al-Shifa Medical Complex. Tidak hanya makanan, MER-C juga menyalurkan 1 truk tanki air bersih bagi warga. MER-C berupaya untuk dapat terus menyalurkan bantuan berkelanjutan, termasuk makanan dan air bersih secara bergelombang ke sejumlah titik pengungsian khususnya di Gaza City. tempat Tim EMT MER-C bertugas saat ini. Ayo Terus Bantu Gaza PalestinaBersama MER-C Indonesia ! ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee        

MER-C Serahkan Bantuan Obat-Obatan dan Alat Kesehatan ke Klinik Gozara Herat, Afghanistan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Kamis (5/12) menyerahkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan ke Klinik Gozara Herat di Afghanistan yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. “Kita dari MER-C menyerahkan sejumlah obat untuk pasien-pasien emergency, kemudian alat kesehatan seperti nebulizer, alat untuk cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat dan sejenisnya,” ujar Relawan MER-C Ita Muswita, yang dikirim untuk menjalankan misi kemanusiaan MER-C di Afghanistan.  “Kami rasa alat-alat dan obat-oabatan ini sangat dibutuhkan di sini. Kedepannya kita akan berkoordinasi lagi dengan pihak-pihak terkait untuk obat-obatan apa yang sangat dibutuhkan,” tambahnya. Pada tanggal 7 Oktober 2023, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,5 skala Richter melanda Provinsi Herat, yang menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Salah satu Distrik yang terkena dampak terparah adalah Distrik Zenda Jan, dengan banyak rumah dan bangunan runtuh, menyebabkan ratusan orang sangat membutuhkan bantuan. Meskipun ada upaya bantuan awal dari berbagai organisasi dan yayasan amal, skala bencana dan kondisi musim dingin yang parah telah membuat banyak warga masih berada dalam kesusahan. Satu tahun pasca gempa, MER-C masih terus berupaya membantu warga terdampak di Provinsi Herat, serta mengirimkan sejumlah relawan untuk meninjau kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan secara langsung.  Bantuan yang telah disalurkan MER-C untuk korban terdampak gempa di Wilayah Herat diantaranya obat-obatan, alat kesehatan, bahan makanan, perlengkapan musim dingin serta lima sumur bor untuk kebutuhan air bersih. Donasi untuk Misi Kemanusiaan Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI : 701.5658918 Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee

MER-C Hadiri Workshop terkait Strategi Bersama Penanganan Pengungsi Luar Negeri

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Kamis (5/12) menghadiri undangan Workshop “Strategi Bersama Organisasi Masyarakat Sipil Terkait Penanganan Pengungsi Luar Negeri dalam Pemerintah Baru” yang digelar oleh SUAKA, Dompet Dhuafa dan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia di Gedung Philantropy Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan. Workshop ini mengundang perwakilan organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam isu HAM dan pengungsi, dengan tujuan utama menyatukan persepsi, memetakan langkah sekaligus kapasitas, agar mampu memberikan perbaikan dalam penanganan isu pengungsi luar negeri di Indonesia terutama dalam pemerintahan yang baru. Dalam kesempatan ini MER-C diwakili oleh Project Manajer MER-C for Rohingya Ira Hadiati dan Staf Humas Riny Nurmarita. Ira memaparkan sejumlah program yang dilakukan MER-C dalam menangani pengungsi Rohingya di Aceh dan temuan-temuan terkait kendala yang ditemui di lapangan. Ia juga menegaskan terkait pentingnya koordinasi dalam penanganan pengungsi yang dilakukan oleh setiap lembaga, sehingga semua yang dikerjakan terukur. “Kami menangani pengungsi Rohingya intens memang baru tahun ini. Sebelumnya saat terjadi pembantaian kami membangun Rumah Sakit di Rakhine State, Myanmar. Sempat sudah beroperasi, tapi kini sudah tidak lagi. Setelah itu kami berpikir kalau ini berhenti, kenapa kami juga harus berhenti mengurusi Rohingya,” kata Ira. “Memang temuan kita yang di lapangan bagus untuk di bawa ke forum seperti ini, di mana ada praktisi dan pengampu kebijakan kemudian kita dapat berkoordinasi dan berkomunikasi, sehingga kerja kita lebih efektif dan efisien,” ujarnya. MER-C tahun ini mulai intens memberikan bantuan serta pelayanan kesehatan untuk pengungsi Rohingya, yang tersebar di sejumlah kamp pengungsian di Aceh.  Bantuan yang diberikan berupa sembako, Pembangunan sumur dan MCK, peralatan ibadah, perlengkapan self hygine dan keperluan lainya. Berdasarkan data terbaru dari UNHCR (Mei 2024), tercatat ada 12.772 pengungsi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, Bogor, Medan, Pekanbaru, Aceh, Kupang, Batam, Surabaya, Semarang, Denpasar, dan Makassar. Mayoritas pengungsi berasal dari Afghanistan, Rohingya dan 51 negara lainya. Jumlah ini juga mencakup kedatangan baru pengungsi Rohingya di Aceh pada November 2023 hingga Januari 2024.

Serangan Berulang Penjajah Israel ke RS Indonesia Sebabkan Kerusakan Parah

Israel kembali melancarkan serangan ke Rumah Sakit Indonesia pada Minggu (8/12). Serangan mengenai lantai 1 dan 2, serta menyebabkan enam pasien yang sedang dirawat terluka. Direktur RS Indonesia dr. Marwan Al-Sultan menyerukan dunia untuk segera menyelamatkan tenaga medis dan RS Indonesia. “Saya baru saja menerima panggilan darurat dari RS Indonesia. Situasinya sekarang sangat kompleks dan sulit. RS Indonesia diserang oleh Israel dan ada enam pasien yang terluka, salah satu dari mereka dalam kondisi benar-benar serius sedangkan tim yang kami miliki terbatas untuk menangani pasien-pasien ini,” kata dr. Marwan melalui pesan suara kepada MER-C. “Terlepas dari semua konflik dan situasi, tolong selamatkan tim kami. Saya meminta Anda untuk membantu menyelamatkan tim kami dan RS Indonesia,” ujarnya. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, penjajah Israel telah berulang kali melancarkan serangan ke RS Indonesia. Terhitung sejak 27 November hingga 8 Desember, MER-C mencatat setidaknya ada 6 serangan yang menyebabkan jatuhnya sejumlah korban luka, serta kerusakan parah pada bangunan juga fasilitas RS Indonesia. Serangan 27 November 2024 Pada 28 November, perawat lokal RS Indonesia melaporkan kondisi Rumah Sakit sehari setelah pengepungan dan penyerangan penjajah Israel. Melalui rekaman video ia menunjukkan kondisi mengenaskan Rumah Sakit Indonesia, di mana serangan menyebabkan kerusakan pada jendela, kipas, sistem sirkulasi udara di langit-langit Rumah Sakit, sumber energi dan tangki air.  Dalam video itu ia juga menunjukkan bekas tembakan di dinding bagian luar RS Indonesia, juga sejumlah pasien termasuk anak-anak yang dirawat dalam kondisi yang sangat terbatas.   Serangan 30 November 2024 Pada 30 November, Relawan MER-C di Jalur Gaza Ir. Edy Wahyudi melaporkan serangan penjajah Israel pukul 7.35 pagi waktu Gaza. Penjajah Israel menghancurkan empat unit generator RS Indonesia.   Serangan 5 Desember 2024 Pada Kamis, 5 Desember 2024, penjajah Israel kembali melancarkan serangan ke RS Indonesia yang menyebabkan tanki air terbakar dan kebakaran yang meluas di atap Rumah Sakit. Dua orang keluarga pasien terluka saat mencoba untuk memadamkan api. Pada hari yang sama, penjajah Israel  melancarkan serangan kedua yang menyebabkan kebakaran di lantai 3 RS Indonesia.

MER-C Berpartisipasi dalam Pertemuan Terkait Kolaborasi Bantuan Kemanusiaan di Asia-Pasifik yang Digelar Kemlu RI

Medical Emergency Rescu Committee (MER-C) pada Rabu (4/12) ikut berpartisipasi dalam pertemuan terkait kolaborasi dan kerja sama bantuan kemanusiaan di Asia-Pasifik, Coordination Meeting on the Humanitarian Assistance Cooperation in Asia Pasific, yang digelar oleh Direktur Jendral Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI. Acara ini dihadiri oleh perwakilan kedutaan besar asing di Kawasan Asia Pasifik dan sejumlah organisasi internasional. MER-C dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Divisi Humas MER-C Diana Caroline dan Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-1 Sri Baeti. Dalam pertemuan itu Caroline menyampaikan sejumlah program yang sedang dijalankan oleh MER-C di antaranya pengiriman tim medis ke Jalur Gaza, Palestina, yang sampai saat ini sudah ada enam tim yang dikirimkan, serta pengiriman tim untuk misi bantuan korban terdampak gempa di Provinsi Herat, Afghanistan. Terkait misi kemanusiaan luar negeri yang dijalankan oleh MER-C, Caroline berharap pemerintah khususnya Kemlu dapat terus membantu untuk mempermudah jalannya misi dan juga pengiriman bantuan.  Pertemuan ini digelar untuk melanjutkan peran aktif Indonesia dalam proses peningkatan kolaborasi antara negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, untuk memperkuat upaya pengurangan risiko bencana dan kerja sama penyediaan bantuan kemanusiaan. Pertemuan juga ditujukan untuk memfasilitasi negara-negara Asia-Pasifik berbagi informasi program bantuan kemanusiaan dan membahas mekanisme kerja sama antar negara.

Penjajah Israel Evakuasi Paksa Tim EMT MER-C dari RS Kamal Adwan

Penjajah Israel kembali membombardir Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara, dan memerintahkan Emergency Medical Team (EMT) MER-C yang sedang bertugas untuk evakuasi paksa dengan berjalan kaki.  “Saat ini sedang serangan darat. Kami Evakuasi jalan kaki dari RS Kamal Adwan sekarang di RS Indonesia, insyaallah jalan ke Salah Al-Den,” ujar Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, melalui pesan suara, Jumat (6/12).  Ia mengatakan, direktur RS Kamal Adwan dr. Hussam Abu Safiya dan staf lokal lainnya tetap bertahan di RS Kamal Adwan.  Tentara penjajah Israel mengepung Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahia, Gaza Utara, pada Jumat (6/12). Kendaraan militer mendekati area sekitar rumah sakit, didukung oleh tembakan intensif senjata api dan penembakan artileri, yang secara efektif mengisolasi fasilitas itu. MER-C ke-6 bersama Konvoi WHO tiba di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara pada Minggu (1/12), setelah sebelumnya berkali-kali izin ditolak oleh penjajah Israel.  Tim EMT MER-C telah bertugas selama hampir satu pekan di RS Kamal Adwan, yang saat ini dalam kondisi krisis akibat serangan berulang pasukan penjajah Israel ke Rumah Sakit tersebut.

MER-C Turunkan Sejumlah Relawan dan Satu Unit Ambulans pada Reuni Akbar 212

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menurunkan sejumlah relawan yang terdiri dari empat dokter, dua perawat dan satu relawan logistik serta satu unit ambulans pada Reuni Akbar 212 yang digelar 1-2 Desember 2024 di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Penanggung Jawab Tim Medis MER-C dr. Wira Febrisandi Irsan, Sp.A mengatakan Reuni Akbar 212 berjalan dengan tenang, damai, dan tertib. “Walaupun sempat diguyur gerimis dan hujan ringan, jamaah mulai ramai menjelang tengah malam. kegiatan berlangsung tertib dengan doa dan solat bersama,” ujar dr. Wira.  Ia mengatakan, pada Reuni ini Tim MER-C menangani tiga pasien dengan keluhan ringan dan dapat diberikan pengobatan simtomatis,  untuk mengatasi gejala yang umum pada suatu penyakit, seperti mual, sakit kepala, muntah, atau nyeri. Persaudaraan Alumni 212 rutin menggelar Reuni Akbar setiap tahun sejak pertama digelar pada 2017. Reuni ini biasanya diikuti belasan ribu peserta dari sejumlah daerah.

MER-C Beri Pelatihan Pijat Jantung dalam Rangka Bulan Solidaritas Palestina 2024

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada 23 November 2024 menurunkan sejumlah relawawan untuk memberikan Pelatihan Pijat Jantung (PJS), yang digelar dalam rangka Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2024 oleh Aqsa Working Group (AWG), di Masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur.  MER-C menurunkan relawan yang terdiri dari dokter dan perawat yang sudah berpengalaman memberikan pelatihan terkait bantuan hidup dasar. Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan masyarakat awam. Materi yang diberikan antara lain resusitasi jantung dan paru (RJP/PCR), recovery position serta pertolongan pertama tersedak pada anak-anak dan dewasa.  Sebelumnya, MER-C saat menerima kunjungan Tim Panitia BSP 2024 menyatakan siap untuk ikut menyukseskan gelaran Bulan Solidaritas Palestina 2024, terutama secara khusus BSP memang memiliki program terkait sosial kesehatan. “Jadi ada namanya kegiatan Bulan Solidaritas Palestina. Kami pikir ini adalah kegiatan yang sangat postif terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyuarakan kemerdekaan Palestina, yang memang saat ini terjajah khususnya di Gaza yang mengalami krisis kemanusiaan berat. Jadi kita MER-C, mendukung,” ujar Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.Em, saat menerima kunjungan Tim Panitia BSP 2024 di Kantor MER-C, di Jakarta (23/10)

Sudah Diresmikan, Bantuan Sumur Bor Permudah Warga Herat Afganistan Dapatkan Air Bersih

Bantuan sumur bor yang baru saja diresmikan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Sabtu (30/11) mempermudah warga Herat, Afghanistan, mendapatkan akses air bersih.  Lima sumur bor sedalam 170 meter ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lima desa, di Provinsi Herat, yang terdampak gempa bumi berkekuatan 6,3 SR pada Oktober 2023 lalu. Gempa tersebut menewaskan lebih dari 1.400 jiwa dan menyebabkan kurangnya ketersediaan air bersih.  Tim MER-C juga berkesempatan bertemu dengan Gubernur Herat Sheikh Maulana Islam Jardi dan Wakil Menteri Luar Negeri. Dalam pertemuan ini, Presidium MER-C dr. T. Meaty Fransisca menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin dalam pembangunan sumur bor di Herat dan menegaskan komitmen kelanjutan kerja sama dengan pemerintah setempat di berbagai sektor. Gubernur Herat mengapresiasi MER-C dalam membantu korban gempa, menekankan bahwa lebih banyak perhatian harus diberikan pada layanan pusat perawatan bagi para tunawisma, pendirian pusat kesehatan dan sumur air di daerah miskin dan rentan. MER-C pada Sabtu (23/11) mengirimkan tiga relawan, yaitu dr. T. Meaty Fransisca, Relawan MER-C Ita Muswita dan Wartawan Metro TV Desi Fitriani ke Afganistan, untuk melanjutkan program kemanusiaan pasca gempa di Herat. Tim rencananya akan bertugas selama dua pekan. Pembuatan sumur bor ini merupakan salah satu program MER-C di daerah terdampak gempa itu. Sebelumnya MER-C juga telah mengirimkan tim relawan untuk memberikan bantuan berupa obat-obatan, sembako, perlengkapan musim dingin, alat kesehatan serta layanan kesehatan.  

Berkali-kali Ditolak Israel, Tim EMT MER-C Indonesia Akhirnya Tiba di RS Kamal Adwan

Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-6 bersama Konvoi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya tiba di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara pada Minggu (1/12), setelah sebelumnya berkali-kali izin ditolak oleh penjajah Israel.  Tim EMT MER-C akan bertugas selama beberapa hari di RS Kamal Adwan, yang saat ini dalam kondisi krisis akibat serangan berulang pasukan penjajah Israel ke Rumah Sakit tersebut.  Direktur RS Kamal Adwan, Dr. Hussam Abu Safiya, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan juga Tim EMT MER-C atas bantuan yang telah diberikan kepada warga Gaza, terutama bantuan tim medis.  “Kami di sini mengucapkan banyak terima kasih untuk masyarakat Indonesia, juga Tim EMT MER-C atas bantuannya. Inilah bantuan yang kami butuhkan karena di RS Kamal Adwan kami tidak punya dokter bedah umum, jadi kami kehilangan banyak pasien sebelumnya dikarenakan kami tidak punya Tim EMT,” ujarnya saat menyambut kedatangan relawan MER-C.  “Sekali lagi terima kasih untuk RS Indonesia dan EMT MER-C Indonesia yang telah memberi bantuan untuk Gaza. Terima kasih banyak atas bantuannya,” tuturnya.  Sebelum mencapai Gaza Utara, Tim EMT MER-C ke-6 yang terdiri dari dua dokter spesialis bedah umum, satu dokter spesialis obgyn, dua perawat, satu liaison officer dan satu logistik bertugas di dua Rumah Sakit di Gaza City yaitu RS Al-Shifa dan Public Aid Hospital.    

Silahkan bertanya?