Relawan MER-C Akhirnya Dapat Mencapai Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Palestina

Relawan Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia, Marissa Noriti, bersama konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Rabu (24/7), akhirnya dapat mencapai Lokasi Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Ini adalah untuk pertama kalinya Tim MER-C dapat mencapai Gaza Utara Kembali sejak evakuasi paksa yang dilakukan militer Israel terhadap seluruh penghuni Rumah Sakit Indonesia termasuk tiga relawan MER-C saat itu pada November 2023 lalu. “Saat ini kami berada di Rumah Sakit Indonesia dengan konvoi PBB dan staf NGO internasional lainnya. Kami akan berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan,” ujar Marissa saat tiba di RS Indonesia. Kedatangan konvoi PBB disambut oleh Diretur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan. Dalam kesempatan kunjungan ini, MER-C mewakili rakyat Indonesia sebagai pihak yang membangun Rumah Sakit Indonesia melakukan assessment awal kondisi rumah sakit dan berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia untuk penugasan Tim EMT MER-C serta penyaluran bantuan medis lainnya untuk RS Indonesia. MER-C juga menyampaikan komitmennya untuk membangun kembali Rumah Sakit Indonesia jika situasi sudah memungkinkan. Konvoi PBB ke Gaza Utara pada hari Rabu kemarin terdiri dari 10 kendaraan, termasuk dua truk yang mengangkut bantuan bahan bakar untuk operasional beberapa rumah sakit di Gaza Utara, termasuk Rumah Sakit Indonesia. Sepanjang perjalanan menuju Gaza Utara yang terlihat adalah kehancuran dan puing-puing reruntuhan bangunan. Memasuki Bayt Lahiya, bangunan Rumah Sakit Indonesia mulai terlihat dan tampak masih berdiri kokoh meski mengalami banyak kerusakan akibat penyerangan dan pembakaran. Pelayanan medis di RS Indonesia juga masih terus berjalan meski masih sangat minimal dan mengalami kesulitan bahan bakar.
Satu Relawan Liaison Officer MER-C Masuk Gaza, Upayakan Misi ke RS Indonesia di Gaza Utara

Satu Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang merupakan Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT), Marissa Noriti, masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi PBB, melalui perbatasan Karem Abu Salem, Selasa (16/7). Ini merupakan kali kedua ia masuk ke Gaza setelah sebelumnya pada 18 Maret, menjadi Tim relawan EMT MER-C pertama bersama 10 relawan lainnya yang berhasil masuk ke Jalur Gaza. Misinya masuk ke Jalur Gaza kali ini adalah untuk menindaklanjuti pembangunan Primary Health Care (PHC) di area kompleks RS Nasser di Gaza Selatan dan persiapan rencana pengiriman bantuan serta tim medis ke RS Indonesia di Gaza Utara. “Ini merupakan misi kedua saya, misi pertama saat itu pada 18 Maret. Kita sedang mempersiapkan pembangunan Primary Health Care di area Nasser Hospital dan ada rencana deployment tim juga ke RS Indonesia di Gaza Utara. Mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar dan makin banyak hal lagi yang bisa kita lakukan untuk saudara kita di Palestina,” ujar Marissa. Ia mengungkap, situasi perjalanan kali ini dibandingkan konvoi sebelumnya terbilang cukup lancar. Semua tim konvoi juga mematuhi peraturan sehingga tidak ada permasalahan saat di perbatasan. Dengan kedatangan Marissa Noriti, saat ini relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza berjumlah enam orang, lima relawan asal Indonesia dan satu relawan lokal. MER-C akan kembali mengirimkan relawan ke Jalur Gaza, yang tergabung dalam TIM EMT 5, terdiri dari beberapa dokter sepesialis. Saat ini keberangkatan Tim masih menunggu izin.
Komunitas Pejuang Subuh Serahkan Donasi Kemanusiaan Gaza Melalui MER-C

Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah menyerahkan donasi kemanusiaan tahap 4 untuk Gaza, Palestina, sebesar Rp. 100.000.000 melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi diserahkan oleh Ketua dan Pengurus Jamaah PSMRPI Irwan Prima Aditya pada hari Ahad (14/7) di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan. Donasi diterima langsung oleh Ir. Luly Larissa, Ketua Divisi Penggalangan Dana dan Ita Muswita, Relawan Bidan yang baru kembali dari Jalur Gaza. Turut hadir secara online salah satu Presidium sekaligus Ketua EMT MER-C Indonesia, dr. Arief Rachman, SpRad. “Sekarang saudara-saudara kita di Palestina sedang dilihat oleh Allah bagaimana kesabaran mereka, tapi kita juga di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Alhamdulillah kita menyalurkan bantuan tersebut pada pagi hari ini,” ujar Irwan dalam sambutannya. “Terima kasih kepada para jamaah, semoga Bapak, Ibu sekalian menjadi hamba-hamba Allah yang paling baik amalannya. Semoga bantuan ini, walau tidak besar bisa menunjukkan kepada Allah bahwa kita tidak diam, bahwa kita juga melakukan tanggung jawab dengan kemampuan kita untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami ujian yang berat di Palestina,” katanya. Setelah penyerahan donasi, acara dilanjutkan dengan sharing kegiatan dan pengalaman relawan MER-C dari Jalur Gaza, Ita Muswita yang telah bertugas di sana selama 74 hari atau 2,5 bulan kepada para jamaah pengajian rutin Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah yang hadir secara online.
Kitabisa Salurkan Donasi Tahap 4 untuk Palestina Melalui MER-C

Situs donasi dan penggalangan dana, Kitabisa, menyalurkan donasi tahap 4 yang ditujukan untuk warga Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi diserahkan pada Jumat, 28 Juni 2024, di Kantor Pusat MER-C di Jakarta, total sebesar Rp 2.512.769.402,-. Bantuan ini merupakan hasil solidaritas dan patungan ribuan #OrangBaik dan influencer Indonesia di platform Kitabisa diantaranya Rachel Venya, The Sungkars, Dwi Handayani dan Mira Agile, Raffi Ahmad dan Nagita RANS, Zaskia Adya Mecca, Adam Hawa, Alfy Saga dan Fatma, Syifa Hadju, Rinrin dan “Hearts to Gaza Rafah”. Donasi yang terkumpul juga berasal dari sejumlah #BrandBaik Indonesia, yaitu LinkAja, Hijra, Flip, Komunitas Mitra Driver Gojek, Masak.tv, Mitra Bukalapak, MySkill, Napocut, Dana, Mother of Pearl, Sedjuk, ShowKoffie dan Urban Wagyu. Penyerahan donasi dihadiri Ketua Divisi Fund Raising MER-C Ir. Luly Larissa, Relawan Bidan dan Perawat Bedah yang baru kembali dari Gaza Ita Muswita dan Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris. Donasi dari Kitabisa diserahkan oleh Head of Partnership Kitabisa.com Fania Khamada, Communication and Community Development Kitabisa.com Nurkholis Hanifa serta Partnership Account Executive Kitabisa.com Hibatur Rahman dan Adit Hasbullah. Ketua Divisi Fund Raising MER-C, Ir Luly Larissa, mengatakan kerjasama MER-C dan Kitabisa sudah berlangsung cukup lama, khususnya untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Ia mengatakan, bahkan sejak agresi terjadi, kerjasama yang ada semakin baik. Dengan dukungan orang-orang baik, yaitu masyarakat Indonesia yang berdonasi melalui platform ini, Kitabisa sudah menyalurkan 4 tahap donasi untuk Gaza. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari Kitabisa dan seluruh influencer serta masyarakat Indonesia,” ujarnya. Sebelumnya, Kitabisa telah menyerahkan donasi tahap 1 pada bulan November 2023 sebesar Rp 1.000.000.000,-, donasi tahap 2 pada Desember 2023 sebesar Rp 500.000.000,- dan donasi tahap 3 pada Januari 2024 sebesar Rp 1.576.195.000,-. Seluruh donasi yang diterima oleh MER-C telah disalurkan secara bertahap sejak Oktober 2023 dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Bahkan sejak 18 Maret 2024, MER-C telah mengirimkan 4 tim relawan medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke Gaza. Saat ini, MER-C tengah mempersiapkan Tim EMT 5 ke Gaza dan berharap bisa masuk Gaza pada bulan Juli 2024. Tim Medis MER-C menjadi satu-satunya tim dari Indonesia yang bertugas di dalam Gaza. Dengan dukungan dan donasi yang ada, MER-C akan terus mengirimkan bantuan kebutuhan medis baik berupa obat-obatan, peralatan medis serta relawan dan bantuan kemanusiaan lainnya yang dibutuhkan warga Gaza
Musisi dan Seniman Indonesia Berkolaborasi dengan Lima Lembaga Kemanusiaan akan Gelar Konser Amal Simfoni Indonesia untuk Gaza

Sejumlah musisi dan seniman Indonesia lintas agama berkolaborasi dengan lima Lembaga Kemanusiaan Peduli Palestina, yaitu ESQ Kemanusiaan, Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia (PMI), Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Internasional Networking For Humanitarian (INH) pada Minggu (14/7) akan menggelar konser amal bertajuk “Simfoni Indonesia untuk Gaza”, di Granada Ballroom, Menara 165, pukul 18.00 – 22.00 wib. Konser Amal “Simfoni Indonesia untuk Gaza” hadir dari keresahan dan keprihatinan akan pembantaian yang telah berlangsung hampir 9 bulan di Jalur Gaza yang telah merenggut puluhan ribu korban jiwa dan luka. Sejumlah musisi dan seniman Indonesia lintas agama, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu akan hadir dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap tragedy kemanusiaan yang terjadi di Palestina, yaitu Dwiki Dharmawan World Peace Orchestra, Penyair Taufik Ismail, Penyanyi Putri Ariani, Once Mekel, Bella dan Chiki Fawzi, Lucky Resha serta pengisi acara lainnya, dr. Ary Ginanjar Agustian, Ustadz Erick Yusuf, David Chalik, dan masih banyak lagi musisi serta seniman yang akan memeriahkan acara ini. Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris mengajak masyarakat untuk bisa ikut menghadiri dan meramaikan acara ini, karena dengan membeli tiket berarti sudah berdonasi untuk Palestina. “Kami mengajak masyarakat, apapun agama anda, siapa pun yang peduli pada Gaza dan kemanusiaan, untuk hadir pada acara ini, karena dengan membeli tiket berarti Anda sudah berdonasi untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Dan MER-C menjadi salah satu lembaga yang nantinya akan menyalurkan donasi yang terkumpul,” ujarnya. Terkait informasi pendaftaran, dapat menghubungi nomor 08111337165 (June) dan mengirimkan donasi Anda melalui rekening nomor 7274.5878.86, Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama Simfoni Indonesia untuk Gaza. Donasi dari pembelian tiket konser amal ini dibagi menjadi tiga paket, yaitu Gold 1.5 juta rupiah, Titanium 2 juta rupiah dan Diamond 3 juta rupiah. MER-C sejak agresi Israel pada 7 Oktober 2023 terus menyalurkan bantuan yang langsung diserahkan oleh relawan MER-C di Jalur Gaza, berupa kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, obat-obatan, sembako dan air bersih untuk para pengungsi. Selain itu, MER-C bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 18 Maret 2024 juga terus mengirimkan tim medis yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, bidan dan juga perawat, untuk bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan yang masih beroperasi di wilayah itu. Pengiriman tim medis dari MER-C ini masih berlangsung dan akan memasuki tahap ke-5. Sebagai program jangka Panjang, MER-C berkomitmen untuk merenovasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang mengalami kerusakan parah akibat agresi Israel.
Jusuf Kalla Apresiasi Program Bantuan MER-C di Afghanistan

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla mengapresiasi dan mendukung program bantuan yang disalurkan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Afghanistan. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Tim MER-C untuk Afghanistan, dr. T. Meaty Fransisca, dan Manager Operasional, Rima Manzanaris di kediamannya, Senin (1/7). “Jadi kalau MER-C ingin mengadakan upaya sosial di sana tentu sangat dihargai, membantu masyarakat dengan operasi kesehatan, sanitasi atau pendidikan, sangat dihargai sama dengan di Gaza,” ujar Jusuf Kalla. “Kita tahu semua bahwa sekarang ini Afghanistan setelah Amerika mundur, di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh Taliban keadaanya lebih damai karena tidak ada lagi konflik yang besar tetapi kondisi masyarakat tetap tentu membutuhkan bantuan karena soal kemiskinan di sana, kekurangan sarana setelah 20 tahun perang,” katanya. Ia juga mengatakan, bantuan yang diberikan MER-C ini mewakili wajah Indonesia untuk membantu orang yang sedang dalam keadaan susah. Bantuan dalam keadaan sulit tentu berbeda dan mereka sangat hargai itu karena mereka membutuhkan. “Itulah hal-hal yang dilakukan MER-C selama ini dan sekarang kita hargai,” tuturnya. Jusuf Kalla berharap, masyarakat dapat membantu warga Afganistan yang saat ini dalam keadaan susah setelah perang. “Tentu membantu mereka itu merupakan amal ibadah yang baik dan dibutuhkan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Mereka 20 tahun dalam perang, otomatis mereka kekurangan ekonomi dan fasilitas sosial yang sulit,” ungkapnya. Sebelumnya, MER-C mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan pada 14 Desember 2023 – 9 Januari 2024 lalu untuk membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di Herat. Tim menempuh perjalanan darat selama 36 jam dari ibukota Afghanistan Kabul ke Herat dengan membawa bantuan dari masyarakat Indonesia. Bantuan berupa obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan musim dingin, dan makanan semua disalurkan langsung oleh Tim MER-C setelah mendapat izin dan pengamanan dari otoritas setempat. Bahkan Tim Medis MER-C juga mendapatkan izin melakukan pengobatan bagi warga terdampak gempa di Herat. Seiring musim dingin ekstrem yang melanda Afghanistan, MER-C kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap 2 ke Herat tepatnya di Distrik Zenda, pada 12 – 13 Maret 2024. Bantuan berupa perlengkapan musim dingin dan bahan makanan didistribusikan ke empat desa yang terdampak gempa paling parah. MER-C terus menjalankan bantuan berkelanjutan di wilayah pasca gempa Afghanistan. Saat ini tengah berlangsung penyaluran bantuan kemanusiaan tahap 3 yaitu program pembuatan sumur air bersih di beberapa desa di wilayah pasca gempa di sana.
Yayasan Cianjur Kota Qur’an Kunjungi MER-C Bahas Penggalangan Donasi untuk Palestina

Yayasan Cianjur Kota Qur’an pada Rabu (26/6) mengunjungi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), membahas rencana penggalangan donasi untuk Palestina yang akan dilakukan oleh lembaga yang didirikan Yayasan tersebut, Gerakan Amal Wakaf Inovatif (GAWAI) Untuk Semua. “Kami silaturahim dengan MER-C untuk berpartisipasi dalam program-program kemanusiaan terkhusus di Gaza, Palestina, akibat korban genosida Israel,” ujar Ketua Yayasan Cianjur Kota Qur’an Ustaz Deden Abdullah Suja’i. “Alhamdulillah MER-C membuka tangan untuk bekerja sama dengan kami, karena kami ingin berbuat banyak dalam hal kemanusiaan khususnya bagi korban perang Gaza kekejaman Israel ini, yang kami tidak punya akses kami titipkan ke MER-C. Mudah-mudahan tidak hanya hari ini kami bertemu dengan MER-C dan mudah-mudahan sekali kita semua berkumpul di surganya Allah,” kata Ustaz Deden. “Saya sendiri sudah lama menjadi fans MER-C sejak tahun 1999 waktu konflik Ambon. Founder MER-C dr. Jozerizal Journalis itu luar biasa kiprahnya dan teruji, apalagi di Palestina dan berbagai tempat bencana di Aceh terutama termasuk saat gempa di wilayah kami di Cianjur,” ungkapnya. Ia mengatakan, terkait situasi saat ini di Gaza, Palestina, sudah mati rasa karena Israel sendiri pun sudah mati rasa terhadap kemanusiaan. “Tapi tetap kita jangan berpangku tangan, harus berbuat minimal berdoa dan memboikot. Mudah-mudahan Allah memberikan pertolongan terhadap Gaza,” tuturnya.
Satu Lagi Relawan MER-C Berhasil Masuk Gaza Lewat Perbatasan Karem Abu Salem

Satu lagi relawan medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berhasil memasuki Jalur Gaza, Palestina melalui perbatasan Karem Abu Shalem. Drg. Elisabeth L. Sarri yang merupakan Ketua Tim Emergency Medical Team (EMT) 4 MER-C telah menunggu hampir 7 pekan, hingga akhirnya pada Kamis (20/6/2024) mendapat kuota untuk masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi WHO. Tim EMT 4 yang terdiri dari tujuh relawan medis berangkat dari Jakarta tanggal 3 Mei 2024 dan dijadwalkan masuk Gaza 6 Mei 2024 lalu. Namun di hari yang sama, Israel mulai melakukan serangan darat ke Rafah sehingga konvoi WHO, termasuk Tim EMT 4 MER-C yang sudah di tengah perjalanan harus kembali ke Kairo. Tim EMT 4 terus menunggu jadwal konvoi WHO untuk bisa masuk ke Jalur Gaza, namun setelah hampir satu bulan di Kairo, dua relawan terpaksa kembali ke Indonesia karena jadwal cuti yang telah berakhir. Sementara lima relawan medis lainnya memutuskan tetap menunggu hingga akhirnya bisa masuk ke Jalur Gaza secara bertahap dan drg. Elisabeth L. Sarri menjadi yang terakhir dari Tim EMT 4, yang berhasil memasuki Jalur Gaza. Dengan masuknya drg. Sarri, maka saat ini terdapat delapan relawan MER-C di Jalur Gaza. Tim bertugas di RS Nasser Khan Younis, Gaza Selatan, sementara Dokter gigi akan bertugas di Primary Health Care di wilayah Deir Balah, Gaza Tengah.
Peduli Anak-Anak Palestina, Penggiat Musik Jazz Galang Donasi Lewat Jazz in Unity

Sejumlah pegiat musik Jazz menggalang donasi untuk anak-anak Palestina melalui konser amal bertajuk “Jazz in Unity” yang digelar di salah satu hotel di Jakarta Selatan, Jumat (14/6). Bagas Indyatmono Inisiator Jazz in Unity mengatakan, donasi dikumpulkan melalui platform Kitabisa.com untuk kemudian disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Jazz in Unity dimeriahkan oleh sejumlah musisi di antaranya Armiya Husein, Bella Fawzi, Chika Fawzi, Dara Swandana, Dira Sugandi, Eka Annash, Elfa Zulham, Fia, Jamie Aditya, Kevin Yousua, Kojek Rap Betawi, Rebecca Kezia, Sri Hanurga, Yudi Ahmad Tajudin dan lainya. “Awalnya memang dari keresahan kami para penggiat musik jazz terhadap apa yang terjadi sekarang di Palestina, karena memang pastinya yang berdampak sangat parah adalah anak-anak di sana. Maka dari keresahan ini, saya sempat membuat ajakan lewat Instagram story dan ternyata ajakan itu secara organik melebar ke mana-mana. Terkumpullah beberapa orang yang memang punya keresahan dan kegelisahan yang sama dan akhirnya kita sepakat untuk membuat acara ini,” kata Bagas. Ia berharap acara ini akan terus bergulir tidak hanya di Jakarta, tapi juga digelar di kota-kota lain atau luar negeri jika memungkinkan. Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya memilih MER-C sebagai penyalur donasi karena telah percaya dengan rekam jejak yang dilakukan di Gaza, dan merupakan salah satu lembaga yang saat ini relawannya langsung membantu warga Gaza. Selain itu, beberapa orang juga merekomendasikan untuk mempercayakan donasi kepada MER-C. Jazz in Unity akan digelar selama dua bulan ke depan dan donasi juga masih terus bisa dilakukan. Bagi yang tidak sempat hadir bisa menyaksikan acara ini lewat streaming di Youtube Jazz ini unity. “Harapannya lebih banyak lagi yang bisa terlibat di acara ini dan pastinya juga berikan hadiah dan donasi terbaik untuk anak-anak di Palestina,” ujar Bagas. Vikra Co Founder dan CEO Kitabisa mengaku senang bisa diajak meremaikan Jazz in Unity yang merupakan salah satu bentuk ekspresi baru dalam memberikan dukungan kepada Palestina. “Harapannya kita dapat terus mengawal sampai Palestina merdeka, sampai tidak ada genosida lagi. Namun, secara realistis ini merupakan perjalanan dan perjuangan jangka panjang,” kata Vikra. “Kami bersyukur sudah menjadi mitra MER-C sejak lama, yang melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti bantuan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” tambahnya. Ia juga mengajak untuk bergerak dan konsisten memberikan dukungan kepada Palestina apapaun bentuknya, baik doa, share di sosial media atau berdonasi ke lembaga yang kongkret dan nyata seperti MER-C atau Kitabisa.
Ketua Presidium MER-C Bertemu Menkopolhukam Bahas Situasi Jalur Gaza

Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Hadi Tjahjanto, di Kantor Kemenkopolhukam, di Jakarta, Senin (10/6). Keduanya membahas situasi terkini Jalur Gaza di tengah serangan Israel yang masih berlangsung, serta progres bantuan MER-C ke wilayah tersebut. Dalam kesempatan itu, Sarbini menyampaikan kondisi relawan MER-C di Jalur Gaza, juga rencana renovasi Rumah Sakit Indonesia yang hancur akibat serangan Israel, setelah genjatan senjata permanen berhasil dicapai. Ia mengatakan, renovasi Rumah Sakit Indonesia tentu membutuhkan bantuan serta dukungan dari berbagai pihak, terutama selama proses masuk ke Jalur Gaza melalui Rafah, Mesir. Menko menyambut baik rencana tersebut dan siap membantu apabila MER-C membutuhkan bantuan selama proses renovasi yang akan dilakukan. Menko juga mengapresiasi kerja kemanusiaan luar biasa yang telah dilakukan MER-C baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga mengaku senang bisa bertemu dengan ketua Presidium MER-C, yang ia sebut sebagai “pahlawan kemanusiaan”.