MER-C Salurkan Bantuan 1000 Paket Sembako ke Gaza Utara

Bantuan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berupa 1000 paket sembako yang dikirim dari Yordania, tiba di Gaza Utara dan telah disalurkan untuk petugas medis, pasien dan warga disekitar Rumah Sakit Indonesia. “Alhamdulillah bantuan makanan dari MER-C yang kita kirim melalui jalur Amman, Yordania, menuju Gaza Utara melewati perbatasan Israel-Gaza sudah sampai di RS Indonesia dan ada 1000 paket makanan yang akan di bagikan untuk petugas medis, dokter, perawat dan pekerja di RS Indonesia, para pasien dan warga sekitar,” ujar Liaison Officer EMT MER-C, Marissa Noriti. Paket sembako ini berisi, beras, gula, garam, kacang-kacangan, susu bubuk, teh, mie instan, manisan, spaghetti, pengembang roti dan minyak goreng. Selain di RS Indonesia, relawan MER-C juga membagikan 50 paket sembako untuk pekerja di RS Kamal Adwan di Gaza Utara. “Saat ini 24 Agustus 2024, kami sedang berada di Gaza bagian Utara, di mana MER-C berhasil memasukkan bantuan paket sembako melalui pintu perbatasan Zekim dan hari ini kita sedang proses pendistribusian untuk karyawan RS Indonesia,” kata Relawan MER-C Reza Aldilla saat mendistribusikan paket bantuan tersebut. “Ini adalah awal yang baik kita bisa mendistribusi bantuan ke Gaza Utara dan sebelumnya juga kita sudah berhasil memasukkan bantuan melalui perbatasan Mesir yang kita distribusikan kepada suadara kita di Gaza bagian selatan dan tengah yaitu berupa sembako dan tepung terigu,” tambahnya. Reza mengatakan, ini merupakan bantuan tahap pertama sejak relawan MER-C kembali bisa mencapai RS Indonesia pada 27 Juli 2024. MER-C akan berupaya memberikan bantuan lebih luas lagi untuk warga Gaza. Sementara itu, bantuan lainnya berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai dan alat-alat operasi masih dalam proses pengiriman dari Amman Yordania. Bantuan amanah masyarakat Indonesia melalui MER-C ini diharapkan juga bisa segera tiba di Rumah Sakit Indonesia, Gaza Utara.
MER-C Siagakan Ambulans dan Tim Medis di Demo Kawal Putusan MK

Sebagai bentuk antisipasi manajemen kejadian massal (mass casualties incident) dalam aksi unjuk rasa, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan Tim Medis dan dan satu unit ambulans pada aksi ” Kawal Putusan MK”, di depan gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/8). Selain di Jakarta, MER-C juga mengirimkan Tim Medis dan satu unit ambulans dalam aksi serupa di Yogyakarta. Tim yang dikirimkan di Jakarta berjumlah 14 orang, yang terdiri dari dokter spesialis, perawat dan relawan non-medis. MER-C juga bekerjsama dengan Tim Medis dari Ikatan Alumni (ILUNI) FKUI. Tim Medis Yogyakarta terdiri dari satu dokter, tiga perawat dan tiga paramedis, yang bertugas di sepanjang Jl. Malioboro sampai Titik Nol Km Yogyakarta. Berdasarkan laporan Tim di Jakarta, menjelang sore situasi semakin tidak kondusif. Sejumlah peserta demo yang merangsek masuk arena parlemen usai massa menjebol pagar gedung DPR. Tim berjaga hingga malam karena korban luka-luka yang dibawa ke ambulans MER-C untuk mendapatkan penanganan masih terus berdatangan. Tim Medis MER-C di Jakarta sedikitnya menangani 118 orang dengan kasus terbanyak akibat terkena gas air mata, luka robek, dan heat stroke. Tim juga banyak melakukan penjahitan di lokasi demo. Sedangkan Tim Yogya, menangani tiga orang dengan kasus heat stroke dan sesak nafas.
Hati-hati Penipuan Donasi yang Mengatasnamakan Relawan MER-C

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) telah beberapa kali menerima laporan adanya tindakan penipuan dengan modus pengumpulan donasi, dengan mengatasnamakan relawan MER-C di Jalur Gaza. “Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa seluruh relawan MER-C Indonesia baik yang di Gaza atau di manapun mereka bertugas, tidak akan pernah menggunakan nama pribadi, akun pribadi ataupun rekening pribadi untuk upaya-upaya penggalangan dana atau bantuan kemanusiaan,” ujar Presidium MER-C dr. Arief Rachman, Kamis (22/8). “Semua Rekening MER-C hanya atas nama Medical Emergency Rescue Committee,” tegasnya. “Jadi kami dari MER-C beberapa hari terakhir kembali mendapatkan informasi mengenai adanya dugaan penipuan oleh oknum masyarakat, yang menggunakan akun atas nama relawan Reza Aldilla yang ada di Jalur Gaza,” katanya. MER-C sebelumnya telah beberapa kali melakukan klarifikasi dan menegaskan bahwa relawan MER-C tidak pernah membuka donasi atas nama pribadi. Namun oknum tersebut tetap melancarkan aksinya dan masih banyak masyarakat yang tertipu untuk mengirimkan donasi. Ia mengungkap, modus penipuan ini dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan membuka akun media sosial menggunakan nama relawan MER-C di Jalur Gaza. Oknum tersebut mengelabui masyarakat dengan menggunakan video-video atau informasi yang berasal dari Instagram MER-C Indonesia, terkait dengan aktivitas bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza. Terbaru, MER-C menemukan oknum tersebut menggunakan akun Tiktok @reza_aldilla0 dan meminta pengiriman donasi ke rekening BRI; 556201007154530, atas nama Deli Tri Novia. “Jadi kami juga mengingatkan agar semua upaya baik dari masyarakat tidak kemudian disalahgunakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang tentunya kita mempertanyakan apakah kemudian donasi yang tujuannya itu adalah untuk membantu saudara-saudara kita di sana itu bisa sampai dan bisa dipertanggungjawabkan oleh oknum yang bersangkutan,” ujarnya. “Kami memperingatkan kepada oknum yang berusaha menipu masyarakat dengan menggunakan profil dari relawan kami di Gaza, Reza Aldila, bahwa ini adalah sebuah tindakan kriminal dan ini adalah sebuah tindakan yang tidak hanya kriminal, tapi juga melukai rasa kemanusiaan,” kata dr. Arief. Ia mengatakan, menggunakan informasi atau isu kemanusiaan yang terjadi, terutama di Palestina, untuk menggaet rasa prihatin, rasa solidaritas dari masyarakat Indonesia yang cinta akan Palestina dan kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, ini adalah sebuah keburukan dan sebuah kekejian. “Kami berharap dari oknum yang bersangkutan bisa menghentikan upaya-upaya ini dan juga kami berharap kepada masyarakat bisa lebih jeli lagi, lebih peduli dan mau bersama-sama dengan kami melaporkan aktivitas kriminal ini kepada pihak-pihak yang berwenang, agar kemudian tindakan ini bisa dihentikan sehingga tidak merembet lebih jauh lagi. Terima kasih,” pungkasnya. Berikut nomor dan akun resmi MER-C Indonesia: Call Center: 0811990176 atau 021-3159235Website: https://mer-c.orgInstagram: https://instagram.com/mercindonesiaFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=100064481090937&mibextid=LQQJ4dX: https://x.com/mercindonesiaTiktok: https://Tiktok.com/@mercindonesia1YouTube: https://youtube.com/@mercindonesia
Peringati Hari Kemerdekaan RI ke-79, Relawan MER-C Adakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di RS Indonesia Gaza

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79, relawan MER-C yang masih bertugas di Jalur Gaza Palestina memperingatinya dengan mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih. Upacara dilakukan di atas bangunan Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Jalur Gaza bagian utara, pada Sabtu/17 Agustus 2024. Dr. Dany Kurniadi Ramdhan, SpBS selaku Ketua Tim EMT 5 MER-C memimpin upacara yang berlangsung sederhana namun penuh hikmat dan makna. Hal ini dikarenakan upacara kemerdekaan dilakukan oleh relawan di tanah Palestina yang hingga kini masih terjajah dan masih terus berjuang untuk meraih kemerdekaan seperti halnya negara-negara lain di dunia. Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al Sultan, dan para staf RS Indonesia turut memberikan ucapan selamat hari kemerdekaan kepada relawan dan seluruh rakyat Indonesia. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia kepada Palestina. Saat ini ada 9 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, terdiri dari lima relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT MER-C Indonesia. Enam relawan berada di RS Indonesia Gaza Utara, sementara tiga relawan lainnya berada dan bertugas di Jalur Gaza bagian Tengah. Tim MER-C hingga saat ini merupakan satu-satunya Tim dari Indonesia yang masuk dan bertugas di dalam Gaza, memberikan pelayanan medis di sejumlah rumah sakit dan klinik yang masih berfungsi sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan Palestina dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
MER-C Siap Kirim Bantuan Obat-obatan dan Makanan ke Gaza Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan mengirimkan bantuan berupa obat-obatan dan makanan ke wilayah Gaza Utara, Palestina, melalui Yordania. “Hampir satu tahun lamanya perang di Gaza berkecamuk. Situasi semakin hari semakin sulit. Setelah beberapa waktu lalu MER-C Indonesia berhasil mengirimkan tim dokter spesialis ke RS Indonesia, kali ini kita akan berupaya untuk mengirimkan paket bantuan makanan dan juga obat-obatan ke RS Indonesia dan Gaza Utara,” ujar Relawan MER-C di Yordania, Nanang Khoirino. Nanang pada Kamis (15/8) mengatakan, bantuan yang akan dikirimkan ini berupa instrumen bedah plastik dan bedah saraf, obat-obatan dan set rawat luka, serta 1.000 paket makanan. Ia mengungkap, bantuan telah selesai dikemas dan siap dikirimkan. Bantuan ini diperkirakan akan tiba di Gaza Utara dalam satu hingga dua pekan mendatang. “Saat ini kami telah selesai melakukan packing lebih dari 1000 paket makanan dan juga obat-obatan dengan nilai total keseluruhan lebih dari 2.5 miliar rupiah,” kata Nanang. “Terima kasih untuk dukungannya kepada seluruh masyarakat Indonesia sehingga upaya ini bisa dilakukan,” tuturnya. Akibat Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahiya, Gaza Utara, Palestina diserang oleh Israel pada November tahun lalu, Relawan MER-C terpaksa mengungsi ke Gaza Selatan. Setelah sembilan bulan, akhirnya relawan MER-C dapat kembali ke Gaza Utara dan tiba di RS Indonesia pada Jumat (9/8), bersama konvoi PBB.Indonesia Tim medis MER-C akan bertugas selama satu bulan di RS Indonesia.
Relawan MER-C di Gaza Bertemu Wamenkes Palestina, Bahas Sejumlah Program Bantuan

Sembilan Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang saat ini berada di Jalur Gaza pada Kamis (8/8), bertemu Wakil Menteri Kesehatan Palestina dr. Yousef Abu Al Rish dan beberapa pejabat Kementerian Kesehatan, membahas sejumlah program bantuan MER-C untuk warga Gaza. “Alhamdulillah pada tanggal 8 Agustus kami diundang oleh Kementrian Kesehatan Palestina untuk bersilaturahmi dengan Wakil Menteri Kesehatan Palestina dr. Yousef Abu Rish. Pertemuan ini dihadiri pejabat di Kementrian Kesehatan, juga sembilan orang relawan MER-C yang terdiri dari relawan medis sebanyak lima orang dan relawan non-medis empat orang,” kata Liaison EMT MER-C, Marissa Noriti. “Di pertemuan ini kami membicarakan rencana strategis, di antaranya yaitu untuk membangun Primary Health Care di area RS Nasser, program lanjutan di RS Indonesia di Gaza dan program kami memberikan bantuan transportasi untuk pekerja medis RS Indonesia,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Abu Al Rish mengatakan bersyukur akan adanya RS Indonesia di Gaza Utara, di tengah genosida Israel yang masih terus terjadi. “Rumah Sakit Indonesia menjadi sangat penting di tengah genosida Israel yang semakin menjadi-jadi. Mereka membunuh rakyat kami yang tidak bersalah sebanyak yang mereka bisa. Banyak orang yang diselamatkan dengan adanya Rumah Sakit Indonesia,” ujar Abu Al Rish. Ia juga bersyukur atas dukungan rakyat Indonesia secara umum dan dari MER-C yang selain mendirikan RS Indonesia yang sangat penting, saat ini juga mengirimkan relawan medisnya ke Jalur Gaza. “Sekarang kami memiliki dokter ahli dari MER-C Indonesia, yang akan bergabung dengan RS Indonesia untuk memberikan layanan dan menyelamatkan nyawa. Ini adalah tugas dan dan pekerjaan yang sangat penting. Untuk itu saya sampaikan terima kasih kepada orang-orang yang mendukung upaya yang sangat penting ini, untuk menyelamatkan nyawa,” tuturnya. Pertemuan ini juga mempererat silaturahim yang memang sudah terjalin sejak MER-C mulai memasuki Gaza dan memulai Pembangunan RS Indonesia. Salah satu relawan MER-C yang merupakan Site Manajer Pembangunan RS Indonesia Ir. Edy Wahyudi bersama Abu Al Rish mengenang perjuangan saat merintis Pembangunan RS Indonesia. MER-C akan terus memberikan bantuan di Gaza Utara terutama di RS Indonesia. Tim EMT 5 MER-C yang baru saja tiba di Jalur Gaza pada 7 Agustus akan bertugas selama satu bulan di RS Indonesia. Jika memungkinkan, MER-C juga akan memberikan bantuan seperti makanan dan kebutuhan lainnya, karena situasi di Gaza Utara yang lebih buruk dibandingkan dengan Gaza Selatan. Wilayah ini, selain terkena dampak perang, bantuan yang masuk juga jauh lebih sedikit.
Tim MER-C Tiba di RS Indonesia Gaza Utara, Akan Bertugas Selama Satu Bulan

Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akhirnya tiba di Rumah Sakit Indonesia, di Bait Lahiya, Gaza Utara, Palestina, dan akan bertugas selama satu bulan.Tim tiba pada Jumat (9/8), bersama konvoi PBB. Salah satu relawan MER-C Reza Aldilla melaporkan, Tim berangkat mulai pukul 08.30 pagi. Selama perjalanan, Tim melewati jalan yang sudah rusak dan gedung-gedung yang hancur. Ia mengatakan, Tim beberapa kali berhenti untuk pemeriksaan di check point. Kemudian juga sempat berhenti di Rumah Sakit Shifa selama dua jam, untuk menunggu pemberitahuan bahwa Tim aman melanjutkan perjalanan. Tiba di Gaza Utara, ketujuh relawan MER-C yang terdiri dari empat dokter spesialis, satu Liaison Officer, satu relawan non medis dan satu relawan lokal langsung berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan. Selama di Gaza Utara, Tim akan menginap di RS Indonesia, mengingat wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat Tim seharusnya menginap masih dalam kondisi rusak. Satu hari bertugas, pada Sabtu, sekitar pukul tiga dini hari, Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Dany K. Ramdhan, SpBS, langsung membantu tenaga medis lokal menangani korban luka-luka karena baru saja kembali terjadi serangan. “Ada penyerangan di Jabaliya, ada beberapa korban, satu syahid” Kata Liaison Officer Tim EMT MER-C, Marissa Noriti, melaporkan lewat pesan singkat. Tim akan bertugas selama kurang lebih satu bulan di RS Indonesia untuk membantu pelayanan medis bagi para pasien, serta assessment lanjutan kondisi RS Indonesia. Sementara tiga relawan MER-C lainnya masih bertugas di Gaza bagian Tengah. Empat relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke-5 baru saja berhasil memasuki Jalur Gaza, Rabu (7/8). Saat ini ada 9 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, terdiri dari lima relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT MER-C Indonesia. Sementara itu, MER-C sendiri sudah mengirimkan 5 Tim EMT (Emergency Medical Team) bertahap dan rotasi ke Jalur Gaza, dengan total relawan sebanyak 34 orang. Tim MER-C sampai saat ini menjadi satu-satunya Tim dari Indonesia yang masuk dan bertugas di dalam Gaza, memberikan pelayanan medis di sejumlah rumah sakit dan klinik yang masih berfungsi sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan Palestina dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Empat Relawan MER-C Kembali Berhasil Memasuki Jalur Gaza

Empat relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke-5 kembali berhasil memasuki Jalur Gaza, Rabu (7/8). Tim seharusnya dijadwalkan masuk ke Gaza pada 6 Agustus, namun perbatasan Karem Abu Salem sempat ditutup sehingga para relawan terpaksa kembali ke Yordania. “Tujuan kita masuk bergabung bersama teman-teman yang sudah ada di sana. Kita akan menyebar, melakukan misi-misi ke berbagai rumah sakit sesuai dengan penugasannya,” ujar Ketua Tim EMT 5, dr. Dany K Ramdhan, SpBS. “Kemudian kita akan berusaha ke arah utara apabila dimungkinkan, ke arah Rumah Sakit Indonesia,” tuturnya. Ia berharap Tim EMT 5 ini bisa bekerja dan bermanfaat semaksimal mungkin, menyampaikan amanah dari masyarakat Indonesia dan bisa kembali dengan selamat. Tim EMT 5 berjumlah empat orang, yang terdiri dari satu dokter spesialis bedah syaraf, satu dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, satu dokter spesialis anastesi serta satu dokter spesialis penyakit dalam. Dengan masuknya Tim EMT 5, saat ada 9 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza. Lima relawan lainya adalah satu relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT yang berhasil kembali masuk Gaza pada 16 Juli 2024.
MER-C Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ismail Haniyeh

Medical Emergency Rescue Committee (MER) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Mantan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyeh, dalam sebuah serangan di Teheran, Iran, Rabu (31/7). “MER-C mengucapkan duka cita mendalam atas wafatnya Mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh dalam sebuah serangan di Teheran,” ujar Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, Rabu (31/7). “Semoga Allah merahmatinya dan terus menguatkan perjuangan bangsa Palestina dalam meraih kemerdekaan,” katanya. “Kami terkejut dan mengutuk pembunuhan Ismail Haniyeh di Teheran. Tindakan pengecut ini memperumit langkah perdamaian Israel-Palestina,” kata Sarbini. “Bagaimanapun juga, beliau adalah tamu pemerintah Iran yang sedang menghadiri pelantikan presiden Iran,” tambahnya. Lebih lanjut, Ketua Presidium MER-C menegaskan kembali komitmen MER-C untuk terus membantu dan mengirimkan tenaga kesehatan secara berkelanjutan ke Jalur Gaza, Palestina. Ismail Haniyeh gugur bersama dengan pengawalnya di Tehran, Iran, pada 31 Juli 2024 akibat sebuah serangan di kediamannya. Kepergiannya ke Iran ini dalam rangka menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru, Masud Pazeshkian.
MER-C Kirimkan Tim Medis ke-5 untuk Bertugas di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan Medical Emergency Tim (EMT) ke-5 untuk bertugas ke Jalur Gaza, Senin (29/7). Tim EMT 5 ini terdiri dari empat orang relawan, yaitu satu dokter spesialis bedah syaraf, satu dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, satu dokter spesialis anastesi serta satu dokter spesialis penyakit dalam. Sebelumnya, satu dokter sudah berangkat lebih dulu ke Jordan dan tiga orang lainnya menyusul dari Jakarta pada hari Senin. Tim EMT 5 ditargetkan bisa segera masuk ke Jalur Gaza awal Agustus ini. Salah satu relawan yang merupakan dokter spesialis bedah syaraf, dr. Dany K Ramdhan, mengaku bersemangat untuk berangkat ke Jalur Gaza, karena sudah lama menanti untuk diberangkatkan ke sana. “Sudah kewajiban kita membantu saudara-saudara kita di sana dan setelah berbulan-bulan menunggu, Alhamdulillah dikasih kesempatan untuk ke sana,” ujar Dany. Dany mengatakan, Tim EMT 5 rencananya akan bertugas selama satu bulan, namun tetap melihat situasi karena bisa saja lebih dari perkiraan. “Rencananya kita akan bertugas di RS An Nasser, di sana nanti kita akan bertugas sesuai dengan bidang kita masing-masing. Kalau dikasih kesempatan, kita juga harus melihat situasi di Gaza Utara, bagaimana Rumah Sakit Indonesia,” tambahnya. “Mudah mudahan apa yang kita upayakan diridhoi Allah, bermanfaat buat umat dan buat keluarga,” tuturnya. Dany juga mengajak masyarakat untuk jangan pernah berhenti memperjuangkan saudara-saudara di Gaza, karena sekecil apapun usaha yang dilakukan tetap akan bernilai. MER-C secara berkelanjutan mengirimkan tim medis ke Jalur Gaza melalui kerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Saat ini ada 5 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, yaitu satu relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT yang baru saja berhasil kembali masuk Gaza pada 16 Juli 2024.