ILUNI FKUI’98 dan MER-C Training Center Gelar Pelatihan Simulasi Penanggulangan Bencana
Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI 1998) bekerjasama dengan MER-C Training Center (MTC) menggelar pelatihan Simulasi Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan. Pelatihan berlangsung selama dua hari, 28 – 29 Januari 2023 bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalies FKUI ke-73 tahun. Ketua MER-C Training Center, dr. Naenda Stasya, MARS bersyukur MER-C Training Center mendapat kepercayaan dari ILUNI FKUI sebagai penyelenggara pelatihan. “Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan ILUNI FKUI’98 yang telah menunjuk MER-C Training Center untuk memberikan pelatihan Simulasi Penanggulangan Bencana bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UI. Sekitar 30 mahasiswa FKUI mengikuti pelatihan ini,” ujarnya. Naenda menjabarkan bahwa pelatihan diselenggarakan dengan menggabungkan lima metode, yaitu kuliah umum dan diskusi, presentasi dan pembahasan kasus, praktikum atau skill station, team building dan terakhir simulasi bencana. Narasumber pelatihan adalah para relawan MER-C yang memiliki latar belakang pendidikan spesialis emergency medicine serta telah bepengalaman di berbagai wilayah perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, MER-C Training Center juga melibatkan narasumber berkompeten lainnya baik dari ILUNI FKUI, Basarda (Badan SAR Daerah) dan IRRES (Indonesian Rescue). MTC (MER-C Training Center) merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya. Sebelumnya, pada bulan Oktober 2022 lalu, MER-C Training Center juga telah memberikan pelatihan serupa kepada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 28-30 Oktober 2022 itu berlangsung di Pos TNI AL Rancong, Lhokseumawe dan diikuti oleh 110 mahasiswa.
Yayasan Pendidikan Daya Dutika Cenderawasih Kemenlu RI Serahkan Donasi untuk Cianjur melalui MER-C

Sejumlah perwakilan guru dan siswa-siswi serta Pengurus Yayasan Pendidikan Daya Dutika Cenderawasih (YPDDC) Kementerian Luar Negeri RI menyerahkan donasi bagi korban gempa bumi Cianjur melalui MER-C, Kamis/22 Desember 2022. Donasi sebesar total 15 juta rupiah diserahkan oleh Rikha Indah Sari, SPd selaku Ketua Pengurus YPDDC kepada Luly Larissa Agiel, selaku Ketua Divisi Kampanye dan Penggalangan Dana MER-C. YPDDC adalah sekolah-sekolah yang berdiri di atas lahan Kementerian Luar Negeri RI mulai tingkat SD, SMP, dan SMA yang seluruhnya berjumlah enam sekolah. YPDDC terdapat di dua lokasi, yaitu Jakarta Selatan dan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Rikha menjelaskan bahwa donasi untuk korban gempa bumi di Cianjur dikumpulkan atas inisiatif bersama pasca terjadinya musibah bencana dahsyat tersebut. “Kami menggalang dana dari siswa-siswi SD, SMP, SMA Cenderawasih. Kemudian karena kami biasa posting di media sosial kami, ada beberapa kawan dari KBRI dan kawan-kawan komunitas yang ikut berdonasi. Dalam waktu singkat terkumpul sejumlah nilai. Donasi kami salurkan internal sendiri secara langsung dan juga ke eksternal melalui MER-C,” papar Rikha. Menurutnya, penyaluran donasi bekerjasama dengan pihak luar merupakan terobosan baru bagi YPDDC, karena biasanya mereka menyalurkan sendiri donasi yang ada. “Ini merupakan sebuah terobosan baru bagi kami. Kami rasa lebih terstruktur dan lebih amanah apabila bekerjasama dengan lembaga sosial yang lain, seperti MER-C. Hal ini agar amanah donator bisa disampaikan dengan baik. Apalagi donasi bukan berasal dari internal saja, namun ada juga donasi dari eksternal, sehingga pertanggung jawaban kepada para donator bisa lebih jelas. Sehingga dimasa yang akan datang bisa diberikan kepercayaan lagi. Itu sebetulnya tujuan utama dari Cenderawasih sendiri,” jelas Rikha. Ia juga berharap kolaborasi YPDDC dan MER-C bisa terus berlanjut, tidak hanya di Cianjur, namun juga di tempat-tempat lainnya. “Saya rasa potensi kami cukup untuk membuat itu. Jika ada potensi kenapa tidak dimanfaatkan untuk kebaikan. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka memberikan pendidikan empati kepada anak-anak. Salah satu programnya adalah penggalangan dana sosial untuk orang-orang yang membutuhkan. Supaya dari mereka sendiri OSIS yang berinisiatif mengumpulkan,” lanjutnya. YPDDC juga memilih untuk mengunjungi dan menyerahkan secara langsung donasi ke Kantor Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat dengan mengajak perwakilan siswa-siswi SD, SMP maupun SMA agar para siswa mendapatkan pembelajaran. “Kami harap dengan kegiatan ini, anak-anak bisa melihat kerja-kerja baik dari relawan MER-C dan memberikan inspirasi kepada mereka. Inspirasi harus kita tanamkan sejak kecil,” tambahnya. Merespon bencana gempa bumi di Cianjur, MER-C telah menurunkan sebanyak 6 tim medis dengan melibatkan sedikitnya 48 relawan untuk membantu korban gempa bumi di sana. Sementara jumlah pasien yang mendapatkan layanan pengobatan baik di posko Kesehatan MER-C maupun melalui program mobile clinic mencapai 821 orang. Dalam rangka menyalurkan amanah donatur, MER-C akan terus melanjutkan misi kemanusiaan untuk Cianjur baik melalui program medis maupun bantuan lainnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kisah Sarah dan Yara, Gadis Kembar Gaza Penerima Bantuan Paket Perlengkapan Sekolah

Sarah dan Yara adalah gadis kembar yang merupakan korban serangan brutal Israel beberapa waktu lalu. Mereka menjadi salah satu penerima bantuan paket perlengkapan sekolah Amanah dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. Malam itu, di desa Shujaiya, Gaza timur, Keluarga Sarah dan Yara sedang melaksanakan shalat Isya. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sebuah rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur zionis Israel. Serangan brutal itu menyebabkan semua anggota keluarga Raed Rajab sebanyak delapan orang, termasuk si kembar Sarah dan Yara yang masih berusia 8 tahun, mengalami luka parah. Sarah menderita patah tulang di kaki kiri, luka yang dalam di telapak kaki kanan dan luka pada paha kanan bawah. Sementara saudari kembarnya, Yara, juga mengalami luka parah di paha kanan dan patah tulang di kaki kanan bagian bawah. Meski masih menderita cedera, namun hal itu tidak mengurangi semangat si kembar Sarah dan Yara untuk tetap bersekolah. Yara, gadis cantik itu dengan susah payah bergerak menggunakan kursi rodanya untuk pergi ke sekolah. Melihat semangat Sarah dan Yara, beberapa waktu lalu Relawan MER-C Indonesia mendatangi rumah keluarga Raed Rajab untuk memberikan secara langsung hadiah perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, seragam dan alat tulis bagi kedua gadis kembar tersebut. Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang sudah mereka alami, namun semoga hadiah ini bisa menambah semangat Sarah dan Yara untuk menggapai cita-cita mereka. Paket perlengkapan sekolah menjadi bantuan rutin dari masyarakat Indonesia melalui MER-C yang biasanya diberikan ketika tahun pelajaran baru dimulai. Pada tahun ini, MER-C menyalurkan sebanyak 500 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak tingkat sekolah dasar di Jalur Gaza. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan di Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: Rek. No. 686.033.5555 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.3753.754 Bank MandiriRek. No. 700.290.5803 Bank Syariah Indonesia (BSI) Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Distribusikan 500 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali mendistribusikan paket perlengkapan sekolah amanah dari masyarakat Indonesia untuk anak-anak di wilayah terblokade Jalur Gaza, Palestina. Jumlah bantuan perlengkapan sekolah yang didistribusikan pada tahun 2022 total sebanyak 500 paket. Isi paket per anak terdiri dari seragam, celana, sepatu, tas sekolah, buku tulis, buku gambar, alat tulis (pensil, penghapus, pulpen, rautan, penggaris, tempat pensil) dan pensil warna. Pelaksanaan program dilakukan oleh relawan MER-C yang tengah bertugas di Jalur Gaza, yang terdiri dari tiga relawan Indonesia dibantu dengan relawan local. Mereka menunaikan titipan amanah donasi dari rakyat Indonesia bagi program ini, mulai dari memilih isi paket dengan melakukan survey ke toko-toko perlengkapan sekolah, melakukan survey anak-anak penerima bantuan, mem-packing bantuan hingga mendistribusikan paket kepada anak-anak baik di sekolah-sekolah, rumah rumah maupun melalui di lembaga kemanusiaan yang bekerjasama dengan MER-C Cabang Gaza. Prioritas penerima bantuan adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar yang merupakan anak yatim atau anak-anak dari keluarga syuhada, anak-anak korban perang serta anak-anak yang tidak mampu. Adapun lokasi pendistribusian tersebar di beberapa wilayah terpisah di Jalur Gaza, mulai wilayah Jalur Gaza bagian Utara (Bayt Lahiya, Jabaliya), Jalur Gaza bagian Tengah hingga Jalur Gaza bagian Selatan. Bantuan didistribusikan secara bertahap selama kurun waktu satu bulan pada bulan November – awal Desember 2022. Semburat bahagia terpancar dari wajah-wajah suci dan polos anak-anak Gaza. Senyum dan tawa ceria mewarnai wajah mereka usai menerima bantuan paket sekolah. Ucapan “Terima Kasih Indonesia” terucap dari bibir-bibir mungil dan tulus mereka. Ustadzah Haifa Ridwan, salah satu Kepala Sekolah di Gaza, juga mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia khususnya MER-C atas bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan kepada para anak didiknya. Ucapan terima kasih juga datang dari para guru dan para wali murid yang hadir dalam proses penyerahan bantuan tersebut.
Paguyuban Daksinapati UI Serahkan Donasi untuk Cianjur melalui MER-C

Alumni penghuni asrama Daksinapati yang tergabung dalam Paguyuban Daksinapati Universitas Indonesia (PDUI) menyerahkan donasi untuk korban bencana gempa bumi Cianjur melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Rabu/30 November 2022. Donasi diserahkan oleh perwakilan pengurus PDUI, yaitu Drs. Des Alwi, M.Phil., selaku Sekretaris dan dr. Imron Khazim, MS, SpOk selaku Pengurus Bidang Kesehatan PDUI. Donasi diterima secara langsung oleh dr. Arief Rachman, SpRad, selaku Presidium MER-C dan disaksikan oleh jajaran Presidium lainnya, yaitu dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), dr. Henry Hidayatullah, MSi dan Ir. Faried Thalib serta sejumlah pengurus MER-C. “Donasi berjumlah total Rp 43.725.000,- dikumpulkan dari para anggota PDUI yang merupakan alumni penghuni asrama Daksinapati UI Namun ada juga titipan dari luar anggota,” ujar Des Alwi. Daksinapati merupakan asrama mahasiswa UI khusus putra pada tahun 1953 – 1990 yang berada di Kompleks Kampus UI Rawamangun. Asrama Daksinapati diresmikan mantan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno pada tahun 1953. Mewakili pengurus dan anggota Daksinapati, Imron Khazim menjelaskan alasan menitipkan Amanah donasi untuk bencana gempa bumi Cianjur kepada MER-C. “Semua qodarullah. Kami bertemu dengan senior kami yang juga Ketua PDUI saat ini, Dr. H. Wahidin Halim, mantan Gubernur Banten yang menyarankan untuk ke MER-C saja. Kami sepakat ke MER-C. Pertama, menyambung silaturahim sesama alumni dan membangun emotional kami kembali karena Alm dr. Joserizal Jurnalis, aktifis kemanusiaan MER-C juga merupakan alumni asrama Daksinapati UI. MER-C juga paham lapangan dan memiliki reputasi yang sudah tidak diragukan,” jelas Imron. “Donasi berasal dari anggota PDUI yang beragam karena penghuni asrama Daksinapati UI juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, dari berbagai agama, etnis, namun semuanya percaya ke MER-C,” imbuhnya. Untuk penyaluran donasi, Imron mengatakan bahwa mereka menyerahkan sepenuhnya kepada MER-C. “Kami menyerahkan kepada MER-C yang insya Allah amanah dan tahu persis ini untuk apa dan bagaimana. Harapan kami semoga donasi ini dapat bermanfaat,” lanjutnya. Ia juga berharap donasi ini bukan yang terakhir, namun bisa berkelanjutan, tidak hanya pada fase emergency response namun juga pada fase recovery. “Apabila ada informasi kebutuhan lain di Cianjur agar bisa di share kepada kami dan menjadi masukan bagi kami sehingga mungkin bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang sifatnya tidak hanya berkaitan dengan medis pada fase tanggap darurat tapi juga pada fase recovery. Mungkin kami atau ada anggota kami yang bisa membantu dan berpartisipasi jangka panjang,” tambah Imron. Mewakili MER-C, dr. Henry Hidayatullah, MSi menyampaikan ucapan terima kasih atas donasi dan kepercayaan dari PDUI. Menurutnya, donasi yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk membantu korban bencana gempa bumi di Cianjur.
Dengan Penerangan Seadanya, Tim MER-C Obati Warga Korban Gempa Cianjur

Tim Medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) beri pengobatan di salah satu lokasi terdampak gempa terparah di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Gasol. Kec Cugenang, Selasa/22 November 2022. Menurut data sementara, desa Gasol merupakan wilayah dengan jumlah warga meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 62 orang, akibat gempa yang mengguncang Kab. Cianjur, Senin/21 November 2022. Meski hari yang sudah mulai gelap, Tim MER-C tetap menyisiri posko-posko pengungsian yang ada di desa Gasol, tepatnya di RT 01, 02, 03 RW 04. Jumlah warga yang mengungsi di titik ini mencapai 400 jiwa. Dengan penerangan seadanya, Tim MER-C memeriksa satu-persatu warga korban gempa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya dan memberikan pengobatan. Jumlah total pasien yang diobati pada hari Selasa/22 November 2022 mencapai 43 orang. Pasien terdiri dari 32 dewasa, 4 remaja, 1 anak-anak, 1 ibu hamil, dan 5 lansia. Tim MER-C juga melakukan perawatan luka pada warga yang mengalami luka akibat terkena reruntuhan atau menginjak sesuatu yang tajam saat panik berlari menyelamatkan diri ketika gempa mengguncang. Tim MER-C akan terus melakukan mobile clinic untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau atau masih minim bantuan medis. Bantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C: BCA, 686.0099339 BSI, 701.5658.899 a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam, www.mer-c.org
MER-C Kerahkan Tim Bedah dan Medis Bantu Korban Gempa Cianjur

Indonesia Kembali berduka. Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Data sementara menyebutkan jumlah korban jiwa akibat gempa yang berpusat di daratan dengan kedalaman 10 km diperkirakan sudah mencapai angka 162 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih banyak warga yang tertimpa reruntuhan bangunan menunggu proses evakuasi. Merespon bencana tersebut, Selasa pagi ini/22 November 2022, MER-C telah menurunkan dua tim relawannya untuk membantu korban gempa di Cianjur. Tim Pertama berjumlah tiga relawan yang terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatology, Dokter Spesialis Bedah Syaraf dan juga Insinyur. Tim akan melakukan assessment kebutuhan bedah, medis dan juga konstruksi di wilayah terdampak gempa. Tim kedua telah menyusul berangkat ke Cianjur pada hari ini, Selasa (22/11) pukul 10 tadi pagi. Tim terdiri dari lima relawan, yaitu dua dokter umum, satu perawat bedah dan dua logistic. Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa mempertimbangkan dampak gempa yang cukup besar, maka MER-C mempersiapkan Tim Medis lanjutan dan juga Tim Bedah. “Karakteristik bencana gempa adalah banyaknya korban-korban yang mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Ini spesifikasi lembaga MER-C. Kami cukup banyak mempunyai relawan di bidang bedah, khususnya bedah orthopedi. Apabila diperlukan berdasarkan assessment tim awal ini, kami siap mengerahkan Tim Bedah MER-C,” ujar Sarbini. Sementara itu, Tim MER-C di Kantor Pusat sedang mempersiapkan peralatan dan perlengkapan bedah untuk membantu korban gempa yang memerlukan tindakan operasi. #PrayforCianjurBantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176
Gempa 5,6 SR Guncang Cianjur, MER-C Siapkan Tim Medis
Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR menguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Getaran gempa terasa kuat hingga di DKI Jakarta dan sekitarnya. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal mencapai 56 jiwa dan sebanyak 700 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring banyaknya bangunan yang rusak diakibatkan oleh gempa dengan kedalaman 10 km. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauan agar masyarakat yang berada di dalam ruangan untuk keluar terlebih dahulu karena adanya potensi gempa susulan. Pasca gempa mengguncang, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia segera berkoordinasi membentuk tim relawan medisnya dan mempersiapkan bantuan obat-obatan serta alat kesehatan yang diperlukan untuk turut memberikan bantuan medis bagi para korban. Semoga saudara-saudara kita di Cianjur, khususnya para korban dan keluarganya diberikan perlindungan dan kekuatan menghadapi musibah ini. #PrayforCianjur Bantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176
Insiden Kebakaran di Gaza Utara, Korban Jiwa dan Luka Dievakuasi ke RS Indonesia

Sedikitnya 21 warga Palestina meninggal dunia, termasuk 7 diantaranya anak-anak dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka pasca insiden kebakaran besar yang melanda bangunan tempat tinggal di Kamp Jabalia, Desa Talizza’tar, Jalur Gaza Utara, Palestina, Kamis malam (17/11). Korban jiwa maupun luka-luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian. Direktur RS Indonesia di Gaza Utara, Salah Abu Laila, mengatakan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah. “Jumlah kematian kemungkinan akan meningkat, sebagai akibat dari kebakaran besar di sebuah bangunan tempat tinggal di Jabalia,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip media. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Hasil investigasi awal menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh lilin saat para korban sedang merayakan kedatangan salah satu anggota keluarga mereka yang baru kembali dari Mesir. Sementara juru bicara unit pertahanan sipil mengatakan bahwa kebakaran berasal dari pasokan bahan bakar yang disimpan di bangunan tersebut. Berita kematian 21 warga ini sontak menggemparkan seluruh warga Gaza yang selama ini hidup dalam blokade dan penjajahan Israel sejak tahun 2006 hingga hari ini. Presiden Palestina, Mahmud Abbas, melalui Juru Bicaranya menyatakan kebakaran itu sebagai tragedi nasional. Abbas mengumumkan hari berkabung pada hari Jum’at ini, dengan mengibarkan bendera setengah tiang.
MER-C Adakan Pelatihan Pijat Jantung Saja bagi Komunitas Bulu Tangkis Candra Wijaya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan pelatihan Pijat Jantung Saja (PJS) bagi komunitas olah raga binaan legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, Rabu/16 November 2022. Pelatihan bertempat di Hall DYSCWIBC (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya International Badminton Center) di Tangerang, Banten. Sebanyak 16 Relawan Medis MER-C yang berpengalaman terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat diturunkan untuk memberikan pelatihan kepada para pembina, pelatih, atlet, staf dan anak-anak didik yang tengah berlatih di Candra Wijaya International Badminton Center. PJS adalah pelatihan pertolongan pertama untuk menangani kasus henti jantung dan serangan jantung. Komunitas olah raga menjadi salah satu kelompok masyarakat awam yang penting untuk memiliki pengetahuan tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya kasus henti jantung atau serangan jantung yang terjadi ketika berolah raga dan seringkali berakhir dengan kematian karena tidak ada orang di sekitar yang memahami cara menolongnya. Salah satu kasus yang masih hangat dalam ingatan kita adalah meninggalnya salah satu pebulutangkis terbaik tanah air, Markis Kido, ketika sedang bermain pada Juni 2021 silam. Belajar dari kejadian tersebut, DYSCW menggandeng MER-C untuk memberikan pelatihan PJS bagi anggotanya. Dengan pelatihan ini diharapkan anggota DYSCW dapat memiliki pengetahuan dan keahlian dalam memberikan pertolongan pertama ketika hal serupa terjadi di sekitar mereka. Candra Wijaya, seorang pelatih dan atlet senior bulutangkis Indonesia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim MER-C yang telah berbagi ilmu dan keahliannya. “Terima kasih atas waktu, kesempatan dan juga kolaborasi dari dokter-dokter MER-C, semua yang hadir di sini luar biasa. Saya sangat apresiasi. Terima kasih atas dukungan, bantuan dan perhatiannya,” ucap Candra. “Kami sebagai praktisi, pembina, kebetulan memilik GOR, sehingga staf pelatih dan anak-anak kami tersosialisasi,” lanjutnya. Menurutnya pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi dan menambah ilmu serta pengalaman mereka. “Di lapangan kami merasakan perlu lebih jauh untuk bisa mengetahui hal-hal penanganan pertama dalam penanggulangan gawat darurat di olah raga atau bagi kita yang sering berolah raga,” tambah Candra. Mengingat pentingnya pengetahuan PJS untuk dimiliki oleh masyarakat awam, maka dalam waktu dekat MER-C akan membuat “Citizen CPR” dengan mengadakan roadshow pelatihan PJS di Monas, komunitas-komunitas, “PJS Go To School”, dsb, karena “Semua Bisa Menolong!”